
Hari kembali berganti dan terus berganti..
Setelah menjalani berbagai perawatan penyembuhan, serta terapi, hampir dua bulan pasca keluarnya Arini dari rumah sakit, kini tim dokter menyatakan gadis itu sudah sembuh dari cidera kaki dan tangannya.
Ia ,sudah tidak perlu lagi menjalani terapi dan berbagai aktifitas lainnya yang mengharuskan nya bolak balik rumah sakit selama hampir dua bulan ini. Tim dokter sudah dinyatakan bahwa Arini sudah sembuh seratus persen.
Pagi ini,
Di meja makan rumah dua lantai milik Calvin Alexander.
"pagi, bapak..!" sapa gadis itu lembut sembari mengoleskan selai kacang di atas sebuah roti tawar kesukaan ayahnya.
Pria yang kini mulai sedikit tertata hidupnya itu nampak tersenyum menuruni tangga rumahnya. Di dekap nya tubuh sang putri dari belakang menggunakan satu tangan nya lalu mengecup pucuk kepalanya.
"pagi juga, sayang" jawab Calvin sembari mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi di meja makan itu.
"nih, pak. Arin udah siapin rotinya buat bapak" ucap gadis itu sembari menyodorkan sepotong roti di atas piring keramik putih itu.
"thank you, sayang" ucap Calvin. Senyuman merekah pun Arini tampilkan. Keduanya pun lantas memulai santap pagi mereka. Tak ada suara yang keluar dari bibir mereka. Hanya bunyi sendok dan piring yang saling berbenturan yang mengalun disana. Hingga tiba tiba..
"kamu mau bapak beliin motor apa mobil?"
uuuuuuhhhhhuuukk....!!!
Arini tersedak jus jeruk yang di tenggaknya. Ucapan sang ayah yang tiba tiba membuat Arini setengah terkejut.
"gimana, Pak?" tanya Arini.
Calvin memasukkan sepotong roti yang ditusuknya dengan garpu itu kedalam mulutnya.
"kamu mau dibeliin apa? mobil apa motor? kan dua minggu lagi kamu mulai masuk kuliah" ucap Calvin.
Arini melongo. Tak berucap tak bersuara. Memasang wajah bodohnya dengan mulut terbuka. Membuat sang ayah nampak terkekeh geli melihat reaksi dari putri semata wayangnya itu.
"malah bengong..!" ucap Calvin seraya melemparkan secuil roti ke arah Arini seolah ingin menyadarkan gadis itu dari lamunannya.
Arini pun terperanjat.
"emangnya bapak punya uang? kalau belum ada nggak usah, pak. Kan Arin bisa di anterin bapak" ucap Arini seolah tak mau merepotkan ayahnya.
Calvin tersenyum.
"kalau bapak nawarin kamu, itu artinya ya bapak punya uang buat beliin kamu mobil atau motor" ucap Calvin.
"bapak mu ini memang sudah bukan pengusaha lagi, tapi bukan berarti bapakmu ini jatuh miskin dan nggak punya apa apa. Ya kalau sekedar beli motor atau mobil mobil biasa ya bisa lah..." imbuhnya membuat Arini diam seolah berfikir.
Laki laki itu menggerak kan bola matanya melirik ke arah gadis itu.
"gimana? mobil apa motor?" tanya Calvin lagi.
Arina nampak memainkan sendok ditangannya sambil menggeliat seolah ragu ragu ingin mengungkapkan uneg uneg nya.
"em, kalau boleh, motor deh, pak.." ucap Arini.
"matic?"
__ADS_1
"bukan..!!" ucap Arini.
"terus?" tanya Calvin.
"ntar Arin kasih lihat fotonya ke bapak..! sekarang sarapan dulu..!" ucap Arini.
Calvin tersenyum.
"okey," jawab pria itu.
"tapi inget, kalau bapak beliin kamu motor, bukan berarti kamu boleh ugal ugalan ya. Kamu harus hati hati..! bapak nggak mau kamu kenapa kenapa..!" ucap Calvin kemudian.
"siap, boss..!!" ucap Arini sembari memberi hormat.
Calvin terkekeh. Sepasang ayah dan anak itupun lantas melanjutkan santap pagi mereka.
...****************...
Lima belas menit berselang,
Sarapan selesai. Calvin si duda berambut gondrong itu nampak keluar dari rumahnya di antar sang putri cantik. Laki laki itu lantas menuju ke sebuah kursi anyaman rotan disana, meraih sepasang sepatu yang sudah siap disana lalu mengenakannya
"yakin nggak ikut? biasanya kemana bapak pergi kamu ngikut terus" ucap Calvin sembari memasang alas kakinya itu.
"emmm, enggak deh, pak. Disana banyak temen temen bapak. Serem serem semua..!" ucap Arini.
Calvin hanya tersenyum. Ia yang sudah selesai dengan sepasang sepatu itu lantas bangkit mendekati sang putri.
"iya, pak..!" jawab gadis itu seraya hendak menyambut uluran tangan pria matang itu. Namun tiba tiba.....
Sepasang ayah dan anak itu menoleh. Sebuah motor besar berwarna merah nampak memasuki area halaman rumah yang tak terlalu luas itu.
Seorang pemuda dengan sweater merah nampak melepaskan helmnya. Meletakkan penutup kepala berwarna senada dengan motor itu di atas tangki kendaraan roda dua nya.
Ya, itu Fajar..!
"pinter banget cari waktu buat ngapel..! bapaknya mau berangkat kerja dia dateng..!" gumam Calvin pelan nyaris tanpa menggerakkan bibirnya. Membuat Arini menahan tawanya.
"apasih, dia cuma mau main doang..! kita mau jalan jalan bentar mumpung dia nggak ada kuliah hari ini..!" ucap Arini.
Fajar mendekat.
"pagi, om.." sapa pemuda berparas tampan dengan kulit putih bersih itu.
Calvin memasang mode seriusnya.
"hmmm..." jawabnya datar.
Fajar tersenyum kaku.
"mau berangkat kerja, om?" tanya Fajar.
__ADS_1
"enggak, mau arisan..!" jawab Calvin datar yang sukses membuat Arini setengah mati menahan tawanya. Sedangkan Fajar jadi kikuk dibuatnya.
Pemuda itu nampak menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya.
"bapak, kemarin kita udah janjian mau pergi berdua. Jalan jalan aja. Mumpung Fajar nggak kuliah hari ini. Bolehkan, pak?" tanya Arini meminta ijin.
"iya, om. Kita mau jalan jalan deket deket sini aja, kok. Udah lama kita nggak main berdua setelah lulus SMP" ucap Fajar mengimbuhi.
Calvin menatap Fajar dari atas sampai bawah dengan sorot mata menilai.
"boleh...! yang penting jangan pulang malam..! dan nggak boleh aneh aneh..! selama Arini pergi dengan mu berarti Arini adalah tanggung jawabmu...! awas saja kalau sampai terjadi sesuatu pada Arini, ku rontokkan gigimu..!" ancam Calvin dengan mode galaknya.
Arini terkekeh.
"ih, bapak apasih?! nggak jelas banget ngomongnya..!" ucap gadis yang kini diperlakukan bak tuan putri oleh Calvin itu.
Calvin menoleh ke arah sang putri.
"Ya udah..! Bapak berangkat" ucap pria berjenggot lebat itu sembari mengulurkan tangannya
"iya, pak" jawab gadis itu.
Arini meraih punggung tangan sang ayah lalu menciumnya sebagai tanda bakti. Calvin pun berlalu pergi meninggalkan tempat itu sembari melirik ke sini ke arah Fajar. Menaiki Harley mahalnya lalu melesat meninggalkan kediaman nya.
Seperginya Calvin.
"bapakmu kok serem banget sih, Rin?" tanya Fajar.
Arini terkekeh lagi.
"enggak kok..! cuma penampilan nya aja yang serem. Tapi hatinya baik banget..!" ucap Arini.
Fajar nampak bergidik. Dua bapak Arini semuanya nggak ada yang bener di mata Fajar..!
"udah yuk, kita mau kemana?!" tanya gadis itu lagi.
"ke taman, yuk. Aku mau minta bantuan kamu sebenarnya' Ucap Fajar.
"bantuan? bantuan apa?" tanya Arini menyelidik
"ada deh..! mending sekarang kamu ganti baju dulu. Ntar aku ceritain di jalan..!" ucap pemuda tampan itu.
Putri kesayangan Calvin itu hanya mengangguk. s
"oke, deh. Tunggu bentar ya. Aku ganti baju dulu..!" ucap Arini kemudian.
Gadis cantik itu lantas berlalu masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian.
...----------------...
Selamat malam
up 18:30
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰😘 8