
02:30
Jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi. Sebagian umat manusia sudah pasti tengah tertidur pulas merangkai mimpi mereka. Namun tidak dengan beberapa manusia di rumah berlantai dua kediaman Calvin Alexander.
Para anak punk yang berada di ruang tamu hingga teras rumah itu masih sibuk dengan kegiatan mereka. Ada yang main gitar, ada yang main dadu, main kartu, dan berbagai kegiatan lain. Seolah mereka ingin menghabiskan waktu malam mereka di rumah sang tuan rumah hingga pagi menjelang.
Pantang pulang sebelum terang pokoknya mah..!
Tak jauh berbeda dengan para anak punk di luar rumah itu, sepasang pengantin yang baru saja melewatkan malam pertama mereka itupun juga belum tidur.
Diatas sebuah ranjang biru kamar pengantin itu. Gadis, eh salah, maksudnya perempuan muda itu nampak tidur meringkuk dibawah selimut tebalnya sembari memeluk guling. Sejak tadi wanita muda itu belum juga mampu memejamkan matanya setelah selesai melakukan tugas pertamanya sebagai istri dari seorang Diego Calvin Hernandez.
Di lantai kamar, beberapa lembar tissue basah berserakan, berbaur dengan pakaian sepasang pengantin yang nampak teronggok mengenaskan disana tanpa ada yang memunguti nya.
"hhmmmhhh...."
Arini menghembuskan nafas panjang. Wanita itu nampak melamun di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polos penuh bercak merah miliknya. Pikirannya melayang layang mengingat apa yang baru saja ia lakukan dengan Diego malam ini.
Padahal ia sudah menyiapkan dirinya untuk menolak ajakan Diego jika laki laki itu mengajak nya melakukan adegan bikin anak di malam pertama pernikahan mereka. Berbagai dalih dan kata kata serta rencana penolakan sudah ia pikirkan matang matang. Tapi kenapa malam ini Arini begitu bodoh dan polos. Bisa bisanya laki laki itu dengan gampangnya merenggut kegadisan wanita sembilan belas tahun itu tanpa ada penolakan dari si empunya badan.
Arini berdecak kesal. Ia merutuki kebodohannya sendiri. Meskipun tak dipungkiri ia juga menikmati malam ini, tapi kan belum waktunya ia melakukan ini. Ia masih terlalu muda untuk itu.
Dan satu lagi, hal yang sejak awal menghantui pikiran nya adalah, kehadiran seorang anak..! ia belum siap jadi ibu ibu...! ia masih ingin bebas...!
"Rin, gobl*k banget kamu...!" ucap wanita itu sembari mengetuk ngetuk jidatnya sendiri.
Ceklek....
pintu kamar biru itu terbuka.
Seorang pria tampan yang rupanya merasa cukup kepanasan di kamar tidur barunya itu nampak masuk ke dalam sana. Dengan secangkir minuman dingin yang sudah dua kali ia ambil dari dapur, Diego yang hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada itu nampak berjalan mendekati sang istri yang tidur meringkuk disana.
Diego mendudukkan tubuhnya di samping Arini sembari menyeruput minuman dinginnya.
"nggak tidur?" tanya Digo.
Arini menggelengkan kepalanya dengan wajah cemberut.
Digo mengulum senyum. Diletakkannya minuman dingin di tangannya itu.
"sumpah ini kamar panas banget...! bisa bisanya kamu tidur di tempat kek gini..!" ucap Diego yang belum terbiasa dengan suhu ruangan kamar Arini.
Laki laki itu meraih remote AC yang berada di atas meja kecil di sana, laki laki itu kemudian menurunkan suhu dalam ruangan itu agar sesuai dengan suhu di ruangan kamarnya.
"ih, jangan dingin dingin, entar aku masuk angin..!" protes Arini yang sejak tadi sudah bergulat dengan selimut lantaran Diego terus menurunkan suhu ruangan itu.
"ini tuh panas banget, baby..! bisa bisanya kamu tidur di ruangan sepanas ini" ucap Diego.
__ADS_1
Arini tak menjawab. Ia makin meringkuk di bawah gulungan selimutnya. Diego menenggak lagi minuman dingin itu hingga tandas. Laki laki itu kemudian mengulum senyum menatap wanita cantik yang kini hanya terlihat wajahnya saja itu. Sedangkan seluruh badannya kini sudah terbungkus selimut tebal bak seekor kepompong raksasa.
Diego naik ke atas ranjang. Di dekatinya sang istri tersayang lalu mengecup kening itu singkat.
"udah hampir pagi. Tidur, gih" ucapnya.
Arini hanya diam menatap wajah sang suami.
Diego menggerakkan tangannya membelai wajah wanita cantik di hadapannya itu.
"baby..." ucap Digo.
"hmm..." jawab Arini dengan mata yang juga fokus pada pria dihadapannya.
"kamu punya cita cita, atau kepinginan nggak, buat pergi ke suatu tempat.." ucap Digo.
"ke luar negeri, mungkin. Atau ke luar kota...?" tanya Digo.
Arini tersenyum.
"kenapa emangnya?" tanya Arini.
"ya, mungkin bisa jadi tujuan honey moon kita.." ucap Digo.
"bulan madu?" tanya Arini.
Arini diam seolah berfikir.
"eemm, kemana ya? nggak tahu, dad. Arin kan nggak pernah pergi pergi..." ucap wanita itu.
Diego hanya tertawa samar.
"eh, tapi aku sebenarnya pengen pulang kampung, dad. Aku kangen sama ibuk...!" ucap Arini membuat Diego menyipitkan matanya.
"baby, daddy tuh mau ngajak kamu honey moon, bukan ngajak mudik...!" ucap Diego tak habis pikir. Polos sekali istrinya itu. Apa wanita itu tak pernah punya niatan untuk sekedar menepi dari rutinitas dan kemudian memanjakan diri sendiri dengan liburan, pikir Diego.
"ya kesitu aja..! adem, dad, hawanya..! enak banget. Disana juga ada tempat tempat yang bagus kok..! katanya sih..! soalnya aku belum pernah liburan walaupun ke kota kelahiran sendiri.." ucap Arini yang memang sejak kecil tak pernah merasakan rekreasi atau berlibur seperti anak anak seusianya.
Diego tersenyum lagi.
"ya udah, kalau gitu daddy akan ajak kamu kesana. Kita pulang sebentar ke kampung halaman kamu, buat ngobatin rindu kamu disana..." ucap Diego membuat Arini nampak sumringah.
"beneran?!" tanya Arini dengan raut wajah bahagia.
Diego hanya mengangguk.
"Kapan kita bisa berangkat?" tanya Diego lagi.
__ADS_1
"terserah, kapan daddy ajak, aku mau..!" ucap Arini tanpa melepaskan senyuman lebarnya. Diego tersenyum manis melihat kebahagiaan sang istri uang nyatanya bisa ia wujudkan hanya dengan hal hal sederhana. Tangan sang Diego kembali tergerak, mengajak-ajak lembut pucuk kepala wanita berkulit putih itu.
"ya udah, tunggu kerjaan daddy beres dulu ya. Secepatnya kita akan pulang ke kampung halaman kamu" ucap Diego manis.
Arini mengangguk.
"ya udah, udah malem, sekarang kamu tidur, ya. Kami capek, kan?" ucap pria tampan itu.
Arini mengangguk. Diego meringsut.
"sini, peluk daddy dulu.." ucap pria itu sembari merentangkan kedua tangannya seolah meminta agar Arini masuk ke dalam dekapannya.
"nggak bisa gerak, dad. Sakit..! daddy sih dibilangin udahan, ngeyel..!" ucap Arini.
Diego terkekeh lagi. Ia kembali meringsut. Lalu memeluk gadis berbalut selimut tebal itu sambil menghujani bibir dan kening Arini dengan kecupan lembut.
"dah, tidur..." ucap pria itu.
Arini mendongak menatap manja ke arah sang suami.
"daddy...." ucap Arini.
"apa lagi?" tanya Diego.
"pengen pipis...." cicitnya.
Diego terkekeh lagi. Suara Arini saja sudah terdengar begitu lucu di telinga Digo, membuatnya semakin gemas pada wanita di hadapannya itu.
"ya udah, daddy antar ke kamar mandi ya..." ucap pria itu.
"gendong...."jawab Arini manja.
"iya...." jawab Diego lagi.
Laki laki itupun bangkit, turun dari ranjangnya bersiap untuk membopong wanita yang kesulitan untuk berjalan karena ulahnya itu menuju kamar mandi.
...----------------...
Selamat siang,
up 10:33
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰
__ADS_1
...----------------...