Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 10 Di Paksa Menjadi Seorang Adik


__ADS_3

Perguruan itu sudah sangat tua umur nya, tapi kau akan susah bertemu, dengan anggota perguruan Dewa iblis, karna perguruan Dewa iblis sangat tertutup, kecuali jika sudah ada ketua yang baru.


Lalu Ban li eng bercerita, bahwa ia dan tetua tetua perguruan Dewa iblis setelah Thian mo, ketuanya meninggal dunia.


kami anggota perguruan Dewa iblis lalu berpisah, tapi sebelum berpisah kami berjanji terlebih dahulu, jika perguruan Dewa iblis sudah menemukan ketua yang terpilih, maka saudara saudara seperguruan Dewa iblis akan berkumpul kembali.


Berapa jumlah anggota perguruan Dewa iblis kek,..? Mo kwi bertanya kepada kakeknya.


Anggota perguruan Dewa iblis ada 50 orang.


Mendengar perkataan kakeknya, Mo kwi terkejut hanya 50 orang kakeknya berkata, sedangkan yang ada di pikirannya adalah anggota yang berjumlah ribuan orang.


Hua,..Ha,..Ha.


"Kenapa wajah mu, seperti orang yang keget ketika aku sebut jumlahnya 50 orang,"..? Ban li eng berkata kepada Mo kwi.


Kau tau ke 50 orang itu adalah orang orang pilihan di bidangnya masing masing, dahulu ada sebuah istilah jika Dewa iblis tak senang, maka bisa membuat negara atau dunia persilatan menjadi kacau.


Aku di kalahkan dengan hormat oleh Thian mo pendiri perguruan Dewa iblis, lalu ikut bergabung ketika insu Thian mo mendirikan perguruan Dewa iblis.


Kau akan mengenal mereka suatu saat nanti, kau cari saja pusat keramaian dan peristiwa besar yang ada di dunia persilatan, pasti ada orang Dewa iblis di sana.


Mo kwi mengangguk mendengarkan perkataan kakeknya Ban li eng.


Nak sudah saatnya kau mencari jati dirimu yang sebenarnya diluar sana.


Kau siapkan perbekalan mu, jika kau ke arah barat dalam tiga hari kau akan sampai disebuah kota kecil.


tapi aku melihat cuaca tak bersahabat, akan terjadi badai gurun di daerah barat.


Sedangkan jika kau berjalan kearah selatan dalam 2 hari kau kan sampai disebuah hutan yang agak lebat, setelah melewati hutan itu, kau akan menemukan jalan, kau tinggal menunggu orang yang lewat, dan bertanya arah jika bertemu.


Jika kau bertemu dengan orang yang seumuran denganku atau lebih tua, lebih baik kau menghindar karna tenaga dalam mu belum tentu kuat melawan nya, jika kau menggunakan ilmu Raga iblis takut nya akan berakibat patal.


Mo kwi, mendengarkan nasehat dari kakeknya.


jika kau berlari di malam hari itu lebih baik, kau bisa melihat arah bintang bintang di langit yang pernah aku ajarkan, jika kau berlari di siang hari dan cuaca panas itu akan menguras tenaga


Ban li eng berdiri lalu berjalan ke arah makam koksu Zhongshen, sambil berkata


kau persiapkan yang harus kau bawa, besok pagi kau berangkat, dan tentukan pilhan mu kearah barat atau selatan.


Ketika berjalan mata Ban li eng berkaca, besok ia akan berpisah dengan cucu nya, Mo kwi dari orok merah Ban li eng yang mengurus dan merawat, sampai Mo kwi sudah sebesar ini, wajahnya terlihat sedih ketika berjalan kearah makam koksu Zhongshen.


Malamnya Mo kwi tak bisa tidur.


Pagi pagi Mo kwi siap dengan perbekalan yang dia bawa, setelah bersujud tiga kali di depan makam koksu Zhongshen, Mo kwi lalu bersujud di depan Kakeknya Ban li eng, orang yang telah merawatnya hingga ia besar sekarang.


Ibu, aku akan pergi mencari jati diri ku, tolong lindungi aku dalam perjalanan, nanti suatu saat aku akan menjenguk ibu kembali.


Mo kwi lalu bersujud di makam ibunya, setelah selesai berdoa Mo kwi berpelukan dengan kakeknya, Mo kwi lalu melesat kearah selatan,


Ban li eng menatap kepergian Mo kwi, matanya berkaca kaca, dan tak lama kemudian air matanya menetes melihat kepergian cucu angkat yang di sayanginya.

__ADS_1


Dengan sebuah buntelan yang tak terlalu besar dan pedang bintang di punggung, Mo kwi melesat ke arah selatan, karna cuaca pagi, Mo kwi terus melesat menggunakan ilmu langkah Dewa angin milik nya.


Setelah cuaca panas terik di siang hari, Mo kwi hanya berjalan dan terkadang memakan perbekalan yang dibawa.


Setelah hari berganti malam, Mo kwi lalu melesat ke arah selatan, melihat petunjuk arah dari bintang bintang yang berada di langit yang di ajarkan oleh Kakeknya Ban li eng.


Selama 2 hari dua malam Mo kwi terus seperti itu.


Dan di pagi hari setelah ia berlari selama 2 hari, Mo kwi melihat ada hutan lebat di depannya,


Hmmm,..!!


Agaknya hutan ini yang di maksudkan oleh kakek ketika 2 hari terus berjalan kearah selatan,


Mo kwi lalu berjalan memasuki hutan itu, tubuh sudah mulai letih, dan bekal roti kering juga sudah habis ia makan.


Wajah Mo kwi berseri ketika melihat sebuah sungai kecil berbatu, dengan air nya yang jernih mengalir tenang.


Mo kwi lalu setengah berlari kearah sungai kecil itu, ia lalu berendam dan mandi untuk melepas penat.


kemudian Mo kwi lalu mencuci baju yang terbuat dari kain kasar pemberian kakeknya, dan Mo kwi di bekali oleh Ban li eng 20 tail perak, karna itu yang Ban li eng punya, di gurun duit tak berarti sama sekali.


Setelah baju kering, lalu Mo kwi melihat keadaan sekitar sungai, pemandangan baru yang di lihatnya ini sangat indah, aku setiap hari hanya melihat pasir dan goa, batin Mo kwi.


Tiba tiba hidung Mo kwi mencium bau harum yang membuat perut lapar.


Kaki Mo kwi lalu melangkah, mencari sumber bau harum itu.


Mo kwi lalu melihat kearah sekeliling tempat, tapi mata dan telinga tak merasakan apa apa.


Sementara perut nya terus berbunyi, biar lah nanti kuberi uang sebagai ganti ayam ini.


Mo kwi lalu mengambil ayam bakar yang lebih kecil, setelah merasakan enaknya ayam bakar, Mo kwi dengan lahap sudah hampir setengah, ayam bakar itu habis oleh Mo kwi.


Sebuah bayangan melesat, seorang kakek dengan wajah hitam, brewok yang lebat dan kasar, bertubuh pendek dengan perut yang besar dan membawa daun yang agak besar, menatap kearah Mo kwi yang sedang memakan ayam bakar dan sudah habis separuh dari ayam bakar itu.


Aku susah payah menangkap ayam hutan, setelah dapat aku lalu membakarnya, aku pergi sebentar mencari alas untuk aku makan dan setelah kembali, aku melihat kau sudah menghabiskan separuh ayam bakar ku.


Kakek itu wajah nya terlihat kesal, menatap ke arah Mo kwi.


.


Agaknya kau sudah makan nyali harimau, karna sudah berani mencuri ayam bakar ku.


Mo kwi yang merasa bersalah tak bisa berkata apa apa.


Melihat Mo kwi meletakan ayam itu dan hanya diam, lalu kakek bertubuh pendek itu lalu bergerak cepat menyerang ke arah Mo kwi.


Mo kwi terkejut, secara reflek dengan ilmu langkah Dewa angin, tubuh nya bergerak menghidari cenkraman kakek hitan itu.


He,..He,..He...


Kau hebat juga, hampir sama dengan ponakan ku, akhirnya setelah keluar lembah aku dapat teman berlatih, wajah kakek itu tidak terlihat seram seperti tadi.

__ADS_1


"Hai bocah, kita berlatih, badan ku pegal pegal ingin di gerakan. kakek itu berkata kepada Mo kwi, jika aku senang sisa ayam bakar yang sudah kau makan akan menajdi milik mu", bagaimana,..? kakek itu berkata sambil menyerang Mo kwi.


Dasar kakek licik, Mo kwi terkejut mendapat serangan tiba tiba dari kakek berwajah hitam itu.


Kedua nya lalu terlihat bergerak kesana kemari saling serang, kakek itu biar brangasan, dan suka marah marah tapi berhati baik, dan dia mulai suka kepada Mo kwi, kakek itu membatasi tenaga dalam agar berimbang melawan Mo kwi, kakek itu ingin melihat ilmu dari perguruan mana Mo kwi berasal.


Mo kwi yang berdarah muda dan baru keluar merasa panas ketika bertempur kakek itu selalu mengolok olog terus.


Tangan nya mulai berubah, ads sebuah hawa tipis di sekeliling pergelangan tangan Mo kwi.


Mo kwi yang sudah nerasa kesal sering di ejek, mengeluarkan jurus jari pedang milik nya, bergerak cepat menyerang kakek berwajah hitam itu.


kakek itu walau tertawa tawa, tetapi hatinya terkejut melihat ilmu jari pedang Mo kwi, Kakek itu biar berperut besar tetapi sangat gesit menghindari serangan jari pedang Mo kwi.pohon pohon sebesar lengan ada yang putus seperti tertebas pedang terkena jari pedang Mo kwi.


Kemarahan Mo kwi memuncak ketika kakek itu mengejek pedang bintang milik Mo kwi, pedang yang di pakai untuk memotong sayuran.


Setelah puluhan jurus berlalu dengan cepat, Mo kwi mundur.


"Kau selalu mengejek ku dan aku selama ini selalu sabar.


"Lantas kau mau apa, kakek itu berkata memotong perkataan Mo kwi.


Mendengar perkataan kakek ini, Mo kwi sadar dengan nasehat dari kakek nya, jika bertemu tokoh tua harus menghindar, tenaga dalam yang kau miliki masih belum cukup untuk menandingi mereka.


Tapi sekarang sudah tak ada tempat menghindar lagi


Tubuh Mo kwi perlahan menjadi htam, ia mulai menggunakan ilmu raga iblis.


Tapi kakek di depan nya setelah melihat perubahan di tubuh Mo kwi tertawa terpingkal pingkal sampai terduduk.


Mo kwi kembali seperti semula setelah melihat kakek di depannya tertawa sambil memegangi perut.


Sudah,..Sudah,..ayam bakar yang setengah nya milik mu.


"Kau tau,..? Aku suka sekali hari ini, karna dari dulu aku bercita cita mempunyai adik yang lebih hitam dari aku, karna baru melihat orang yang lebih hitam dari aku, maka kau harus menjadi adik ku."


Hua,. Ha,..Ha.


Kau lebih hitam dan aku lebih besar, jadi kau adik dan aku kakak, mendengar perkataan dari kakek itu yang ternyata lucu, membuat Mo kwi tersenyum dan hilang amarah nya, "ayam ini,..!! kakek itu lalu mengerakan tangan,, ayam bakar yang sisa setengah, lalu melayang ke arah Mo kwi.


Mo kwi lalu menangkap ayam itu sambil tersenyum ke arah kakek itu.


Aah, waktu ku sudah banyak terbuang, aku harus cepat cepat mencari keponakan ku, kau makan lah sendiri, nanti kita akan bertemu kembali.


Kakek itu tersenyum kearah Mo kwi, karna aku lebih besar maka aku menjadi kakak kau ingat itu baik baik, sedangkan kau menjadi adik, karna kita sama sama hitam, kakek itu berkata, sambil tertawa tawa.


Kakek itu lalu melesat pergi sambil membawa ayam bakar milik nya.


"Jika berjodoh kita akan bertemu kembali adik hitam, suara jarak jauh terdengar dari kakek itu, jika kau ada yang mengganggu."


"kau bilang saja adik Hek mo," suara yang terdengar di telinga Mo kwi perlahan mulai buyar, tapi 2 kata terakhir yang masih di ingat oleh Mo kwi, yaitu.


Hek mo.

__ADS_1


__ADS_2