
.......
Di sebuah bangunan di belakang rumah megah milik Diego Calvin Hernandez...
Arini dan seorang pelayan sampai di sebuah bangunan yang terdiri dari banyak pintu kamar itu.
ceklek....
salah satu pintu kamar terbuka...
"silahkan, nona. Ini kamar anda" ucap pelayan perempuan berusia paruh baya itu pada Arini.
Gadis itu terdiam. Diayunkannya kaki itu maju selangkah memasuki ruangan tersebut. Dilihatnya ruangan itu. Sebuah kamar yang bisa di katakan cukup sempit. Hanya ada satu ranjang berukuran 120x180 cm dengan satu nakas kayu di sampingnya dilengkapi dengan sebuah cermin berbentuk persegi panjang yang tertempel di dinding.
Arini terlihat makin kecewa. Rumah sebesar itu, semewah itu, Arini yang katanya anak kandung tuan Calvin alias Diego hanya diberikan kamar se sempit dan sekecil ini?
Yakin itu benar benar bapak kandung Arini?
Arini melongok keluar kamar. Di sisi kanan dan kiri kamarnya juga banyak terdapat pintu pintu berjejer. Seperti nya ini adalah bangunan yang memang di khususkan untuk kamar kamar para pelayan dan pembantu rumah megah ayah Arini itu.
Jadi apa maksudnya ini?
Apakah karena Arini anak pembantu, anak yang terlahir dari sebuah hubungan di luar pernikahan, membuatnya dianggap sebagai aib dan disetarakan sama dengan pembantu pembantu di rumah ini?
Miris sekali..!
Ternyata bapak kandungnya itu tak sebaik seperti apa yang ia bayangkan selama ini.
"nona? nona baik baik saja?" tanya si pelayan.
Arini mengusap setetes air mata yang menetes di pipinya lalu tersenyum.
"saya baik baik aja kok, bik" ucap Arini.
"ya sudah, sesuai perintah tuan, lebih baik sekarang nona istirahat dulu. Nona pasti lelah habis perjalanan jauh. Tidak usah menunggu tuan pulang, karena beliau sering pulang malam bahkan pagi" ucap si pelayan.
Arini mengangguk sambil tersenyum.
Si pelayan pun pamit undur diri. Arini kembali masuk ke dalam kamar itu dan menutup pintunya. Didudukkan nya tubuh ramping itu di tepian ranjang. Diamati nya ruangan yang tak terlalu luas itu, mungkin sekitar 2x3 meter. Arini nampak melamun.
Ini tak seperti yang Arini bayangkan. Dalam benak Arini, ia berfikir, pertemuan pertamanya dengan sang ayah pasti akan mengharu biru. Ayahnya akan memeluknya erat dengan penuh kasih sayang. Mencurahkan segala kerinduan nya pada gadis itu sembari meminta maaf secara bertubi tubi.
__ADS_1
Meskipun pada akhirnya Arini akan mendapatkan penolakan dari keluarga sang ayah, tapi laki laki itu akan membelanya habis habisan dan memperjuangkan nya. Itu yang ada dalam benak Arini.
Kan orang orang bilang, tuan Calvin itu sebenarnya baik. Hanya saja keadaan yang membuatnya tak bisa membawa Arini ikut dengannya kala itu.
Tapi kenapa ini beda?
Ayahnya bahkan jauh lebih muda dari yang ia bayangkan. Apa karena ia orang kaya makanya laki laki itu terlihat awet muda.
Laki laki itu juga terlihat acuh. Bahkan tak ada raut bahagia yang ia pancarkan saat bertemu dengan Arini yang notabene adalah anak kandungnya yang telah lama terpisah. Laki laki itu bahkan terkesan cuek dan angkuh.
Jika benar ia ayah kandung Arini, berapa sih usia laki laki itu sebenarnya?
Se muda apa laki laki itu saat menghamili ibunya dulu..?
Dan jika memang ia ayah kandung Arini, lalu dimana keluarga pria itu? anak dan istrinya? kenapa tidak ada? apa setelah delapan belas tahun berlalu laki laki itu belum menikah? jika memang begitu, kenapa ia tak pernah mengunjungi Arini?
Tapi jika laki-laki itu bukan ayah kandungnya, kenapa ia bisa mengetahui secara detail tentang masa lalu ibunya yang hamil di luar nikah dengan anak majikannya?
Arini nampak mengusap wajahnya kasar sembari mengucap istighfar. Ia terlalu lelah untuk berfikir keras. Perjalanan jauh memang cukup menguras tenaganya. Mungkin akan lebih baik jika dia istirahat dulu untuk memulihkan tenaga nya.
Arini pun melepas tas ransel usang nya. Ia meletakkan ransel itu di atas nakas lalu naik ke atas ranjang dan tidur disana.
...****************...
Dua orang pria yang terpaut usia tak terlalu jauh itu nampak keluar dari sebuah cafe tempat keduanya bertemu dengan salah seorang klien penting mereka.
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Diego dan Sam keluar dari cafe itu lantas menuju sebuah mobil mewah tunggangan mereka yang berada di halaman parkir cafe mahal itu.
"mau kemana lagi?" tanya Sam.
"anter gue ke rumah Aneeta...".ucap Diego sembari membuka pintu jog samping kemudi.
"ke rumah janda itu lagi?" tanya Sam.
"yup..!" ucap Diego sembari masuk ke dalam mobil dan menutup pintu samping kendaraan beroda empat tersebut.
Di longgarkan nya dasi itu. Lalu merebahkan tubuhnya di sandaran jog samping kemudi.
Sam mengitari mobil. Mendudukkan tubuhnya di kursi kemudi.
"lagi doyan banget lo ama dia?" tanya Sam sambil menyalakan mesin mobilnya.
__ADS_1
"mumpung gue belum bosen" jawab Digo santai membuat Sam alias Samuel berdecih.
Pria dewasa itupun lantas melajukan kendaraan roda empatnya ke rumah Aneeta. Janda muda beranak satu yang tengah menjalin hubungan asmara dengan sahabat sekaligus bos nya itu selama kurang lebih lima bulan ini.
Ya, Diego memang sangat sering menghabiskan waktunya di rumah wanita yang baru saja bercerai dengan suaminya satu tahun lalu itu. Ia bahkan juga sangat sering menginap di rumah itu hingga berhari hari. Betah banget lah pokoknya.
...****************...
Setengah jam perjalanan,
Mobil mewah berharga fantastis itu sampai didepan sebuah rumah berlantai dua yang terletak di salah satu komplek perumahan elit di kota itu.
"lu pulang aja. Gue nginep disini" ucap Diego pada Samuel lalu bergegas turun dari kendaraan itu. Pria berpostur tinggi tegap itu lantas berjalan memasuki area rumah tanpa pagar tersebut.
Sam hanya mengamati sang bos sekaligus sahabatnya itu dari dalam mobil.
tok...tok...tok....
pintu kusen di ketuk...
ceklek....
pintu terbuka. Seorang wanita cantik berkulit putih dengan beberapa tato di tubuh itu muncul dari balik pintu. Penampilan nya cukup berani, sesuai dengan selera Diego.
"hai, babe..!" ucap si wanita yang diketahui bernama Aneeta itu lembut.
Diego menyunggingkan senyuman mautnya. Di rengkuhnya pinggang perempuan itu dengan satu tangannya. Sedangkan Aneeta kini nampak mengalungkan kedua lengannya di leher pria tampan itu.
Diego sedikit membungkuk. Di kecupnya bibir wanita itu singkat lalu tersenyum. Sam berdecih sambil tersenyum sinis memalingkan wajahnya menyaksikan adegan itu.
"masuk, yuk..." ucap Aneeta.
Diego mengangguk. Kedua anak manusia yang belum terikat hubungan suami istri itu kemudian masuk ke dalam rumah tersebut. Sam yang sudah memastikan sang tuan disambut dengan baik oleh kekasih hatinya itupun lantas kembali menyalakan mesin mobilnya, lalu berlalu pergi meninggalkan tempat itu menuju rumahnya untuk beristirahat.
...----------------...
Selamat pagi,
up 05:37
__ADS_1
yuk, dukungan dulu🥰🥰🥰🥰