My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 83


__ADS_3

22:30


Pria berjambang lebat itu nampak mondar mandir di ruang tamu rumahnya. Sesekali ia nampak melongok, mengarahkan pandangannya ke luar jendela dimana kini hujan mulai turun rintik rintik mengguyur bumi.


Calvin mendongak menatap jam dinding.


Sudah jam segini, kenapa Arini belum pulang?


Calvin sudah membaca pesan dari pak Yanto yang berpamitan padanya siang tadi. Pak Yanto juga mengatakan jika pagi tadi Arini lah yang mengantarkannya ke terminal. Makanya saat Calvin bangun tidur tidak ada satu orang pun di rumah itu. Rupanya pak Yanto sudah pulang kampung dan Arini sudah berangkat bekerja. Pria itupun menjadi lebih tenang akhirnya.


Namun kini laki laki itu terlihat mulai khawatir. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, tapi gadis belia itu belum pulang juga.


Kemana perginya gadis itu..? berapa jam waktu kerja di restoran itu? bukankah ini sudah terlalu malam untuk masih bekerja? kemana gadis itu..? ia menjadi sedikit khawatir sekarang..!


"bang..!" ucap seorang pria bertato disana, Ivan.


Laki laki itu menoleh.


"cariin, bang..! kasihan anak lu..! lu kurang merhatiin dia..! anak prawan jam segini belum pulang lu biarin aja..! dimakan preman kasihan, bang..!" ucap Ivan sambil melempar sebutir kacang ke udara lalu menangkap dengan mulut nya.


"iya, bang..! cariin..! di temu bapak bapak an nya kemarin bahaya..! bisa bisa di buntingin tuh anak lu buat balas dendam..! elu dulu buntingin emaknye sekarang anak lu yang dibuntigin orang..! nggak kasihan lu ama dia?" imbuh Miko sambil menenggak alkoholnya.


"iya, bang. Lu ama anak kurang pengertian. Kemarin aja dia ngambek lu diemin..! biar gimanapun juga dia anak lu..! entar kalau lu mati dia yang bakal doain lu..! yang nyekar ke kuburan lu..! kalau kita mah enak, lu mati ya kita siram kuburan lu pake bir..! hahahaha.." ucap Ivan sekenanya disambut gelak tawa kawan kawan nya yang lain. Namanya juga orang mabok. Ngomong ya seenaknya..!


"ta* lu..!" ucap Calvin kesal sambil menenggak alkohol di tangannya.


Laki laki itu kembali melongok ke arah jam dinding. Mungkin sebentar lagi gadis itu pulang. Batin Calvin sembari menenggak alkohol nya.


...****************...


Sementara di tempat terpisah...


Di sebuah taman kota yang semakin malam semakin sepi...


Seorang gadis belia kembali memasukkan snack ke dalam mulutnya. Sambil menyandarkan tubuh rampingnya di sebuah batang pohon besar yang berada di area taman tersebut, Arini nampak melamun menatap langit malam yang dipenuhi bintang bintang.


Disekelilingnya, berbagai bungkus snack berserakan. Itu adalah snack snack yang ia beli dari sebuah minimarket tak jauh dari taman itu tadi.


Satu jam lebih Arini duduk di tempat itu. Sejak pulang dari tempat kerja, Arini yang merasa tak nyaman tinggal dengan ayah kandungnya itu memilih mampir ke sebuah minimarket yang berada tak jauh dari restoran tempat kerjanya. Membeli aneka snack, jajanan, dan minuman botolan di sana lalu duduk di taman itu. Menghabiskan waktu malamnya sambil menikmati bintang bintang yang bertebaran disana.


Setitik air mata menetes di pipi mulus gadis itu. Sepi, sunyi, gelap, sendiri. Malang sekali nasib seorang anak haram yang tak disayangi orang orang disekitar nya..!


Tak ada tempat bersandar ataupun berkeluh kesah. Sejak tadi ia hanya melihat orang orang yang berlalu lalang di sekitar taman. Ada yang bersama anak istri, ada yang bersama sahabat, ada yang bersama pacar. Hanya dia sendiri yang duduk melamun di taman bersama botol botol minuman aneka rasa. Dasar anak haram, malang amat nasibnya..! batin Arini.


Arini meraih botol disampingnya. Sebuah minuman rasa kopi. Botol minuman ketiga yang ia tenggak selama duduk di tempat itu.


Kenyang..! mungkin juga kembung saking banyaknya minuman dan snack yang masuk ke perutnya.


Arini menenggak minuman itu sampai habis. Lalu melemparkannya asal berbaur dengan bungkus bungkus makanan yang lain.

__ADS_1


Arini menyandarkan tubuhnya lagi di batang pohon besar itu. Mau kemana ia setelah ini? Jam segini sudah sangat jarang ada kendaraan. Mau pulang juga malas. Ayahnya juga pasti tidak peduli dengannya. Buktinya, sudah semalam ini ia belum pulang, tapi laki laki itu juga tidak terlihat mencarinya. Sekedar menengok ke restoran mungkin. Tapi ini tidak ada sama sekali..! dia pasti sedang sibuk berpesta miras dengan kawan kawannya.


Arini menghela nafas panjang. Ia lantas bangkit. Memunguti sampah sampah bekas makannya dan membuangnya ke tong sampah. Arini berjalan jalan sejenak berkeliling taman. Mengamati suasana sekitar taman yang mulai sepi dan gelap.


Gadis itu menghentikan langkahnya. Dilihatnya di sana, disebuah kursi panjang dengan cat putih. Ada sebungkus rokok lengkap dengan koreknya tergeletak disana.


Arini celingukan. Kemana pemilik nya? jangan jangan tertinggal..!


Arini berjalan mendekati kursi itu. Lalu duduk di samping rokok tersebut.


Gadis itu celingukan lagi. Tak ada siapapun disana. Ia lantas menoleh ke arah rokok itu lagi. Kata orang, seberat apapun masalah, bisa sedikit dibawa santai dengan merokok sambil ngopi.


Jiwa kepo diselimuti suntuk dan frustasi menyerang gadis itu. Walau bagaimanapun ia juga hanyalah seorang remaja putri yang memiliki sisi lemah dan labil. Terlebih lagi berbagai masalah menerpa hidupnya bertubi tubi. Tidak bunuh diri saja itu sudah sangat untung..!


Arini celingukan lagi. Perlahan lahan tangannya bergerak meraih bungkus rokok itu lalu membukanya.


Wah, masih banyak..! mayan nih...! Gadis itu nampak mengulum senyum jahil. Diapit nya batang bernikotin itu menggunakan kedua belah bibirnya. Lalu meraih korek dan mulai menyalakan nya.


Arini tertawa sendirian, merasa lucu dengan dirinya yang bisa bisanya iseng ingin mencicipi rokok. Tawanya lebar, hingga memperlihatkan barisan gigi giginya yang putih. Namun siapapun yang melihat pasti bisa merasakan, ada sakit yang coba ia tutupi dengan tawa lebarnya itu.


Arini perlahan mulai menghisap rokok itu, lalu membuang asapnya ke udara. Gadis itu tertawa lagi. Lucu dengan dirinya sendiri. Dihisap lagi, lalu........


.


.


.


.


.


"a*u...!!!" umpat Arini kaget sembari bangkit dari duduknya. Membuat rokok itu pun terjatuh dan terinjak oleh kakinya.


Sebuah sepatu menghantam tangan nya. Membuat benda bernikotin yang baru sekali diserapnya itupun jatuh ke tanah dan berpijak oleh kakinya sendiri.


Arini meraih sepatu itu. Sebuah sneaker mahal berwarna putih. Milik siapa itu??


Arini mengedarkan pandangannya ke segala arah. Tak ada orang.


"janc*k ig a*u..!!" umpat wanita lagi dengan kesal. Dilemparkannya sneaker ditangannya itu dengan kasar ke arah tong sampah.


Ia menghela nafas panjang. Ia sudah tak bersemangat untuk merokok lagi. Ia mulai mengantuk sekarang.


Ia mengedarkan pandangannya lagi ke segala arah. Sepertinya akan sangat jauh lebih baik jika ia tidak usah pulang saja selamanya ke rumah itu. Toh, kehadirannya juga tak pernah diharapkan.


Mungkin akan sangat lebih baik jika ia cari kontrakan besok setelah pulang kerja. Uangnya cukup kok buat ngontrak. Masalah makan, gampang lah..! yang penting ada jatah makan siang dari restoran. Tak makan malam dan sarapan tak apa. Yang penting ada tempat untuk berteduh selain dirumah ayah kandungnya.


Arini mengarahkan hanya pada sebuah bangunan besar dengan kubah hijau di atas nya.

__ADS_1


Itu masjid..!


Arini mengulum senyum. Mungkin malam ini ia tidur saja di tempat itu. Daripada pulang dan bertemu dengan orang orang mabuk. Lebih baik beristirahat di rumah Allah kan dari pada beristirahat sarang pemabuk? pikir Arini.


Gadis belia itupun berjalan menuju masjid di seberang jalan. Masjidnya cukup besar. Lampunya juga cukup terang di bagian teras. Namun di bagian dalam sebagian nampak sudah dimatikan.


Arini melepaskan sepatu flatnya. Melepaskan tas selempang nya lalu menggunakan nya sebagai bantal. Arini pun merebahkan tubuhnya di sana. Untung ia pakai jaket hari ini, jadi tak membuat tubuhnya terlalu dingin saat bersentuhan dengan lantai keramik.


"Numpang tidur, Ya Allah. Jaga Arin ya... Bismika Allahuma ahya wa bismika amuut" ucap gadis itu lalu mulai memejamkan matanya.


Tak lama, gadis itupun terlelap dalam tidurnya.


...


Kurang lebih lima belas menit berselang....


Seorang pria tampan nampak berjalan dengan tenang. Mendekati gadis belia yang terlelap itu dengan satu sneaker putih di kaki kanannya, sedangkan kaki kirinya tak beralas.


Laki laki dengan hoodie tebal dan kupluk hitam itu nampak mendekati gadis manis itu sembari membawa sebuah selimut tebal di tangannya.



Ya, itu adalah Diego.


Tanpa Arini sadari, rupanya pria itu diam diam mengikuti dan mengintainya sejak sore. Pria itu juga yang melempari Arini dengan sepatu, guna menjauhkan gadis itu dari rokok yang sempat dicicipinya. Digo juga menelfon Sam, meminta duda tampan itu untuk membawakan sebuah selimut saat mengetahui gadis itu tak pulang dan memilih tidur di teras masjid.


Diego melepas sneaker nya yang tinggal sebelah. Ia naik ke teras masjid. Didekatinya gadis itu. Lalu membentangkan selimut itu menutupi tubuh ramping Arini.


Digo mendudukkan tubuhnya disamping wanita cantik itu dengan posisi bersila. Diamatinya wajah polos gadis belia itu lekat lekat.


Bukankah ia sudah bertemu dengan ayah kandung nya yang sangat ia cintai? tapi kenapa ia malah tidur disini? kemana ayahnya? kenapa tidak mencari anaknya? padahal ini sudah hampir tangah malam, dan gadis itu masih kelayapan di luar rumah? apa laki laki itu tidak khawatir pada putrinya??


Digo tersenyum lembut mengamati paras imut itu.


"biar aku yang menjaganya malam ini, Tuhan."


"tapi jika boleh, aku meminta imbalan. Aku mau dia. Dekatkan dia padaku dengan kekuatan tanganMu. Aku mencintainya..." ucap pria itu di teras rumah suci umat Nabi Muhammad tersebut.


Diego tersenyum. Ia lantas merebahkan tubuhnya disamping Arini. Tidur meringkuk. Mengamati paras ayu itu tanpa menyentuhnya.


"selamat malam, sayang. Tidur yang nyenyak. Yakinlah daddy selalu bisa kamu andalkan. Daddy akan selalu menjadi garda terdepan yang akan menjaga dan melindungi kamu. Dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun" ucap Diego lembut dan lirih.


Pria itu tersenyum. Ia tak akan memejamkan matanya malam ini. Ia akan menjaga gadis ini. Dan memastikan Arini aman meskipun tidur di tempat terbuka malam malam begini.


...----------------...


Selamat malam


up 19:35

__ADS_1


yukz.. dukungan dulu 🥰🥰


__ADS_2