
Seperginya Diego dan Sam.
Arini mempercepat pekerjaan nya. Lalu setelah selesai ia lantas menggulung selang panjang tersebut dan membawanya masuk ke dalam garasi mobil. Semua pekerjaan nya sudah beres lantaran ia yang rela bangun sebelum subuh demi bisa berangkat bekerja tepat waktu hari ini.
Arini berlari menuju belakang rumah. Mengambil tas nya yang sudah ia siapkan di atas ranjang, dan dengan segera ia pun bergegas menuju gerbang rumah megah itu untuk menunggu Fajar yang pagi ini akan menjemputnya.
Tak lama menunggu, pemuda dengan motor sport warna merah itu datang dari arah jalan raya. Arini tersenyum. Fajar berhenti tepat di depan gadis manis berkulit putih itu.
"morning..! lama ya nunggunya?" tanya Fajar sambil membuka kaca helm nya.
Arini tersenyum.
"enggak kok..! baru aja" jawab gadis cantik itu.
"ya udah, siap cari duit hari ini?" tanya pemuda berkulit putih itu.
"siap dong..!" jawab Arini bersemangat
"oke, yuk naik!" ucap Fajar sembari menyerahkan sebuah helm yang ia cantolkan di salah satu stang motornya itu pada Arini.
Arini pun menerimanya. Kedua remaja yang baru saja lulus SMA itupun lantas berlalu pergi meninggalkan tempat itu dengan menggunakan motor besar tersebut. Meninggalkan kediaman megah ayah kandung Arini menuju restoran tempat dimana Arini akan mulai mengais pundi pundi rejekinya hari ini.
...****************...
Sementara di tempat terpisah,
Di sebuah bangunan tinggi di pusat kota. Bangunan berlantai banyak yang merupakan ladang uang milik seorang pria tampan bernama Diego Calvin Hernandez.
Dua laki laki matang beda usia itu turun dari kendaraan mewahnya. Seperti biasa, keduanya memasuki area lobby perusahaan disambutnya dengan sapaan sapaan ramah dan tundukan kepala dari para karyawan yang berada disana.
Berjalan dengan gagahnya di depan Samuel, sembari membenarkan kerah lengan dan jam tangan mewahnya, Digo nampak berjalan memasuki lift yang di khususkan untuk dirinya dan Samuel. Kedua pria itu masuk ke dalam kotak besi yang akan membawanya menuju lantai atas tempat dimana ruangan CEO berada.
ting.....
pintu lift pun terbuka. Kedua pria itu keluar dari kotak tersebut dan segera menuju ruangan kerja Digo.
Namun saat melewati meja Carissa sang sekertaris, tiba tiba....
"selamat pagi, tuan" ucap Carissa saat kedua pria itu lewat di depan meja kerjanya.
Carissa melirik sekilas ke arah Sam yang berdiri di belakang Diego. Sebuah kedipan mata nakal Sam tampilkan, membuat wanita muda itu tersipu malu di buatnya.
__ADS_1
Diego tak merespon kata sambutan dari Carissa, lalu...
"e, tuan Diego, maaf, tadi ada yang datang mencari tuan" ucap Carissa membuat Digo menghentikan langkahnya.
Pria itu menoleh ke arah sang sekertaris yang kian hari kian terlihat seksi itu.
"siapa?" tanya Diego.
"em, saya tidak kenal, tuan. Tapi dia seorang wanita, saya bertemu dia di lobby, dan menitipkan ini, katanya untuk anda" ucap Carissa sambil mengangkat sebuah tas bekal dan menyerahkan nya pada Digo.
Diego pun menerimanya. Dibukanya tas bekal itu lalu mengeluarkan sebuah kotak makan berwarna biru dari dalam sana. Pria yang mengaku sebagai ayah kandung Arini Nindya Putri itu mengangkat satu sudut bibirnya. Dibolak-baliknya kotak makanan itu dengan sorot mata menilai yang terkesan meremehkan.
Pria itu lantas memasukkan kotak itu kembali ke dalam tas bekal tersebut. Lalu dengan gerakan yang begitu santainya, Digo melempar tas itu ke dalam tong sampah.
Carissa melongo di buatnya. Sam yang melihat adegan itu hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan ulah sang bos sekaligus sahabatnya itu.
Digo tak peduli. Dengan segera ia masuk ke dalam ruangannya. Di raihnya sebuah ponsel dari dalam saku jasnya lalu membukanya.
1 pesan masuk...
Aneeta...
Digo hanya tersenyum sinis. Dengan gerakan santai sambil mengayunkan kakinya menuju meja kerjanya, Digo nampak mengotak atik ponselnya, mencari tombol blokir pada room chat nya dengan Aneeta. Dan...
klik....
Digo memblokir nomor wanita itu.
Ia sudah bosan. Ia sudah malas berhubungan dengan janda satu anak itu. Ia malas bicara putus lalu bertele tele dan berdebat panjang lebar. Cukup blokir, putuskan kontak dan hubungan, selesai...!
Persetan dengan hati dan perasaan wanita itu...!
Digo meletakkan ponselnya. Dilonggarkan nya dasi yang kini mengikat lehernya. Ia lantas menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Ia lantas meraih sebuah foto berbingkai yang berada di atas meja kerjanya.
Ya, itu foto Steffi..!
Digo tersenyum. Diusapnya gambar wanita cantik yang terlihat tersenyum itu.
"morning, sunshine..!" ucapnya sambil tersenyum menatap wajah ayu yang sejak dulu tak pernah bergeser dari hatinya itu.
...****************...
__ADS_1
Sementara di tempat terpisah, diwaktu yang hampir bersamaan...
dua remaja itu sampai di sebuah restoran tempat Fajar bekerja. Arini turun dari sepeda motor tersebut. Di berikan nya helm itu pada Fajar selaku pemiliknya.
Gadis itu nampak mengedarkan pandangannya. Sebuah restoran yang cukup berkelas yang terletak di tengah tengah kota. Berhadapan langsung dengan sebuah bangunan tinggi di seberang jalan. Seperti nya itu sebuah perusahaan besar. Tapi entah perusahaan apa. Lahan parkir dan halaman bangunan terlihat begitu luas. Karyawan nya juga seperti nya cukup banyak. Kerja disana pasti gajinya besar. Pemilik nya pasti seorang konglomerat. Pikir Arini.Arini sibuk dengan pemikirannya. Hingga tiba tiba...
"yuk, masuk. Kita ketemu bos dulu" ucap Fajar membuyarkan lamunan Arini. Gadis itupun terjingkat dibuatnya.
"liatin apa?" tanya Fajar.
Arini tersenyum. Ia menatap menatap ke arah bangunan tinggi itu seolah menjawab pertanyaan Fajar tentang apa yang ia lihat.
"oh, itu..! itu perusahaan gede. Bidang jasa transportasi gitu. Banyak karyawan nya disitu, rame...! Orang orang di perusahaan itu juga sering booking tempat di sini kalau ada rapat rapat atau pertemuan gitu..." ucap Fajar.
Arini mengangguk.
"emangnya kenapa?" tanya Fajar lagi.
Arini menggelengkan kepalanya.
"nggak apa apa" jawab Arini.
"kalau mau kerja di situ ya minimal anak kuliahan, Rin. Kalau bocil bocil kayak kita paling cuma bisa jadi OB kalau disana" ucap Fajar.
Arini terkekeh.
"udah yuk, masuk. Ditungguin bos tuh" ucap Fajar.
Arini tersenyum.
"oke" jawabnya.
Kedua remaja itupun lantas masuk ke dalam restoran guna menemui sang atasan.
...----------------...
Selamat siang menjelang sore...
up 15:08
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰🥰
__ADS_1