My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 160


__ADS_3

daaaaaaaggggggghhhhh.....!


.


.


.


Ucapan Bu Tri berhenti seketika. Semua yang berada disana terlonjak kaget. Sebuah kaki kokoh menendang pintu mobil dengan kasarnya hingga sedikit penyok. Arini berbalik badan. Semua mata tertuju ke arah sumber suara. Dilihatnya disana dua pria nampak berjalan mendekati kerumunan ibu ibu itu dengan raut wajah garang dan sorot mata tajam seolah tengah dikuasai amarah. Ya, itu adalah Calvin dan Diego..! Mereka datang mendekati tukang sayur itu saat melihat sang tuan putri tercinta tengah dalam masalah menghadapi seorang ibu ibu kampung.


Para ibu ibu yabg tengah berbelanja itu sebagian nampak mundur. Dua pria itu terlihat mengerikan.


"bapak, daddy..!!" ucap Arini.


seeeeetttt.....


Diego menarik tubuh ramping sang istri lalu memeluknya erat seolah ingin memberikan perlindungan pada wanita yang belum ada satu minggu dinikahinya itu. Arini meringsut, seolah menemukan tempat ternyaman untuk ia berlindung.


Sedangkan Calvin, laki laki itu berjalan mendekati bu Tri dengan raut wajah yang terlihat begitu mengerikan. Sorot matanya bak iblis, dan makin menyeramkan dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas.


Bu Tri nampak bergetar. Ia ingin meminta tolong tapi tak ada keluarga nya di sini.


Calvin mengikis jarak dengan wanita berjilbab merah itu.


"coba katakan sekali lagi tentang saya, putri saya, dan ibunya..! saya ingin dengar..!" ucap Calvin dingin tepat di hadapan Bu Tri. Laki laki itu nampak sedikit menunduk, lantaran postur tubuhnya yang jauh lebih tinggi dan besar di bandingkan ibu dari mantan pacar Arini itu.


Bu Tri berusaha menyembunyikan ketakutan nya di hadapan Calvin.


"apa?! ngomong apa? tanyain aja sama anak anda..! saya ndak ada waktu buat ngeladenin kalian...! mending saya pulang, masak buat anak dan suami saya..!" ucap Bu Tri setengah mati menyembunyikan kegugupan nya. Wanita itu kemudian berbalik badan dengan membawa sayur mayur belanjaannya. Berniat untuk membawanya ke tukang sayur dan membayarnya. Namun tiba tiba...


plaaaaakkkk......

__ADS_1


seeeeeetttt.....


Calvin menampik sayur mayur di tangan Bu Tri. Membuat aneka bahan makanan yang berada di tangan wanita itu pun jatuh terhempas ke tanah. Wanita paruh baya itu kaget. Ia kembali berbalik badan menatap ke arah Calvin. Namun belum sempat ia melayangkan protes, Calvin kembali menggerakkan satu tangan kekarnya. Di raihnya leher wanita itu, lalu didorong nya hingga membentur bodi samping mobil bak terbuka itu.


Semua menjerit. Wajah Bu Tri seketika menjadi pucat pasi karena takut. Laki-laki di hadapannya itu sangat mengerikan.


"bapak..!" ucap Arini hendak mendekati sang ayah. Tapi Diego buru-buru menahannya, dan kembali memasukkan wanita itu dalam dekapannya.


"daddy, itu bapak..!" ucap Arini yang takut jika sang ayah lepas kontrol pada bu Tri.


"ssstt..udah, nggak papa...! ibu ibu itu nggak akan mati, kok" ucap laki-laki itu menenangkan sang istri sembari mengusap usap rambut pucuk kepala sang istri.


Sementara Calvin dan Bu Tri.


"lepasin saya...! jangan macam-macam kamu sama saya...! saya bisa laporin kamu ke polisi dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan..!" ucap Bu Tri membentak.


Alih alih takut, Calvin justru makin mengeratkan cekikan nya pada wanita itu.


"sebelum anda melakukannya, saya akan pastikan bahwa anda tidak akan pernah bisa bicara lagi seumur hidup anda..! dan setelah itu saya yang akan melaporkan anda atas tuduhan perbuatan yang tidak menyenangkan, karena sudah berani menghina putri saya selama bertahun-tahun lamanya...!" ucap Calvin tenang namun mengerikan.


"saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya..! siapapun yang berani menyentuh dan menyakiti putri saya, maka saya tidak akan pernah tinggal diam..! ini peringatan pertama untuk anda dan juga semua yang ada di sini..! berani kalian macam-macam lagi dengan putri saya, saya pastikan satu dari anggota tubuh kamu akan terlepas dari tempatnya...!" ucap Calvin mengerikan.


Bu Tri nampak murka.


"saya ndak takut...! kamu pikir kamu siapa??!! saya akan adukan hal ini sama anak dan suami saya...! sebentar lagi anak saya akan jadi orang sukses..! dia akan diterima bekerja di perusahaan besar di kota, namanya Hernandez Group..! lihat saja...! saya akan adukan ini semua sama dia...! saya akan laporkan kamu ke polisi, karena kamu sudah berani kurang aj*e sama saya..! ini kekerasan..! dan kamu sudah melakukan pengancaman terhadap saya...!!!" ucap Bu Tri seolah ingin menunjukkan bahwa ia tidak takut dengan laki laki dihadapan nya.


Calvin menyeringai, begitu pula Diego yang mendengar ucapan Bu Tri.


Calvin manggut manggut...!


"oh, hebat sekali..! saya jadi tertarik..! adukan semua ini pada anak dan suami anda..! katakan pada mereka, saya, dan menantu saya, menunggu di rumah...!" ucap Calvin sembari menoleh sejenak ke arah Diego yang tal lepas memeluk sang Diego yang kini nampak tersenyum angkuh.

__ADS_1


Para warga yang menyaksikan adegan itu dan mendengar ucapan Calvin itu lantas saling berbisik. Oh, ternyata Arini sudah menikah..! dan laki-laki tampan itu adalah suaminya..! pikir para warga.


Bu Tri tak menjawab. Calvin lantas meraih seikat bayam di sana, lalu dengan penuh pemaksaan, dimasukkannya sayuran hijau itu ke mulut Bu Tri, seolah ingin menyumpal nya. Wanita itupun berontak. Calvin kemudian melempar tubuh itu hingga jatuh tersungkur ke tanah.


"bilang pada suami dan anak anda, saya menunggu kedatangan mereka..! terutama anak laki laki anda yang sangat anda bangga banggakan...!!!" ucap Calvin.


Laki laki itu kemudian mundur, lalu berbalik badan.


"kita pulang, sayang" ucap laki laki itu sembari mengacak acak lembut pucuk kepala putrinya yang masih berada dalam dekapan sang Diego.


"iya, pak" jawab Arini.


Ketiga manusia itupun berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut. Saat dalam perjalanan menuju rumah...


Arini mendongak, menatap wajah suaminya..


"daddy.." ucap Arini.


"ya..." jawab Digo.


"Hernandez Group..?" tanya Arini.


Laki laki itu menyeringai. Lalu menoleh ke arah sang istri.


"kita punya mainan baru, sayang" ucapnya.


Arini diam tak menjawab. Diego mengecup pucuk kepala wanita itu sambil terus berjalan menuju kediaman mereka.


...----------------...


Selamat pagi

__ADS_1


up 05:25


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰


__ADS_2