Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 145 Menolong Mentri Cu Ming


__ADS_3

Mentri Cu ming, Meng ho dan Yo tian terkejut ketika melihat, Mo cian dari jarak jauh dapat menewaskan anak buah Dewa maut, mereka tak menyangka, Mo cian yang terlihat lemah lembut, dan sangat sopan, seperti tak mempunyai kepandaian, tapi sekali menjentikan jari, seorang pasukan bagian hukuman, yang terkenal sakti dan bengis menurut mereka, tewas oleh pemuda itu.


Apalagi Dewa maut, kakek berwajah bengis itu sampai berjingkrak saking kagetnya, karna anak buahnya yang tewas, tak jauh berada di sisinya, dan matanya hampir loncat melihat kematian tragis dari anak buahnya.


"Ada apa tuan Mo cian ?" Mentri Cu ming berkata, dan kali ini perkataan nya sangat sopan.


"Apa Taijin bisa menutupi kejadian ini, dan menutup rahasia, jika hamba membantu mengabisi, orang tua menyebalkan itu ?


"Tuan Mo cian jika bisa membuat dia tutup mulut, jangan khawatir, mulut kami bertiga akan terkunci rapat, toh mereka juga berniat membunuh kami."


"Baik..!!" jika memang Taijin sanggup untuk menutupi hal ini


"Ling moi, aku takut mereka akan kabur dan berteriak teriak jika Dewa maut asli datang, habisi mereka dan jangan pake lama..!!" baik Cian koko, Ling ji berkata sambil tersenyum manis.


Ling ji langsung bergerak sangat cepat, kedua telapak tangannya, langsung memukul ke arah kepala Dewa maut.


Whuuut,..Plaaak.


Dewa maut yang terkejut melihat serangan cepat Ling ji, dan langsung menangkis, ketika kedua tangan mereka bertemu, Dewa maut mundur selangkah, dan tubuhnya langsung menggigil, karna tenaga dalam berhawa dingin yang di keluarkan oleh Ling ji, wajah nya berubah pucat ketika mengetahui, bahwa tenaga dalamnya masih dibawah gadis muda yang datang bersama pemuda itu.


Dewa maut memberi isyarat, lalu ia dan anak buahnya langsung bergerak menyerang kearah Ling ji.


Mentri Cu ming, Meng ho dan Yo tian tertegun melihat aksi nyonya muda itu, dan juga tak menyangka, seperti ketika melihat Mo cian menewaskan salah seorang anak buah Dewa maut.


Ling ji, beputar, tubuhnya dengan gemulai, menghindari serangan pedang yang menuju ke arah tubuhnya, gerakannya sangat cepat, dan kedua telapak tangannya kadang mengepal dan terbuka, melancarkan serangan kearah Dewa maut dan empat orang anak buahnya.

__ADS_1


Sebuah pedang menusuk kearah leher gadis itu, Ling ji sedikit memeringkan kepalanya lalu tubuhnya melesat, sambil menghindari pedang yang mengarah pinggang, bergerak ke samping kanan, dan sudah berada di belakang salah seorang anak buah dari Dewa maut.


Bhuuuk..!!


Anak buah Dewa maut langsung terpental, ketika punggungnya, di hantam oleh telapak tangan Ling ji, dan jatuh, langsung tewas, tulang tulang di punggunya patah, dan wajahnya agak kebiruan, karna, jurus air es, milik Ling ji.


Dewa maut makin bernafsu menyerang, melihat salah seorang anak buahnya tewas oleh gadis muda itu, serangannya makin gencar, jurus jurus pedang mautnya, selalu mengarah bagian mematikan dari Tubuh Ling ji, sementara Mo kwi yang melihat ketiga anak buah Dewa maut yang tersisa sangat mengganggu Ling ji, sementara Dewa maut semakin gencar, lalu pemuda itu merogoh sesuatu kedalam bajunya.


Coa mo, Coa kwi bantu nyonya kalian, setelah berkata, lalu Mo kwi mengibaskan tangannya, dua buah sinar merah langsung melesat, kearah kedua anak buah Dewa maut.


Melihat sinar merah melesat kearah mereka, salah seorang anak buah dewa maut menghindar, dan yang satunya lagi langsung menebas tapi keduanya terkejut, ketika menebas, sinar merah itu seperti menghindar, lalu melesat kembali kearah leher, dan Coa mo langsung mengigit leher, anak buah Dewa maut langsung ambruk, dan tewas seketika, dan posisi Coa mo tidak terlihat, karna terhalang oleh leher orang yang ia gigit, dan mereka yang berada di sana menyangka, bahwa Mo kwi mengeluarkan senjata rahasia untuk membantu istrinya Ling ji.


Melihat temannya tewas, yang berhasil menghindar berkata dalam hati, "gila..!!" senjata rahasia apa itu, di tebas, bisa menghindar, untung tadi, aku langsung menghindar sambil menjauh, klo tidak celaka sama dengan si a Hui.


dan ketika ia melihat kearah Ling ji, sinar merah yang kali ini baru terlihat olehnya, ketika Coa kwi sudah berada di depan mata, dan sudah membuka mulutnya, saking takut dan ngeri ketika melihat sinar merah itu ternyata se ekor ular, anak buah Dewa maut, sampai tak bisa teriak, Coa kwi langsung menggigit mata orang itu, hanya terdengar keluhan pelan, dan tak lama kemudian tewas, akibat racun keji kedua ular gurin api sahabat Mo kwi.


Coa mo dan Coa kwi langsung melesat kearah salah seorang anak buah Dewa maut yang tersisa, karna sudah sangat takut, anak buah yang tersisa, langsung melemparkan pedangnya kearah Coa mo, tapi si jantan berkelit, dan dengan sangat cepat, sidah nemplok di paha dari pria itu dan langsung menggiitnya, anak buah Dewa maut terkejut, lalu tangannya berusaha meraih, Coa mo, tapi Coa kwi sudah sampai, dan langsung menggigit leher pria itu,


dengan mata melotot, anak buah dewa maut yang tersisa tewas.


Setelah berhasil membunuh ketiga anak buah dari Dewa maut, kedua ular itu langsung melesat kearah Mo kwi, hinggap di bahu, lalu bergerak kearah leher dan menjilati leher majikannya.


Mentri Cu ming, Meng ho dan Yo tian, tak bisa berkata kata, tapi tampak terlihat dari raut wajah mereka, kaget, ngeri dan seram bercampur aduk melihat pemuda yang mereka kenal, bernama Mo cian,


Sementara Zhou fang tersenyum bangga, melihat aksi aksi dari Majikannya.

__ADS_1


Ling moi, jangan terlalu lama, Mo kwi berkata, sambil melemparkan sebuah cangkir yang berisi air putih kepada Ling ji, cangir itu melesat, dan airnya yang penuh, satupun tak ada yang muncrat keluar ketika di lemparkan, tanda tenaga dalam tinggi dari orang yang melemparkannya.


Dewa maut keluarkan keringat dingin, dan merasa, ia sudah tak mempunyai harapan lagi,dan satu satunya jalan hanya beradu jiwa, dan sebuah pikiran terlintas dari dewa maut.


"Sebelum mati aku harus bisa membunuh ketiga penghianat itu," Dewa maut berkata dalam hati, dan langsung dengan cepatnya menyerang kearah mentei Cu ming, Meng ho dan Yo tian, ketiga orang itu yang terkejut karna tak menyangka Dewa maut menyerang mereka, dan ketiganya hanya bisa pasrah, ketika sinar pedang sudah berkelebat kearah leher Mentri Cu ming.


Whuuuus,..braaaak..!!


Mo kwi langsung mengibaskan tangannya, Dewa maut yang tak menyangka, dari jarak jauh Mo kwi masih bisa menyerangnya, Dewa maut terpental akibat kencangnya hawa tenaga dalam yang Mo kwi keluarkan untuk menyelamatkan Mentri Cu ming dan kedua kawannya,


Ling ji yang melihat aksi Dewa maut merasa kesal, lalu melemparkan cangkit air nya kearah Dewa maut, cangkir melesat dengan sangat cepat.


"Kau pikir aku apa..!!" menyerang ku hanya dengan cangkir," Dewa maut berkata dalam hati.


Setelah cangkir melesat, tangan kiri Ling ji langsung memukul kearah cangkir, lalu tangan kanannya mengibas.


Braaak...sreeeeet,..jleb,..jleb, jleeb.


Cangkir hancur terkena hantaman dari tangan kiri Ling ji, dan Dewa maut hanya menebas tempat kosong, air dari cangkir yang pecah muncrat di udara, dan kibasan tangan kanan Ling ji, ke arah air langsung membuat air berubah menjadi es dan melesat dengan sangat cepat kearah wajah Dewa maut, karna jaraknnya yang dekat, Dewa maut sama sekali tak menyangka, dan ratusan butir es layaknya senjata rahasia menembusi wajah nya.


Dewa mau langsung tersungkur dan tewas seketika.


Setelah Dewa maut tewas, mo kwi lalu menatap kearah Mentri Cu ming sambil tersneyum.


"Taijin,..!!" mari kita teruskan percakapan kita."

__ADS_1


__ADS_2