
Mu ryeong, Hwa rang, dan yanga berada di gedung menyaksikan, ke empat orang itu pergi meninggalkan kediaman dari tuan Mu, dan wajah Lee hyun, tampak beringas melihat ke arah Mu ryeong dan Mo kwi.
Ia adalah keluarga tulang suci dan perlakuan Pedang gila terhadapnya adalah suatu penghinaan, lebih baik di bunuh daripada menanggung malu seperti ini, pikir Lee hyun.
Mu ryeong menarik nafas panjang, dan berkata.
Tuan Mo cian sebaiknya hati hati, pibu ini pasti akan berbuntuk panjang Mu ryeong berkata.
Mo kwi juga sama seperti Mu ryeong dan sudah merasa bahwa perbuatan Pedang gila memang sangat kejam, tapi itu adalah sebuah pilihan yang Lee hyun ketahui, dan ada sebuah perjanjian di dalamnya, toh jika ia kalah belum tentu ia akan selamat keluar dari gedung tuan Mu.
"Tuan Mu, jika ada sesuatu yang bisa kami bantu, tuan pergi saja ke penginapan kami, kami siap membantu apalagi situasi ini kami ikut terlibat," Mo kwi berkata.
Mu ryeong masih menarik nafas mendengar perkataan dari Mo kwi, seperti ada beban berat yang ia tanggug.
"Sudahlah tuan Mo, jika terjadi sesuatu, mungkin ini memang sudah kehendak dari yang diatas, Tuan Mo cian boleh melanjutkan perjalanan, dan sebaiknya hati hati, karena keluarga yang mempunyai marga Lee, adalah mereka yang menguasai militer di kerajaan Silla, tapi mereka juga sangat tak di sukai oleh sebagian mentri bahkan oleh raja, tapi mereka yang tak suka tak bisa bertindak, karna militer ada di tangan Lee gong, seorang perdana mentri yang menguasai militer dan tampuk pimpinan kepala pasukan di kerjaan silla semua ber marga Lee.
Mu ryeong berkata.
"Baik lah jika begitu tuan Mo, mungkin dua atau beberapa hari lagi kami akan berangkat, Mo kwi berkata dan semoga masalah ini tak menjadi panjang," Mu ryeong mengangguk mendengar perkataan Mo kwi.
Mo kwi akhirnya kembali ke penginapan.
Setelah Mo kwi kembali, ia lalu memerintah kan anak buahnya untuk menyebar dan menginap di lain tempat, tidak menjadi satu seperti semula, karena jika terjadi penyerangan, mereka akan langsung terkepung.
Sesampainya di penginapan, Li chun, kwan bin, Yie dong dan nenek Kharmila menanyakan sebab kenapa mereka harus menyebar.
Mo kwi lalu menceritakan sebab sebab kenapa ia menyuruh mereka untuk menyebar, setelah mengetahui duduk persoalannya mereka lalu menyebar dan setiap tempat penginapan harus di kepalai oleh mereka yang ber ilmu tinggi.
Sedangkan nenek Kharmila menceramahi Pedang gila, yang dalam situasi ini menurut nenek Kharmila adalah kerjaan Pedang gila, yang sangat suka bertempur, tapi pedang gila selalu mengelak tuduhan nenek Kharmila dan hanya berkata, bahwa Lee hyun memang berniat menjadi kasim dan ia hanya membantu niat Leee hyun itu.
Rombongan Mo kwi melanjutkan istirahatnya.
Suasana tenang di kota Go, membuat rombongan asyik ber istirahat, mata elang dan langkah angin, kedua mata mata itu oleh Mo kwi dilarang bergerak keluar karna takut terjadi apa apa, karna tak mengetahui gerakan yang akan mereka ambil, tapi bila kita di serang, kita akan mempertahankan diri.
Mo kwi berkata.memberi instruksi kepada anak buahnya.
__ADS_1
Hari kedua juga masih tak terlihat ada gerakan, dan Mo kwi berpikir bahwa Lee hyun sudah sadar dan menerima kekalahannya dalam pibu.
Mo kwi malam harinya memberi tahu kepada anak buahnya, bahwa malam ini mereka harus segera berkemas dan membawa barang barang persiapan, dan menyiapkan perbekalan, karna besok mereka akan meninggalkan kota Go, dan kota yang akan mereka singgahi, membutuh kan beberapa hari perjalanan, itu pun jika tak ada yang mengganggu mereka dalam perjalanan.
Ke esokan harinya rombongan telah bersiap sedia.
Beberapa kereta barang dan sebuah kereta yang agak mewah dan besar, telah berbaris untuk melanjutkan perjalanan, dan anak buah Mo kwi sedang memeriksa semua perlengkapan dan perbekalan mereka sebelum berangkat melanjutkan perjalanan.
Setelah mereka semua memeriksa dan, tak ada lagi barang atau perlengkapan yang tertinggal, Mo kwi lalu menaiki kereta kudanya, kemudian rombongan bergerak perlahan.
3 ekor kuda, dan satu kuda berwarna putih yang sangat kencang berlari dan langsung menghadang di depan rombongan Mo kwi, penunggang kuda yang berbaju putih dan berkerudung putih kemudian, turun dari atas kuda. Li chun mengerutkan keningnya melihat perempuan itu, sedangkan Dewa langit, pedang gila, Kwan bin dan yang lainny, langsung bersiap.
Anak buah perguruan Tengkorak putih, langsung mengepung perempuan berkerudung putih itu.
"Tahan..!! jangan ganggu gadis itu," tabib Huo berkata.
Mo kwi yang mendengar ada keributan, lalu turun dari kereta kudanya, dan mendekati kearah anak buahnya yang sedang mengepung seorang gadis. dan dua kuda lain yang masih di tunggangi oleh 2 orang pria yang berpakaian seperti seorang kepala pasukan.
"Siapa mereka paman ?" Mo kwi berkata kepada tabib Huo, karna tabib Huo yang tadi berteriak untuk mencegah anak buahnya menyerang gadis itu.
"Melihat bentuk tubuh, sepertinya aku kenal tuan muda," tabib Huo berkata.
Melihat Mo kwi melangkah mendekati, gadis itu lalu membuka cadarnya, dan berlari ke arahnya.
"Jangan serang," Mo kwi berkata ketika melihat Hwa rang yang berlari ke arahnya.
Hwa rang tanpa sadar, langsung memeluk tubuh Mo kwi dan menangis di dada Mo kwi.
Ling ji mendengus melihat hal itu.
Nona Hwa, tenangkan dirimu, Mo kwi berkata, sambil memegang kedua pundak gadis itu dan menjauhkan gadis itu dari pelukannya.
Mari kita bicara di dalam kereta Mo kwi berkata.
Rombongan lalu melanjutkan perjalanan dengan perlahan.
__ADS_1
"Tuan Mo cian, ayah ku di tangkap oleh keluarga Lee."
"Lee hyun memberi kabar kepada keluarganya apa yang terjadi kota Go, waktu terjadi pibu antara anak buah tuan Mo dan anak buah Lee hyun."
"Dan ketika memberi kabar, keluarga kerajaan sedang berburu dengan perdana mentri Lee gong yang membawa 300 pasukan Khusus kerajaan Silla, dan surat yang di kirimkan Lee hyun sampai di tangan Lee gong.
"Jarak raja dan keluarganya yang sedang berburu tak jauh, dan setelah selesai berburu, mereka mendatangi kota Go dan langsung menangkap ayahku, Hwa rang bercerita sambil menangis.
"Tolong lah kami tuan Mo, jika kami menjadi tertuduh, maka ayahku dan semua keturunan keluarga Mu akan habis dan yang perempuan akan di jadikan Gisaeng ( wanita pengghibur ) karna cap berkhianat kepada keluarga kerajaan Silla dan tulang suci." Hwa rang berkata.
Mo kwi menghela nafas mendengar perkataan dari Hwa rang.
Mo kwi lalu memerintahkan kepada Mata elang dan langkah angin untuk mencari tempat yang tersembunyi untuk tempat rombongan mereka bermalam.
Setelah mendapatkan tempat di sebuah hutan, di dekat sebuah sungai kecil yang jernih, rombongan lalu istirahat.
"Nona, apa yang akan terjadi bila di jelaskan oleh ayahmu bahwa ini adalah bukan salah ayahmu."
Mo kwi berkata.
Percuma tuan Mo, kami yang sudah pasti bersalah dan tak kan menang melawan keluarga tulang suci.
Mo kwi menatap ke arah langit biru, pemuda itu sedang berpikir apa yang harus di lakukan apalagi, rombongan musuh datang langsung dengan raja Silla sendiri Jin hyeong, jika terjadi bentrok, antara aku dan kerajaan Silla akan berakibat fatal, dan Kaisar Yongle yang belum lama memerintah akan repot bila bentrokan terjadi.
Tapi mereka orang baik yang sudah menolongku, dan menerimaku dengan ramah, Mo kwi berkata dalam hati.
Setelah berpikir panjang dan menarik nafas dalam dalam, Mo kwi kemudian menatap ke arah Hwa rang dan berkata.
"Setelah berpikir lama, aku tak bisa membiarkan hal ini terjadi Nona Hwa rang, ayah mu sudah begitu baik menerima kami, dan sebab penangkapan Tuan Mu juga adalah karna kami, kami akan membantu dan coba untuk menyelamatkan tuan Mu."
Mo kwi berkata
Mo kwi lalu menatap orang orang yang berada di sekitarnya dan berkata.
Besok kita pergi ke tempat tuan Mu ryeong
__ADS_1