
Diego mengayunkan kakinya lebar, menuju meja kasir tempat dimana gadis cantik yang tadi membawa kartu kreditnya itu berada.
Digo mendekat. Dilihatnya Arini nampak duduk di samping petugas kasir yang tengah memproses pembayaran sang Diego. Mimik wajahnya terlihat tak bersahabat. Terlebih saat ia menyadari kedatangan sang Diego, sorot mata dan bentuk bibirnya seolah menampakkan wajah judes yang terlihat begitu nyata.
"Rin..." ucap Digo.
Arini menoleh. Lalu melengos masih dengan mimik wajah yang tak mengenakan.
"kamu kenapa?" tanya Digo yang merasakan gelagat tak biasa dari gadis itu.
"nggak apa apa..! emang aku kenapa?" tanya Arini balik.
"nggak, cuma kayaknya kamu agak beda aja" ucap laki laki tampan itu.
"aku ada salah?" tanya Digo lagi.
Arini tak menjawab. Ia melengos lagi. Dasar laki laki nggak ada peka peka nya..! kalau udah ama cewek seksi aja lupa ama perempuan yang semalem dianter pulang..! pikir Arini kesal.
Gadis itu meraih sebuah lap meja dan semprotan berisi cairan pembersih disana. Lalu mulai sibuk mengelap meja kasir yang sebenarnya sudah bersih itu. Seolah tak memperdulikan ucapan sang Diego.
"silahkan, tuan. Kartunya.." ucap si petugas kasir yang memproses pembayaran Diego itu.
"makasih ya, mas" ucap Digo.
"sama sama, tuan" ucap si petugas kasir yang merupakan seorang pria melambai itu.
Digo kembali fokus pada Arini.
"Arini, jawab dong..! kamu nggak kayak biasanya..!" ucap Diego yang juga entah mengapa seolah begitu khawatir jika ia melakukan kesalahan pada gadis itu.
"emang biasanya kenapa? perasaan biasanya juga gini kok...!" ucap Arini judes.
"enggak..!" ucap Digo membantah.
"iya..!!" jawab Arini nyolot.
"kamu tuh nggak gini biasanya...!" ucap Digo mulai kesal.
"kamu aja yang sok tau..! aku dari lahir juga udah kayak gini...!" sahut Arini tak mau kalah.
"kamu masih aja ngeselin ya jadi bocah..!" ucap Digo mulai kesal.
"kamu juga masih aja nggak ada pengertian nya ama bocah..! dasar orang tua..!" jawab Arini tak kalah kesal. Membuat Diego melotot dibuatnya.
__ADS_1
"PMS ya?" tanya Digo lagi.
"bodo'....!" ucap Arini kesal sembari menyemprot bunga hias yang ada di atas meja. Padahal seperti nya nggak perlu disemprot juga sih tuh bunga.🤦
Si petugas kasir yang melihat pertengkaran mereka hanya bisa menatap aneh sekaligus heran kearah kedua manusia itu bergantian. Nih manusia pada kenapa sih? pikirnya.
Kedua pria wanita itu nampak saling diam dengan lirikan mata tajam menghunus ke satu sama lainnya.
Tiba tiba ....
"Digo..."
suara merdu itu mengalun dari mulut seorang wanita yang datang mendekati pria itu.
Diego menoleh. Dilihatnya disana Sam, Ratu, dan seorang teman wanita nya nampak mendekati pria itu.
"Go, kita pulang dulu, ya. Makasih loh traktirannya. Kapan kapan boleh lah, kita ketemuan lagi.." ucap Ratu.
Diego mengangguk
"ya boleh, dong.." ucap pria itu sambil tersenyum. Kedua pria wanita yang dulu pernah menjalin asmara itu lantas berpelukan sambil cipika-cipiki. Yah, selayaknya teman yang lama tak bersua. Toh di antara mereka juga sudah tidak ada hubungan apa apa lagi.
Namun Arini yang berdiri tepat dihadapan kedua manusia itu makin dibuat kesal olehnya. Mana si Digo nyengir mulu lagi. Suka banget kek nya di peluk cewek...! batin Arini kesal.
Dengan bibir mengerucut, gadis itu kembali menyemprotkan cairan pembersih ditangannya ke permukaan meja kaca itu, lalu mengelapnya dengan gerakan kasar penuh emosi.
"ya udah, kita duluan ya..." ucap Ratu.
"oke, hati hati ya.." ucap Digo.
Ratu hanya mengulum senyum termanisnya. Tangannya kini bahkan dengan berani menyentuh dada bidang Diego sebelum menjauh darinya. Entah apa maksudnya, namun hal itu sukses membuat gadis belia yang sejak tadi mengamati pergerakan nya itu berang dibuatnya.
Ratu berlalu pergi. Arini menatap tajam ke arah punggung wanita itu.
"dasar emak emak gatel..!!" ucap gadis itu kesal sembari melempar lap di tangannya ke atas meja kemudian berlalu pergi dari tempat tersebut. Meraih troli yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Kemudian membawa benda tersebut menuju bangku yang semula Digo tempati guna membersihkan nya.
Diego yang mendengar Arini menggerutu itu lantas menoleh ke arah sang gadis manis. Pria itu nampak mengernyitkan dahinya melihat mimik wajah sang gadis yang lagi lagi menampakkan wajah kesal. Kenapa sih dia? pikir Digo.
Laki laki itu kemudian menoleh ke arah Sam, seolah bertanya pada pria itu, apa yang sebenarnya terjadi pada Arini. Mengingat Sam memang sangat ahli untuk urusan perempuan. Apalagi gadis bau kencur seperti Arini. Hafal sangat...!!🤣
Kontak mata pun terjadi tanpa adanya pembicaraan. Komunikasi yang sudah lama terjalin antara dua pria itu seolah mulai bekerja saat itu juga.
Hanya sekedar lirikan dari Sam, Diego sudah langsung paham.
__ADS_1
Laki laki itu nampak mengangkat dagunya. Lalu mengulum senyum lucu. Ah, menggemaskan sekali mantan putri perawan nya itu, pikir Diego.
Semangat seketika membara dalam diri Diego. Laki-laki itu nampak merapikan jas hitam mahalnya yang sebenarnya sudah rapi. Kemudian melangkah dengan yakin mendekati gadis manis yang kini nampak uring-uringan membersihkan bekas mejanya itu.
"eeehhhkkmmm..." ucap Digo berdehem.
Arini hanya melirik sinis sekilas. Ia kembali menyibukkan diri dengan mengelap meja kotor itu.
"dia bukan siapa siapa" ucap Digo sembari menyadarkan tubuhnya pada sisi bangku kotor itu. Menggunakan satu lengannya sebagai tumpuan badan. Ia nampak mengulum senyum menetap gadis cantik yang terlihat sangat menggemaskan di matanya.
Bibirnya mengerucut, gerakannya kasar. Sesuatu yang sangat Digo rindukan. Yang dulu hampir setiap hari ia lihat ketika tengah mengerjai Arini. Sebuah ekspresi yang diam-diam mengubah rasa bencinya menjadi rindu kemudian beralih menjadi cinta.
Arini diam tak menjawab. Dia masih sibuk dengan pekerjaannya.
"dia temen SMA aku, kita nggak sengaja ketemu tadi disini" ucap Digo.
Arini menghentikan pergerakannya. Membuang nafas kasar kemudian menoleh ke arah Digo
"nggak nanyak..!" ucap gadis itu judes.
Diego mengulum senyum lagi sembari mengedarkan pandangannya ke segala arah. Tolonglah, ini terlalu menggemaskan untuk Diego.
"Aku tahu kamu nggak nanya. Meskipun sebenarnya dalam hati kamu bertanya-tanya. Makanya aku inisiatif untuk ngasih tahu kamu tentang Ratu. Siapa tahu kamu cemburu" ucap Digo.
"OOOOOOOOO...namanya Ratuuuuu...!!" ucap Arini dengan gerak bibir maksimal sampe monyong monyong.
"Ratu kok minta traktiran..!" ucap gadis itu kemudian dengan mode sewotnya. Seolah makin menunjukkan kecemburuan nya.
Diego menggigit bibir bawah nya menahan tawa sembari kembali membuang muka.
"kalau cemburu bilang, sayang" ucap Digo.
Arini nyengir geli.
"dih, Pedeee..!!" ucap gadis itu kemudian beranjak pergi meninggalkan tempat itu, melewati Diego yang nampak menyunggingkan senyuman bak diatas awan.
Arini berlalu, Digo memutar tubuhnya mengikuti arah berlalunya gadis itu. Ditatapnya punggung ramping itu. Digo menggerakkan lidahnya mengusap bibir bawah nya, lalu menembak gadis itu menggunakan jari jari tangannya.
"dua minggu dari sekarang, jatuh lu ke pelukan gue.." ucap laki laki itu bersumpah.
...----------------...
Selamat pagi, selamat menjalankan puasa pertama ☺️☺️
__ADS_1
up 06:20
yuk, dukungan dulu...😍😍