
02:00 Dini hari...
tiinnn....tiinnn.....
Pak Asep, satpam rumah Diego terjingkat kaget dari tidurnya. Dengan segera ia bangkit dari kursi kayu panjang tempat nya merangkai mimpi mimpi indahnya malam ini.
Laki laki paruh baya berseragam satpam itu lantas mendekat ke arah pagar besi tinggi menjulang disana. Dilihatnya di sana seorang pria berpenampilan preman bertubuh kurus nampak berdiri di balik pagar, sedangkan seorang lagi, pria berambut gondrong nampak menunggu di atas motor besar miliknya.
Pak Asep yang memang baru bekerja di rumah itu sejak di bangunan tersebut di tempati oleh Diego pun nampak menatap penuh curiga ke arah dua pria itu.
Dari tampilannya, sepertinya mereka bukan orang baik baik. Jangan jangan rampok..! pikir pak Asep.
"malam, pak" ucap Ivan.
"malam..." jawab pak Asep sembari memasang mode gagah dengan tujuan jika memang dua orang do hadapan nya ini adalah orang jahat, maka mereka akan mengurungkan niatnya untuk melakukan kejahatannya di rumah ini.
"saya mau bertemu yang punya rumah ini. Ada?" tanya Ivan baik baik.
Pak Asep menatap penampilan laki laki itu dari atas sampai bawah.
"memangnya ada perlu apa, ya? kok lewat tengah malam malam begini nyari tuan rumah sini?" tanya Pak Asep.
"ada yang mau kami bicarakan. Bisa tolong panggilkan?" tanya Ivan lagi.
Pak Asep makin merasa curiga.
"maaf, tuan sedang tidak ada di rumah" ucap Pak Asep.
"kemana?" tanya Ivan.
"ya, mana saya tau" jawab pria berseragam satpam itu dengan sedikit meremehkan.
Calvin yang memang sudah lelah itupun turun dari kendaraan roda dua nya. Di dekatinya pagar besi itu serta Ivan dan pak Asep dengan sorot mata mengerikan bak sesosok iblis yang hendak menghajar satpam itu.
"mana Diego?" tanya Calvin dingin, membuat pak Asep yang semula ingin terlihat gagah kini justru nampak ciut.
"tu, tuan Diego belum pulang.." ucap pak Asep.
.
.
__ADS_1
.
seeeeetttt...!!
Calvin menggerakkan tangannya. Menerobos masuk ke sela sela jeruji pagar itu lalu dengan kasarnya meraih kerah baju satpam tersebut dan menariknya, membuat dada pria itu pun membentur pagar rumah mewah tersebut.
Seketika itu juga pak Asep pun makin ciut.
"panggil bajing*n itu sekarang..!" ucap pria itu dingin penuh penekanan.
Wajah satpam setia Diego itupun langsung pucat pasi.
"tu, tuan Digo belum pulang.." ucap pak Asep.
"jangan bohong....!!!!!!” bentak bapak kandung Arini itu.
"be, be, beneran, bang, eh..pak, eh..om..!" ucap pak Asep ketakutan. Sungguh, laki laki dihadapan nya itu benar benar mengerikan.
Calvin menatap tajam ke arah Asep yang masih berada dalam cengkeraman nya.
"kau mau membohongi ku?" tanya Calvin dingin.
"lalu itu mobil siapa?!!" tanya Calvin lagi manakala ia melihat sebuah mobil merah serta satu jeep hitam kombinasi merah terparkir di salah satu sisi halaman luas milik Diego Calvin Hernandez itu.
"i, itu mobil nyonya Giselle sama tuan Sam. Mereka dari sore disini..!" ucap Asep.
Calvin mendorong tubuh pria berseragam satpam itu hingga jatuh tersungkur ke tanah.
"panggil mereka ke sini...!!" ucap Calvin tegas dan mengerikan.
Asep meringsut mundur.
"CEPATT...!!!!" bentak pria itu.
"i...iya...iya...." jawab satpam itu gugup. Dengan tubuh gemetar ketakutan, pria kurus itupun berlari masuk ke dalam rumah tersebut. Menemui Sam dan Giselle yang tengah berada di dalam rumah bekas milik Calvin Alexander yang kini tengah memasang mode garang di luar bangunan itu.
"nyonya...!! nyonya...!!!" ucap Asep memburu. Mendekati pria wanita yang kini nampak duduk berdua di pinggir kolam.
Sam menggerakkan tangannya, sedikit mengangkat nya seolah memberi kode Asep untuk menghentikan langkah dan ucapan nya. Dilihatnya disana Giselle nampak tengah berbincang melalui sambungan telepon dengan sang adik yang sejak sore tak ada kabar. Mimik wajah Giselle mengguratkan kesedihan dan kebingungan.
Pak Asep pun diam dan menghentikan langkahnya. Sam mendekati satpam itu.
__ADS_1
"ada apa?" tanya Sam pelan.
"tuan, diluar ada orang ngamuk ngamuk nyariin tuan Diego..!" ucap Asep.
Sam mengernyitkan dahinya.
"siapa?" tanya Sam.
"nggak tau, tuan. Orangnya serem. Mukanya brewokan, gondrong, penampilan nya kayak preman, tuan. Dia ngamuk ngamuk minta ketemu tuan Digo..!" ucap Asep.
"gondrong? berewokan?" tanya Sam memperjelas.
"iya, tuan..!" ucap Asep.
Sam mengangkat dagunya. Sepertinya itu Calvin..!
Ada apa lagi ini?! Diego hilang sejak sore, baru saja kini Giselle bisa menghubungi laki laki itu. Diego bilang dalam sambungan telepon nya dengan sang kakak tadi bahwa dia akan terbang ke luar negeri besok pagi. Sebuah kabar yang begitu mendadak dan cukup mengagetkan bagi Giselle tentunya.
Dan sekarang, Calvin datang? laki laki itu ngamuk ngamuk mencari Diego. Ada apa ini?
Jangan jangan Diego menghamili Arini? Dan Calvin datang untuk meminta pertanggung jawaban..! tapi Diego memilih untuk pergi dari kota ini dan kabur ke luar negeri untuk lari dari tanggung jawab...!!
haahh?? ada gila gilanya si Digo...! kok nekat juga anak itu?? pikir Sam terlalu jauh.
Sam menoleh ke arah pak Asep.
"biar saya yang temuin. Kamu tunggu disini, bilang sama nyonya, kalau udah selesai suruh susul saya ke depan, ya...." ucap Sam.
"baik, tuan.." jawab pak Asep.
Sam pun berlalu pergi, meninggalkan tempat itu untuk menemui Calvin yang berada di luar pagar rumah megah tersebut.
...----------------...
Selamat pagi,
up 07:50
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰🥰
Sangat di usahakan buat up 2x sehari, tapi kalau nggak bisa, ya maaf ya, namanya juga lagi puasa...😁
__ADS_1