
Malam menjelang...
Disebuah rumah berlantai dua kediaman Calvin Alexander...
Pria tampan itu nampak sibuk dengan laptopnya. Mengerjakan serentetan pekerjaan yang menumpuk itu dari rumah. Sedangkan disampingnya, wanita hamil yang mulai sering bermalas malasan itu kini nampak merebahkan tubuhnya di atas sofa. Menggunakan paha kekar sang suami sebagai bantalnya. Sedangkan tangannya nampak begitu asyik keluar masuk toples, mengambil segenggam snack lalu melahapnya habis.
Satu tangan Diego bergerak, diusapnya pipi yang makin terlihat gembul itu dengan lembut.
"beeeeehhh....pipi nya.... jadi pen gigit...!" ucap Digo tanpa menoleh ke arah sang istri.
"ih, daddy..! nggak usah bahas pipi...!!" rengek Arini.
Digo terkekeh lagi. Ia kemudian kembali memfokuskan pandangan matanya ke arah layar laptop miliknya.
tak....tak.... tak,.....
Suara langkah kaki seorang pria nampak mendekat. Turun dari lantai dua rumah itu.
"Rin...." ucap Calvin. Arini bangkit dari posisi rebahan nya. Ia kemudian menoleh ke arah sang ayah, begitu juga dengan Diego. Dilihatnya di sana seorang pria gagah yang biasanya selalu terlihat bugar dan sehat itu kini nampak meringis sambil memegangi pinggangnya.
"bapak kenapa?" tanya Arini.
"lu encok, brader?" tanya Digo asal jeplak.
"daddy...! itu bapak...!" ucap Arini sambil memukul pundak suaminya.
"bodo amat..!" jawab Digo.
"Rin, bapak kenapa ya? dari tadi pinggang ama perut bapak nggak nyaman banget..!" ucap Calvin sambil meringis merasakan sakit. Ia nampak berjalan mondar mandir sambil memegangi pinggangnya sendiri. Merasakan mulas di perut yang tembus hingga ke belakang.
"bapak salah makan kali..." ucap Arini.
"wah penyakit tuh...! parah tuh..! kebanyakan ngoplos lu...!" ucap Digo sekenanya bahkan tanpa menoleh. Ia sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
"bac*t...!!" ucap Calvin kesal. Nih mantu lama-lama kurang aj*r ya...! Mertuanya lagi kesakitan dia malah seenak jidat ngomong kayak begitu. Calvin yang sejak pagi merasakan sakit tak biasa itupun benar benar dibuat kesal oleh menantu tengilnya itu.
"udah...udah...! jangan berantem..! mending kita ke dokter aja deh, pak...! Arin jadi khawatir ama bapak. Dari pagi nggak sembuh sembuh sakitnya..!" ucap Arini.
Calvin diam sebentar. Lalu mengangguk.
"iya kali ya..! ya udah yuk, anterin bapak..!" ucap Calvin.
Arini menoleh kearah sang suami.
"daddy..! anterin bapak yuk..." ucap Arini.
Digo menatap malas ke arah laki-laki gondrong itu.
"ck...! iya, iya...!" jawab laki laki itu kemudian. Digo menutup laptopnya. Ia kemudian bangkit membawa benda canggih itu masuk ke dalam kamarnya untuk menyimpannya.
Tak lama berselang, laki laki calon ayah itu keluar dari kamar tersebut sembari mengenakan sebuah jaket berwarna hijau army. Arini lantas bangkit dari sofanya. Berniat untuk mendekati sang ayah dan membawanya menuju mobil yang berada di depan rumah mereka. Namun tiba-tiba.....
.
.
.
Digo dan Calvin pun mendekat.
"kamu kenapa?" tanya Digo.
"nggak tau, ini apa..?!" tanya Arini.
"kamu ngompol, nak?" tanya Calvin.
"enggak...!! ih, bapak kalau ngomong...!" ucap Arini.
__ADS_1
"la terus...?" tanya Calvin.
Arini menggelengkan kepalanya. Tiba tiba.
"eeeeemmmmhhhh....." suara itu lolos dari bibir mungil Arini. Dua pria itu menoleh.
"kamu kenapa?" tanya Digo lagi.
Arini menggigit bibir bawahnya.
"perut Arin mules. Kayaknya Arin pen e'*k deh...!" ucap wanita polos setengah tolol itu.
Digo diam. Otaknya seketika itu juga bekerja. 0l iya pernah membaca artikel di internet mengenai ciri-ciri wanita yang akan melahirkan salah satunya adalah mengeluarkan cairan ketuban yang berwarna bening dan berlendir. Wanita hamil juga akan reflek seolah ingin mengejan dengan sendirinya diwaktu waktu tertentu pertanda si jabang bayi sebentar lagi akan terlahir ke dunia.
Arini mulai merasakan sakit. Digo bergerak sigap. Dengan cepat ia membopong tubuh sang istri. Tak peduli dengan basahnya air ketuban yang mengalir di tubuh bagian bawah sang istri.
"kita ke rumah sakit sekarang...! kayaknya kamu mau lahiran..!" ucap Digo.
Arini tak menjawab. Ia mulai membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
"pak...! bapak yang nyetir...!" ucap pria itu sembari berlari keluar rumah sambil membopong sang istri. Tanpa sadar mulut si pria angku6 itu untuk pertama kalinya menyebut kata 'bapak' pada si gondrong mantan musuhnya tersebut.
Calvin mengangguk. Ia lupa dengan sakit pinggang dan perutnya. Dengan sigap pria dewasa itu meraih kontak mobil yang tergeletak di atas meja lalu bersiap untuk mengemudikan kendaraan mewah yang terparkir di depan rumahnya itu guna membawa sang putri menuju rumah sakit.
...----------------...
Selamat malam....
Saras Dion nya libur hari ini ya...
biar ini cepet kelar. Trus pindah ke lapak mas mas misterius sebelah 😁😁😁
yuk, dukungan dulu. Yang belum mampir di karya terbaru author, silahkan mampir..
__ADS_1