
Perdana mentri Qi thay terkejut, cuma 3 gerakan, miringkan kepala, langkah kaki bergeser, tangan meninju perut, Macan kota Nanjing langsung ambruk, Seorang guru yang membuka sekolah bela diri, yang mengajarkan ilmu warisan keluarga, seperti tak ada apa apanya di bandingkan pengawal dari Mo cian, Padahal Macan kota Nanjing di kota ini lumayan punya nama, Perdana mentri Qi thay berkata dalam hati, sambil matanya melirik kearah Pedang gila yang berjalan sambil bersungut sungut, dan langsung diam setelah berdiri di belakang Mo kwi, dan diam seribu bahasa.
Mo kwi hanya bisa tersenyum dalam hati, ia tahu, bahwa perdana mentri Qi thay pasti terkejut melihat aksi pedang gila, dan ketika Pedang gila selesai bertarung, Mo kwi melihat mata perdana mentri Qi thay selalu melirik kearah Pedang gila, yang sedang berjalan kearahnya.
Sayembara kemudian mulai kembali, dan Mo kwi melihat, banyak orang orang yang berwajah kejam, dan hari pertama ini, Mo kwi melihat, belum banyak orang orang mereka yang masuk, mungkin besok di hari kedua, satu persatu bermunculan, Mo kwi tahu, ada sebuah ciri dari jahitan baju, yang pernah Hek kwi katakan, yang biasa Sian bin pergunakan, untuk mempermudah anggota lain mengenali anak buahnya, atau anggota Dewa iblis yang menyamar.
Dan ciri jahitan baju, terkadang dari warna benang atau, terdapat tanda silang seperti tambalan, dan hanya bisa di mengerti oleh anggota perguruan Dewa iblis.
Ketika hari beranjak senja, sayembara di tutup, setelah bercakap cakap sebentar, para pejabat istana meninggalkan arena, dan Mo kwi juga pulang kembali ke penginapan, tanpa berbasa basi, dengan mentri Cu ming, yang memang sedang di perhatikan oleh pihak istana.
Ketika, Mo kwi kembali ke penginapan, ia melihat sudah ada beberapa orang yang berkumpul.
Mo kwi melihat, Hek kwi, Sian bin dan Zhou yun, ahli strategi perang dari perguruan Dewa iblis.
berkumpul bersama dengan Ling ji dan nenek Kharmila.
Ketika Mo kwi datang bersama Pedang gila, mereka yang berada di penginapan, berdiri dan memberi hormat sambil berkata, "Tuan muda..!!"
Mo kwi tersenyum melihat mereka bertiga, apalagi ketika sampai dan melihat, ketiganya tampak akrab sedang bercakap cakap dengan nenek Kharmila.
Setelah Mo kwi duduk, lalu bertanya, "bagaimana perkembangan di luar kota Nanjing paman, dan strategi apa yang bisa saya lakukan, dan Mo kwi minta petunjuk dari paman Zhou yun ?"
Zhou yun tersenyum mendengar perkataan dari Mo kwi.
"Tuan muda, taktik dan strategi yang tuan muda lakukan sudah benar, tinggal tuan muda berhati hati menjalankannya..!!" jika sampai bocor, sebelum waktunya, tuan muda harus mempunyai rencana cadangan yang memang sudah harus dipersiapkan terlebih dahulu." Zhou yun berkata.
Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Zhou yun, dan memang hal itu sudah ia perkirakan, tapi ia juga ingin tahu perkembangan pasukan yang berangkat dari kota Jinan.
"Pasukan berkuda jika tak ada halangan, bisa sampai di sekitar kota Nanjing besok malam, dan pasukan yang berjalan kaki, mungkin paginya baru bisa sampai."
Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Hek kwi.
"Besok sayembara akan mulai kembali, aku sudah melihat, beberapa orang yang memakai tanda dari paman Sian bin, hadir dalam sayembara."
Sian bin tersenyum mendengar perkataan dari Mo kwi, dan berkata, "anak buahku memang, aku suruh datang kesana, tapi langsung daftar menjadi prajurit, jangan bertarung di arena, takut nanti terjadi hal hal yang tak di inginkan."
"Aku mengerti sekarang, pantas aku lihat, tak ada yang masuk ke arena, yang memakai ciri dari paman Sian bin, jadi apa mungkin paman, menyuruh mereka bila sudah masuk menjadi prajurit, untuk menggerogoti dari dalam ?"
__ADS_1
Sian bin tersenyum, dan berkata, "anak muda jaman sekarang memang berpikiran maju, tidak seperti kita2 yang tua tua,"
"Dan sekarang sudah terbukti, sebelum aku jelaskan, tapi sudah mengerti terlebih dahulu," Sian bin berkata sambil tersenyum.
Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari Sian bin, lalu mengalihkan pembicaraan.
"Nenek kharmila juga anggota perguruan Dewa iblis, pasti paman kenal bukan ?" kami baru tahu setelah nenek kharmila bercerita, dulu kami pernah melihat insu menerima tamu dari Thian tok, tapi tak menyangka, bahwa gadis yang beberapa tahun umurnya di bawah kami, yang dulu pernah kami lihat datang bersama ayahnya..!!" sekarang berada di sini."
Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari Sian bin, dan berkata kembali dengan perkataan lain.
"Jadi bagaimana menurut paman Zhou yun, kapan kita akan menyerang kota Nanjing ?"
:Tuan muda, pasukan berkuda bisa jadi besok malam akan tiba, dan dari pihak pendekar juga bisa sampai ke kota Nanjing sebelum malam, tapi jika hanya mengandalkan itu, kita belum tentu bisa, mengambil alih kota Nanjing, jadi kita harus menunggu prajurit yang berjalan kaki, pasukan terbanyak yang 2 hari lagi akan tiba."
"Usahakan salah satu pintu gerbang kota, bisa terbuka dari dalam, jika prajurit yang berjalan sampai dan menyerang, jika kita tak bisa membuka salah satu pintu gerbang dari dalam, maka pekerjaan kita menjadi lama, dan bisa banyak korban berjatuhan, karna benteng kota Nanjing sangat kuat."
Mo kwi mengangguk, mendengar perkataan dari Zhou yun.
"Paman bertiga, apa tidak takut di curigai oleh pihak penginapan, karna datang ke kamarku ini ?"
"Kenapa harus takut ?" toh, penginapan ini milik perguruan Dewa iblis,.!!" Mo kwi terkejut mendengar perkataan itu, dan melihat asal suara yang berasal dari pintu kamar, seorang wanita tua yang masih terlihat cantik masuk dan tersenyum, kemudian memberi hormat, kepada Mo kwi dan berkata, "Tuan muda, kita bertemu kembali..!!"
"Dan penginapan ini mulai besok akan dipenuhi oleh anggota perguruan Dewa iblis."
Mereka lalu bercakap cakap santai, dan menikmati hidangan sambil membicarakan tenang situasi kota Nanjing.
Hari kedua sayembara selesai, Mo kwi tak mengijinkan pedang gila untuk bertempur, dan perdana mentri Qi thay mengerti, ketika Mo kwi memberi alasan, bahwa pengwalnya hanya meramaikan dan jika perdana mentri Qi thay tetap ingin memaksa Pedang gila, Mo kwi mengabulkan, tapi Pedang gila ikut di partai terakhir, dan hal itu perdana mentri Qi thay setuju, karna melihat aksi Pedang gila yang sudah merubuhkan Macan kota Nanjing tanpa harus susah payah, dan berharap Pedang gila bisa menjadi salah satu perwira jika berhasil lolos di sayembara terakhir.
Hari ketiga sayembara, atau hari ke empat seperti yang telah Mo kwi janjikan, kepada putri Qiao, untuk membuka salah satu pintu gerbang kota Nanjing.
Dan Mo kwi sudah di beri tahu, hampir semua pasukan dari Jinan sudah berkumpul di suatu tempat rahasia, yang agak jauh, sehingga tak dicurigai, para mata mata kota Nanjing, dan anggota perguruan Dewa iblis, seperti Hek kwi, dan anggota hutan larangan, Dewa bumi dan Dewa langit, selalu berpatroli, dan menghabisi tanpa ampun, orang orang yang berada di sekitar daerah pasukan, untuk menutupi jejak mereka.
Mo kwi duduk di bangku kehormatan bersama dengan perdana mentri Qi thay, sedangkan Pedang gila selalu berdiri di belakang Mo kwi, setelah memberi instruksi terakhir, kepada Meng ho dan Yo tian, Mo kwi duduk tenang menikmati pertandingan.
Hanya tinggal beberapa orang yang tersisa, untuk memperebutkan jabatan komandan pasukan, prajurit bayaran.
Mo kwi tak menyadari, beberapa kali Perdana mentri Qi thay, melirik dengan sinar mata yang aneh, kearah Mo kwi, dan Mo kwi hanya duduk tenang sambil menikmati pertandingan.
__ADS_1
Pembawa acara membunyikan, gong dan suasana menjadi sunyi, lalu pembawa acara memberi hormat kepada perdana mentri Qi thay.
Perdana mentri Qi thay, lalu berdiri dan menoleh ke arah Mo kwi, tatapannya tajam dan terlihat aneh, sambil tersenyum, perdana mentri Qi thay lalu berkata.
"Tuan Mo cian, sekarang giliran pengawal tuan untuk bertanding ?"
Mo kwi mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari perdana mentri Qi thay, "masih ada beberapa peserta yang belum bertanding, kenapa perdana mentri sudah menyuruh Pedang gila untuk bertanding..!!" Mo kwi bertanya tanya dalam hati.
Tapi Mo kwi tak menampik perkataan dari Perdana mentri Qi thay, dan memberi isyarat kepada Pedang gila.
Setelah Pedang gila berjalan ke arena, tak lama kemudian di belakang Mo kwi sudah berdiri dua orang bermuka bengis, dan membawa pedang.
Mo kwi menyadari, tapi ia tetap seperti biasa, dan melihat Pedang gila yang sudah memasuki arena.
Mo kwi menatap tajam ke arah arena, ketika melihat lawan pedang gila, bukan peserta dari sayembara, melainkan orang yang selalu berdiri, di belakang Perdana mentri Qi thay.
Mo kwi pernah mendengar cerita dari Cu ming, pengawal pribadi Perdana mentri Qi thay berjuluk Suling setan, tokoh kejam, yang sangat ditakuti di kalangan istana, karna suling setan, sangat keji dan tanpa ampun, dan hanya mau menuruti perintah dari Perdana mentri Qi thay.
Wajah tua yang bengis dengan luka codet di pipi menatap Pedang gila, yang wajahnya terlihat dingin.
"Muka merah, buktikan dirimu sekarang.!!" melawan Macan itu, prajurit biasa juga bisa menang, jadi kau jangan sombong," Suling setan berkata sambil menyeringai seram.
Mendengar perkataan dari Suling setan.
Pedang gila, mendengus dan berkata.
Hmm
"lawan yang banyak bicara, biasanya cepat mati."
Mereka berdua lalu bersiap.
Sementara, Perdana mentri Qi thay, sesekali menatap sinis ke arah Mo kwi.
dan berkata dalam hati.
"Mata mata kurang ajar, kau pikir lebih pintar dari aku ?" Meng ho dan Yo tian sudah aku kurung, dan jangan harap pintu timur bisa kau buka." aku sudah tau siasat mu
__ADS_1
"Setelah pengawalmu mati, kau dan penghianat Cu ming akan mendapat giliran..!!"