My Fake Daddy

My Fake Daddy
MFD 112


__ADS_3

Siang menjelang,


Di hari pertama si gadis manis milik tuan Calvin kembali bekerja sebagai pelayan restoran.


Arini sejak pagi sibuk dengan serentetan pekerjaan nya. Hari ini belum ada jatah delivery yang Arini antar kan. Membuat gadis cantik itu sejak pagi hanya sibuk dengan aktifitas nya melayani pembeli yang makan di tempat tersebut.


Gadis itu mengusap lelehan keringat di dahinya. Sambil terus melanjutkan mengelap meja bekas makan pelanggan yang baru saja pergi meninggalkan tempat tersebut. Beberapa piring dan gelas kotor sudah ia masukkan ke dalam sebuah troli disana. Arini nampak begitu telaten membersihkan meja demi meja yang berada disana agar kembali bersih dan nyaman untuk di tempati pelanggan lainnya.


Sejak hijrah dari desa ke kota besar ini, Arini memang mendadak menjadi gadis yang rajin. Padahal dulu di kampung, ia dikenal sangat malas.


Arini selesai dengan meja meja kotornya. Gadis itu lantas meletakkan peralatan clean up nya di atas troli dan segera mendorongnya menjauh dari meja pengunjung.


Tiba tiba.....


"Arini..."


Suara itu mengalun merdu. Membuat gadis cantik itu pun menoleh ke arah sumber suara.


Dilihatnya disana, seorang wanita cantik nan anggun nampak berdiri di di hadapannya, diapit oleh dua pria dewasa berparas kebule bulean. Ya, itu adalah Giselle, Diego, dan Sam.


Giselle nampak tersenyum manis, seperti biasanya kala wanita itu berjumpa dengan dirinya. Sedangkan disamping Giselle, Sam juga nampak tersenyum manis. Berbeda dengan Diego, yang nampak diam menatap nanar ke arah gadis cantik itu. Rupanya Arini sudah mulai bekerja lagi di tempat ini. Baguslah, itu artinya mereka akan bisa untuk sering bertemu lagi, pikir Diego.


Arini mencoba mengacuhkan pria tersebut.


"kak Giselle?" ucap gadis itu.


"Rin, kamu kerja disini, sayang?" tanya wanita itu.


Arini hanya tersenyum lalu mengangguk. Ya, Giselle memang belum tahu jika rupanya jauh sebelum Arini bertemu bapaknya, gadis itu sudah bekerja di tempat tersebut.


Arini hanya mengangguk mendengar pertanyaan Giselle.


"ya ampun, kamu itu ternyata kerja disini? aku baru tahu.." ucap Giselle.


Arini tersenyum seperlunya.

__ADS_1


"iya, kak. Udah lama kok..." ucap Arini.


Gisellle nampak manggut manggut.


"ya udah, aku ke belakang dulu, kak. Mau lanjut kerja..." ucap Arini.


"oh iya," jawab Giselle. Arini hanya tersenyum kemudian berlalu menuju dapur resto itu.


"Ya Allah, calon anak gue rajin banget..!" puji Giselle di hadapan Diego dan Sam. Membuat kedua pria itupun mengernyit kan dahi mereka.


"pa'an sih lo?! nggak usah gatel jadi perempuan..!" ucap Diego kesal melihat tingkah sang kakak yang dirasa kecentilan jika sudah menyangkut tentang Calvin Alexander itu.


"apa sih, Go? makanya buru buru move on dari Steffi, biar ngerti gimana indahnya jatuh cinta ama manusia yang masih idup...!" ledek Giselle membuat Sam seketika menahan tawanya.


"ta* lu...!" ucap Digo kesal kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut untuk duduk di salah satu meja kosong disana.


Giselle dan Sam hanya mengulum senyum. Keduanya lantas mengikuti langkah sang Diego. Mendudukkan tubuh mereka di meja itu lalu mulai memesan makanan yang ada di dalam buku menu di atas meja itu.


Diego hanya diam. Ia menggunakan satu tangannya untuk menyangga dagunya. Sorot matanya nanar mengamati seorang pelayan cantik yang sejak tadi menjadi pusat perhatian nya namun sama sekali tak mau mendekat ke mejanya. Gadis itu nampak tersenyum ramah kepada para pelanggan lain, namun kemudian melengos ketika matanya tanpa sengaja tertuju pada sang Diego yang diam mengamati nya dengan telapak tangan nampak menutupi sebagian mulutnya.


Diego tak menjawab. Ia masih fokus pada gadis cantik disebelah sana.


"Go,...! lu pesen apa? lu makan nggak sih?" tanya Sam lagi.


Diego menoleh.


"samain aja ama kalian" ucap pemuda itu.


Giselle melirik ke arah sang adik. Wanita itu nampak menelisik. Mengikuti arah pandang pria itu. Fokus matanya langsung tertuju pada seorang gadis cantik yang nampak tersenyum ramah kepada para pelanggan nya itu, Arini.


"napa, Go? udah minta maaf belum? dimaafin nggak? jangan terlalu benci sama orang. Biar gimanapun juga, Arini sama bapak nya itukan calon ipar sama ponakan kamu. Nggak baik kalau kamu judes judes ama mereka" ucap Giselle sembari melirik dan mengulum senyum ke arah Digo.


Sam sekuat tenaga menahan tawa nya.


Digo nampak menatap kesal ke arah sang kakak.

__ADS_1


"gue garuk lu lama lama ya, kak..! gatel banget gue rasa sekarang lu ya..!" ucap Digo kesal.


"ya salahnya dimana? kan gue janda, Calvin duda..! nggak salah, dong...! biar Arini ada saudara. Ntar dia manggil lu om, atau uncle..." ucap Giselle.


"uncle Digo....." tambah Sam.


Duda dan janda itu tergelak. Digo makin kesal dibuatnya.


"udah ah, buruan deh pesen. Aku mau ke toilet dulu" ucap wanita cantik itu kemudian meletakkan tas serta ponselnya di atas meja kemudian bergegas menuju toilet.


Netra Diego masih terfokus pada Arini yang kini nampak menghampiri meja pengunjung sembari membawa sebuah nampan berisi beberapa makanan.


Diego kembali menghela nafas panjang. Arini berubah cuek dan masa bodoh padanya. Wanita itu seolah tak pernah menganggap Digo ada dan selalu memperhatikan nya. Hal itu benar benar membuatnya merasa tersiksa.


Digo masih sibuk dengan pemikirannya. Hingga tiba tiba ...


ting.....


Ponsel milik Giselle yang berada di atas meja berbunyi. Sebuah pesan WhatsApp masuk. Diego yang sejak tadi duduk di samping sang kakak nampak reflek melongok ke arah layar benda pipih itu.


*Calvin..


"ya, terimakasih..🙂*"


Diego melotot. Ada apa ini? Giselle dan Calvin saling berbalas pesan? Pakai ada emoticon senyum segala pula. Apa yang mereka bicarakan dalam percakapan pesan mereka?


Digo terlihat penasaran. Diraihnya ponsel itu lalu dibukanya....


"s**t..!" umpat pria itu. Ponsel di kunci..! membuatnya tak bisa untuk membuka ponsel itu dan mencari tahu lebih jauh tentang apa yang Giselle dan Calvin bicarakan melalui pesan WhatsApp.


...----------------...


Selamat malam


up 21:35

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰


__ADS_2