My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 192


__ADS_3

Buuuuuggghhhh......


Sebuah lengan berbulu halus mendarat di pundak seorang pria yang kini nampak merangkul kekasih nya itu. Pria berbadan atletis dengan jenggot dan kumis cukup lebat itu lantas menoleh ke belakang bersama sang wanita yang nampak asyik memilih perhiasan itu.


deeeeegggghhhh.....


"Digo?!!" ucap si wanita berpenampilan anggun itu, Giselle.


Digo mengangkat dagunya. Menatap tajam ke arah sepasang pria wanita yang rupanya sudah menjadi sepasang kekasih itu.


Arini yang masih di gandeng Digo pun nampak melongo. Dilihatnya disana Giselle tengah kepergok jalan berdua dengan Sam. Keduanya terlihat sangat akrab. Bahkan mesra. Sejak tadi laki laki itu bahkan terlihat merengkuh pinggang Giselle. Tentu saja hal itupun membuat Digo bertanya tanya. Sedang apa kedua manusia itu di tempat ini? dan kenapa mereka pergi berdua??!


Giselle dan Sam nampak saling pandang. Giselle terlihat gugup, namun Sam justru nampak tenang.


"Di, Digo...Arini..ka, kalian ngapain disini?" tanya Giselle.


Arini membuka mulutnya. Baru saja ia hendak menjawab. Digo sudah menyerobot ucapan wanita itu.


"harusnya gue yang nanya, lu ngapain disini ama dia?" tanya Digo dengan mimik wajah angkuh dan terkesan keras itu.


Arini menarik pelan jas Digo.


"daddy..!" ucapnya seolah meminta pria itu untuk menjaga sikapnya.


Giselle menghela nafas panjang. Ia menoleh kearah Sam dan Digo bergantian.


"kita bicaranya jangan disini, ya. Kita cari tempat. Kakak akan ceritain semuanya sama kamu..." ucap Giselle lembut sambil menyentuh lengan Digo dan mengusap usapnya.


Digo masih dalam mode kerasnya. Giselle mengambil alih lengan sang adik. Merangkulnya lalu mengusap usapnya lembut dan membimbing nya untuk pergi dari toko perhiasan itu, mencari tempat yang nyaman untuk berbicara dari hati ke hati. Sedangkan Arini dan Sam hanya mengikutinya dari belakang.


...****************...


Disebuah cafe yang berada di luar gedung pusat perbelanjaan,


Keempat manusia itu nampak duduk mengelilingi sebuah meja bulat yang berada di sana. Dengan minuman dingin yang berada di hadapan masing-masing, keempat manusia itu nampak saling diam, tidak ada yang berbicara satu sama lain.


Giselle menggerakkan bola matanya menatap ke arah Sam, Diego, dan Arini secara bergantian. Sam terlihat lebih tenang. Diego menatap Giselle dengan sorot mata tajam. Sedangkan Arini nampak celingukan menatap tiga manusia di hadapannya. Ibu hamil itu seolah merasakan hawa yang cukup tegang di sana.


Giselle tersenyum.


"kalian tadi abis belanja..?" tanya janda cantik itu mencoba membuka perbincangan. Ia menatap ke arah Arini dan Diego secara bergantian. Tak lupa, sebuah senyuman manis terbentuk dari bibir merahnya. Baru saja wanita hamil itu untuk hendak menjawab pertanyaan dari sang kakak ipar, namun Diego buru-buru menyelanya.

__ADS_1


"nggak usah basa-basi..! jawab aja pertanyaan gua, ngapain lu di sini sama dia?" tanya Digo dengan kedua tangan yang dilipat di depan dada.


Giselle menghela nafas panjang. Sam masih terlihat sangat tenang.


"kalian berdua ada hubungan?" tanya Digo lagi. Arini menatap ketiga manusia itu lagi secara bergantian.


Giselle membuang nafas panjang.


"jawab gua..!" ucap si pria yang memang memiliki sifat angkuh itu.


"jadi gini, Go.............."


"kita emang ada hubungan..!" ucap Sam lantang memotong perkataan Giselle. Digo, Giselle, dan Arini pun seketika menoleh ke arah duda satu anak itu.


Giselle memejamkan matanya. Sedangkan Digo membuka matanya lebar lebar.


"gue pacaran ama kakak lo. Kita udah berhubungan sejak lo pergi ke kampung Arini, kurang lebih dua minggu setelah kepergian kalian." ucap Sam.


Arini membuka mulutnya. Digo nyengir.


"kita udah resmi pacaran, dan kita punya rencana untuk menikah secepatnya..!"


"WHAT?!!!"


Ucap sepasang suami istri itu bersamaan namun dengan kata yang berbeda.


Arini melongo. Digo menggelengkan kepalanya samar.


Sebagai adik kandung Giselle, dan juga sahabat Sam, ini adalah sebuah kabar yang begitu mengejutkan baginya.


Giselle adalah seorang janda yang masih bisa dibilang baru, mungkin belum ada setahun ia menjanda akibat diselingkuhi dan menjadi korban KDRT oleh suaminya terdahulu. Ia pikir, sebagai seorang wanita ia akan trauma, lalu memilih untuk hidup sendiri terlebih dahulu untuk beberapa waktu.


Tapi kenapa ini tidak..?


Jika Diego perlu waktu bertahun tahun bahkan puluhan tahun untuk merelakan kepergian wanita pujaan hatinya, maka Giselle berbeda. Ia tak mau terus larut dalam duka. Lepaskan, bangkit, cari yang baru...! mungkin itu prinsip wanita itu.


Tak dapat satu laki-laki yang ia incar, maka dengan begitu sigap dan cepat ia pun mencari laki laki lain. Tak berhasil mendapatkan hati Calvin, kini ia mengincar Sam yang kebetulan memang tak bisa melihat wanita nganggur.


Dan pada akhirnya, Sam pun meresponnya. Sebuah kebetulan yang luar biasa karena pada saat itu si pria baru saja menyudahi hubungannya dengan Carissa.


Keduanya lantas menjalin kedekatan. Bukan lagi antara si duda dengan daun mudanya, melainkan si duda dengan si janda yang usianya sepantaran lantaran memang mereka dulu adalah teman satu SMA.

__ADS_1


Kini Giselle dan Sam sudah mantap, menjalin komitmen untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Bukan lagi main main ataupun pacaran, jalan kesana kemari tanpa adanya ikatan pernikahan. Sepasang pria wanita dewasa itu memilih untuk mengesahkan hubungan mereka di hadapan agama dan negara.


Sam dan Giselle mulai memberikan pengertian pada sang adik. Mengenai hubungan mereka yang terjalin memang belum terlalu lama. Bermula dari seringnya kedua pria wanita itu bersama saat Digo sedang gila gilanya karena Arini, membuat perasaan nyaman mulai terasa, kedekatan makin erat, hingga keduanya memutuskan untuk berpacaran.


Digo memejamkan matanya. Entahlah, ia pusing dengan ulah dua manusia satu frekuensi yang seolah tak bisa hidup sendiri sebentar saja itu.


"Go, maaf, ya. Kakak nggak bilang sama kamu dari awal. Kakak cuma belum siap aja ngasih tau kamu. Lagian kamu kan juga lagi bulan madu sama Arini. Kita nggak mau ganggu.." ucap Giselle.


"tapi karena sekarang kamu udah tau semuanya, ya udah, sekalian aku kasih tau semuanya biar kamu nggak salah paham. Kakak minta restu kamu, ya..." ucap Giselle pada sang adik kesayangan.


Digo tak menjawab. Jujur saja, ia sanksi dengan hubungan kedua manusia dihadapan nya ini. Ia hafal betul bagaimana tabiat Sam. Apa mungkin laki laki itu bisa menjaga kakaknya sedangkan Sam adalah pria yang doyan gonta ganti pasangan. Bahkan Arini pun sempat ingin di embat nya.


Digo menghela nafas panjang. Laki laki itu kemudian menegakkan posisi duduknya. Merapikan jas nya lalu bangkit dari posisi duduknya.


Ketiga pasang mata manusia itu nampak menatap pergerakan dari Diego.


Digo menggerakkan tangannya. Meraih lengan Sam lalu menariknya.


"lu ikut gua..! gua mau ngomong berdua ama lu...!" ucap Digo pada pria kekasih kakaknya itu.


Sam pun bangkit. Begitu juga Giselle dan Arini yang nampak kaget.


"Go.....!"


"daddy...!"


Kedua wanita itu memanggil nama sang Diego secara bersamaan.


"lu berdua diem, tunggu disitu...!" ucap Digo tegas kemudian kembali menarik lengan Sam dan membawanya pergi menjauh dari Giselle dan Arini.




...----------------...


Selamat pagi...


up 04:02


yuk, dukungan dulu 🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2