My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 148


__ADS_3

08:30


Masih di dalam kamar biru milik sepasang suami istri baru itu.


Diego dan Arini nampak masih asyik tidur berpelukan di bawah selimut mereka. Arini terlihat begitu nyaman, membenamkan kepalanya di dada bidang pria yang kini terlihat mendekap tubuhnya penuh kasih sayang, seolah ingin memberikan kehangatan untuk wanita yang harus mulai terbiasa dengan suhu ruangan dingin khas seorang Diego Calvin Hernandez.


"eemmmmhh...." suara itu lolos dari bibir wanita cantik ber piyama panjang itu. Sebuah pergerakan Arini tunjukkan kala matanya masih terpejam.


Diego nampak mengerjab ngerjabkan matanya merasakan pergerakan dari sang istri tersebut.


Laki laki itu mulai membuka matanya. Mencoba mengumpulkan ingatan nya yang masih berjalan jalan entah kemana.


Diedarkannya pandangan mata tajam nya itu menyapu ke seluruh ruangan yang masih nampak berantakan tersebut.


Diego menatap ke arah sang istri. Dengkuran halus terdengar dari bibir merah muda kesukaan nya. Mungkin gadis itu kelelahan setelah semalam ia mengajak wanita itu berduel cukup sengit. Terlebih lagi Arini baru tidur saat jam sudah menunjukkan hampir pukul tiga pagi.


Diego mengulum senyum. Dikecupnya pucuk kepala istri tersayangnya itu dengan lembut. Laki laki itu kemudian bangkit dari ranjangnya. Tak lupa, ia meletakkan sebuah guling dalam pelukan Arini sebagai pengganti atas tubuhnya.


Di luar kamar, suara riuh tawa anak anak nampak terdengar jelas. Sepertinya keluarga pak Yanto sudah bangun.


Diego segera menuju kamar mandi yang tak terlalu luas di dalam kamar tersebut. Ia lantas mengguyur tubuh polos dengan beberapa tato itu menggunakan air mandi guna membersihkan diri.


Ah, rasanya segar sekali. Diego yang memang pecinta hawa dingin dan sejuk itu nampak asyik berlama lama di bawah guyuran air shower. Seolah ingin memanjakan tubuh tegapnya itu dengan tetesan demi tetesan air yang menyegarkan kulitnya.


Kurang lebih lima belas menit, setelah puas membasahi raganya, Diego lantas menyudahi mandi paginya yang tertunda. Diraihnya sebuah handuk putih yang tergantung di sana, kemudian menggunakan nya untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


ceklek....


pintu kamar mandi terbuka,


Diego keluar dari kamar mandi. Laki laki itu diam sejenak.


Arini sudah bangun. Dilihatnya disana sang istri nampak duduk di di atas ranjang sembari memegang sebuah cermin kecil di tangannya.


Dua kancing piyama di bagian atas nya terbuka. Arini mengarahkan kaca cermin di tangannya itu ke area dada dan lehernya, mengamati noda merah bekas keganasan Diego yang terlihat jelas disana


Laki laki itu mengulum senyum. Ia kembali mengayunkan kakinya, melangkah mendekati sang istri lalu duduk di tepi ranjang, disamping Arini. Laki laki itu kemudian menyentuh sebelah paha mulus Arini yang tertutup celana panjang.


"daddy..." ucap Arini tanpa menoleh.


"apa, baby..?" tanya Digo.


Arini menurunkan cermin nya.


"ini gimana cara nutupin nya?" tanya Arini sembari sedikit memiringkan kepalanya, seolah ingin menunjukkan luka merah keunguan bekas kebrutalan seorang Diego semalam.


Diego tersenyum. Tangannya tergerak mengusap usap lembut paha sang istri.


"ya nggak usah di tutupin.." ucap Digo.


"ihh..! ya malu lah, dad..!" ucap wanita itu.


Diego tersenyum.


"digerai aja rambutnya, pakai baju yang kerahnya bisa nutupin leher." ucap Diego lagi.


Arini hanya mengerucutkan bibirnya.


"dah, mandi sana..! bau acem...! abis itu kita makan..!" ucap Digo.


"aku makan dikamar aja..!" ucap Arini.


"kenapa?" tanya Diego.


"masih sakit dipake jalan..! aku makan dikamar aja..!" ucap Arini.


Diego terkekeh.


"ya udah, entar malem kita main lagi, pasti besok langsung sembuh..!" ucap Diego.


"iiiissshhh...!" ucap Arini ber desis dengan satu sudut bibir yang terangkat.

__ADS_1


Diego terkekeh lagi.


"mandi nggak?" tanya Digo lagi.


"iya, tapi bantuin.." rengek Arini manja sembari mengangkat kedua lengan nya seolah meminta untuk di gendong menuju kamar mandi.


Laki laki itu tersenyum lebar. Ia yang hanya mengenakan handuk sebagai penutup tubuh bagian bawahnya itu lantas mendekati sang istri.


"sini aku bantu.." ucapnya. Digo lantas menggerakkan tangannya melepaskan piyama panjang itu dari tubuh sang istri. Membuat wanita cantik itu pun kini kembali tak berbusana. Lantaran pakaian dal*m pun ia tak mengenakan nya.


Diego mengulum senyum nakal. Pria itu lantas bangkit. Di gerakannya tangan itu menyentuh dua tombol kecil di ujung benda kembar yang menggantung di dada Arini lalu menariknya.


"yuk, bangun..!" ucapnya.


plaaakkkkk....


Arini memukul ringan lengan sang suami.


"tangan nya dong yang ditarik, kalau mau bantuin..!masa itu nya yang ditarik" ucap Arini membuat Diego tergelak.


"oh iya, salah ya...!" ucap pria itu sembari melepaskan dua tombol kecil yang terlihat imut itu. Dengan gerakan cepat dan tak begitu lembut, Diego lantas meraih tubuh Arini, kemudian membopongnya bak karung beras. Membuat gadis itupun reflek menjerit.


Tangan Diego bergerak iseng lagi. Digerakkan nya satu jari tangannya, mengorek sebuah celah diantara dua bongkahan sintal di bawah pinggang Arini. Membuat gadis yang kini tengah dibopong bak karung beras itu sedikit tersentak dibuatnya.


Arini mencubit pinggang Diego, laki laki itu hanya terkekeh.


Diego lantas membawa tubuh ramping itu menuju kamar mandi. Satu tangannya bergerak lagi, melepaskan handuk putih yang sejak tadi membungkus tubuh bagian bawahnya, lalu melemparkan kain tebal itu asal. Arini yang merasakan gelagat tak enak pun lantas menepuk gemas punggung kokoh sang Diego.


plaaakkk


"ngapain dilepas?" tanya Arini.


"panas..!" jawab Digo santai.


"jangan aneh aneh deh, dad..! ini masih pagi..!" ucap Arini.


plaaaaakkkk...!


"berisik..!" ucap pria itu.


Laki-laki itu lantas membawa sang istri masuk ke dalam kamar mandi. Tak lupa, ia menutup dan dan mengunci pintu itu dari dalam.


Digo lantas menarik sebuah kursi yang berada tak jauh dari wastafel kamar mandi itu. Ia kemudian meletakkannya di bawah shower kemudian mendudukkan istrinya di sana.


Arini nampak menatap Diego dengan sorot mata menyelidik.


Mau ngapain lagi laki laki ini? pikiran Arini.


Diego meraih gagang shower yang berada di sana lalu berjalan mundur sedikit menjauh dari tubuh sang istri.


"mau ngapain?" tanya Arini kepada laki-laki yang nampak mengulum senyum nakal itu.


Diego tak menjawab. Kemudian......


wuuuuuuzzzzz.....


Diego menyemprotkan air dari shower itu ke arah Arini. Membuat gadis itu menjerit kaget di buatnya. Diego tak menggubris. Arini mencoba bangkit meskipun sedikit merasa perih di area sensitif nya itu. Ia lalu menabrakkan tubuhnya pada tubuh sang suami. Kedua manusia yang sama sama polos tak berbusana itu lantas saling berebut gagang shower. Bermain air berdua disana sambil bercanda dan tertawa lepas dibawah guyuran air mandi yang mulai turun membasahi tubuh mereka.


...****************...


10:00 pagi,


sepasang pengantin baru itu baru keluar dari kamar mereka, sambil terus bercanda, keduanya nampak berjalan menuju meja makan yang sudah tidak ada manusianya itu. Namun sepertinya sarapan untuk kedua manusia bahagia itu sudah disiapkan disana.


Arini yang berjalan dibantu sang suami itu lantas mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi meja makan tersebut.


Arini nampak celingukan,


"kok sepi?" tanya Arini.


Diego ikut mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


"bapak mana ya?" tanya Arini lagi mencari keberadaan ayah kandung kesayangan nya.


"belum bangun, kalik. Semalem kan dia nggak tidur" ucap Diego sembari mengisi piring di hadapan sang istri dengan nasi dan lauk pauk yang tersaji disana. Untuk hari ini, Diego khusus melayani istri kecilnya itu. Mengingat kondisi wanita itu masih kesulitan untuk sekedar bergerak. Ini saja sedikit dipaksa untuk berjalan ke meja makan.


Satu buah piring sudah terisi makanan dalam porsi yang cukup banyak. Diego lantas mendudukkan tubuhnya di samping Arini.


"cuma satu? daddy nggak makan?" tanya Arini.


Diego mengulum senyum.


"daddy pengen makan sepiring berdua sama kamu.." ucapnya sembari meraih sendok dan mengisinya dengan santapan pagi di hadapannya itu. Laki laki itu lantas mengarahkan sendok tersebut ke mulut Arini,


"aa..." ucapnya.


Wanita yang kini nampak mengenakan kaos kerah leher itupun lantas membuka mulutnya. Satu sendok nasi beserta lauknya berhasil masuk dengan sempurna ke dalam mulut Arini. Gadis itu nampak tersenyum bahagia. Begitu juga laki laki yang kini kembali menyendok makanan dan memasukkan nya ke dalam mulutnya sendiri itu.


Ketika keduanya tengah asyik dengan santap pagi mereka...


"kalian sudah bangun?" tanya seorang wanita bertubuh subur yang datang dari ruang tamu rumah itu.


Itu Bu Yati, istri pak Yanto..!


"ibuk..." ucap Arini.


Bu Yati tersenyum.


"habisin makanan nya, tadi ibuk yang masak di bantuin sama pembantu kamu" ucap Bu Yati.


Arini dan Diego hanya tersenyum.


"kok sepi, buk. Bapak belum bangun?" tanya Arini.


"bapak kamu lagi keluar sama pak Yanto. Mau beli tiket buat pulang kampung besok" ucap Bu Yati.


"ibuk udah mau pulang? kok buru buru?" tanya Arini.


"ya kan adik adik kamu juga harus sekolah, Rin. Ini kan mereka pada ijin..." ucap Bu Yati.


"nggak bisa diundur dua atau tiga hari lagi, buk? nanti bareng aja sama kita. Kita juga mau ke sana, Arini kangen kampung nya. Nanti kita bareng aja pake pesawat.." ucap Diego.


"iya tuh, boleh..! dari pada berangkat sendiri sendiri, buk" ucap Arini.


Bu Yati nampak berfikir.


"ya, kalau ibuk sih, ngikut pak Yanto aja, Rin, gimana baiknya.." ucap Bu Yati.


"ya udah, mending sekarang ibuk telfon pak Yanto aja, sebelum kebeli tiketnya. Bilang aja, kalau saya ngajakin pulang bareng" ucap Diego.


"iya deh kalau gitu. Ibuk telfon bapak dulu" ucap Bu Yati yang kemudian pamit undur diri guna menelfon suaminya.


Arini tersenyum manis menatap sang suami.


"ngapain liatin gitu?" tanya Diego sembari melahap makanannya.


"daddy baik deh.." ucap Arini.


"dari dulu, baby. Kamu aja yang nggak sadar.." ucap Diego sembari kembali menyuapi istrinya.


Arini berdecih.


"tapi entar kita minta ijin bapak dulu, ya. Kan kita belum ngomong ama bapak" ucap Arini.


"iya, ngomong aja sama bapak kamu. Dia pasti ngijinin kok.." ucap Diego santai.


Arini mengangguk sambil tersenyum. Keduanya lantas kembali melanjutkan santap pagi mereka yang tertunda.


...----------------...


Selamat pagi, salam subuh


up 04:44

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰


__ADS_2