
Pagi menjelang....
Sepasang ayah dan anak yang tengah menanti kelahiran anak serta cucu pertama mereka itu kini nampak berjalan bergandengan tangan. Menyusuri jalanan kompleks perumahan yang lengang untuk sekedar menghirup udara pagi yang masih terasa segar.
Ya, sesuai dengan anjuran dari dokter kandungan yang mereka temui kemarin di rumah sakit, sebagai seorang wanita hamil, Arini memang dianjurkan untuk sering jalan jalan pagi.
Harusnya Digo sebagai suami Arini lah yang harusnya menemani wanita itu jalan jalan keliling komplek. Namun karena Digo belum bangun lantaran semalaman tak bisa tidur akibat kedinginan, alhasil Calvin lah yang pagi ini menemani sang putri untuk sekedar jalan jalan pagi.
"udah jam enam, nak. Balik yuk. Ntar suami kamu bangun muntah muntah, lagi." ucap Calvin.
Arini mengangguk.
"iya, pak .." ucap wanita itu.
Arini yang nampak berjalan tanpa menggunakan sendal itu pun lantas mengayunkan kaki putihnya, melangkah menuju rumah nya yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri kini.
Tangan mulus itu terus digandeng sang ayah. Keduanya berjalan bersama menuju kediaman mereka sambil sesekali bercanda dan tertawa ringan.
"assalamualaikum...." ucap wanita cantik itu saat memasuki bangunan berlantai dua tersebut.
Tak ada sahutan. Arini lantas berjalan menuju kamarnya. Menghampiri sang suami yang tadi ia tinggalkan dirumah sendiri saat masih tertidur.
ceklek...
pintu kamar terbuka....
Dilihatnya di sana ranjang sudah kosong. Digo sudah tidak berada disana. Hanya ada selimut dan sprei kusut serta bantal guling yang nampak berserakan tak beraturan di atasnya.
"daddy...." ucap Arini memanggil sang suami.
hooooeeeeekkkk.....
hooooeeeeekkkk....
suara itu terdengar dari dalam kamar mandi yang nampak terbuka pintunya itu. Wanita itu mendekat...
Dilihatnya di sana, di wastafel kamar mandi, Digo nampak kembali berjibaku mengeluarkan seluruh isi perutnya. Laki laki itu kembali muntah-muntah dengan hebatnya. Membuat Arini nampak iba melihatnya. Wanita itupun mendekat, diraihnya pundak sang suami lalu memijat mijatnya dengan telaten seolah membantu sang Digo agar merasa lebih baik.
buuuuuggghhhh....
Digo ambruk. Ia lemah. Pria itu meringis di atas lantai kamar mandi.
Arini berjongkok di samping sang Diego yang seolah sudah tak mampu lagi bersikap angkuh.
"udah mandi belum? keluar, yuk, kalau udah mandi. Aku bikinin teh anget.." ucap Arini lembut.
"lemes, sayang..." rengek Digo.
"sabar, ya.. mungkin dedek bayi lagi pengen main-main sama daddy nya..." ucap Arini.
"ini sih bukan main-main namanya..! ini nyiksa..!" ucap Digo lemah.
"namanya juga bawaan bayi, dad. Yang sabar, ya..!Yuk, Aku bantu bangun. Udah mandi belum?" tanya Arini.
__ADS_1
Digo menggelengkan kepalanya.
"lagian kamu habis dari mana, sih? Aku bangun kamu udah nggak ada..!" ucap Diego sembari bangkit dari posisi duduknya dibantu sang istri.
"habis jalan-jalan pagi sama bapak, dad. Kan kata dokter Arin harus sering-sering jalan. Jalan jalan pagi kan baik buat ibu hamil" ucap Arini.
"ntar siang kita ke mall, yuk" ucap sang Diego.
"ngapain?" tanya Arini.
"kita belanja perlengkapan baby" jawab laki-laki itu sambil melepas bokser nya di hadapan sang istri.
Arini terkekeh.
"Ya ampun, dad..! itu tuh masih lama banget..! ini aja belum ada sebulan loh usia kandungan nya, masa udah mau beli perlengkapan bayi?! nantilah kalau udah mau lahiran." ucap Arini sembari mengusap-usap perut ratanya.
"Ya nggak apa-apa..! kan sekalian..! jawab Digo sembari menyentuh perut yang kini menjadi tempat bersemayamnya calon buah hatinya itu.
"nggak boleh, daddy..! kata orang, pamali..! nanti aja, ya.. kita belanja bareng-bareng kalau perut aku udah gede.." ucap wanita itu sambil tersenyum.
Digo hanya mengulum senyum manis.
"Ya udah deh, terserah kamu. Tapi pokoknya nanti siang kamu harus ke kantor daddy. Kita pergi berdua. Daddy lagi pengen jalan jalan berdua sama kamu" ucap Digo sembari membelai rambut panjang sang istri.
Arini tersenyum.
"iya..." jawabnya.
"oke, kalau gitu sekarang karena kamu udah ada di sini, kamu harus bantuin daddy..!" ucap laki-laki itu.
"bantuin apa?" tanya wanita hamil tersebut.
Digo mengulum senyum nakal di tengah tengah wajahnya yang pucat.
"mandiin..! daddy lemes, mommy..." rengek pria itu manja.
Arini tergelak.
"apasih?!!" ucapnya sambil memukul lengan sang suami.
Sepasang suami istri itupun nampak hanyut dalam candaan ringan mereka di dalam kamar mandi tersebut. Keduanya pun lantas membersihkan diri bersama-sama sebelum memulai aktivitas pagi mereka. Hanya mandi loh ya..! nggak lebih...! daddy lagi mual, lagi males buat ngelakuin aktivitas lain😁😁
...****************...
Tak berselang lama,
Sekitar dua puluh menit berada di kamar mandi dan berganti pakaian, Digo nampak keluar dari kamarnya dengan setelan jas lengkap yang terlihat rapi dan gagah meskipun wajahnya masih terlihat pucat.
Digo menatap ke arah meja makan, dimana Arini sudah berada di sana untuk menyiapkan santap pagi. Sedangkan Calvin, sepertinya pria itu belum turun dari kamarnya.
buuuuuggghhhh....
Digo menjatuhkan tubuhnya di ujung anak tangga rumah itu. Tak terlalu jauh dari meja makan tempat dimana sang istri kini tengah berada. Ia nampak memejamkan matanya. Digo sepertinya enggan mendekati meja itu. Hanya akan membuat perutnya kembali mual ini akan makin mual lagi karena bau bau masakan yang menyengat.
__ADS_1
Arini mendekat. Membawakan secangkir teh untuk pria tampan kesayangannya itu.
"minum dulu, dad..!" ucapnya sembari menyerahkan cangkir berisi teh hangat buatannya itu. Digo pun menerimanya.
"parfumnya palsu..!" ucap Digo kesal sambil menyandarkan kepalanya di tiang tangga.
Arini mengernyitkan dahi nya.
"parfum apa?" tanya Arini.
"parfum yang dibeliin Sam kemarin...! palsu itu...! bikin eneg baunya..!" ucap Digo protes.
"palsu gimana? ya nggak mungkin lah, dad. Aku tuh udah bilang sama om Sam, toko dan merk nya. Om Sam belinya juga di toko itu kok, sama kayak aku biasa beli buat bapak...!" ucap Arini.
"tapi itu beda baunya, baby...! si Sam aja yang tolol, nggak bisa beli parfum yang bener...!" ucap Digo kesal.
"daddy......." ucap Arini mengingatkan sang suami untuk menjaga ucapannya.
"nggak usah berantem...! itu bukan masalah parfumnya. Tapi emang anak kalian yang nolak parfum itu. Tuh anak maunya ama bapak, bukan ama parfum nya..!" ucap Calvin yang tiba tiba datang dari arah belakang. Berjalan menuruni tangga dari lantai dua tempat dimana kamar pribadinya berada.
Digo dan Arini menoleh ke arah sang ayah. Laki laki itu kemudian duduk di samping Digo yang nampak lemas. Bahkan untuk sekedar mengangkat kepalanya saja sepertinya pria itu tak sanggup.
Calvin mengulum senyum lucu di samping Digo. Arini mulai mengamati interaksi antara ayah dan suaminya itu.
"mual ya nak, ya? sini, nyender dulu di pundak bapak..." ucap Calvin menggoda.
"apesih lu?! ogah...! udah pergi sono..!" ucap Digo galak.
"nggak usah marah marah...! sini, dari pada lu lemes mulu ampe siang...!" ucap Calvin sembari menggerakkan tangannya meraih pundak Diego dan membimbing nya untuk bersandar di bahu kokoh Calvin.
Digo nampak kesal. Namun juga tak menolak. Tak bisa dipungkiri, entah mengapa aroma tubuh Calvin begitu terasa menenangkan bagi Digo yang sedang hamil, eh ngidam...!
Saat berkeringat saja Digo bisa nempel, apalagi saat Calvin sudah rapi, baru selesai mandi dan menggunakan parfum miliknya. Membuat Digo merasa makin tenang disana.
Pria mulai memejamkan matanya. Menyandarkan kepalanya di pundak pria itu sambil menghirup aroma tubuh itu dalam dalam.
Calvin dan Arini sekuat tenaga menahan tawa mereka melihat Digo yang bak anak kecil tengah minta di puk puk oleh bapaknya.
"jangan ketawa lu...! kalau bukan kerena anak gue, gue juga ogah nyender ama lu...!!" ucap Digo kesal.
"iya, iya...! udah, diem..!" ucap Calvin sembari mengusap usap kepala Digo.
"nggak usah pegang pegang...! gue bukan bayi..!" gertak Digo sambil menepis tangan Calvin.
Calvin tergelak. Begitu juga Arini. Wanita itu kemudian berbalik badan, meninggalkan kedua pria yang nampak mesra di ujung tangga itu.
"anak pinter. Tau aja kamu cara deketin daddy sama kakek kamu..." ucap wanita itu sembari mengusap usap lembut perut ratanya, seolah tengah berbicara dengan si jabang bayi.
...----------------...
Selamat pagi
up 04:53
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰🥰