My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 45


__ADS_3

Tingg....


pintu lift terbuka...


Arini yang sudah berada di lantai atas tempat dimana ruangan sang Diego berada itupun lantas keluar dari kotak besi raksasa tersebut.


Gadis itu nampak mengayunkan kakinya dengan cekatan. Meskipun wajahnya terlihat ditekuk.


Lagi lagi ayahnya pesan makanan dalam jumlah yang cukup besar. Dua paket makan siang dengan menu andalan, masih ditambah berbagai minuman dan makanan lain sebagai camilan. Benar benar tak tahu cara berhemat...! padahal Arini setengah mati mengelola keuangannya agar tetap bisa hidup. Ini malah bapak anehnya itu seenaknya membelanjakan uang hanya untuk sekali makan.


Ia jadi ragu, apa bener Diego dalam kondisi kesulitan ekonomi? Segala tingkah lakunya tidak menunjukkan orang yang sedang kesusahan..! Jangan jangan Diego bohong selama ini...! jangan jangan hal itu tak pernah terjadi..! pikir Arini sambil berjalan.


Wanita muda cucu almarhumah nenek Ratmi itu lantas mendekati sebuah meja di samping pintu ruangan ayah kandungnya itu. Dimana disana, terdapat seorang wanita yang nampak duduk di kursi kerjanya. Menghadap seorang pria dewasa berbadan atletis yang nampak menyandarkan tubuhnya di pinggiran meja sembari memainkan rambut panjang si sekretaris. Keduanya nampak bercengkrama. Tangan si perempuan bahkan dengan berani meraba dada bidang si pria yang sepertinya sangat Arini kenal.


Kek nya lagi pada pacaran tuh mereka...! pikir Arini.


Gadis belia itupun mendekat.


"permisi, pak, buk..! Delivery...." ucap gadis itu membuat sepasang pria dan wanita itupun menoleh.


Klik....!


Sesuai perkiraan Arini...! laki laki itu adalah si om seram, Samuel..!


"baby....." ucap Sam yang mendudukkan tubuhnya di pinggiran meja itu.


Carissa pun sontak menoleh kearah pria tersebut.


"om...." ucap Arini. Arini sama sekali tak kaget. Sam dan Diego kan memang satu kantor. Jadi wajar jika ia akan bertemu dengan Sam di tempat ini.


Carissa menatap Sam dan Arini bergantian. Sedangkan Sam kini nampak tersenyum sumringah melihat kedatangan gadis belia yang mungkin tengah menjadi bidikan selanjutnya bagi seorang Samuel itu.


"kalian saling kenal?" tanya Carissa.


Arini nampak diam. Ia mulai berfikir keras menggunakan otak nya yang tak terlalu brilian itu. Ia tak mungkin kan bilang bahwa ia mengenal Sam lantaran Arini adalah anak kandung Diego. Bisa dilelepin ke liang lahat beneran dia nanti sama bapaknya yang unik dan ajaib...!


"em, kita .........."


"tetanggaan...!" ucap Sam dengan cepat memotong dan mencarikan alasan yang simpel untuk menutupi jati diri Arini. Laki laki itu seolah tahu apa yang ada di otak gadis belia itu.


Arini melongo. Sam melirik nakal ke arah Arini seolah mengisyaratkan 'kau berhutang budi pada ku'.


Arini pun hanya bisa mengangguk.


"i, iya, kita tetanggaan, buk.." ucap Arini.


"tapi kok, manggilnya...baby..?" tanya Carissa.


"panggilan akrab aja. Kalau di lingkungan rumah dia sering dipanggil baby..." ucap Sam santai sambil tersenyum. Laki laki itu lantas kembali melirik ke arah Arini yang hanya bisa pasrah.


Arini nyengir.


"oh, oke..." ucap Carissa percaya.

__ADS_1


Mereka pun diam sejenak.


"ya udah, kamu langsung masuk gih ke ruangan pak Digo. Beliau sudah nungguin kamu dari tadi. Yang pesen dia, jadi nanti kamu minta uang nya sama dia juga ya..." ucap Carissa sambil tersenyum.


"oh, iya, buk. Kalau begitu, saya langsung ke dalam dulu.." ucap Arini.


Carissa hanya mengangguk.


"hati hati, baby..." ucap Sam sambil terus menatap genit ke arah Arini.


Gadis itu nyengir lagi.


Tolonglah, laki laki itu terlalu menggelikan untuk Arini..!


Arini mencoba tak menggubris. Gadis belia itupun lantas bergegas pergi meninggalkan meja kerja Carissa. Berjalan menuju ruangan CEO yang merupakan ruangan pribadi ayah kandungnya sendiri.


tok....tok.....tok......


pintu diketuk.


"masuk..!"


Suara itu menggema dari dalam ruangan.


ceklek....


pintu dibuka dari luar. Arini masuk lalu menutup kembali pintu kusen itu dari dalam.


Gadis itu lantas mendekati meja kerja sang ayah.


"apa pelayanan di resto itu memang seburuk itu?!!" tanya Digo saat melihat kedatangan Arini.


Gadis itu tak menjawab. Ia meletakkan box berisi pesanan Digo itu di atas meja kerja lelaki itu.


"mau makan dimana, dad?" tanya Arini mengabaikan ucapan sang ayah.


"apa kau tahu, Arini, daddy mu ini sudah hampir mati kelaparan karena menunggu makan siang ini...!!" ucap Digo lagi belum puas menumpahkan kekesalan nya karena merasa terlalu lama menunggu.


"tau gitu aku datang dua jam lagi. Pasti udah almarhum..." cicit Arini sepelan mungkin sambil mengeluarkan aneka makanan itu dari dalam box.


"bicara yang keras....!!" ucap Digo lantang.


"maaf..!" jawab Arini sedikit ngegas.


Digo menatap kesal kearah putrinya itu.


"namanya juga orang kerja, dad. Pelanggan yang minta delivery tuh banyak. Arin kan juga harus nganter kemana mana...! ya maaf kalau lama" ucap Arini.


"alasan.." jawab Digo.


"lagian daddy juga ngapain minta harus aku yang nganter..? Kan banyak pelayan lain...! kenapa mesti nungguin aku?!" tanya Arini sambil sibuk mengeluarkan berbagai makanan pesanan sang ayah. Kini meja itu sudah penuh dengan makanan.


"ya suka suka daddy lah..! kan daddy bayar..! tugasmu hanya mengantar dan nurut apa kata pelanggan..! dasar tolol...!" ucap Digo tak mau kalah.

__ADS_1


Arini hanya menghela nafas panjang. Sabar, Rin..! namanya juga orang tua..!


"ya udah, nih, Arin udah tata semua..! daddy tinggal makan..!" ucap gadis itu.


Digo tak menjawab. Ia masih menatap datar kearah sang putri.


Arini mulai merogoh waist bag nya. Mencari cari nota harga yang harus Diego bayar. Namun tiba tiba....


"suapi...!" ucap laki laki itu tanpa mengubah posisi duduk nya. Membuat Arini mendongak seketika menatap pria itu.


"whaat?!!"


"NGGAK USAH SOK ENGGREEESS...!!!" ucap Digo lantang membuat Arini mengerucutkan bibirnya.


"nggak ah ..! apaan sih daddy, kayak anak kecil deh minta disuapin segala..!! nggak ada, nggak ada...!! Arin buru buru masih banyak kerjaan...! udah buruan nih, bayar...! Arin laper mau makan siang ..!" ucap Arini sambil menyodorkan nota harga itu.


"ciiihh...! sok sibuk sekali kau?! aku tidak mau bayar kalau kau belum menyuapiku..!" ucap Digo angkuh sambil melipat kedua lengan nya di depan dada dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerja itu.


"daddy, apaan sih, dad..! Arin banyak kerjaan nggak usah aneh aneh deh...! Arin laper...! ntar sakit lagi loh ini...!! ntar deh di rumah Arin suapin..! kalau perlu ntar mau bobok Arin puk puk biar tidurnya nyenyak..! tapi nggak sekarang...! Arin lagi kerja ini..." rengek Arini dengan mimik wajah yang terlihat begitu menggemaskan. Kesukaan Diego.


"tapi daddy maunya sekarang...!!"


"daddyyyyyyy.....!!" rengek Arini.


Digo mengangkat satu sudut bibirnya. Ia lantas bangkit sambil merapikan jas nya.


"oke..! tidak apa apa kalau kau tidak mau menyuapi daddy mu...!" ucap Digo sambil menghentikan langkahnya. Berdiri tepat di hadapan Arini yang nampak bersungut. Keduanya kini nampak berdiri saling berhadap hadapan dan saling menatap satu sama lain.


"tapi jangan salahkan daddy, kalau setelah ini daddy akan kasih penilaian bintang satu atas kinerja kamu. Buruk...!" ucap Digo dengan penekanan di akhir kalimat nya.


"yah, jangan dong...!" ucap Arini.


"ya makanya suapi dulu...! nggak usah protes..!" ucap Digo.


Arini bersungut.


Laki laki itu lantas mengayunkan kakinya menuju sebuah sofa panjang yang berada di ruangan itu.


"pindah semua makanan itu kesini. Aku mau makan disini..!" ucap Digo membuat Arini lagi lagi harus ekstra sabar menghadapi laki laki yang katanya ayah kandungnya itu.


"sabar Ya Allah...! sayang orang tua...!!" ucap Arini pelan sembari mengelus dadanya seolah mencoba menyemangati dan memberi kesabaran pada dirinya sendiri.


"Arini...!!!!" bentak Digo kemudian.


"iya...!! Ya Allah...sabar napa sih, dad? asam urat loh marah marah mulu...!!" ucap Arini kesal.


Ia pun lantas membawa semua makanan yang sudah ia tata di atas meja itu, memindahkannya ke sebuah meja rendah di depan sofa yang kini Diego duduki.


...----------------...


Selamat malam....


udah crazy up ini

__ADS_1


yuk, di dukung dulu. Banyakin like, komen, vote, dan hadiah nya. Jangan lupa juga di kasih penilaian bintang 5 nya 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2