
Mo kwi menguburkan Hu beng gurunya di dalam goa, Mo kwi duduk semalaman di depan makam gurunya.
Pagi nya, Mo kwi bersujud di makam gurunya.
"Guru,"..!!
"Aku akan mencari Cin bwe sambil menjalankan amanat kakek ku untuk menemukan anggota perguruan Dewa iblis dan menanyakan perkembangan dari perguruan, dan apakah sudah mempunyai ketua yang baru.
"Guru, aku pamit,"..!!
"sesuai dengan pesan mu, aku akan menutup pintu goa."
Tak ada yang berharga didalam goa, hanya beberapa pakaian yang robek robek.
Hu beng tak menulis kitab ilmunya karna semua sudah berada di kepala.
Setelah keluar dari goa, Mo kwi mencari batu besar yang banyak terdapat di lembah, untuk menutup goa, sesuai pesan dari gurunya Hu beng.
Setelah menemukan batu yang pas, Mo kwi lalu mengangkat batu dan menutup goa.
Mo kwi bersujud di depan goa yang sudah tertutup batu besar.
"Guru,..!! Aku pergi, aku akan mengingat pesanmu, dan menjalankannya."
Mo kwi lalu melesat pergi.
****
Shin mo menatap Shin hoa anak gadisnya yang kedua.
Shin hoa yang diberitau bahwa ayahnya datang, kemudian berlari sambil memeluk ayahnya.
"Ayah,..!! aku kangen, sama ibu dan enci Bwe.
Shin mo lalu memegang anak gadisnya itu, kau sudah besar tapi terlihat masih saja manja, Shin mo berkata sambil tersenyum melihat Shin hoa.
Supek,..!!
Terima kasih supek, sudah merawat Hoa ji ( anak hoa ) Shin mo berkata kepada Thian sin yang sudah terlihat sangat tua.
Thian sin tersenyum, aku malah senang, anak mu sangat berbakat, Thian sin berkata.
Setelah menginap beberapa hari melepas kerinduan dan bercakap cakap dengan supek nya, Shin mo lalu kembali.
Tiga ekor kuda berjalan tak terlalu kencang, Shin mo dan Hek kwi yang memakai caping, sementara, seorang gadis cantik bersama dengan mereka, Shin hoa terlihat sangat senang sekali, apalagi setelah ayahnya berkata akan mampir dulu kekota Xi'an untuk bertemu dengan anggota perguruannya.
__ADS_1
Shin bwe dan Shin hoa, sudah tahu latar belakang ayahnya, sebagai ketua perguruan Dewa iblis.
Hek kwi lalu menyewa sebuah rumah di Kota Xi'an, karna tak baik membawa Shin hoa kerumah bunga, tempat kediaman Soo bin.
Soo bin, memberi hormat kepada Shin mo.
Ketua,..!! Soo bin berkata, Shin mo lalu menyapa Soo bin dan memperkenalkan anak nya Shin hoa yang sudah gadis, Soo bin tersenyum menatap gadis cantik di depannya.
"Bibi,..!! Shin hoa berkata, Soo bin tak menjawab, ia lalu menghampiri Shin hoa dan memeluknya.
"kau sangat cantik," Soo bin berkata kepada Shin hoa.
Setelah basa basi sebentar lalu Soo bin menceritakan kemajuan kongsi dagang dan perusahaan pengawalan yang di jalankan oleh sebagian orang dari perguruan Tombak emas.
""Ketua,"..!! Ada yang ingin bertemu, Shin mo mengerutkan dahi mendengar perkataan dari Soo bin.
"Seorang perwakilan raja muda Yan, sekaligus anak angkat raja Yan, ingin bertemu ketua, seorang gadis muda, tetapi mempunyai kelebihan, otak nya sangat pintar dan dapat membaca situasi kedepan."
"Dia tau bahwa rumah Dewi bulan ada pemilik yang sebenarnya, dan minta ingin bertemu."
Shin mo akhirnya menyanggupi bertemu dengan perwakilan raja muda Yan.
Sebuah kereta mewah berhenti di depan rumah, tempat Shin mo menginap dikota Xi"an, seorang gadis turun dari kereta dan diantar oleh pria paruh baya, yang turun dari atas tempat kusir kereta kuda.
Putri Qiao memberi hormat kepada Shin mo sambil memperkenalkan diri.
Setelah berada didalam ruangan, lalu putri Qiao bercakap cakap dengan Shin mo.
"Ketua Shin, situasi keadaan sekarang sedang memanas, Kaisar Zhiangwhen sangat ketakutan hingga menyerang sekutu yang adalah saudaranya sendiri, dan sekarang seperti sedang mengincar raja muda Yan, bagaimana sikap dari ketua Shin melihat hal ini,"..?
Shin mo memang selama perjalanan selalu ngobrol dan bertanya tanya, dan akhirnya mengetahui ada sebuah kesenjangan yang besar antara wilayah yang di pimpin oleh kiasar Zhiangwhen dan raja muda Yan.
Rakyat raja muda Yan sangat makmur dan sejahtera, berbanding terbalik dengan keadaan negara yang dipimpin kaisar Zhiangwhen, korupsi para pejabat di pusat maupun daerah, perang yang terus terjadi, pajak ikut melambung, membuat rakyat banyak yang menderita.
"Jika ketua Shin ikut peduli terhadap rakyat negri ini, ketua Shin harus menentukan pilihan," putri Qiao berkata.
Shin mo mengangguk mendengar perkataan putri Qiao, kemudian berkata.
"Dewa iblis sebenarnya tak mau ikut campur dalam perselisihan keluarga kerajaan, tapi demi rakyat dan dunia persilatan, aku akan membantu, jika ada orang dunia persilatan ikut mengacau dalam perseteruan keluarga kerajaan dan akan mengatasi mereka,"
Mendengar perkataan Shin mo, wajah putri Qiao terlihat sangat gembira, "terima kasih ketua Shin," putri Qiao berkata.
Shin mo lalu memperkenalkan Shin hoa kepada putri Qiao.
"Enci Qiao, kau sangat hebat,..!! Kupikir usiamu jauh diatasku, berani bicara dengan ayah, ternyata aku beda setahun saja dengan enci Qiao," Shin hoa berkata sambil tertawa tawa, Shin mo tersenyum mendengar percakapan mereka yang akrab.
__ADS_1
Shin mo lalu membuka capingnya dan berkata kepada Hek kwi.
"Paman Hek, sementara kau bantu putri Qiao, cari tau dan siapa saja orang dunia persilatan yang mengacau dan mencari keuntungan dalam situasi yang sedang memanas ini, hubungi juga tetua mata mata Dewa iblis, mereka pasti banyak informasi yang membantu, dan rumah Dewi bulan jalan kan tugas sebagaimana mestinya, Soo bin mengangguk mendengar perkataan ketuanya, begitu juga dengan
Hek kwi, yang mengangguk mendengar perkataan dari ketuanya.
Putri Qiao tak begitu mendengarkan perkataan dari Shin mo, tapi Putri Qiao terus menatap kearah wajah dari Shin mo.
Shin hoa tersenyum melihat putri Qiao, dia dari kecil memang sering melihat kejadian seperti putri Qiao alami, karna ayahnya mempunyai keanehan, belum terlalu tua tapi rambut sudah putih semua, bahkan mata ayahnya berwarna merah dan berbeda dengan mata manusia.
Putri Qiao terus menatap kearah Shin mo, bukan karna keanehan di rambut atau mata Shin mo, tapi wajah Shin mo mengingatkan putri Qiao kepada orang yang hampir selama satu tahun ini selalu mengganggu pikirannya.
"Mo kwi"
Ada kemiripan wajah antara Shin mo dan Mo kwi, dan itu yang membuat putri Qiao tertegun, ketika Shin mo membuka capingnya.
Han sikong yang ikut bersama putri Qiao pun tertegun ketika melihat wajah Shin mo, dan berpikiran sama dengan putri Qiao.
Putri Qiao lalu pamit setelah mendapat kepastian dari Shin mo.
Di depan gerbang kota Xi'an, Shin mo berkata,.
"Aku akan mengantarkan dulu Shin hoa keperkampungan lembah awan, nanti aku akan kembali lagi kesini, paman tolong bantu putri Qiao sambil menunggu aku datang".
Baik ketua, Hek kwi berkata.
Lalu Shin mo meninggalkan kota Xi"an
Belum jauh Shin mo keluar gerbang, dengan kuda yang berjalan tak terlalu kencang bersama dengan Shin hoa.
Mata nya melirik seorang pemuda yang berpakaian lusuh, seperti habis berjalan jauh dengan membawa pedang yang kasar dan seperti terlihat belum jadi di punggungnya, berjalan menuju arah kota Xi'an.
Pemuda itupun melirik kearah Shin mo, 2 pasang mata bertemu, Shin mo yang bermata merah dengan pemuda berpakaian lusuh yang ternyata Mo kwi, baru saja datang, dan ingin memasuki kota yang tenyata kota Xi'an,
Saling pandang sekilas sambil lewat, kedua hati mereka tergetar.
Siapa pemuda itu, batin Shin mo, matanya sangat tajam dan bening, tanda tenaga dalamnya sangat tinggi.
Hmm,..!!
"Dari balik capingnya yang bercadar, aku melihat mata orang itu seperti mengeluarkan cahaya merah, siapa orang itu,..? batin Mo kwi, keduanya lalu lewat dan berlalu tanpa bertanya.
Mo kwi melangkah kearah kota Xi"an.
Dan Shin mo melanjutkan perjalanan ke perkampungan Lembah awan.
__ADS_1