
"haaaahh...???!!" ucap Arini kaget.
Wanita itu nampak melongo. Di amatinya laki laki yang kini duduk di hadapan nya itu dari atas sampai bawah.
Ini ayahnya?
Ayah kandungnya?
Tuan Calvin?
Arini nampak menatap heran pada laki laki itu. Ini tak seperti apa yang ada dalam pikiran Arini...! dalam otak Arini membayangkan, laki laki yang akan jadi ayah kandungnya adalah laki laki paruh baya dengan perut buncit, rambut klimis, dan kumis melintang dengan sedikit uban. Atau minimal terlihat keriput meskipun wajahnya masih terlihat tampan.
Tapi ini? Ini terlalu tampan untuk menjadi ayah Arini...!
Ya, memang. Menurut penuturan nenek Ratmi serta pak Yanto, tuan Calvin adalah sosok yang lebih muda dari ibunya. Ia adalah seorang pria yang kaya raya dan tampan. Sudah pasti laki laki itu akan melakukan berbagai perawatan untuk mempertahankan ketampanan nya. Tapi ya tidak semuda ini juga bukan? Rasanya ia tak percaya jika laki laki ini adalah ayah kandungnya.
Arini masih melongo. Menatap aneh sekaligus tak percaya ke arah pria yang kini nampak duduk dengan satu kaki terlipat di atas kakinya yang lain itu.
"kenapa?" tanya pria itu.
Arini membuka mulutnya, ingin bertanya sesuatu namun sepertinya ia kesulitan.
Pria yang mengaku bernama Diego Calvin Hernandez itu mengangkat satu sudut bibirnya.
"tu...tuan ayah saya? tuan Calvin?" tanya Arini sanksi.
"menurut mu?" tanya Diego.
Arini masih syok sekaligus kaget. Mencoba mencerna keadaan yang kini tengah dihadapinya.
"kok....kok bisa?" tanya Arini lagi.
"ya karena aku sudah menuangkan benihku di rahim ibumu...! dan jadilah kau...!" ucap Diego enteng.
Arini masih tak bergerak dengan mulut terbuka.
__ADS_1
"tapi aku sedikit kecewa..! wajahmu sangat standar..! jelek...! pasti wajahmu itu menurun dari ibumu...!! namamu juga sangat kampungan..!" ucap Diego meremehkan.
Arini tak begitu menggubris. Ia masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"apa buktinya kalau tuan adalah bapak kandung saya?" tanya Arini seolah masih belum percaya.
"kau mau bukti apa? kau tidak percaya kalau aku ayah kandungmu? kalau tidak percaya ya sudah. Kau boleh pergi dari rumah ini jika kau mau..! toh, kau lah yang mencari ku..! bukan aku...!" ucap Diego angkuh.
"tapi usia tuan? berapa usia tuan?" tanya Arini makin tak percaya.
"untuk apa kau menanyakan usiaku? apa urusanmu..?!" tanya Diego terdengar sedikit kesal.
Arini diam. Laki laki itu juga terlihat sangat angkuh. Tidak memiliki sisi kebapakan sama sekali. Lagi lagi, sangat jauh dari perkiraan nya sebelum nya.
Diego mengangkat dagunya.
"namaku adalah Diego Calvin Hernandez. Orang orang memanggilku dengan nama Diego. Tapi ibumu memanggilku dengan nama tuan Calvin. Aku mencicipi tubuh ibumu saat dia masih bekerja dirumah ini. Sikap nya yang genit dan selalu menggodaku membuatku tertarik padanya. Sampai pada akhirnya aku iseng iseng mencoba menyentuh nya. Hanya sekali, tapi langsung jadi. Ya itulah kau..!" ucap Diego terdengar terang terangan namun sedikit menyakitkan.
"ibumu bekerja di rumahku belum ada setahun, usianya saat itu dua puluh lima tahun. Sedangkan aku masih sangat muda. Laki laki bodoh mana yang sudi menikahi pembantu yang usianya jauh lebih tua dariku? itulah sebabnya aku membiarkan dia pulang dalam keadaan hamil. Aku lebih memilih untuk sering sering mengirimkan uang untukmu di kampung daripada harus menikahi ibumu" imbuh pria itu lagi.
"tapi...tapi tuan nggak kayak bapakku..!" ucap Arini.
"memang nya kau mau bapak yang seperti apa?" tanya Diego lagi. Arini hanya diam tak bisa berkata kata..
"sudahlah....! jangan terlalu dipikirkan...! aku adalah ayahmu..! kalau kau sudah tidak punya siapa siapa di kampung, maka tinggallah disini bersamaku..!" ucap Diego.
"itu pun kalau kau mau dan berjanji tidak akan merepotkan ku..!" ucap pria itu.
Laki laki itu kemudian bangkit dari posisi duduknya.
"aku adalah orang yang sibuk...! aku tahu kau pasti lelah. Istirahat lah dulu, kamarmu ada di belakang, biar nanti pelayan menunjukkan nya padamu...!"
"tidurlah dulu, kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan panjang. Tidak usah menunggu ku pulang, karena aku akan pulang larut malam" ucap Diego terdengar sedikit angkuh. Laki laki itu lantas mengayunkan kakinya. Pergi meninggalkan tempat itu diikuti sang asisten dibelakang nya.
Arini terdiam. Ia masih sibuk dengan pemikirannya dan kenyataan yang saat ini terpampang nyata di hadapannya. Bisa bisa nya Arini punya bapak modelan begitu...!
__ADS_1
Gadis itu membuang nafas kasar sembari mengucap istighfar. Ia cukup kaget dengan kenyataan yang ia dapat hari ini.
Seorang pelayan lantas datang menghampiri wanita itu.
"permisi, nona. Tuan memerintahkan saya untuk memperlihatkan kamar nona. Mari saya antar" ucap si wanita paruh baya yang merupakan pelayan di rumah itu yang berhasil membuat Arini tersadar dari lamunannya.
Arini mendongak..
"oh, iya buk.." ucap Arini. Wanita muda itu lantas bangkit. Di raihnya tas ransel itu lalu bergegas mengikuti langkah sang pelayan untuk menuju kamarnya.
.
.
.
Sementara di luar rumah. Tepatnya di halaman luas istana Diego Calvin Hernandez.
Diego berjalan menuju mobilnya, diikuti seorang pria berkemeja putih yang merupakan asisten sekaligus sahabat laki laki berparas tampan tersebut. Sam biasa ia dipanggil.
Sam membukakan pintu mobil untuk Diego. Baru saja pria yang mengaku sebagai ayah Arini itu hendak masuk. Tiba tiba...
"Go..." ucap Sam.
Diego menghentikan pergerakan nya, lalu menatap pria di samping itu.
"sejak kapan lu punya anak?" tanya Sam.
Diego mengulum senyum tipis penuh kemenangan. Tanpa mengucap sepatah katapun ia masuk ke dalam mobil itu. Membuat Sam nampak bingung dengan berbagai pertanyaan yang menari nari di kepalanya.
...----------------...
Selamat pagi,
yuk, dukungan dulu 🥰🥰😘🥰
__ADS_1