My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 117


__ADS_3

Masih di dalam sebuah mobil mewah milik Diego yang melaju dengan kecepatan sedang menembus jalan raya.


Sepasang pria dan wanita itu nampak saling diam tanpa perbincangan. Diego nampak diam, fokus di kursi kemudi sambil menatap lurus ke depan. Sedangkan Arini, gadis itu nampak menunduk. Memangku helm dan kresek putih berisi snack yang baru saja ia beli dari mini market tadi sembari mengatur nafas dan degup jantungnya.


Lima menit perjalanan, tanpa perbincangan, kendaraan roda empat itu belum sampai di tempat tujuan.


"kamu pendiem ya sekarang?" ucap Digo memulai perbincangan.


Arini menoleh.


"hah?" tanya gadis itu dengan wajah bodohnya.


Digo mengulum senyum sambil menatap lurus kedepan.


"kamu sekarang jarang ngomong" ucap pria itu lagi.


Arini menunduk.


"apa kabar?" tanya pria itu lagi.


Arini mengangguk.


"ba, baik" ucapnya.


Diego tersenyum.


"sekarang udah kuliah ya?" tanyanya lagi.


Arini mengangguk lagi.


"jurusan apa?" tanya pria itu.


Arini menoleh lagi, lalu menunduk lagi. Entah mengapa keduanya kini jadi canggung.


"se, seni" jawab nya lagi.


Diego menoleh sekilas, lalu tersenyum.


"biasanya dijemput. Kok tumben pulang sendiri hari ini?" tanya Digo lagi.


"em, bapak belum pulang. Masih di studio" ucap gadis itu lagi.


Digo hanya mengangguk.


Hening lagi. Suasana canggung. Sepi. Digi kehabisan kata-kata. Arini juga tak ada inisiatif untuk memulai perbincangan. Ia bingung mau tanya apa. Gadis itu sudah terlalu gugup.


Sepuluh menit perjalanan. Mobil itu sampai di sebuah rumah berlantai dua tanpa pagar yang berada di salah satu komplek perumahan disana.


Digo menghentikan laju mobilnya. Ia melongok ke arah rumah. Sebuah motor besar terparkir di halaman. Seperti nya Calvin sudah pulang.


Arini membuang nafas panjang. Akhirnya sampai juga...! Gadis itu lantas menoleh ke arah sang pria yang mengantar nya pulang itu.


"makasih, udah di anterin" ucap gadis itu.


Diego tersenyum. Lalu mengangguk.


Arini pun meraih handle pintu mobil itu. Berniat untuk membukanya. Namun tiba-tiba...


seeettt....

__ADS_1


Tangan kekar pria itu menyentuh lengan Arini. Seolah ingin menahan pergerakan gadis tersebut.


"Rin.." ucap pria yang biasanya selalu memanggil gadis itu dengan sebutan 'baby' tersebut.


Arini menghentikan pergerakan nya. Ia lantas menoleh ke arah pria itu.


"maaf" ucap pria itu yang kembali mengucap maaf. Entah sudah yang keberapa kalinya.


Arini memiringkan kepalanya.


"untuk apa?" tanya nya.


"semuanya" ucap pria itu.


Arini tersenyum.


"kamu udah terlalu sering minta maaf" ucapnya.


"karena emang sebesar itu kesalahan ku" jawab Digo.


Arini diam. Kedua netra itu kembali saling pandang untuk beberapa saat.


"aku maafin" ucapnya.


Digo mengulum senyum.


"makasih" jawabnya.


Arini mengangguk.


"aku turun ya..." ucap gadis itu lagi.


Arini kembali meraih handle pintu itu. Namun....


seeettt....


"apa kita bisa mulai temenan sekarang?" tanya Diego lagi sembari kembali meraih lengan Arini.


Gadis itu menghentikan pergerakan nya lagi. Lalu lagi lagi menoleh ke arah pria itu.


"iya..." jawabnya.


Diego mengulum senyum. Lalu mengangguk.


Arini kembali memutar badan. Ia kembali meraih handle pintu itu. Dan....


seeeeettt...


Lengannya di sentuh lagi. Arini menoleh lagi.


"makasih" ucap pria itu lagi.


Arini tersenyum lagi. Lalu mengangguk.


Gadis itu memutar badan lagi. Meraih handle pintu lagi. Namun.....


Arini terdiam. Tak ada yang menyentuh lengannya. Gadis itu menoleh ke arah Diego. Laki laki itu memiringkan kepalanya.


"hati hati ya, pulang nya.." ucap gadis itu.

__ADS_1


Digo mengangkat dagunya. Sebuah senyuman terbentuk. Pria itu lantas mengangguk.


Arini lagi dan lagi memutar badan nya. Meraih handle pintu dan berniat membukanya. Namun....


Gadis itu menghentikan langkahnya lagi. Ia diam lagi. Digo menyipitkan matanya. Putri Calvin itu kembali memutar badan menatap Diego yang kini menunggu, mau apa lagi bocah ini.


"apa?" tanya Digo.


"a, eng, enggak jadi..." ucap Arini. Diego mengulum senyum.


Gadis itu buru buru membuka handle pintu mobil mewah itu. Turun dari sana dan menuju halaman rumahnya.


Dengan kaca mobil yang tertutup, Digo membunyikan klakson mobilnya seolah sebagai salam perpisahan. Arini reflek melambaikan satu telapak tangannya sebagai ucapan perpisahan. Senyuman nya tersungging. Mobil itupun berlalu pergi.


Arini menggeliat sendirian dengan wajah merah merona di halaman rumah yang tak terlalu luas itu. Entah mengapa rasa bahagia tiba tiba bersarang di hatinya. Arini terkekeh sendirian. Dengan riang ia nampak melompat lompat kecil kemudian berbalik badan. Dan....


"astaghfirullah haladzim...!!!" pekik gadis itu yang tanpa sengaja menabrak badan kekar milik sang ayah yang entah sejak kapan berdiri disana sembari menenggak minuman kalengnya.


"ih, bapak..! ngagetin orang?!" ucap Arini.


"kamu ngapain malem malem loncat loncat di depan rumah? itu tadi mobil siapa? motor kamu mana? kok tinggal helm nya aja?" tanya Calvin beruntun.


"ih, bapak kek emak emak banyak nanya..!" ucap gadis.


"motor Arini nggak nyala. Nggak tau kenapa tadi..! makanya Arin pulang dianterin temen" ucap gadis itu.


"temen?" tanya Calvin dengan mata menyipit.


"hooh, temen..!" ucap gadis itu yakin.


"mobilnya bagus.." ucap Calvin.


"emang anak orang kaya..!" ucap Arini.


"cowok apa cewek?" tanya Calvin.


"eem, cowok.." ucap gadis itu polos namun tak menyebut nama Digo.


Calvin mengulum senyum sembari menggosok gosokkan kedua belah telapak tangan nya.


"wiis, kandidat mantu nomor dua nih..!" ucap Calvin.


"ih, bapak apasih..?! dikit dikit bilangnya calon mantu..!" rengek gadis itu sembari mencubit lengan sang ayah.


Laki laki itu terkekeh.


"udah ah, aku mau mandi..! nih, Arin udah beliin makanan banyak..! abis ini kita begadang...!" ucap gadis itu sembari menyerahkan kresek putih di tangannya pada sang ayah.


"oh, siap..!" ucap pria itu kemudian.


Calvin merangkul pundak sang putri bak seorang sahabat. Keduanya lantas masuk ke dalam rumah itu sambil bercanda dan tertawa bersama sama.


...----------------...


Selamat pagi,


up 05:07


yuk, dukungan dulu 🥰

__ADS_1


__ADS_2