My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 182


__ADS_3

Satu minggu kemudian,


Siang ini disebuah bangunan tinggi perusahaan besar milik keluarga Hernandez.


Pria tampan menantu Calvin Alexander itu nampak masih sibuk berkutat dengan laptopnya.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Pertanda jam makan siang sudah tiba. Namun sepertinya pria itu masih enggan untuk bangkit dari kursi kerjanya dan mencari makan di luar sana.


Hingga tiba tiba....


cekleeekk....


pintu ruangan itu terbuka tanpa diketuk.


"assalamualaikum....!!!!" sapa seorang wanita cantik berparas imut yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan itu tanpa permisi.


Digo menoleh. Laki laki itu nampak berdecih sembari mengulum senyum.


"hai, baby..." jawab pria tampan itu kala melihat kedatangan wanita cantik kesayangan nya.


Ya, itu Arini. Ia datang ke kantor suaminya setelah pulang dari kampusnya.



Wanita yang selalu terlihat ceria itu berjalan mendekati sang suami. Dengan sebuah paper bag berada di tangannya, wanita itu berjalan mendekati sang suami yang belum berpindah dari posisi duduknya.


Digo menepuk nepuk pahanya sendiri, seolah meminta wanita berparas manis itu duduk di sana.


Arini menurut. Ia meletakkan paper bag ditangannya itu di atas meja kerja suaminya, lalu berjalan mendekati pria tampan itu dan mendudukkan tubuhnya diatas pangkuan Digo.


Digo menggerakkan tangannya merengkuh pinggang ramping yang selalu menjadi guling hidupnya tiap malam itu.


"sayang..." ucap Digo.


Arini menoleh.


"hmm?" tanyanya.


Digo menyentuh bibir merahnya sendiri, seolah memberi kode pada wanita itu untuk mendaratkan kecupan manis di sana.


Arini mengulum senyum. Ditangkup nya wajah pria tampan itu, lalu mengecup bibir merah tersebut dengan singkat dan lembut beberapa kali. Digo hanya memejamkan matanya. Menikmati sentuhan dari bibir tipis kesukaannya itu.


"dah.." ucap Arini setelah menyelesaikan tugas nya.


"thank you..." ucap Digo sembari mengeratkan pelukannya atas pinggang sang istri lalu kemudian mendaratkan beberapa kecupan manis di pipi chubby wanita tersayangnya tersebut dan berakhir dengan membenamkan wajahnya di ceruk leher Arini.


Tak lupa, beberapa kecupan lembut pun Digo sarangkan di sana.


Arini hanya tersenyum.


"daddy udah makan?" tanya nya kemudian.


Digo menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"belum.." jawab pria itu.


"berarti feeling aku nggak salah. Aku bawa makan siang buat daddy. Kita makan bareng, yuk.." ucap Arini manis.


Digo mengulum senyum.


"boleh.." jawabnya.


Arini tersenyum. Ia pun bangkit dari pangkuan sang Diego, lalu berjalan mengitari meja kerja sang suami dan meraih paper bag yang tadi ia bawa. Wanita itu kemudian duduk di sebuah sofa panjang di ruangan tersebut untuk memulai makan siangnya dengan sang suami. Sedangkan Diego hanya mengikuti langkah sang istri dari belakang.


Digo nampak menggulung lengan panjangnya hingga ke siku. Tangan itu kemudian tergerak meraih beberapa lembar tissue di atas meja, menempelkan nya di mulutnya, kemudian....


cuuiiihhh.....


Arini menghentikan pergerakan nya. Ia menoleh ke arah sang suami dengan mata yang nampak menyipit. Diego berjalan menuju tempat sampah dan membuang tisu berisi air saliva nya itu ke dalam sana.


"daddy kenapa?" tanya Arini.


Digo mendudukkan tubuhnya di samping sang istri.


"nggak tahu, dari pagi rasanya pengen ngeludah mulu" ucap Digo.


Arini nampak nyengir.


"iisshh, jorok...!" ucap wanita itu.


Digo hanya mengulum senyum. Ia merebahkan tubuhnya di sandaran sofa, menunggu sang istri selesai menyiapkan makan siangnya. Entah mengapa hari ini terasa begitu berat bagi Digo. Rasanya malas. Pengen nyender mulu di samping Arini yang ternyata secara kebetulan datang menemui nya ke kantor tanpa ia minta.


"baby..." ucap Digo yang kini mulai memainkan jari jari tangannya, menggulung rambut panjang wanita itu menggunakan telunjuk kanannya.


"kamu tahu nggak..." ucap Digo.


"enggak..." jawab Arini.


"ck..! belum juga ngomong.." ucap Digo.


Arini terkekeh.


"hari ini daddy rasanya kangeeenn banget sama kamu.." ucap Digo.


"oh ya?" tanya Arini yang kini sudah selesai dengan aktifitasnya menyiapkan makan siang sang Diego.


"nih, makan dulu.." ucap wanita itu lagi.


Digo menegakkan posisi duduknya. Di tatapnya makanan dalam box yang Arini bawa. Sepertinya itu adalah menu makan siang dari resto depan kantor Diego, tempat Arini kerja dulu.


Digo menatap malas ke arah makanan makanan itu. Entah mengapa ia tak selera makan hari ini.


Buuuuuggghhhh....


Digo menjatuhkan kepalanya di pundak Arini. Membuat wanita yang sudah menegang sendok ditangannya itupun menoleh kearahnya.


"kenapa? makan dong, dad. Kan katanya belum makan..!" ucap Arini.

__ADS_1


"nggak nafsu makan.." ucap Digo malas.


Arini letakkan sendok di tangannya itu di atas box makan siangnya. Jari-jari lentiknya itu kemudian bergerak menyentuh dahi sang suami untuk memastikan suhu badan laki-laki itu.


"kami sakit?" tanya Arini.


Digo menggelengkan kepalanya.


"suapin..." ucapnya kemudian dengan mode manja.


Arini tersenyum.


"iya udah, sini aku suapin. Tapi jangan nyender gitu, dong. Susah geraknya.." ucap Arini.


Digo pun mengangkat kepalanya. Ia menegakkan posisi duduknya. Tangan kekar berbulu halus itu kembali meraih beberapa arti suhu di sana menempelkan lagi di bibirnya kemudian mendadak lagi.


Digo menggulung kertas tissue itu lalu melemparkannya ke tempat sampah tanpa sudi untuk repot repot bangkit dari posisi duduknya.


Arini meraih box makan siang siang itu, kemudian mulai menyuapi sang suami yang sepertinya tengah dalam mode manja itu.


"daddy...." ucap Arini memulai pembicaraan.


"hmm..." jawab Digo.


"tadi aku pas beli makan siang ini di resto depan, aku ketemu kak Giselle loh. Dia abis dari sini, ya?" tanya Arini.


Digo menyipitkan matanya.


"masa sih? enggak, dia nggak abis dari sini" ucap Digo.


"oh ya..?" tanya Arini.


"beneran...!" jawab Digo.


"aku kirain dia abis dari sini, dad" ucap Arini sembari menyodorkan sendok berisi makanan itu ke mulut Digo.


"mungkin belum. Cari makan dulu mungkin, abis itu baru kesini" ucap Digo menerka nerka.


"iya kali ya .." jawab wanita itu sembari kembali menyuapi sang suami.


.....


Selamat siang...


up 11:32


*****Pengumuman*****


Author punya novel baru nih.


Seperti biasa, novel baru ini akan jadi novel selingan sambil nunggu novel yang ini tamat..


Yuk mampir, 👇👇

__ADS_1



__ADS_2