
Di luar cafe..
Sam nampak pasrah saja ditarik tarik tangannya oleh Digo. Mengikuti langkah pria yang sudah bertahun tahun menjadi atasan sekaligus sahabatnya itu.
"lu mau bawa gue kemana sih?!" tanya Sam.
seeeeetttt....
Digo menghempaskan tangan duda yang usianya tiga tahun lebih tua darinya itu. Ditatapnya pria itu dengan tatapan mata yang terlihat tegas.
"maksud lo apa?" tanya Digo.
"apanya yang apa?" tanya Sam.
"lu ngapain deketin kakak gua?!" tanya Digo terdengar sedikit kesal.
"bukannya gue udah pernah bilang ama lu, gue udah nemuin orang yang tepat. Gue nggak deketin. Kita dekat dengan sendirinya..!" ucap Sam menjelaskan.
Digo berdecih, seolah tak percaya.
"gue tau apa yang ada di otak lo..! lu nggak percaya ama gue, kan? gue udah bisa tebak itu, Go. Karena gue sadar, lu udah kenal ama gue lama..!" ucap Sam.
"oke, gue akui, track record gue selama berhubungan ama cewek emang..ya lu tau sendiri lah..! tapi lu juga tau kan, dari banyaknya cewek yang gue deketin, setelah gue nikah, sama istri gue yang dulu, lu tau kan, gimana gue memperlakukan dia..?" tanya Sam.
__ADS_1
"kita sama sama cowok, Go..! sebej*t bej*t nya seorang laki laki, dia pasti akan nyari wanita terbaik buat jadi istrinya. Begitupun gue..! gue punya anak, gue butuh ibu sambung yang bisa nerima anak gue nantinya..!" ucap Sam.
"begitupun kakak lo..! Dia udah punya dua anak, dia juga nggak mungkin milih gue tanpa alasan...! kita udah lama kenal, kita udah sama sama yakin, yaudah...mau apa lagi?!" tanya Sam menjelaskan pada sang calon adik ipar.
Digo membuang muka. Entahlah, ia masih ragu. Tapi memang apa yang Sam ucapkan itu tak salah. Lama ia mengenal duda itu. Sejak masih di bangku SMA saat menjadi seniornya hingga kini bekerja di satu tempat yang sama.
Sam memang sering gonta-ganti perempuan. Punya pacar pun kadang ia masih mencari lagi perempuan lain untuk sekedar tebar pesona. Tapi ketika ia sudah menikah. Maka ia berhenti. Wanita yang dulu di nikahi nya adalah adik kelasnya sendiri. Usianya hanya terpaut satu tahun. Namun semua kandas dengan alasan perbedaan prinsip diantara keduanya. Perpisahan itupun juga sang istri yang menggugat. Laki laki itu hanya pasrah, melepaskan seseorang yang memang minta di lepaskan. Membebaskan wanita yang memang merasa terkekang selama menikah dengannya.
Setelah menikah, sama seperti Calvin, Sam juga tidak lepas tanggung jawab. Ia tak henti memberikan nafkah untuk sang anak yang kini berada di luar kota bersama mantan istrinya. Komunikasi juga terus berjalan. Dan semua tetap baik hingga sekarang.
Digo nampak berbalik badan dengan kedua lengan berkacak pinggang. Keraguan masih menggelayuti pikirannya. Ia takut jika kedua manusia itu kembali gagal membina bahtera rumah tangga dan berujung sakit hati yang mungkin akan Giselle rasakan meskipun mungkin tidak lama.
"gue tau lo ragu. Tapi lo bisa pegang kata kata gue. Gue nggak akan pernah bikin kakak lo sakit hati. Gue akan jaga dia sebaik mungkin. Gue akan perlakuan dia sama seperti lo memperlakukan Arini..!" ucap Sam.
"pegang kata kata gue..! kalau sampai gue ingkar atas apa yang gue udah ucapin hari ini sama lo, maka gue siap menerima konsekuensi apapun dari lo..!" ucap Sam.
"gue menikahi kakak lo bukan hanya karena cinta anak anak ingusan atau sekedar perasaan sama sama suka doang. Gue mau nikahin kakak lo karena gue tau dia dan gue memiliki keinginan yang sama. Mulai rumah tangga baru, dengan orang yang baru. Yang bisa menerima kita dan masa lalu kita, termasuk anak anak kita dengan apa adanya..!" ucap Sam.
Digo mengangkat dagunya. Ia berjalan mendekati pria itu dengan kepala terangkat.
"gue pegang kata kata lo..! tapi kalau sampai gue lihat kakak gue nangis karena lu, liat aja..! gue bukan cuma bakal abisin lu tapi juga semua orang yang berada di sekitar lo..!" ucap Digo sungguh sungguh.
Sam tersenyum simpul.
__ADS_1
"iya" jawabnya singkat.
"dan satu lagi, kalau lu udah nikah ama kakak gue, gue nggak mau liat lu keganjenan lagi ama cewek cewek..! awas aja lu sampai gue lihat lu maen mata ama perempuan lain..!" ucap Digo lagi.
"iya, adek..! cerewet deh..!" ucap Sam menggoda.
"diem lu...! jangan panggil gue adek..! jijik tau nggak lu..!" ucap pria itu kemudian berbalik badan dan pergi meninggalkan Sam.
Sam hanya mengulum senyum. Laki laki itu kemudian berjalan mengikuti langkah pria matang suami Arini itu dari belakang.
"perasaan gue yang paling kaya, paling mapan, paling kuasa, paling punya segalanya. Tapi kenapa gue jadi yang paling bocah disini. Udah mertua gue si gondrong, sekarang tambah lagi gue bakal punya kakak ipar si duda mesum?! kampreeett emang...!!" batin Digo mengumpat.
...----------------...
Selamat pagi
up 11:07
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰
Yang belum mampir boleh mampir..
__ADS_1