
Siang menjelang.disebuah bangunan tinggi milik Diego Calvin Hernandez.
Pria tampan berjambang tipis itu nampak sibuk dengan laptop di hadapannya. Setelah mendapatkan penanganan khusus mengatasi mual dari sang mertua tersayang, kini Digo nampak sudah lebih baik. Ia sudah terlihat lebih sehat.
Sekotak cupcake pesanannya nampak tersaji di atas meja, tepat di samping laptopnya. Menjadi makanan pengisi perutnya sambil bekerja hari ini.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Kurang lebih setengah jam lagi, waktu makan siang akan segera tiba.
ceklek....
pintu ruangan itu terbuka.
Seorang pria tampan berjambang lebat nampak memasuki ruangan itu dengan sebuah map hijau di tangannya.
Ya, itu adalah Sam.
"nih, pesenan lo...!" ucap Sam sembari melempar ringan kertas tebal di tangannya itu.
Digo hanya melirik sekilas. Diraihnya beberapa lembar tisu disana, menempelkan nya di bibir, meludah, lalu membuang gulungan nya ke tong sampah.
Sam berdecih. Ia kemudian meraih satu buah cupcake yang berada di atas meja itu, lalu melahapnya tanpa izin dari sang pemilik.
"celamitan lu...!" ucap Digo.
Sam tak peduli.
"yang sopan lu ama gue..!" ucap Sam santai sembari menggigit kue mungil itu.
Digo hanya berdecih.
"mau makan siang dimana lo?" tanya Sam.
"gue masih nungguin Arini. Nggak ada agenda penting kan hari ini?" tanya Digo.
Sam menggelengkan kepalanya.
"gue juga mau pergi.." ucap duda yang sudah selesai dengan cupcake nya itu sembari bangkit dari posisi duduknya.
"kemana?" tanya Digo.
"cewek gue kangen, minta peluk..!" ucap nya santai sembari berlalu pergi dari tempat tersebut.
"anj*nk lu..!" ucap Digo mengumpat namun tak digubris oleh laki laki asisten sekaligus sahabat nya tersebut.
Sam berjalan menuju pintu ruangan tersebut. Baru saja ia hendak meraih handle nya, namun tiba tiba pintu sudah terbuka dari luar.
"Arini..?" ucap Sam.
__ADS_1
"om...." jawab wanita cantik yang tengah berbadan dua itu.
"nyusul suami?" tanya Sam.
Arini tersenyum manis, lalu mengangguk.
Sam mengulum senyum.
"tuh, udah ditungguin.." jawa Sam kemudian.
Arini melirik ke arah sang suami yang nampak kembali meludah disana.
"samperin, gih. Aku mau keluar cari makan.." ucap Sam.
"iya, om.." jawab Arini.
Sam menggerakkan tangannya. Mengacak acak ringan pucuk kepala pria itu kemudian berlalu pergi dari tempat tersebut.
Arinj menatap punggung pria berbadan tegap itu. Sikap dan gestur tubuh Sam tak seperti dulu. Ia terlihat lebih tenang dan dewasa sekarang. Tak seperti saat di awal-awal mereka bertemu. Dimana Sam terlihat menakutkan, begitu genit ketika berhadapan dengan seorang wanita. Apalagi daun muda.
Entahlah, mungkin Sam sudah tobat. Pikir Arini.
Wanita cantik itu kembali melangkahkan kakinya mendekati sang suami yang sudah menunggunya di meja kerja.
"assalamualaikum, suamik..!" ucap wanita cantik itu.
Namun alih-alih memeluk sang suami. Arini yang kini tengah berbadan dua itu justru nampak berdiri berhadapan pria itu dengan bibir mengerucut.
"kenapa?" tanya Digo.
Arini berdecak kesal.
"kalau ada orang ngucap salam itu dijawab, daddy...!" jawab Arini.
Digo terkekeh.
"iya...iya....wa Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh...!!" ucap Digo menjawab salam sang istri dengan panjang lebar bak seorang pemuka agama yang hendak memberikan tausiah nya.
Arini terkekeh. Tanpa diminta, wanita itupun mendekatkan dirinya pada Digo. Lalu mendudukkan tubuh rampingnya itu di pangkuan pria tampan berpenampilan rapi tersebut.
Digo menangkap tubuh indah itu dengan suka rela. Direngkuhnya pinggang itu, menyingkapkan rambut panjang sang istri lalu memberikan kecupan lembut di leher jenjangnya.
Arini hanya pasrah sambil mengulum senyum.
"keluar, yuk.." ucap Digo.
"ayo .." jawab Arini.
"tapi kasih ini dulu.." ucap nya lagi sembari menyentuh bibir merahnya.
__ADS_1
Arini terkekeh.
"siang siang juga..! kalau ada karyawan kamu yang masuk gimana?" tanya Arini.
"nggak akan ada. Mereka pasti akan ketuk pintu dulu kalau mau masuk" ucap Digo pada sang istri tercinta.
Arini pun menurut. Ia menggeser duduknya sedikit menyerong menghadap wajah tampan Diego. Di tangkupnya kepala pria itu. Diamatinya wajah rupawan itu dengan sebuah senyuman yang tak lepas dari bibirnya.
Wanita itu kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah sang suami. Lalu memberikan kecupan kecupan lembut penuh cinta disana.
Digo nampak memejamkan matanya sambil mengulum senyuman samar. Menikmati sentuhan antar bibir yang begitu memabukkan bagi dirinya itu.
Beberapa kecupan singkat wanita itu layangkan. Diego kemudian menggerakkan tangannya. Menekan kepala wanita itu agar tak melepaskan bibirnya atas bibir sang Diego.
Dengan nakal, laki laki itu mulai melahap benda merah muda kesukaannya itu dengan begitu rakus. Arini hanya bisa menurut. Pergulatan lidah yang cukup liar antara sepasang suami istri itupun terjadi.
Cukup lama,
Arini kemudian menjauhkan wajahnya dari sang Diego dengan dada naik turun. Laki laki itu nampak mengusap area sekitar bibirnya yang basah. Ia sedikit mendorong tubuh sang istri agar turun dari pangkuannya. Pria itu kemudian bangkit, berjalan menuju pintu ruangan itu dan menguncinya dari dalam.
Digo berbalik badan. Nafs* sudah di ubun ubun. Ia berjalan mendekati sang istri sambil membuka jas nya dan melemparkan nya asal. Dasi yang terkalung di lehernya pun ia longgarkan, terlepas lalu dibuang.
Digo meraih pinggang wanita hamil itu, menariknya dan menempelkan nya di tubuh kekarnya.
"daddy...." ucap Arini tak nyaman. Ia takut jika tiba tiba ada karyawan Digo yang masuk ke ruangan itu.
Digo mengeluarkan senyuman nakalnya. Diraihnya dagu lancip wanita cantik itu, lalu mengangkatnya, membuat wajah itu kini terpampang begitu menggemaskan di hadapannya.
"nggak akan ada yang masuk. Ini kan udah jam makan siang. Lagian pintunya kan udah dikunci." ucap Diego.
"terus kenapa daddy nggak makan siang? malah ngunciin aku disini? ntar sakit loh.." ucap Arini manis.
Digo mengulum senyum.
"ini mau makan siang" jawabnya.
Arini menyipitkan matanya. Digo menggigit bibir bawahnya.
Tanpa aba aba, pria itu pun mulai menyergap wanita cantik di hadapannya. Arini menggerakkan tangannya mengalungkan kedua lengannya itu di leher sang suami.
Adegan panas di siang hari pun berlanjut. Sepasang suami istri itu kembali hanyut dalam suasana panas yang mereka buat sendiri sebelum pergi keluar untuk jalan jalan bersama.
...----------------...
Selamat sore
up 16:14
yuk, dukungan dulu 🥰😘😘🥰
__ADS_1