
Malam menjelang di sebuah ruang televisi rumah dua lantai milik Calvin Alexander.
Sepasang ayah dan anak itu nampak duduk berdua di depan televisi besar rumah itu. Si wanita yang merupakan tuan putri di bangunan yang kian hari kian terasa nyaman dirasa oleh penghuninya itu kini nampak bersandar manja di pundak sang ayah.
Acara komedi menjadi pilihan keduanya. Arini nampak begitu nyaman dipeluk oleh pria berjambang dan berambut gondrong itu sembari memangku sebuah toples berisi pilus berwarna putih itu.
Tawa terdengar dari mulut keduanya. Terlihat begitu akrab dan hangat sebagai sepasang ayah dan anak yang sedarah.
tak...tak...tak....
Langkah kaki seorang pria dewasa terdengar menapaki anak tangga. Berjalan menuju ruang televisi yang berada di lantai atas rumah itu.
Arini dan Calvin menoleh. Itu Diego..! iya datang dengan satu kotak tisu di tangan kiri, dan ponsel di tangan kanannya.
seeeeetttt...
Digo mendudukkan tubuhnya di samping sang istri.
"dad..." ucap Arini masih dalam posisi bersandar di pundak sang ayah.
"hmmm..." jawab Digo masih dengan menatap layar ponselnya.
"daddy tadi belum makan, loh.." ucap Arini.
Digo tak menjawab.
"makan dulu, dad. Mau aku pesenin makan diluar aja?" tanya wanita itu lagi pada sang suami yang memang belum makan malam ini. Diego hanya makan beberapa potong buah tadi di meja makan saat Arini dan Calvin menyantap makan malam mereka. Sudah kenyang, katanya.
Alhasil kini Arini yang dibuat khawatir. Ia tak mau suaminya tidur dalam keadaan lapar malam ini.
Digo tak menjawab. Ia terlalu fokus dengan ponsel menampilkan rujaknya dengan sang kakak membuatnya tidak begitu mendengar ucapan yang sang istri lontarkan.
Digo meraih beberapa lembar tisu. Menempelkannya di mulutnya guna menampung saliva yang ia keluarkan dari bibir merahnya. Pria itu lantas menggulung berapa lembar tisu itu lalu melemparkannya ke tempat sampah yang berada tak jauh dari tempat duduknya.
Calvin mengernyitkan dahinya. Jorok banget...! pikir sang mertua.
"dad...." ucap Arini lagi yang tak mendapat jawaban dari suaminya.
Digo menoleh.
"apasih, sayang..." ucap Digo manis.
"daddy belum makan..." ucap Arini.
"daddy belum laper..! entar aja kalau laper daddy cari sendiri.." ucap Digo lagi.
Arini hanya diam.
__ADS_1
Diego kemudian menggerakkan tangannya meraih kepala sang istri yang tergeletak di pundak Calvin. Dipindahkan nya kepala berambut panjang itu, agar bersandar manja di pundaknya.
"sini dong, pala nya..! masa kesitu, kan ini suaminya..." ucap Digo membuat Arini terkekeh.
Calvin yang mendengarnya nampak berdecih memalingkan wajahnya. Arini kembali fokus pada layar televisi. Tawa kecil kembali terlontar dari bibir merah mudanya. Sedangkan Digo masih fokus berbalas pesan dengan sang kakak yang katanya siang tadi mampir di restoran depan gedung Hernandez Group. Tapi sampai sore, wanita itu tidak datang menemui Digo di kantornya. Hal itupun membuat Digo bertanya tanya, kemana dan ada perlu apa kakaknya datang ke resto itu tapi tidak mampir ke kantornya. Itu sangat jarang dilakukan oleh Giselle..!
Alhasil kini Digo pun nampak memborbardir sang kakak dengan berbagai pertanyaan melalui pesan yang ia kirim.
Digo meraih beberapa lembar tisu lagi. Menempelkan nya di bibir, meludah, lalu melemparkan gulungan tisunya ke tong sampah.
Calvin diam diam kembali meraih kepala Arini. Membimbing nya lagi agar bersandar di pundaknya. Arini hanya menurut. Ia masih fokus dengan layar tv nya.
Merasa sebuah kepala hilang dari pundaknya, membuat pria itupun menoleh.
"ck..! ape sih lu..!" ucap Digo sembari kembali meraih kepala istri dan menempelkan nya di pundak nya.
Arini hanya terkekeh. Begitu pula dengan Calvin.
"lagian kamu nurut banget..! pala kamu tuh cuma buat daddy..!" ucap Digo posesif.
"iya iya..." ucap Arini lagi menurut.
Digo lantas menggerakkan tangannya. Membelai lembut pucuk kepala sang istri dan menyudahi aksi berbalas pesan nya dengan Giselle. Sesekali ia nampak memainkan rambut panjang itu, menggulung nya menggunakan jari telunjuknya.
Digo kembali meraih beberapa lembar tisu. Melakukan hal yang sama lagi seperti yang ia lakukan tadi.
Ketiga manusia itu kemudian kembali menikmati acara televisi itu.
Hingga tiba tiba...
Calvin terdiam. Sebuah tangan terasa menyentuh rambut gondrong nya yang terurai. Menarik nariknya dengan iseng. Membuat pria gondrong itupun tak nyaman kemudian menoleh ke arah sebelahnya.
Dilihatnya disana, sebuah tangan berbulu halus nampak memainkan rambut ikal panjangnya. Menggulungnya menggunakan jari telunjuk miliknya dengan begitu santai.
Ya, itu adalah tangan Diego. Pria itu nampak memainkan rambut mertuanya itu tanpa menoleh. Entah sadar atau tidak, tapi sepertinya sih, nggak sadar...!
Calvin nampak mengangkat dagunya.
"Go..!" ucap pria itu
Digo tak merespon.
"Go..!" ucap Calvin lagi.
Digo berdecak kesal.
"apa sih?" tanya pria itu sembari menoleh ke arah sang mertua.
__ADS_1
"tangan mu, anak mantu..!" ucap Calvin sambil menunjuk jari telunjuk Digo yang masih menggulung rambut ikalnya.
"lho...!!" ucap Digo kaget sembari menarik jarinya dari sana.
Arini nyengir.
"daddy ngapain mainin rambutnya bapak?" tanya wanita itu.
"enggak...! daddy kira tadi rambut kamu..!" ucap Digo.
Calvin berdecih.
"tangan jelalatan...!" ucap pria itu.
"diem lu..! berisik..!" ucap Digo kesal.
Arini hanya menggelengkan kepalanya samar. Gini amat komunikasi menantu dan mertua.
...----------------...
Selamat malam
up 20:27
yuk... dukungan dulu
.....
Author punya rekomendasi bacaan baru...
cusss.... mampir..!
🔥Two Bad Boys and The Bastard Girl 🔥
Dia adalah gadis yang besar di tengah tengah keluarga kriminal.
Ayahnya seorang penjudi, ibunya penjual minuman keras, sedangkan ia adalah pelayan
di sebuah tempat hiburan malam.
Takdir Tuhan mempertemukannya dengan seorang pria matang. Si pria berniat menjodohkan dirinya dengan putra semata wayangnya yang di kenal santun, cerdas, dan pendiam.
Otak licik didikan orang tuanya bekerja. Dalam benaknya, menikah dengan anak rumahan akan membuatnya bisa berkuasa atas diri suaminya.
Namun rupanya ia salah. Ia justru terjebak di antara manusia manusia dengan watak yang sama sekali tak pernah ia duga sebelumnya.
Apa yang akan terjadi padanya?
__ADS_1