
Malam menjelang,
Saat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
Netra bulat nan indah itu perlahan terbuka. Gadis cantik yang sudah sadar dari tidur panjangnya itu kini kembali membuka mata nya di tengah malam.
Arini menatap ke sekeliling nya. Sebuah ruangan yang identik dengan warna hijau dan putih. Cukup luas. Namun sangat terasa sepi. Tak ada suara apapun. Hanya ada suara detik jam yang bergerak menunjukkan detik demi detik disana yang terdengar.
Arini memejamkan matanya. Ia kembali merasakan pusing. Meskipun sudah tak sehebat siang tadi, namun cukup bisa membuat gadis itu meringis dan merintih dibuatnya.
"sssssshhhh...." gadis itu berdesis. Sebelah tangannya tergerak meremas seprei hijau itu guna menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan.
Pergerakan tangan itupun berhasil membuat seorang pria gondrong disana terbangun. Laki laki yang seharian tak pernah jauh dari Arini itupun mengangkat kepalanya saat merasakan tangan putih yang sejak semalam di genggamnya itu menunjukkan pergerakan.
"Arini.." ucap Calvin yang kemudian bangkit. Ia membungkuk. Menyentuh pucuk kepala gadis belia kesayangan nya itu.
Arini menoleh. Setitik air mata luruh dari pelupuk matanya.
"yang mana yang sakit, nak?" tanya Calvin nampak khawatir. Ia nampak celingukan seolah mencari cari dimana letak rasa sakit yang gadis kecil itu rasakan.
"bapaaakk..hiks..." ucap Arini merintih lirih.
"iya, sayang. Ini bapak disini. Yang mana yang sakit, sayang?" tanya Calvin.
"pusiiing.." cicit gadis itu dengan mata berair.
Calvin menghela nafas panjang.
"kamu disini ya. Biar bapak panggilin dokter" ucap Calvin yang lantas menegakkan posisi tubuhnya kemudian hendak berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Namun....
seeeeetttt....
Arini meraih lengan pria itu. Menahan pergerakan nya seolah tak mengizinkan pria tersebut untuk jauh jauh darinya.
"jangan tinggalin Arin lagi, pak..! hiks..." ucap gadis itu menangis.
__ADS_1
Calvin menoleh. Dadanya merasa sesak mendengar tangisan itu. Ia kembali mendekati sang putri.
"bapak cuma mau cari dokter" ucap Calvin.
"nggak mau..! jangan pergi..! hiks..!" ucap Arini lagi kini memeluk lengan sang ayah dengan posesif seolah tak mengizinkan pria itu untuk jauh jauh darinya.
Calvin membungkuk lagi.
"kenapa?" tanya Calvin.
"jangan tinggalin aku..!! hiks..! aku nggak punya siapa siapa..! aku cuma punya bapak..! jangan tinggalin aku, pak. Aku takut. Hiks..." ucap gadis itu seolah begitu takut ayahnya pergi lagi saat dirinya tengah sakit.
Calvin menghela nafas panjang. Menarik kursi yang semula diduduki nya lalu kembali meletakkan tubuhnya disana.
"bapak nggak akan pergi, nak. Bapak selalu ........" ucapan Calvin. terhenti
"Arin janji Arin nggak akan ngerepotin bapak. Arin nggak akan bikin susah bapak. Arin cuma pengen ngerasain punya orang tua. Arin cuma pengen hidup sama bapak..! Arin nggak akan minta apa apa. Arin nggak akan minta aneh aneh. Tapi bapak jangan pergi..!!" ucap gadis itu sambil menangis tersedu sedu memotong ucapan Calvin. Seolah begitu takut kehilangan ayahnya lagi.
Sungguh, sebuah ungkapan hati dari seorang anak yang sudah terlalu rindu akan figur orang tua. Ia begitu ingin merasakan dipeluk dan disayangi oleh orang tua kandungnya.
"bapak nggak akan pergi. Bapak ada disini buat kamu...! jangan nangis lagi. Bapak janji mulai hari ini bapak akan selalu ada buat kamu. Bapak yang minta maaf. Bapak sudah menyia nyiakan kamu selama ini. Jangan nangis, nak. Bapak nggak akan kemana mana" ucap Calvin menenangkan sang putri.
"jangan pergi..." rengek Arini.
"nggak..! nggak pergi..!" ucap Calvin lagi. Arini menggerakkan tangannya yang lemah lagi. Diraihnya lengan sang ayah. Dipeluknya erat seolah tak mau laki laki itu menjauh darinya barang se senti pun.
Calvin kembali mendudukkan tubuhnya.
"masih pusing?" tanya Calvin.
Arini menggelengkan kepalanya pelan. Calvin perlahan menggerakkan sebelah tangannya yang bebas. Mengusap ucap pucuk kepala sang putri agar tertidur lagi.
...****************...
Sementara itu di tempat terpisah...
__ADS_1
Disebuah kamar tamu rumah besar yang dulu sempat di tempati oleh Arini.
Seorang pria tampan nampak duduk di sebuah sofa panjang disana sembari menghisap cerutu di tangannya.
Suasana rumah sejak malam mulai menjelang terasa sepi. Hening. Hanya ada seorang Diego yang seolah bingung hendak melakukan aktifitas apa di dalam rumah yang begitu besar dan megah itu.
Ini sudah tengah malam. Namun sejak tadi matanya sama sekali tak bisa terpejam. Seolah ada sesuatu yang hilang dari dalam rumah itu yang membuatnya tak lagi memiliki rasa nyaman di dalam hunian mewahnya itu.
Di dalam kamar bekas Arini itu. Dimana barang barang pribadi sang putri palsu masih tersimpan rapi disana. Diego nampak terduduk sembari menatap nanar sebuah kotak kecil berwarna merah muda. Sebuah kotak yang rupanya berisi beberapa ikat rambut, power bank serta beberapa barang barang pribadi milik Arini. Diego menemukan kotak itu di atas nakas tadi.
Digo menatap nanar ke arah kotak itu. Dimana beberapa lembar foto dirinya dan sang putri palsu berada disana. Ia ingat betul, foto itu diambil dari sebuah foto box saat Diego mengajak Arini jalan jalan ke mall kala itu.
Diego tersenyum getir sembari menghisap rokoknya. Diraihnya selembar gambar dirinya dan Arini di sana lalu diamatinya.
"lucu sekali kamu, sayang" ucap Diego.
"apa kamu nggak kangen rumah ini?" tanya Diego seolah mengajak berbicara gambar tak hidup itu. Ia kembali menampakkan senyuman pedihnya.
"daddy kangen, baby. Daddy pengen tahu kondisi kamu" ucap Diego pilu. Diusap usapnya gambar itu. Dadanya kembali sesak.Sungguh, ia sama sekali tak menyangka rindunya bisa sebegitu besar pada gadis kecil yang dulu sempat ia benci itu.
Diego merogoh saku celananya. Mengeluarkan dompet coklat tebal miliknya lalu membukanya. Dilihatnya disana foto Steffi masih terpasang rapi dalam dompet itu. Diego menarik nafas panjang. Ia lantas memasukkan foto dirinya dengan Arini itu ke dalam dompet nya. Menutupi foto Steffi yang sudah bertahun tahun bersarang rapi di sana.
Diego tersenyum getir...
"aku mau kamu sekarang" ucapnya.
...----------------...
Selamat pagi
up 07:44
kemarin nggak jadi doble up soalnya hp keburu matoy gara gara mati listrik😁😁😁😁 jadi maaf baru bisa up sekarang. Semoga nanti bisa up lagi ya, soalnya siang+ malem agak sibuk hari ini🥰
yuk, dukungan dulu 🥰
__ADS_1