
Siang menjelang,
Sebuah motor sport merah milik Fajar nampak berhenti di lahan parkir sebuah resto kenamaan tempatnya dan seorang gadis cantik yang dibonceng nya itu mengais rezeki.
Ya, hari ini Fajar dan Arini berangkat kuliah dan bekerja bersama sama. Itu lantaran motor trail milik Arini masih di bengkel sekarang, mengingat semalam sempat mogok di depan minimarket, dan sang ayah baru mengambil nya pagi tadi lalu membawanya ke bengkel.
Alhasil, untuk hari ini, gadis itu hanya bisa menumpang pada sahabat nya itu untuk berangkat dan pulang kuliah.
Arini melepaskan helm pink nya. Begitu pula Fajar yang melepaskan helm full face warna merahnya. Sepasang muda mudi itu lantas masuk ke dalam resto tempat keduanya mengais rezeki itu untuk mulai bekerja.
Dilihatnya di dalam resto itu. Bangku bangku disana nampak sudah dipenuhi para pengunjung. Mengingat ini memang sudah masuk jam makan siang, maka sudah bisa dipastikan akan ada banyak orang yang menghabiskan waktu makan siang mereka di resto itu.
Arini dan Fajar terus berjalan. Fajar didepan, diikuti Arini dibelakang. Keduanya melangkah hendak menuju loker mereka di bagian belakang resto guna berganti pakaian. Hingga tiba-tiba....
"baby .."
Suara itu mengalun dengan manis, membuat kedua anak muda beda gender itupun lantas menoleh ke arah sumber suara.
Dilihat nya disana seorang pria dewasa berjambang tipis dengan kemeja putih nan rapi nampak berdiri disana. Menatap dengan senyuman khas yang nakal dan menggoda ke arah Arini yang kini nampak melongo itu.
Ya, itu Sam..!
Laki laki itu menghampiri Arini dan Fajar.
Fajar menoleh ke arah Arini. Sepertinya ia pernah melihat laki laki itu, tapi ia tak hafal siapa sosok di hadapannya itu.
"om Sam.." ucap Arini.
Sam kembali mengulum senyum.
"apa kabar, baby?" tanya Sam.
Arini mengangguk.
"baik, om" ucap gadis itu.
"udah lama aku nggak lihat kamu. Kamu sekarang makin cantik" ucap pria itu sembari menggerakkan tangannya hendak menyentuh beberapa helai rambut gadis itu. Namun sang gadis dengan cepat mengelak, meringsut kan tubuhnya pada tubuh Fajar.
"kamu masih lucu aja dari dulu" ucap Sam kemudian.
Arini hanya tertawa kaku.
"om ngapain disini? lagi makan siang ya?" tanya Arini.
"iya, sama Diego juga. Kebetulan ketemu temen temen SMA nya Digo juga tadi. Tuh..." ucap Sam kemudian menunjuk ke salah satu bangku diakhir kalimat nya.
__ADS_1
Arini pun mengikuti arah yang Sam tunjuk. Seketika mata bulat itu menajam. Dilihat nya disana pria tampan itu nampak berbincang dengan dua wanita disisi kanan dan kirinya. Penampilan nya mewah dan berkelas. Digo nampak tertawa tergelak sembari sesekali menghisap rokok ditangannya. Ketiga manusia itu terlihat sangat akrab. Membuat gadis belia itu entah mengapa merasa kesal dibuatnya.
"baby...." ucap Sam.
Arini menoleh.
"kamu kenapa?" tanya Sam.
"enggak..! nggak apa apa..!" ucap gadis itu.
"ya udah ya, om. Arin mau ke belakang dulu. Ganti baju..!" ucap Arini kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah masam. Ia bahkan meninggalkan Fajar yang masih berada di tempat itu.
Hal itupun tak luput dari perhatian Sam. Kenapa gadis itu?? kenapa mendadak jadi judes begitu? pikir Sam.
Fajar berlari menyusul Arini. Sedangkan Sam kini kembali ke bangkunya. Dimana Diego tengah duduk disana, bersama dua orang wanita yang merupakan teman satu SMA Diego dulunya. Sebenarnya tadi ia hanya datang bersama Digo saja. Namun tiba tiba dua orang wanita menghampiri dua pria tampan berpenampilan rapi itu. Rupanya mereka adalah teman semasa SMA Digo.
Mereka satu sekolah, namun bukan seangkatan lantaran dua wanita itu adalah kakak kelas Digo. Satu diantara mereka bahkan adalah mantan pacar Diego. Namanya Ratu. Dulu, wanita itu memang sempat menjalin asmara dengan sang Diego. Namun berakhir setelah berjalan kurang lebih lima bulan. Ya...pacar sewaktu SMA.
Sam mendekat. Duda tampan itu lantas duduk disamping Ratu.
"kamu darimana aja?" tanya wanita cantik dengan penampilan elegan khas wanita kelas atas itu pada Sam.
"abis dari toilet.." ucap Sam santai.
Ratu hanya tersenyum.
Diego yang menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sambil memainkan ponselnya itu nampak melirik ke arah Sam.
"Arini" ucap Sam.
Digo seketika nampak antusias. Ia lantas menoleh ke kiri dan ke kanan.
"mana?" tanya Digo.
"baru masuk tadi" ucap Sam.
"Arini siapa?" tanya Ratu seolah ingin berbaur dengan obrolan dua pria itu.
"bukan siapa siapa. Temen aja..." ucap Digo santai. Ratu hanya mengangguk.
Keempat manusia itu lantas kembali terlibat perbincangan santai. Hanya obrolan biasa selayaknya obrolan seseorang ketika bertemu teman lama. Saling menanyakan kabar lalu sedikit bernostalgia. Walaupun Sam bukan teman satu sekolah mereka, namun sepertinya laki laki itu juga tidak kesulitan untuk berbaur dengan tiga orang itu. Sam memang dikenal sangat mudah akrab dan enak diajak ngobrol. Apalagi jika lawan ngobrolnya perempuan.😁
Cukup lama mereka saling berbincang. Hingga saat ini jam sudah menunjukkan pukul setengah dua siang. Kedua wanita itu pun berpamitan untuk pulang.
Digo mengangkat satu telapak tangannya, memanggil seorang pelayan restoran disana. Seorang pelayan muda nan cantik berambut hitam panjang dengan seragam oren datang mendekat.
__ADS_1
Wajahnya terlihat masam. Menatap kesal kearah Diego yang kini nampak mengembangkan senyumannya pada dua wanita teman SMA nya itu.
"boleh minta bill nya?" tanya pria itu tenang sambil tersenyum ke arah si pelayan, Arini.
Arini lantas menyodorkan sebuah buku kecil berisi nominal harga yang harus Diego bayar. Diego menerima buku itu lalu kembali menoleh ke arah teman teman nya kemudian kembali asyik berbincang dengan mereka.
"eh, Go, inget nggak, dulu waktu kita masih sering jalan bareng, pernah ya satu waktu kamu hampir berantem sama pelayan resto.." ucap Ratu menceritakan momen momen yang dulu pernah terjadi di antara mereka.
Digo yang masih memegang bill di tangannya itu lantas tertawa mendengar ucapan wanita itu.
"oh, iya bener...! pernah tuh..! salah paham doang sebenarnya..! hahaha..." ucap pria itu yang kemudian disambut dengan celotehan dari Ratu, menceritakan tentang Diego yang sempat hampir baku hantam dengan seorang pelayan resto karena di tuduh tak bisa bayar. Suasana kembali hangat di meja itu. Membuat si pelayan yang masih berdiri di sana nampak makin kesal dibuatnya. Tapi sepertinya, Digo tidak menyadari nya.
Diego merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan sebuah kartu kredit sebagai alat pembayaran nya. Pria itu menyodorkan kartu itu tanpa menoleh ke arah Arini, membuat gadis itu makin kesal dibuatnya.
Hingga....
seeeeetttt......
Arini menyahut kartu itu dengan kasar. Membuat Digo yang masih asyik berbincang dengan teman temannya itupun kaget dibuatnya.
Arini sudah berlalu pergi. Digo menatap punggung gadis itu dengan perasaan penuh tanya.
Ada apa dengan Arini? pikir Digo.
"em, bentar ya. Gue kesana bentar." ucap Diego pada para teman temannya itu. Sam dan kedua teman temannya itu hanya mengangguk. Diego lantas setengah berlari menuju meja kasir,
guna mencari keberadaan Arini.
...----------------...
Selamat sore,
up 16:34
yuk, dukungan dulu...
Sebelum nya author mau minta maaf ya semuanya. Berhubung besok sudah mulai memasuki bulan puasa, mungkin author nggak bisa up se efektif biasanya. Author akan tetap up tiap hari, tapi mungkin akan lebih banyak up sehari sekali. Tapi kalau bisa akan tetep diusahakan dua kali sehari. Kalau bisa.....
Mengingat bulan puasa cuma datang sekali dalam setahun, jadi author juga pengen memperbanyak ibadah.
Jadi mohon maaf ya, mungkin mulai besok up nya kurang efektif. Semoga nggak pada kabur🙈🙈
Sekali lagi Author minta maaf atas ketidak nyamanan nya.
Selamat menjalankan ibadah puasa untuk yang menjalankan nya, teman teman semua. Mohon maaf jika selama ini ada salah salah kata. Semoga puasa kita diberikan kelancaran dan keberkahan.
__ADS_1
Terimakasih...❤️❤️