My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 110


__ADS_3

Malam menjelang,


Di dalam sebuah kamar bernuansa biru milik gadis cantik putri Calvin Alexander itu,


Arini nampak meringkuk di atas ranjang empuk ber sprei biru dengan motif Doraemon itu sambil memeluk guling nya. Sebuah headphone menempel di kepalanya, menutup dua buah telinga miliknya, melantunkan sebuah lagu yang entah apa judulnya yang sukses membuat suasana sore itu terasa begitu sendu. Se sendu perasaan hatinya yang baru saja berjumpa dengan sang Diego.


Air matanya menetes setitik demi setitik. Tatapannya kosong menatap lurus ke arah tembok biru disamping ranjangnya. Raganya ada di tempat itu, namun sepertinya tidak dengan sukma dan pikirannya.


Ingatannya melayang layang entah kemana. Pertemuan, penyelamatan, serta ucapan laki laki itu siang tadi sukses mengusik batin Arini.


Entah mengapa ia jadi malas untuk melakukan apa apa. Sejak pulang di antar Fajar siang tadi hingga kini selepas isya, Arini masih meringkuk di kamarnya. Tak mau beranjak. Bangun bangun hanya untuk sholat dan mandi.


ceklek...


pintu kamar dibuka.


Pria dewasa dengan rambut gondrong di ikat itu nampak berdiri di depan pintu. Dilihatnya kamar itu nampak gelap. Hanya ada cahaya dari lampu tumblr dengan warna warm white yang memberikan kesan remang remang di kamar putri tercintanya itu.


Calvin mendekat. Arini nampak meringkuk, tak bergerak sambil memeluk guling nya. Gadis itu bahkan tak menyadari kedatangan sang ayah.


teeekk....


Saklar lampu kamar di tekan. Lampu utama menyala. Terang..! membuat Arini kaget dibuatnya. Wanita itupun lantas buru buru bangkit dari posisi nya semula sembari mengusap lelehan air matanya.


Calvin menyipitkan netra tajamnya. Menatap penuh selidik ke arah sang putri yang kini nampak duduk bersila, memasang senyuman semanis mungkin dihadapan sang ayah, seolah tak ingin menampakkan wajah sedihnya.


"bapak" ucap Arini.


Calvin mendekat. Duduk disamping sang putri dengan sorot mata menyelidik.


"ada apa?" tanya Calvin.


"hah?" tanya Arini pura pura tidak tahu.


"maksudnya, pak?" tanya nya lagi.


"ada apa? apa yang kamu tangisi?" tanya Calvin.


Arini nampak celingukan mencoba mencari alasan.


"si, siapa yang nangis? enggak, kok" ucap gadis itu berbohong.


Calvin mengangkat satu sudut bibirnya.


"bapakmu bukan orang bodoh, nak." ucap pria itu tenang namun sukses membuat Arini tak berkutik.


Gadis itu menunduk.


"bapak bukan hanya ayah kandung kamu. Bapak juga bisa jadi sahabat dan teman curhat kamu. Cerita sama bapak kalau ada masalah, nak" ucap pria itu lagi.


Arini nampak memainkan jari jari tangannya. Jujur saja, ia bingung mau bicara apa.


"Rin...." ucap pria itu lagi seolah menunggu sang putri untuk berbicara


Arini mendongak. Ditatapnya wajah sang ayah sejenak. Lalu menunduk lagi seraya menghela nafas panjang.


Arini meringsut. Mendekatkan tubuhnya ke tubuh sang ayah yang duduk di tepi ranjang. Arini menyandarkan kepalanya di bahu Calvin. Laki laki itu lantas menggerakkan tangannya, mengusap pucuk kepala sang putri dengan lembut.


Tangan putih dan ramping itu bergerak. Menyentuh kalung panjang milik sang ayah lalu memainkan nya.


"bapak..." ucap Arini.


"hmmm..." jawab pria itu.


"Arin boleh tanya sesuatu nggak?"


Calvin diam sejenak.


"tanya apa?" ucapnya kemudian.


"tapi kalau bapak nggak mau jawab nggak usah dijawab nggak apa apa" ucap gadis itu lagi.


"tanya apa sih? kayaknya serius banget" ucap Calvin lagi.


Arini menjauhkan kepalanya dari sang ayah. Gadis itu nampak menunduk. Calvin mengubah posisi tubuhnya. Kini duduk bersila di atas ranjang. Berhadapan dengan sang putri yang juga duduk bersila menghadap nya.


"pak..."


"ya...." jawab Calvin.

__ADS_1


"Arin boleh nggak, denger cerita tentang masa lalu antara bapak, ibuk, istrinya bapak, sama..........." ucap gadis itu menggantung. Diam sejenak. Lalu menatap sendu ke arah sang ayah dan berucap...


"Diego...."


Calvin diam tak bergerak. Arini nampak menunduk lagi.


"tapi kalau bapak nggak mau juga nggak apa apa, pak. Nggak usah dibahas kalau bapak nggak mau ngomong..." ucap Arini seolah takut jika ayahnya tersinggung.


Calvin menatap penuh selidik ke arah sang putri.


"kenapa tiba tiba kamu tanya soal masalah ini sama bapak?" tanya Calvin.


Arini menunduk.


"nggak apa apa. Arin cuma pengen tahu aja, sebenarnya ada masalah apa antara bapak sama 'dia'. Kenapa 'dia' kayaknya benci banget sama bapak. Sampai sampai ngelihat aku untuk pertama kalinya aja dia langsung punya pikiran buat jadiin aku alat balas dendamnya dia" ucap Arini.


"Dia?" tanya Calvin.


Arini mengangguk.


"apa kamu bertemu dia hari ini?" tanya Calvin lagi.


Arini tak mampu mengangkat wajahnya.


"dia nolongin Arin, pak. Waktu tadi ada gempa. Arin hampir kejatuhan kaca, tapi dia yang nolongin. Dia sampai berdarah darah gara gara itu" ucap Arini.


"lalu?" tanya Calvin lagi masih dengan mode tenang nya.


"ya, udah..! dia minta maaf. Dan nyeritain semua alasan dia kenapa dulu sampai tega bohongin Arin dan ngaku ngaku sebagai bapak."


Arini terus menunduk.


"bapak," ucap gadis itu.


Calvin diam.


"Arin cuma pengen tau, sebenarnya gimana cerita tentang bapak dan masa lalu bapak. Arin cuma pengen tahu aja, kenapa dia bisa sampai se benci itu sama bapak," ucap Arini.


Calvin nampak diam tak bergerak. Ia menatap wajah sang putri dengan sorot mata nanar, seolah memendam sesuatu yang begitu sulit untuk diucapkan.


Calvin menarik nafas panjang.


Arini mengangguk.


Laki laki itu tersenyum tipis. Ia kembali menghela nafas panjang, lalu mulai menceritakan kisah nya....


Bermula dari sebuah pertemanan dan hubungan kerja antara ayah Calvin, tuan Alexander, dan relasi bisnis sekaligus sahabat nya, tuan Yoseph namanya.


Kedua pria itu sudah berkawan sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas hingga kedua nya tumbuh dewasa dan berumah tangga.


Tuan Alexander memiliki seorang istri bernama Kimmy, serta seorang putra yaitu Calvin. Sedangkan Tuan Yoseph menikah dengan seorang wanita bernama Rena serta dikaruniai dua orang putri cantik bernama Shita dan Steffy.


Hubungan persahabatan yang begitu erat dan akrab, membuat kedua pria itu lantas membuat suatu kesepakatan perjodohan. Tuan Alexander dan Yoseph sepakat untuk menjodohkan putra mahkota keluarga Alexander dengan putri kedua Yoseph, yaitu Steffy.


Perjodohan sudah dicanangkan sejak keduanya masih duduk di bangku taman kanak kanak. Hingga pada akhirnya keduanya dinikahkan saat usia keduanya menginjak dewasa. Calvin dua puluh dua tahun dan Steffy dua puluh tahun. Meskipun pada awalnya mendapat penolakan dari Calvin, namun akhirnya pernikahan itu terselenggara juga.


Calvin si pria yang dikenal pemuja kebebasan itu akhirnya menikah dengan Steffy. Seorang gadis yang pintar, cantik, anggun, dan diketahui memiliki banyak penggemar, lantaran dulu, wanita itu sempat mencicipi dunia modeling saat usianya masih belasan tahun. Namun berhenti lantaran ia memilih untuk menikah dengan Calvin.


Sebuah pernikahan mewah, megah, dan meriah pun digelar. Sebuah pernikahan yang digadang gadang menjadi pernikahan paling fenomenal pada masa itu.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, semua berjalan dengan semestinya. Rumah tangga yang sempat tidak diinginkan oleh Calvin itu lambat laun menjadi semakin harmonis. Cinta tumbuh diantara Calvin dan Steffi seiring berjalannya waktu.


Hingga pada suatu ketika, sebuah masalah muncul.


Steffy menemukan sebuah fakta bahwa rupanya selama ini sang suami diam-diam mengirimkan sejumlah uang kepada seorang pria di sebuah kampung terpencil di negara itu. Jumlahnya sebenarnya tak terlalu besar, dan selalu dikirim kan setiap tiga hingga empat bulan sekali. Sebuah transaksi bank dengan nama Yanto sebagai penerima nya.


Steffy pun diam diam menyelidiki hal itu. Lantaran ia merasa janggal karena Calvin tidak pernah bercerita tentang hal itu pada dirinya selama menikah.


Singkatnya Steffy mengetahui bahwa rupanya diam-diam selama ini sang suami sudah memiliki anak dari seorang wanita lain. Anak itu lahir bahkan sebelum Calvin menikahi nya. Uang yang selama ini Calvin kirimkan pada Pak Yanto rupanya untuk menghidupi anak dari wanita itu


Steffy marah, ia terbakar cemburu. Wanita itu tak terima jika laki-laki yang sudah sah menjadi miliknya itu masih menafkahi seorang anak haram hasil hubungan Calvin dengan wanita yang diketahui ternyata seorang pembantu itu.


Keributan pun terjadi. Steffi murka, namun Calvin merasa tidak bersalah. Menafkahi seorang anak adalah kewajibannya. Ia sudah berjanji pada Dewi, ibu kandung Arini, bahwa ia akan menghidupi putri mereka hingga dewasa. Namun sepertinya Steffi tidak mau mendengarkan hal itu. Calvin adalah suaminya, maka orang yang paling berhak atas Calvin adalah dirinya. Sedangkan anak itu, anak itu hanyalah anak haram. Calvin tidak perlu bersusah payah untuk menanggung biaya hidupnya. Anggap saja anak itu sebagai aib yang harusnya ditutup rapat. Toh ibunya juga sudah mati, anak babu pula..!jadi untuk apa diperhatikan.


Sejak saat itu, perselisihan dan perselisihan terus terjadi. Pertengkaran demi pertengkaran mewarnai kehidupan rumah tangga mereka yang semula sudah berjalan harmonis. Calvin yang semula sudah tertata hidupnya di tangan Steffi perlahan mulai kembali ke tabiat aslinya. Minum minuman keras, diskotik, dan hal-hal buruk lainnya terus laki-laki itu lakukan. Ia seolah tak memperdulikan istrinya yang dianggap nya kekanak kanakan.


Hal yang sama pun Steffy lakukan. Wanita itu seolah sibuk dengan dunianya. Ia kembali ke dunia modeling yang membesarkan namanya. Ia mulai bermain api. Menjalin kedekatan dengan sejumlah pria pengagumnya seolah sebagai pelampiasan atas kekesalannya pada Calvin. Salah satu diantaranya adalah seorang laki-laki yang sangat Calvin kenal. Edward namanya. Suami dari kakak kandung Steffy sendiri, Shita.


Kedekatan yang tak lazim keduanya jalani. Selain dengan Edward rupanya Steffy juga bermain api dengan sejumlah laki-laki lain. Salah satu diantaranya adalah seorang laki-laki muda yang merupakan pengagum berat wanita itu, yang kala itu usianya masih 20 tahunan, Diego namanya.

__ADS_1


Bukan hanya dengan dua pria itu saja, tapi dengan banyak laki-laki lain. Calvin mengetahuinya, sangat tahu..! tapi laki-laki itu selalu menutup rapat aib istrinya. Meskipun di dalam rumah tangga mereka selalu bertengkar, tapi sama sekali ia tidak pernah mengumbar borok wanita itu dihadapan umum. Apalagi di hadapan keluarga besar mereka.


Mereka selalu terlihat harmonis, seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Hingga puncaknya pada suatu ketika, setelah hampir 1 tahun keduanya hidup dalam sebuah pernikahan tanpa cinta, Steffy hamil..! Sedangkan sejak pertengkaran besarnya dengan wanita itu yang terhitung hampir satu tahun kala itu, Calvin sama sekali tidak pernah menyentuh Steffy.


Lalu dengan siapa wanita bersuami itu hamil??


Yang pasti bukan dengan Diego..! karena pria itu hanyalah selingan bagi Steffi. Dia hanya seperti anak kecil yang tolol yang tidak tahu apa-apa. Yang masih buta akan cinta. Diego menganggap bahwa dirinya adalah satu-satunya laki-laki yang menjadi teman curhat seorang Steffi kala wanita itu tengah terpuruk. Namun sebenarnya, dia sangat salah..!


Diego hanya pelarian..! Diego hanya hiburan..! Sedangkan hati Steffi, tidak ada yang punya..! semua laki-lakinya yang didekati wanita itu hanyalah pelampiasan dan pelarian ditengah badai yang menerpa bahtera rumah tangga nya. Namun sayangnya, dalam pelarian dan pelampiasannya Steffi kebablasan, hingga mengandung benih dari entah laki-laki yang mana.


Rusak semua..! hancur..! janji suci itu kini berubah menjadi borok yang begitu menjijikkan..! Calvin tenggelam dalam kebebasan yang ia puja-puja. Sedangkan Steffy kini menelan pil pahit atas apa yang ia perbuat.


Rumah tangga itu semakin keruh. Cinta itu semakin lenyap..! Hingga pada suatu ketika sebuah pertengkaran hebat terjadi antara sepasang suami istri itu.


Calvin mergoki Steffi memasukan Edward yang merupakan iparnya sendiri dalam rumah mereka. Calvin menangkap basah pria wanita itu tengah dalam kondisi tanpa busana di kamar utama mereka.


Edward berhasil kabur melalui jendela. Sedangkan Steffy yang tertangkap basah itu pun akhirnya terlibat cekcok dengan sang suami.


Pertengkaran hebat, banting-banting barang, perdebatan dengan kata-kata dan umpatan umpatan kasar terjadi di sana. Hingga batas batas kesabaran Calvin pun habis..! Pria itu mengucap talak untuk istrinya. Calvin menceraikan Steffy..!


Wanita itu merasa tak terima. Dengan dikuasai emosi dan kebencian ditambah hasutan setan, wanita itu lantas berniat untuk menghantam kepala Calvin menggunakan sebuah guci besar yang ada di kamar itu kala Calvin hendak pergi ke kamar mandi.


Namun naas, Tuhan tidak mengizinkan Calvin untuk terluka. Steffy terpeleset, ia jatuh, lalu meninggal saat itu juga. Wanita itu meninggal saat hendak mencelakai suaminya sendiri.


Singkat cerita, Calvin menutupi semua kejadian yang sebenarnya. Ia mengatakan bahwa Steffi meninggal karena terpeleset di kamar mandi.


Ya... memang sebenarnya seperti itu kan?


tapi ia tidak pernah menyebut bahwa Steffi pernah berusaha untuk mencelakainya dan berselingkuh dengan kakak iparnya sendiri.


Namun nyatanya, semua tak berjalan mulus. Niat baik Calvin untuk menutup aib istrinya justru disambut dengan sebuah perbuatan konyol dari seorang pemuda tolol pada masa itu.


Ya, itu adalah sang Diego. Laki-laki itu bersikeras mengatakan bahwa Steffy mati karena dibunuh oleh Calvin lantaran Steffy sering curhat padanya mengenai perlakuan kasar Calvin selama masa pernikahan mereka. Singkatnya, Calvin sempat di penjara untuk beberapa waktu karena masalah itu.


Jangan tanya mengenai cctv, karena dulu memang tidak ada cctv di kamar itu. Setelah dipenjara untuk beberapa waktu atas laporan Diego, Calvin kemudian dibebaskan karena terbukti tidak bersalah.


Sejak saat itu hubungan antara keluarga Alexander dan keluarga Yoseph pun renggang. Begitu pula dengan Diego. Laki laki itu begitu membenci Calvin, bahkan hingga saat ini.


...****************...


Arini terdiam mendengar penuturan sang ayah. Matanya mengembun. Ia merasa bersalah...!


"bapak," ucap gadis itu.


"Arin minta maaf ya, pak.."


Calvin diam.


"karena kelahiran Arin rumah tangga bapak jadi kacau. Arin minta maaf. Andai Arin nggak dilahirin mungkin bapak.........................."


"ssssssttttt..! kamu bicara apa?? tidak ada yang salah dalam diri kamu." ucap Calvin.


"tapi gara gara Arin, bapak jadi...." ucapan wanita itu terhenti.


"bukan karena kamu..! semua ini sudah takdir..! kamu tetap anak bapak..! kamu anak suci..! anak yang hebat yang lahir dan besar di tangan yang tepat. Membuat kamu menjadi gadis istimewa yang kuat dan tangguh"


"Nak, bapak minta maaf. Bapak belum bisa menjadi bapak yang baik untuk kamu. Terima kasih sudah mau datang kemari untuk mencari bapak..! Terima kasih sudah mau bersabar menghadapi sikap bapak yang buruk pada kamu dulu. Bapak minta maaf atas semua kesalahan bapak. Bapak janji, bapak akan menjadi ayah yang bisa kamu andalkan, yang akan selalu melindungi dan menjaga kamu sekuat tenaga bapak" ucap Calvin.


"jangan pernah berpikir lagi bahwa kamu adalah anak yang tidak pantas untuk bahagia. Jangan pernah berpikir lagi bahwa kamu adalah anak haram. Bukan, nak..! perbuatan bapak dan ibumu yang haram..! tapi kamu, kamu adalah anak yang suci..! Peri kecil yang Tuhan berikan untuk mendampingi bapak di masa tua bapak"


Calvin menangkup wajah manis sang putri.


"terima kasih, sayang... sudah hadir di kehidupan bapak. Bapak sayang sama kamu" ucap pria itu.


Arini menangis. Ia mengangguk. Calvin meraih tubuh ramping itu. Memeluk nya erat dan hangat seolah ingin menunjukkan betapa ia sangat mencintai putri kecilnya itu kini.


Terimakasih sudah menjadi anak yang sabar, Arini. Ini bapakmu..! laki laki yang sesat di masa mudanya, bahkan mungkin hingga saat ini. Sayangi dan dampingi dia, sayang. Karena dia sangat membutuhkan sosok seperti mu❤️❤️


Calvin Alexander muda👇



...----------------...


Selamat sore....


panjang kan....2500 kata satu bab. Biasanya untuk dua bab loh ini🙈


yuk, dukungan dulu yuk 🥰😘😘🥰😘

__ADS_1


__ADS_2