
Siang mulai menjelang, disebuah mall besar di kota itu.
"yang mana yang bagus, Rin?" tanya Fajar.
Gadis belia berparas manis itu memilih milih aneka bentuk boneka yang terpajang di rak toko mainan itu.
"yang itu bagus, Jar..!" ucap Arini sembari menunjuk sebuah boneka pink berukuran jumbo yang nampak duduk cantik di salah satu sudut rak besi itu.
"pink itu?" tanya Fajar.
Arini mengangguk.
"oke..!" jawab pemuda itu yang kemudian memanggil seorang karyawan toko disana untuk mengambilkan boneka beruang pink itu, lantaran tempatnya berada di bagian atas rak bertingkat itu.
Boneka yang sudah diambil pun lantas dibawa ke kasir. Fajar mengeluarkan sejumlah uang dari dalam dompetnya guna membayar sebuah boneka serta beberapa pernak pernik lain yang ia ambil dari barisan rak bersusun di toko itu.
Selesai, kedua anak muda itu lantas keluar dari tempat tersebut.
Arini melenggang dengan santai. Sedangkan Fajar nampak sumringah sembari menggendong boneka beruang besar itu.
"Rin, tunggu..!" ucap Fajar.
Arini dengan tas selempang kecil berwarna hitam dipundak itu nampak menoleh.
"apa?" tanya Arini.
Fajar mendekat. Merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan selembar uang lima puluh ribuan pada gadis itu.
"kamu jalan jalan sendiri dulu, ya..! kemana kek..! aku mau menjalankan misi ku dulu...! ntar kita ketemu di parkiran..! jangan pulang kalau aku belum WA kamu..!" ucap Fajar.
"Jadi ceritanya kamu mau enak enakan pacaran, terus aku kamu tinggal gitu?! kok pinter kamu, Jar?" tanya Arini kesal.
"ya masa iya kamu mau ikut, Rin? bisa salah paham dia nanti kalau kamu ikut..!" ucap Fajar lagi membuat Arini nampak kesal dibuatnya.
"aku nggak lama, kok..! nggak jauh juga, cuma di taman depan doang..!" ucap Fajar.
__ADS_1
Ya, semalam kedua anak muda ini memang sempat berbalas pesan. Fajar mengatakan bahwa ia menyukai seorang gadis teman kuliahnya dan berniat ingin menyatakan cintanya pada gadis itu namun tidak tahu, harus diberikan apa sebagai hadiah.
Pemuda itupun akhirnya meminta bantuan pada Arini. Ia mengajak sahabat nya itu untuk menemani dan memilihkan hadiah dalam rangka untuk menyatakan cintanya pada sang gadis pujaan hati yang di ketahui bernama Mentari itu.
Bodoh dan polosnya Arini, ia mau mau saja menuruti permintaan Fajar. Dan kini, setelah Fajar mendapatkan hadiah untuk menyatakan cintanya pada Mentari, pemuda itu memberikan uang sebesar lima puluh ribu pada Arini dan meminta gadis itu untuk menepi sejenak. Mau kemana terserah, yang penting nanti saat hendak pulang gadis itu kasih kabar. Lantaran kini Fajar ingin menjalankan misinya meraih hati Mentari. Ia tak mau Arini ikut. Momen 'nembak cewek' nggak boleh di recoki oleh cewek lain.
Arini mendengus kesal. Emang kampret si Fajar..! tau gini Arini ogah ikut dengan pemuda itu...!
Dengan wajah judes, disahutnya selembar uang lima puluh ribuan itu dari tangan Fajar.
"cepet ya..! awas kalau lama lama..! aku samperin kalian..!" ucap Arini mengancam.
"iya, iya..! bawel..! aku duluan ya, Rin..! doain sukses..!" ucap Fajar sembari berlari menjauh dari gadis itu.
"bodo amat...!" jawab Arini judes.
Fajar menghilang. Arini lagi lagi mendengus kesal. Gadis yang kini ditinggalkan sendiri itu lantas mengayunkan kakinya, berjalan sesukanya entah kemana sembari mengedarkan pandangannya menatap ke segala arah.
Hingga....
kruuuukk... kruuuukk.....
Arini pun kembali mengayunkan kakinya. Menuju ke sebuah tempat makan yang menjual menu khusus ayam yang berada di dalam area mall besar tersebut.
Gadis belia itupun mulai berbaris. Mengantri dengan para pengunjung lain guna memesan makan siang di meja penjual tempat tersebut. Antrian cukup panjang, lantaran saat ini memang bertepatan dengan jam makan siang. Sehingga membuat tempat makan tersebut nampak ramai dipenuhi para pengunjung, baik yang antri maupun yang sudah duduk di bangku dan menyantap makanan pesanan mereka.
Arini nampak memainkan ponselnya sembari menunggu antrian berjalan. Dibelakang nya, satu demi satu pengunjung mulai mengular memperpanjang antrian makan siang itu.
"selamat siang, mau pesan apa, kak?" tanya seorang karyawan wanita disana pada Arini yang kini sudah berdiri di baris paling depan setelah hampir sepuluh menit mengantri.
"em, saya pesen paket original nya aja satu ya, kak. Sama French fries nya satu" ucap gadis itu memilih menu original yang terdiri dari satu potong ayam goreng, nasi, dan es teh itu.
"baik, mau di bungkus atau makan sini..?" ucap si pelayan sembari mencatat makanan pesanan gadis itu.
"makan sini aja" ucap Arini.
__ADS_1
"mohon maaf atas nama siapa?"
"A..............."
.
.
.
"Diego..!"
degggghhhh...!
...----------------...
selamat pagi,
dikit dulu ya, lanjut nanti sore...
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰
Aku punya rekomendasi bacaan tamat nih,
kisah putri terhormat yang besar di sarang pelac*ran..👇👇👇👇
***Istri Kedua Tuan Leon
Terlahir dari rahim seorang wanita tuna susila membuatnya di kucilkan banyak orang.Dianggap sebagai sampah masyarakat,manusia rendahan sebagai mana pekerjaan sang ibu yang di anggap hina penuh dosa.
Gadis suci yang terlahir dari rahim seorang wanita yang di anggap kotor.Mungkin itu perumpamaan yang tepat bagi Aleta Balqis Aqilah.
Garis hidup yang tak berpihak padanya,mempertemukan dirinya dengan sosok pria angkuh dengan segala sikap dan tindak tanduknya yang begitu bengis dan arogan.Dipaksa menikah tanpa cinta dan dijadikan istri kedua membuat Aleta harus berjuang mati matian menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan rumah tangganya.
Pernikahan yang tak diinginkan itu juga berhasil menguak sisi lain yang tak pernah terduga tentang siapa Aleta dan suaminya, Leonardo Alfindo Ganada.
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka***...?