
.........
Di ruang IGD yang tersekat tirai tirai hijau sebagai pemisah satu ranjang dengan ranjang yang lain...
Seorang pria gondrong dengan penampilan bak premannya nampak berjalan mendekati sebuah ranjang pasien. Dimana seorang gadis muda nampak terbaring di sana dengan berbagai alat kesehatan menempel di tubuhnya. Mulutnya sedikit terbuka, dengan sebuah selang di hidung. Membuat gadis itu kini terlihat sangat menyedihkan.
Calvin tersenyum lembut. Di usapnya pucuk kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang.
"selamat malam, anak papa" ucap Calvin.
Dilihatnya gadis itu. Masih diam tak bergerak. Membuat Calvin yang kini mulai sedikit waras itu makin perih menatapnya.
Pria itu menarik sebuah kursi, lalu mendudukkan tubuhnya disana. Diamatinya paras ayu gadis sembilan belas tahun tersebut. Ia lantas menggerakkan tangannya meraih telapak tangan nya lalu mengusap usapnya lembut.
"nyenyak sekali tidurnya, nak. Apa kamu belum mau bangun?" ucap Calvin.
Ditatapnya wajah cantik itu dengan sorot mata sendu lalu tersenyum tipis. Tangannya tergerak mengusap usap lembut pipi mulus gadis belia sembilan belas tahun tersebut.
"apa begini caramu menghukum papa? kau ingin tidur dan beristirahat dari semua rasa lelah yang kamu rasakan selama ini..? Kamu ingin papa merenung..? kamu ingin papa belajar dan menyadari semua kesalahan papa? begitu, nak?" tanya Calvin lagi terdengar menyesakkan, penuh penyesalan.
"nak, bangun. Papa mau minta maaf..." ucap Calvin lagi.
__ADS_1
"sudah cukup dulu papa melihat seorang wanita terbaring seperti ini. Sudah cukup papa dulu kehilangan dua wanita karena kebodohan papa. Papa nggak mau itu terjadi lagi sama kamu, nak" ucap Calvin.
Tanpa Calvin sadari, Diego terdiam dibalik tirai. Kenapa laki laki itu harus mengungkit wanita masa lalunya. Membuat Digo jadi sesak saja dibuatnya..!
Sedangkan Sam yang berada di samping Diego sejak tadi hanya diam mendengarkan ucapan seorang ayah dengan segala penyesalan nya itu. Ia jadi semakin yakin dan sepakat untuk membantu Calvin agar Giselle membatalkan niatannya membawa masalah pemukulan itu ke meja hijau.
"bangun, sayang. Papa ingin memeluk kamu, papa nggak mau kehilangan orang yang papa sayang lagi untuk kesekian kalinya..."" ucap Calvin lagi.
Calvin kembali mengusap usap pucuk kepala gadis yang sejak semalam sama sekali tak bergerak itu.
"papa sayaang sekali sama kamu, nak. Maafkan papa yang terlalu sibuk dengan kehidupan papa sendiri. Papa janji, papa akan melakukan apapun untuk kamu jika kamu sudah sembuh nanti. Bangun, sayang" ucap Calvin pilu dengan setitik air mata menetes di pipinya. Seolah menggambarkan betapa menyesalnya ia saat ini.
Apakah laki laki itu menangis di balik tirai sana? pikir Diego. Laki laki itu tak bergerak. Ia hanya diam mendengarkan percakapan Calvin yang mulai berceloteh kesana kemari seolah mengajak sang putri untuk berbincang walaupun tak direspon sama sekali oleh Arini.
...----------------...
Sementara itu di tempat terpisah,
Sebuah mobil nampak melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi menembus jalanan ibukota. Saat ini gema adzan isya sudah berkumandang. Membuatnya semakin terburu buru untuk bisa sampai ke rumah sakit. Ia sudah ada janji dengan seseorang hari ini, untuk pergi kesebuah masjid tempat dimana adiknya ditemukan babak belur subuh tadi.
Ya, itu adalah Giselle. Ia yang cukup sibuk seharian ini kini tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjenguk adiknya serta bertemu dengan Sam. Namun sepertinya ia sedikit kemalaman kali ini.
__ADS_1
Giselle memperlambat laju mobilnya kala melewati sebuah bangunan masjid berkubah hijau di samping taman kota. Wanita itu nampak menatap ke arah sekumpul orang yang nampak mulai berbondong bondong masuk ke dalam bangunan suci itu.
Waktu isya sudah tiba. Jika tidak buru buru mendatangi masjid takutnya pengurus masjid sudah tidak berada di tempat.
Apa sebaiknya ia turun saja dan menemui pengurus masjid itu sendirian..? toh ia juga sudah berada di tempat ini. Dari pada ia harus bolak balik ke rumah sakit dulu menemui Sam lalu kembali lagi ke tempat ini? kan buang buang waktu..!
Ah, benar juga. Akan sangat lebih baik jika ia langsung saja masuk ke dalam masjid itu. Ikut sholat berjamaah sebentar lalu menemui pengurus masjid untuk minta izin melihat rekaman cctv tempat itu.
Giselle pun kembali melajukan mobilnya. Bergerak perlahan memasuki area halaman bangunan suci itu dan memarkirkan kendaraan roda empat nya disana.
...----------------...
Selamat malam,
up 18:35
dari kemarin otak nya agak blank jadi alurnya kurang rapi.
Semoga besok otaknya encer lagiππππ
yuk, dukungan dulu π₯°ππ₯°π₯°
__ADS_1