My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 178


__ADS_3

Hari kembali berganti...


Tepat dua puluh lima hari Digo dan Arini menghabiskan waktu mereka berlibur di kampung halaman wanita cantik itu. Hari ini, sesuai jadwal, sepasang suami istri itu akan kembali ke ibu kota. Meninggalkan kampung halaman Arini yang sudah hampir sebulan ini menjadi tempat tinggal sementara mereka.


Rencananya, rumah peninggalan sang nenek yang sudah direnovasi itu akan di pasrahkan untuk dirawat oleh pak Yanto. Tentu, akan ada upah khusus untuk itu. Rumah itu nantinya juga akan menjadi tempat singgah mereka jika berkunjung ke kampung itu.


Pagi ini,


saat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Santap pagi sebelum berangkat ke bandara sudah siap di meja makan. Wanita cantik ber daster bunga bunga yang sudah bangun sejak sebelum subuh itu lantas berjalan menuju ruang tamu. Tepat di depan televisi. Dimana sebuah kasur nampak tergelar disana dengan seorang pria tampan yang nampak tidur tengkurap dengan hanya mengenakan bokser putihnya.


Arini berjalan mendekati sang suami. Didudukkan nya tubuh itu di tepi ranjang. Ia lantas menggoyang goyangkan tubuh Diego yang masih asyik dengan mimpi mimpi indahnya itu.


"daddy...bangun..." ucap Arini.


Digo tak bergerak.


"dad, bangun.." ucap Arini lagi.


"hmmm..." suara itu lolos dari bibir merah sang Diego. Pria itu berucap tanpa mengubah posisi tubuhnya ataupun membuka matanya.


Arini menghela nafas panjang.


"daddy, bangun...! katanya mau pulang hari ini..! ayo bangun..! mandi dulu, sarapan...!" ucap wanita cantik itu lagi.


Diego menggeliat. Meregangkan otot otot tubuhnya yang kaku sembari mengubah posisi menjadi terlentang.


Tangan kekar berbulu halus itu tergerak meraih lengan Arini. Ditariknya tangan itu. Membuat wanita itupun kini jatuh tersungkur, masuk dalam dekapan pria tampan setengah tel*njang itu.


"daddy, bangun, dong..! udah siang...!" ucap Arini.


"berisik...!" ucap Digo kemudian mengecup bibir merah muda itu singkat kemudian memeluk tubuh itu erat erat. Dibenamkan nya kepala itu di dada sang istri, lalu mendusel disana bak seorang bocah yang ingin mengajak bercanda ibunya.


Arini terkekeh.


Diego kembali memejamkan matanya sambil memeluk sang istri.


"ih, disuruh bangun...! susah banget...!!" ucap Arini lagi.

__ADS_1


Diego tak menjawab. Mata itu terus terpejam. Arini nampak tersenyum. Diamatinya paras tampan pria itu. Matanya, hidungnya, pipinya, bibirnya, kumisnya, semua terlihat indah dan menarik di mata Arini.


"nggak usah senyum senyum...! suami kamu emang ganteng..!" ucap Digo tanpa membuka matanya.


"dih...! ternyata nggak tidur...?! kalau gitu ayo bangun...!" ucap Arini lagi sembari kembali menggoyang goyangkan tubuh sang suami.


Diego hanya tersenyum. Pria itu melepaskan pelukannya atas sang istri, lalu menggeliat lagi. Mengubah posisi tubuh lagi menjadi terlentang kemudian kembali memejamkan matanya.


Arini menghela nafas panjang.


Susah banget bangunin Digo tidur..!


Wanita itu lantas mengulum senyum. Sepertinya ia punya cara jitu untuk membangunkan laki laki itu beserta dengan milik Digo yang pasti juga akan bangun.


Arini bangkit. Ia berjalan menuju pintu utama rumah tersebut. Wanita muda berusia sembilan belas tahun itu melongok ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada warga yang berada di sekitar rumahnya.


Arini nampak mengulum senyum. Ia kemudian menutup pintu itu rapat-rapat lalu menguncinya dari dalam. Tak lupa, tirai tirai jendela pun ia tutup satu persatu.


Digo yang tidak sepenuhnya tidur itu nampak sedikit membuka sebelah matanya, melirik sekilas ke arah sang istri. Laki-laki itu tersenyum simpul melihat tingkah polah wanita kesayangannya itu. Entah mau apa wanita itu. Jam segini udah tutupan pintu.


"daddy....." ucap pria itu terdengar manja.


Digo tak menjawab. Ia memejamkan matanya sambil mendengarkan suara lembut istri kecilnya itu.


Tiba tiba.....


buuuuuggghhhh.....


Sebuah kain terjatuh tepat di wajah sang Diego. Laki-laki itu menggerakkan kepalanya, ia kemudian membuka matanya sembari meraih sebuah kain yang sudah menutupi wajah berjambang miliknya itu.


"cihh...!" ucap Diego berdecih sambil tersenyum.


Dilihatnya di sana daster yang semula dikarenakan Arini kini sudah terlepas dari badannya. Wanita itu kini nampak hanya mengenakan pakaian dal*m, berdiri di samping Diego yang kini nampak menggelengkan kepalanya menyaksikan aksi nakal sang istri.


"apasih? pinter banget ya kamu sekarang..?!" ucap Digo pada sang istri.


Arini terkekeh.

__ADS_1


"Arin mau mandi...! mau ikut nggak?" tanya wanita itu menggoda.


Diego terkekeh. Ia menggelengkan kepalanya menyaksikan aksi nakal Arini yang sepertinya kini sudah tak lagi sepolos dulu.


Digo merentangkan kedua tangannya.


"bangunin..." ucap pria itu.


"itu udah bangun...!" ucap Arini sembari menggerakkan dagunya seolah menunjuk ke arah sebuah benda terbungkus boxer putih milik sang Diego.


Digo terkekeh lagi.


"kalau dia mah udah pasti bangun. Aktif dia...!" ucap Digo.


Arini tergelak.


"buruan bangunin...!" ucap Digo lagi.


Arini pun menurut. Ia pun menarik kedua lengan Diego. Laki-laki itu pun segera bangkit dari tidurnya.


"mandi bareng?" tanya Digo.


"gendong....." jawab Arini manja.


Digo mengulum senyum nakal. Dengan satu gerakan, diraihnya tubuh ramping yang hanya mengenakan satu set br* dan celana dal*m pink itu. Digo mengangkat tubuh Arini. Menggendongnya bak karung beras sembari sesekali menampar ****** sintal milik sang istri. Keduanya pun lantas menuju kamar mandi. Mandi bersama disana sebelum kembali ke ibu kota.


Visual Arini, Digo, dan ayam😁😁😁




...----------------...


Up 19:24


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2