
Mo kwi tak ingin orang lain banyak yang tahu, bahwa ia mempunyai ilmu Raja hitam, jika ia masih disana pasti akan banyak pertanyaan, dan Mo kwi memutuskan untuk langsung pergi, supaya hatinya bisa tenang.
Mo kwi selalu menghindari jalan raya, keluar masuk hutan kecil untuk tak bertemu dengan orang.
Di suatu lembah, hutan agak lebat, Mo kwi berjalan perlahan, sambil melihat lihat, ia tak tahu apa nama hutan, dan berada di daerah mana ia berada.
Di sebuah lembah yang tempat nya agak curam, Mo kwi melihat dan agak ragu untuk melintas, ia menatap kearah lembah itu.
Hmmm,...!!
Tempat yang tersembunyi dan agak curam, apakah ada jalan melalui lembah itu,...? aku penasaran, Mo kwi berkata dalam hati,
Mo kwi akhirnya memutus kan untuk mencoba melintas, ia lalu bergerak dengan langkah Dewa angin milik nya, melesat memasuki lembah yang tempatnya agak curam itu.
ketika berada di tengah jalan masuk lembah.
Mo kwi terkejut ketika langkah nya tertahan oleh sebuah angin, yang keluar dari semak semak, Mo kwi terkejut dan berhenti, lalu menatap kearah semak belukar itu.
Tiba tiba terdengar suara dari semak belukar, yang berada di depan Mo kwi.
Ha,..Ha,..Ha.
"Akhirnya ada juga mahluk hidup selain binatang, yang lewat sini."
Suara tertawa dan perkataan dari belakang semak belukar itu membuat Mo kwi terkejut.
Mo kwi yang penasaran, lalu mendekati semak belukar itu, ia menyeruak dan di belakang semak belukar itu ada sebuah goa yang tidak terlalu besar, Mo kwi lalu masuk kedalam goa itu yang tidak terlalu panjang, kedalam nya, makin kedalam goa itu makin besar.
Mo kwi sampai di penghujung goa, lalu matanya menatap kearah seorang kakek yang sangat kurus, dengan rambut putih dan jenggot putihnya yang panjang riap riapan, Mata kakek itu menatap tajam kearah Mo kwi.
"Apa kau yang tadi hendak lewat dan berhenti didepan goa,"..? kakek kurus kering itu berkata kepada Mo kwi.
"Kakek siapa, dan kenapa berada di sini,"..? Mo kwi melihat sebuah rantai yang terpaku ke dinding goa dan menyambung kearah punggung dibelakang tubuh kakek itu. Kakek itu duduk karna kedua kaki nya sudah tidak ada.
Mo kwi lalu menghampiri kakek itu, ia tak tega melihat rantai yang terlihat menancap di punggung kakek itu, sehingga kakek itu yang sudah buntung kedua kaki nya, tak bisa bergerak bebas,
"Apakah rantai ini bisa diputuskan," Mo kwi berkata, tatapan mata kakek itu setelah melihat Mo kwi, seperti mempunyai harapan.
"Dengan tenaga dalam tak mungkin bisa memutuskan, rantai Baja naga putih, yang mengikat tulang punggung ku anak muda." Kakek itu berkata kepada Mo kwi, "harus benar benar benar sebuah pedang pusaka yang mampu memutuskan rantai Baja naga putih."
__ADS_1
Mo kwi lalu mengambil pedang yang berada di punggung nya, melihat pedang yang seperti tak rapi pembuatannya, dan badan pedang seperti berwarna kehijauan kakek itu terkejut, wajah nya berubah melihat pedang yang berada di tangan Mo kwi.
Pedang Bintang, batin kakek itu.
Mo kwi lalu mengalirkan tenaga dalamnya, ia lalu menebas rantai itu.
Traaaaang,..!!
Suara beradunya pedang dan rantai terdengar kencang, lalu rantai yang di sebut, rantai Baja naga putih, putus oleh pedang Mo kwi.
Lalu Mo kwi membuka rantai dari punggung kakek itu.
Nah kakek sekarang sudah bebas,..!! Mo kwi berkata.
Mata kakek itu berkaca kaca mendengar perkataan Mo kwi.
"Entah sudah berapa puluh tahun aku berada di sini, dan hanya kau yang lewat di depan goa," kakek itu berkata kepada Mo kwi
Namaku Mo kwi kek, aku kebetulan lewat sini karna menghindari jalan jalan raya.
Lalu kakek itu memberi isyarat tangan kepada Mo kwi untuk duduk.
"Aku bernama Hu beng, orang orang dunia persilatan dulu memanggil ku dengan julukan, malaikat sesat."
Mendengar nama malaikat sesat, Mo kwi terkejut, ia pernah mendengar nama itu dari Kwan bin, Hu beng yang melihat Mo kwi mendengar nama julukan nya seperti kaget.
Lalu tangannya dengan cepat langsung mencengkram kearah tangan dan memencet urat nadi yang berada di tangan Mo kwi.
"Siapa kau, kenapa terkejut ketika mendengar nama julukan ku, apa kau suruhan dari perempuan iblis itu,"..?
Mo kwi tak bisa bergerak ketika tangannya di cengkram oleh Hu beng.
Mo kwi akhirnya menceritakan kenapa ia bisa tau nama Malaikat sesat, setelah bertemu dengan Kwan bin, dan tidak tau siapa yang disebut wanita ibis oleh Hu beng.
Hu beng lalu melepaskan cengkraman nya.
setelah merasakan ada kebenaran dari cerita Mo kwi.
Hu beng lalu meceritakan kepada Mo kwi kenapa ia terjebak disini.
__ADS_1
"Aku menemukan sebuah kitab dan pisau kecil di sebuah goa di puncak gunung kun lun puluhan tahun lalu, setelah kupelajari ilmu pertama, yang ternyata sangat dasyat lalu bersiap mempelajari ilmu kedua, aku berniat medirikan sebuah perguruan karna sudah lelah hidup berkelana."
"Seorang gadis genit yang sangat cantik selalu menggodaku, ia bernama Cin bwe, akhirnya aku menerima Cin bwe menjadi kekasihku."
"Aku lalu menghubungi sahabat ku Kwan bin untuk membantu mendirikan perguruan yang akan beri nama Tengkorak putih."
"Kwan bin berkata kepada ku, sudah mempunyai perguruan tapi sebagai sahabat ia akan membantu ku."
"Berdiri lah perguruan tengkorak putih, setelah agak bertambah anggota nya, Cin bwe memperkenalkan Yie dong dan meminta supaya aku menerima Yie dong."
"Dari situlah awal mula aku bisa seperti ini, tanpa aku sadari hampir setiap hari aku di beri minum teh yang di beri racun pembuyar tenaga, sedikit demi sedikit oleh Cin bwe."
"Akhirnya setelah lemah aku dibawa kesini, kedua kaki ku ia buntungi, tubuh ku lalu di ikat dengan rantai Baja naga putih, lalu cin Bwe mengambil pisau dan kitab miliku dan merebut perguruan tengkorak putih dariku,
Cin bwe ( Kwi bo ) ketika menyebut nama itu, malaikat sesat tampak geram sekali.
Sementara ketika mendengar cerita Hu beng, Mo kwi sempat berpikir, apakah ibunya yang bernama Cin bwe, karna ibunya yang mewariskan pisau dan kitab raja hitam yang telah ia miliki dan pelajari.
Tetapi setelah melihat Mailaikat sesat yang sudah sangat tua, tak mungkin ibunya adalah Cin bwe.
Merasa ada kesamaan, lalu Mo kwi menceritakan tentang dirinya, Mo kwi iba mendengar cerita Hu beng.
Setelah mendengar cerita Mo kwi, Hu beng tertawa terbahak bahak.
Hua,..Ha,..Ha.
"Tak mungkin ibumu adalah Cin bwe, Hu beng berkata sambil memegang pisau Raja neraka.
"Mungkin Cin bwe sudah mati oleh ibumu, sehingga pisau dan kitab itu berada di tangan ibumu"
"Agak nya kita berjodoh, aku merasa umurku kurang lebih hanya tinggal setahun lagi, aku ingin mewariskan ilmu ku padamu," Hu beng berkata kepada Mo kwi.
"Aku dulu disebut Malaikat pedang karna ilmu pedang ku, tapi karna kata orang adat ku aneh, jadi aku di sebut malaikat sesat oleh mereka, dan aku sudah mempelajari dan memahami Kitab Raja hitam selama terkurung disini."
"Aku akan menurunkan ilmu Malaikat pedang padamu, dan menyempurkan ilmu Raja hitam."
Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Hu beng.
"Hitung hitung aku menghindar dulu dari mereka yang pasti mencariku," Mo kwi berkata dalam hati.
__ADS_1
Wajah Mo kwi tersenyum melihat Hu beng.