
Diego nampak kembali menarik nafas panjang guna menetralkan kegugupannya. Tanpa sadar, keringat dingin mulai membasahi kening hingga pelipisnya. Tangannya gemetar. Ia benar-benar gugup..!
Sedangkan di hadapannya, Arini dan Calvin nampak duduk bersebelahan dalam posisi yang sama. Menyandarkan tubuh mereka di sandaran sofa, menekuk satu kaki di atas kaki yang lain dengan kedua lengan yang dilipat di depan dada. Sorot matanya datar menatap ke arah Diego, seolah menunggu ucapan apa yang ingin disampaikan oleh pria tampan yang sepertinya baru saja bangun dari goa itu.
Sungguh, hal yang demikian justru berhasil membuat Diego makin tak karuan.
"ck..! lama banget..!" gerutu Arini pelan sembari berdecak kesal.
"sssttt...." ucap Calvin sembari menyenggol lengan Arini menggunakan sikunya, seolah menegur ucapan yang keluar dari mulut mungil gadis itu.
Diego menarik nafas panjang, lalu membuangnya.
"sa, em.. maksudnya, kedatangan saya kesini, saya mau minta maaf sama kalian..." ucap Diego dengan suara yang terdengar bergetar. Antara gugup, malu, merasa bersalah, semua bercampur menjadi satu. Diego benar benar menjatuhkan harga dirinya saat ini. Tak ada keangkuhan, tak ada kesombongan, tak ada sikap ngeyel, jumawa dan merasa tinggi seperti yang selama ini laki laki itu tampilkan.
Diego membuang jauh jauh itu semua. Meminta maaf kepada pria yang dulu sempat ia jebloskan ke penjara. Yang selama bertahun-tahun disebutnya sebagai pembunuh.
Tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa ia akan sudi melakukan hal seperti ini. Lebih tak terbersit lagi manakala tanpa ia sadari, bahwa rupanya manusia yang berhasil membuatnya melakukan hal demikian hanyalah sosok gadis kecil dan polos. Gadis yang dulunya ia sebut sebagai biang kerok atas kematian Steffi. Gadis polos yang dulu ia sebut haram untuknya. Gadis dengan sejuta hal menarik dalam dirinya yang rupanya bisa menjungkir balikkan akal pikiran Diego. Membuat pria itu seolah setengah gila mengejar ngejar maaf dan cinta gadis itu.
Calvin yang mendengar ucapan Diego itu nampak mengangkat dagunya. Sedangkan Arini hanya diam, menatap laki laki itu datar dari atas sampai bawah lalu kembali lagi ke atas, dan seterusnya.
"sa, saya mengakui kesalahan saya selama ini, pada kalian" ucapnya lagi.
"saya sadar, saya bodoh. Saya menyesal.." ucapnya.
Diego makin menunduk. Arini tak bergerak. Sedangkan Calvin mengangkat dagunya. Jujur, ia cukup mengapresiasi keberanian laki laki itu yang datang ke tempat ini seorang diri guna meminta maaf. Mengingat betapa angkuh, sombong, dan tololnya Diego selama ini. Adalah hal yang cukup patut diacungi jempol kala ia berani datang ke tempat ini dan mengakui kesalahannya. Ya, meskipun butuh waktu yang panjang untuk membuatnya datang kemari.
Calvin tersenyum samar.
__ADS_1
"jika ini mengenai Steffi dan masa lalu kita, maka sejujurnya aku tidak pernah merasa membencimu. Jujur saja, Diego, selama ini, segala tuduhan yang kau lontarkan padaku hanya kau anggap sebagai ucapan anak kecil. Kau tidak tahu apapun."
"maaf jika kau tersinggung, tapi memang begitu yang ku rasakan.." ucap Calvin.
"aku sudah mengatakan padamu tentang apa yang sebenarnya terjadi di antara aku dan Steffi di bandara bukan? itu lah yang sebenarnya terjadi.."
"sangat jauh dari apa yang kau pikirkan selama ini. Aku selalu diam selama bertahun-tahun lamanya, aku tidak pernah mengungkapkan apa yang terjadi di antara kami, bukan hanya padamu, tapi juga pada semua orang, termasuk orang tuaku sendiri. Karena bagiku, rumah tanggaku itu adalah ranah pribadiku, tidak perlu orang lain tahu dan ikut campur mengenai rumah tanggaku, termasuk borok di dalamnya sekalipun" ucap Calvin membuat Diego makin menunduk.
"tapi kau ingin mendengar lebih jauh, apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga ku dan wanita idaman mu itu, kau bisa tanyakan pada putriku, dia sudah tau semuanya. Bukti juga ada, masih aku simpan jika memang kau ingin melihatnya. Biar semua jelas dan tidak ada lagi kecurigaan diantara kita" ucap Calvin.
Diego tak bergerak. Karena jujur saja, bukan itu tujuan utamanya datang ke tempat ini. Tujuan utamanya datang ke tempat ini adalah Arini, bukan Steffy..!
"tidak perlu.." ucap Diego.
Calvin diam.
"kedatangan saya kemari bukan untuk itu" tambah laki laki itu.
"lalu?" tanya Calvin.
"saya hanya ingin meminta maaf pada anda, juga putri anda. Untuk semua kesalahan saya selama ini. Dan lagi, ada satu lagi yang ingin saya sampaikan pada anda" ucap Digo.
"apa?" tanya Calvin.
Diego diam sejenak. Arini masih diam.
Pria tampan itu menarik nafas panjang. Lalu....
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
"saya ingin menikahi putri anda"
.
.
.
deeeeegggghhhh.....
...----------------...
Selamat pagi,
__ADS_1
up 09:41
yuk, dukungan dulu...semoga nanti bisa up lagi...🥰