
Malam menjelang...
Saat jam menunjukkan pukul satu dini hari. Sepasang suami istri itu nampak terlelap dalam balutan tebal mereka. Seperti biasa, AC bersuhu dingin terpasang disana. Membuat Arini seolah begitu enggan untuk melepas selimut tebalnya karena saking dinginnya.
Wanita itu nampak asyik dengan tidur cantiknya. Suara dengkuran sesekali terdengar dari bibir merah muda miliknya. Hingga tiba tiba...
Tidur Arini terusik. Sesuatu merangsek masuk dalam selimut tebalnya. Mendusel dusel di sana seolah mencari tempat terhangat di ruangan ber AC dingin itu.
Arini perlahan membuka matanya. Dilihatnya disana seorang pria setengah telanj*ng meringkuk di bawah selimut tebal itu. Dengan mata terpejam dan bibir mendesis kedinginan, laki laki tampan suaminya itu nampak terus bergerak mencari cari posisi ternyaman nya. Hal yang sebelum sebelumnya tak pernah Digo lakukan, mengingat laki laki itu adalah pria pecinta hawa dingin dan tak tahan dengan hawa panas.
"daddy...." ucap Arini.
"hmmm .." ucap Digo sembari terus meringsut.
"daddy ngapain?" tanya Arini.
"dingin.." ucap pria itu lagi.
"hah?" ucap Arini yang setengah mengantuk itu sedikit heran. Tak biasa biasanya Digo mengeluh dingin.
"peluk, Rin..." ucap Digo meminta sang istri untuk memeluk tubuh tanpa kaos dan hanya mengenakan bokser itu.
Arini mengubah posisi tidurnya menjadi miring. Digerakkan nya tangan itu menyentuh kening sang suami, seolah ingin mengetahui suhu tubuh Digo.
Tidak panas. Digo sehat..!
"daddy sakit?" tanya Arini.
"enggak..!" ucap Digo.
"kok tumben ngerasa dingin. Suhu AC nya sama kok kayak biasanya" ucap Arini.
"nggak tahu..! udah ah, peluk aja. Banyak nanya kamu" ucap Digo.
Arini hanya bisa menghela nafas panjang. Ia kemudian memeluk sang suami erat, sedangkan Digo kini nampak membenamkan wajahnya di dada sang istri sambil minta dipeluk.
Entahlah, sepanjang hari sejak pagi hingga kini waktu sudah lewat tengah malam, Digo seolah berada dalam mode manja nya. Ia begitu lengket dengan Arini seolah tak mau jauh jauh wanita cantik itu.
...****************...
Pagi menjelang.....
Saat jam menunjukkan pukul enam pagi...
Wanita cantik itu nampak sibuk di menyiapkan santap pagi untuk keluarga nya di atas meja makan. Membantu sang bibik yang sudah bangun sejak sebelum subuh tadi.
Ayah dan suaminya masih di dalam kamar. Beluk ada tanda tanda kedua pria itu keluar dari kamar mereka.
Saat Arini tengah sibuk dengan aktifitas menata sarapan nya, tiba tiba...
hoooeeeeekkkk......
hoooeeeekkkk.......
Suara itu terdengar dari kamar pribadi Arini di lantai dasar, tak jauh dari meja makan.
Wanita cantik itu menajamkan pendengarannya.
"siapa itu, bik?" tanya Arini pada sang ART.
"sepertinya tuan Diego, non. Suaranya terdengar dari kamar nona.." ucap si bibik.
"daddy...!" ucap Arini khawatir. Dengan langkah cepat ia pun berjalan mendekati kamar itu.
__ADS_1
Ceklek....
Dibukanya pintu kamar bernuansa biru tersebut.
"daddy....!!" ucap Arini memanggil manggil nama sang suami.
"hooooeeeeekkkk ......."
Suara itu terdengar lagi. Dari dalam kamar mandi yang tertutup pintunya itu.
Arini pun mendekat. Diketuknya pintu kamar mandi itu beberapa kali.
tok...tok....tok.....
"daddy....!!" ucap Arini.
"daddy kenapa?" tanya nya lagi.
Digo tak menjawab.
Hoooeeeeekkkk......
hoooeeeekkkk.......
Suara itu terus terdengar dari dalam sana. Wanita itu nampak menggerakkan handle pintu kamar mandi nya, berusaha untuk membuka nya, namun tidak bisa, Digo menguncinya dari dalam.
Sungguh, Arini khawatir. Sepertinya suaminya itu sedang tidak baik baik saja sejak kemarin.
Tidak mau makan, malas malasan, terus terusan meludah, malam kedinginan, dan sekarang Digo muntah muntah.
Jangan jangan masalah lambung yang diderita pria itu kambuh lagi? pikir Arini.
Ceklek.....
Pintu kamar mandi terbuka. Seorang pria dengan tubuh hanya berbalut bokser nampak ambruk di kaki wanita itu. Tubuhnya terasa lemah. Seolah tak punya daya dan kekuatan apapun untuk sekedar bangkit.
Pria itu baru saja memuntahkan seluruh isi perutnya. Perut yang bahkan semalam sama sekali tak terisi makanan.
Arini berjongkok di samping sang suami.
"daddy kenapa?" tanya wanita itu.
"nggak tau...! lemes banget...! bangun tidur perut daddy mual..!" ucap pria itu lemah.
"daddy sakit deh, kayaknya. Dari kemarin nggak kayak biasanya. Hari ini nggak usah kerja, ya. Kita ke dokter.." ucap Arini.
"nggak bisa, baby. Daddy udah terlalu sering ninggalin kerjaan..." ucap Digo.
"tapi kayaknya daddy nggak enak badan. Jangan dipaksain kerja kalau lagi sakit, dad" ucap Arini.
"daddy nggak apa apa, sayang. Cuma mual dikit aja. Ntar juga sembuh kok.." ucap Digo lemah.
"sembuh gimana, orang daddy lemes gitu..!" ucap Arini khawatir.
"atau kita panggil dokter nya daddy aja. Yang waktu daddy sakit nanganin daddy" ucap Arini lagi.
Digo menggelengkan kepalanya. Membuat Arini hanya bisa membuang nafas kasar.
"udahlah, daddy mau mandi..." ucap Digo kemudian bangkit dari duduknya. Arini pun membantu pria itu.
"siapin baju daddy ya..." ucap Digo.
Arini hanya mengangguk. Digo lalu berjalan menuju kamar mandi dan kembali menutup pintu itu.
__ADS_1
Arini lantas menyiapkan baju kerja sang suami.
Sayuk sayuk terdengar suara Diego yang kembali muntah muntah hebat di dalam kamar mandi itu.
Arini hanya bisa menghela nafas panjang. Mau bagaimana lagi, Diego juga tidak mau untuk cuti kerja sehari saja.
Arini lantas membawa setelan jas dan kemeja di tangannya itu ke ranjang lalu meletakkan nya disana. Tak lupa, sebuah parfum mahal kesukaan Diego ia semprotnya di kemeja dan jas mahal milik pria tampan itu.
Tak lama, Digo keluar dari kamar mandi. Dengan sebuah handuk terlilit di pinggang, pria itu nampak berjalan dengan malas mendekati sang istri.
"daddy ganti baju dulu, ya. Arin bikinin teh hangat buat daddy, biar perutnya mendingan" ucap Arini.
Digo hanya mengangguk.
Arini kemudian berlalu pergi keluar dari kamar itu menuju dapur guna membuatkan teh hangat untuk sang suami.
Sedangkan di dalam kamar, Digo mulai mengenakan celana d*lamnya. Melepaskan handuk putih yang melingkar di pinggangnya kemudian melemparnya asal. Diraihnya sebuah kemeja putih yang sudah Arini disiapkan lalu mengenakannya seperti biasanya.
Namun tiba-tiba....
Digo menghentikan pergerakannya. Sebuah bau menyengat kini terasa masuk menusuk lubang hidungnya. Membuat perut yang sejak pagi kurang baik-baik saja itu seolah kembali bergejolak hebat.
"bau apaan nih?" ucap Digo sembari celingukan mencari cari sumber aroma yang terasa menjijikkan baginya itu.
Mual diperut kembali ia rasakan. Sesekali ia nampak bersendawa, menahan sesuatu yang seolah ingin merangsek keluar dari mulutnya itu agar tak tumpah.
Tak menemukan sesuatu yang aneh yang kiranya menjadi sumber bau menyengat itu, Digo lantas menggerakkan lengannya, mendekatkan hidungnya pada lengan kemeja putih mahalnya itu. Kemudian....
Hoooeeeeekkkk......
Diego melepaskan kemejanya. Membuang kain itu asal kemudian berlari ke dalam kamar mandi. Menuju wastafel, dan kembali mengeluarkan semua isi dalam perut nya.
Tolonglah, apa yang terjadi pada pria itu?
...----------------...
Selamat siang
up 12:08
yuk, dukungan dulu....
...
🔥Two Bad Boys and The Bastard Girl🔥
Dia adalah gadis yang besar di tengah tengah keluarga kriminal.
Ayahnya seorang penjudi, ibunya penjual minuman keras, sedangkan ia adalah pelayan
di sebuah tempat hiburan malam.
Takdir Tuhan mempertemukannya dengan seorang pria matang. Si pria berniat menjodohkan dirinya dengan putra semata wayangnya yang di kenal santun, cerdas, dan pendiam.
Otak licik didikan orang tuanya bekerja. Dalam benaknya, menikah dengan anak rumahan akan membuatnya bisa berkuasa atas diri suaminya.
Namun rupanya ia salah. Ia justru terjebak di antara manusia manusia dengan watak yang sama sekali tak pernah ia duga sebelumnya.
Apa yang akan terjadi padanya?
__ADS_1