Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 46 Identitas Mo Kwi Diketahui


__ADS_3

Semua tamu terkejut dengan kedatangan orang bertopeng hitam itu, kehadirannya yang sangat cepat, dan berada ditengah mereka yang sedang bertempur, membuat orang bertopeng itu menarik perhatian.


Yang lebih mengejutkan lagi adalah omongannya, seakan akan membuka identitas kedua orang yang tengah berhadapan, sebagian memang sudah banyak mengenal akan Liu kang sebagai ketua perguruan Pedang suci, tapi terhadap Mo kwi mereka yang berada diruangan, tak tahu siapa pemuda itu dan darimana asalnya.


Dewa pedang dan Dewa alis putih yang ikut hadir dalam pertemuan, mendengar keterangan dari orang bertopeng hitam sangat terkejut, ketika mengetahui bahwa Mo kwi telah membunuh siluman ular, seorang tokoh sesat yg susah dihadapi, karna ilmunya dalam mengendalikan binatang melata, sehingga banyak tokoh yang bertemu dengan Siluman ular lebih baik menghindar daripada menghadapinya.


Dan yang lebih mengejutkan para tokoh tua yang hadir adalah, mendengar Mo kwi masih ada hubungan dengan Ban li eng atau lebih dikenal dengan sebutan Iblis gurun, yang sempat membuat geger dunia persilatan puluhan tahun silam, kemudian menghilang tak tahu rimbanya, begitu pula ketika mereka mendengar bahwa Mo kwi adalah murid Hu beng atau Malaikat sesat.


Dewa pedang memang sudah curiga ketika melihat permainan pedang Mo kwi, Dewa pedang sangat kenal dengan jurus pedang malaikat, karna ia pernah dikalahkan oleh malaikat sesat dengan mudah, yang membuat ia lalu mengasingkan diri sambil memperdalam ilmu pedangnya, setelah selesai menciptakan jurus jurus baru, Dewa pedang lalu keluar dari pertapaannya mencari Malaikat sesat, untuk membalas kekalahan, tapi Malaikat sesat sudah tak terdengar kabarnya, lenyap seperti tertelan bumi.


Dan pemuda ini adalah pewaris Ban li eng dan Malaikat sesat, dua orang tokoh yang namanya sempat membuat geger dunia persilatan puluhan tahun silam.


"Siapa tuan sebenarnya, dan apa maksud dari perkataan tuan tadi,"..? Liu kang berkata kepada orang bertopeng yang telah menghadang ditengah, dan membuka aibnya didepan orang banyak.


kau takperlu tahu siapa aku, tapi percayalah padaku jika kau masih bersikeras ingin bertempur dengan Iblis gurun ini, suruh anak muridmu itu menyewa kereta dan memesan peti mati, karna sebelum 50 puluh jurus aku dapat pastikan kau akan tewas ditangannya, seperti sepasang setan kubur, kapak hitam, siluman ular dan pedang perak.


Wajah Liu kang dan orang orang yang berada didalam ruangan sangat terkejut ketika mendengar perkataan orang bertopeng hitam itu, tokoh tokoh golongan hitam yang disebut olehnya adalah tokoh tokoh yang susah dihadapi dan jarang terlihat didunia persilatan, dan ternyata telah tewas ditangan pemuda yang telah bertempur denganya.


Wajah gubernur zhang dan Diao chan berubah ketika mendemgar nama nama yang tewas ditangan Mo kwi, karna mereka adalah orang orang yang dikirim untuk menghabisi gubernur Li dan menculik putri Qiao.


Aku hanya tidak senang dengan kalian berdua, karna telah mengacaukan pertemuan yang diadakan oleh gubernur Zhang, untuk bersahabat dengan orang orang persilatan yang sudah dia undang.


Hmmm,..!!


"Tuan tahu begitu banyak tentang diriku dan orang orang yang telah tewas ditanganku."

__ADS_1


"Apakah tuan juga yang membokongku di hutan, dengan Paku iblis waktu itu,"..? Mo kwi berkata sambil menatap tajam kearah topeng hitam, sambil mengeluarkan Pedang bintangnya.


Dewa pedang, Dewa alis putih, Liu kang dan tokoh tokoh tua yang berada didalam ruangan sangat terkejut, ketika mendengar perkataan dari Mo kwi bahwa ia telah diserang dengan Paku iblis, senjata rahasia yang sangat ditakuti oleh orang dunia persilatan karna dapat menembus Khikang dan iwekang, senjata rahasia mengerikan yang telah lenyap, kini muncul kembali.


Ha,..Ha,..Ha.


Iblis gurun, aku tidak tahu siapa yang membokongmu, tapi sebuah kabar berita yang menghebohkan takan bisa ditutup tutupi, karna jika sudah tersebar oleh mulut, Ilmu meringankan tubuh sesakti apapun takan bisa melampaui sebuah kabar yang beredar dan tersebar dari mulut kemulut.


Mo kwi tak bisa berkata apa apa ketika mendengar perkataan dari orang bertopeng hitam itu, karna yang dikatakan oleh topeng hitam memang benar.


Setelah mendengar perkataan dari topeng hitam, Liu kang menyarungkan pedang nya, kemudian berjalan kearah gubernur Zhang.


"Tuan gubernur, maaf telah membuat kegaduhan di acara yang tuan gubernur adakan, Liu kang tak bisa lebih lama mengikuti acara ini, dan mohon pamit."


"Jika gubernur bermurah hati, Liu kang minta tolong untuk mengurus murid perguruan Pedang suci yang telah tewas, dan perguruan pedang suci suatu saat nanti akan membalas, perbuatan baik yang telah gubernur Zhang lakukan terhadap anak murid kami."


Serelah Liu kang pergi susasana diruangan menjadi hening.


Lalu orang bertopeng hitam itu menatap kearah Mo kwi, "untuk apa pedang mu itu,..? aku bukan musuh aku hanya membantu tuan rumah untuk melerai pertikain agar pertemuan ini berjalan lancar dan tidak bubar."


Mendengar perkataan dari orang bertopeng itu, Mo kwi kemudian memasukan kembali pedang bintang nya.


Diao chan yang melihat Mo kwi sudah memasukan pedangnya, lalu berkata kepada Mo kwi.


Tuan Iblis gurun sebaiknya istirahat dulu, biar luka tuan cepat sembuh, Diao chan berkata malu malu.

__ADS_1


Mendengar perkataan Diao chan, Mo kwi kemudian mengangguk, tapi tak menjawab perkataan Diao chan, Mo kwi kemudian tanpa memperdulikan orang bertopeng hitam itu menghampiri kearah gubernur Zhang.


"Maaf tuan gubernur atas kekacauan yang telah aku lakukan," gubernur hanya diam melihat kearah Mo kwi dan putrinya yang berada dibelakang Mo kwi.


Gubernur Zhang akhirnya tersenyum, tepat nya tersenyum setelah melihat putrinya yang berada dibelakang Mo kwi, mengedipkan mata beberapa kali kearah nya, Ang hwa, guru dari Diao chan yang berada disamping gubernur Zhang tersenyum melihat tingkah muridnya


"Sudah lah, tak usah tuan pendekar pikirkan, lebih baik tuan pendekar beristirahat dahulu untuk menyembuhkan luka dalam," gubernur Zhang berkata,


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan gubernur Zhang dan berkata, "terima kasih."


Chan er, tolong antarkan tuan pendekar kekamarnya untuk beristirahat, nanti setelah acara selesai aku sendiri yang akan menjenguk tuan pendekar di kamarnya. gubernur Zhang berkata putrinya.


Gubernur zhang lalu menjura dan memberi hormat kemudian berkata kepada Topeng hitam.


"Terima kasih tuan telah membantu hamba menghentikan pertikaian yang terjadi," Topeng hitam tak menjawab, ia hanya mengangkat tangan, kemudian mengangguk mendengar perkataan dari gubernur Zhang.


Diao chan, kemudian berjalan keluar ruangan dengan diikuti oleh Mo kwi, Li chun dan Pedang gila.


Sementara Coa mo dan Coa kwi telah masuk kembali ke tempat mereka sebuah saku yang besar di dalam baju Mo kwi, yang telah dipersiapkan oleh Putri Qiao untuk tempat kedua sahabat Mo kwi.


Lin eng yang melihat wajah Diao chan selalu tersenyum entah kenapa hatinya merasa kesal, lalu berkata kepada ayah nya.


Ayah mari kita ikut mereka sambil berjalan kearah Mo.kwi dan Diao chan pergi.


Sementara See in dan Cui im saling pandang dan tersenyum, mendengar perkataan sang putri dan melihat putrinya sudah berjalan mendahului mereka mengikuti Mo kwi.

__ADS_1


See in kemudian berbisik kepada istrinya Cui im sambil tersenyum.


"Putri kita sudah mulai beranjak dewasa."


__ADS_2