
"Maaf tuan, Iblis gurun adalah sebutan dari kakekku Ban li eng, penjaga gurun Gobi," Mo kwi berkata sambil memberi hormat kepada Elang laut.
Mo kwi yakin bahwa Elang laut juga ada sangkut paut dengan perguruan Dewa iblis, karna Elang laut juga menunggu Ketua Dewa iblis di kòta Fu'yi dan Elang lautlah yang membawa kabar, bahwa besok ketua Dewa iblis Shin mo, akan sampai di kota Fu'yi.
"Tunggu dulu,"..!!
"Jadi kalian membicarakan tentang perguruan kuno yang telah membubarkan diri beberapa puluh tahun yang lalu, "perguruan Dewa iblis,"..? Nenek Kuda besi berkata.
"Siapa bilang perguruan Dewa iblis membubarkan diri," Sian bin berkata.
"Diam kau, pendeta busuk, aku tak berbicara denganmu,"..!! Nenek kuda besi berkata kepada Sian bin.
Sian bin terkekeh kekeh mendengar perkataan dari Nenek kuda besi, lalu Sian bin menatap kearah nenek Kuda besi.
Sian bin lalu mengirimkan suara jarak jauh dengan ilmu tenaga dalam memindahkan suara, dan hanya dapat didengar oleh nenek Kuda besi.
"Nenek peot"
"Kau tau orang yang kau sebut sebagai pendeta busuk ini, adalah saudara seperguruan yang lebih tua dari pemuda yang kau sebut suami cucumu itu, "jika aku sebagai saudara seperguruan yang lebih tua tak merestui cucumu, kawin dengan Mo kwi, lantas kau mau apa,"..? Jangan kau berlagak sombong padaku, "kelak jika cucumu berjodoh, kau pasti akan meminta bantuanku, cepat suruh cucumu mengambil secangkir arak dan berikan padaku, sebelum aku kesal,"..!! Sian bin berkata, malah memerintah kearah Nenek kuda besi.
Sian bin senyum senyum penuh kemenangan, sedangkan Nenek kuda besi mengerutkan keningnya sambil menatap kearah Sian bin,
Tak lama kemudian nenek kuda besi berkata kepada cucunya.
"Han lian,..!! Tolong ambilkan secangkir arak dan berikan kepada pendeta Tao ini," semua orang terkejut ketika mendengar perkataan dari nenek Kuda besi, orang yang menjadi musuh dan selalu beradu kata kata, tetapi sekarang malah menyuruh cucu kesayangannya, untuk mengambilkan arak buat pendeta Tao yang berada dihadapannya.
Han lian menuruti perkataan dari neneknya, ia lalu mengambil secangkir arak, dan memberikan kepada Sian bin.
"Silahkan suhu."
Han lian berkata sambil memberikan cangkir arak, kepada Sian bin.
Sian bin menerima pemberian arak dari Han lian kemudian berkata.
"Anak baik,..Anak baik," Sian bin berkata, sebelum meminum arak pemberian dari Han lian, Sian bin terlebih dahulu melirik kepada nenek Kuda besi sambil mengedipkan matanya kearah nenek itu.
Nenek Kuda besi hanya mendengus melihat tingkah dari Sian bin, tapi ia tak bisa berbuat apa apa lagi sekarang terhadap Sian bin, karna kebahagiaan cucunya nanti, ia akan bergantung kepada kakek menyebalkan yang tengah berada dihadapannya.
__ADS_1
Tak terasa setelah bercakap cakap hari sudah menjelang Sore, kemudian mereka membubarkan diri, dan beristirahat dikamar masing masing.
****
Disebuah Goa di kaki pegunungan Kunlun, tempat yang sangat rahasia dari perguruan tengkorak putih.
Disalah satu ruangan goa itu, terlihat dua orang yang tengah bercakap cakap.
Bagaimana dengan orang orang yang sudah paman suruh, untuk mencari kabar tentang keberadaan dari enci Mei hwa, "sudah hampir lebih dari 15 th tapi tak pernah aku mendengar kabar yang memuaskan tentang keberadaan dari enci Mei hwa dari paman Yie," Tan lian cucu Kwi bo yang sekarang menjadi ketua perguruan tengkorak putih. berkata seperti mengerutu kepada Yie dong.
Yie dong menarik napas panjang, ketika mendengar perkataan dari Tan lian.
Tan lian sudah menjadi gadis yang bisa disebut matang, tapi sampai sekarang gadis itu belum pernah sekalipun berbicara tentang pasangan hidup, atau kekasih hati.
Tan lian sangat rindu kepada Mei hwa dan ingin bertemu, tapi sudah puluhan, mungkin ratusan orang di kerahkan oleh Yie dong untuk mencari Mei hwa tapi hasilnya tetap nihil.
Yie dong menghela napas, kemudian berkata
"Sebelum Mei hwa pergii, ketua juga dengar ia berkata, tak kan kembali lagi ke perguruan tengkorak putih," Tan lian mengangguk mendengar perkataan dari Yie dong, "paman benar," Tan lian berkata dengan nada sedih.
Dan Yie dong teringat dengan perkataan Mei hwa terakhir sebelum ia pergi meninggalkan perguruan tengkorak putih.
"Paman, perutku ini sudah tak bisa ditutup tutupi lagi, bila tetua tetua perguruan tengkorak putih tahu aku hamil oleh siapa, "maka perguruan tengkorak putih akan hancur, dan aku tak bisa melanggar sumpah suhu ( Kwi bo ) biarlah rahasia ini aku dan paman Yie yang tahu, "dan aku akan membawa sampai mati rahasia tentang ayah dari bayi yang aku kandung ini"
Mei hwa mengucurkan air mata, ketika berkata tentang isi hatinya kepada Yie dong, orang yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri.
Yie dong sendiri tak bisa menahan kesedihan, mendengar perkataan dari Mei hwa, matanya merah dan berkaca kaca, ikut merasakan penderitaan gadis yang ia rawat dan didik semenjak dari kecil.
Dan Yie dong tahu Mei hwa pergi sambil membawa kitab raja hitam dan racun teratai hitam yang sangat berharga, dan pisau Raja neraka pemberian dari Tan lian, karna merasa berhutang budi, Mei hwa hampir memberi 3/4 bagian tenaga dalamnya unutk membantu Tan lian, menjabat sebagai ketua dari pergurian tengkorak putih, karna perutnya semakin lama semakin besar dan tak bisa ditutupi lagi.
Dan keesokan harinya Mei hwa pergi meninggalkan perguruan tengkorak putih, dan sampai sekarang tak ada kabar berita sama sekali, walaupun Yie dong dan Tan lian sudah menyebar ratusan orang untuk mencari Mei hwa, dan hasilnya tetap nihil.
****
Ruangan besar di tempat gubernur Li tampak sangat ramai hanya Mo kwi yang tak terlihat, Sian bin dan Elang laut beserta kedua anaknya, putri Qiao dan Han sikong, gubernur Li bersama dengan Pedang kiri sedangkan sepasang Pendekar bermuka hewan duduk bersama dengan Han lian.
Mereka yang sedang duduk diruangan itu mendengar, bahwa ketua Dewa iblis sebentar lagi akan tiba, dan yang belum tahu, mereka bekumpul ingin melihat seperti apa ketua perguruan Dewa iblis.
__ADS_1
Mo kwi yang dari semalam giat berlatih menggabungkan tenaga dalam dari gurunya merasa sangat letih dan tanpa terasa sewaktu hari menjelang subuh Mo kwi tertidur, dan beberapa kali kamarnya di ketuk oleh pelayan, tapi pintu kamarnya tak di buka oleh pemuda itu.
Ketika melihat dua buah bayangan berkelebat memasuki ruangan, dan setelah kedua bayanan itu sampai, putri Qiao dan Sian bin memberi hormat kepada Shin mo yang datang bersama dengan Hek kwi.
Lalu orang orang yang berada diruangan itu memberi hormat kepada Shin mo, dan Shin mo membalas penghormatan yang diberikan oleh mereka.
Ketika mereka bercakap cakap, terdengar suara langkah kaki mendekati, dan terlihat Mo kwi dengan terburu buru melangkah mendekati sambil berkata, "Maaf aku kesiangan. dan terlambat datang," Mo kwi berkata.
ketika melihat dua orang bercaping berada diruangan dan salah satunya adalah Hek kwi, Mo kwi lalu berdiri dan memberi hormat kepada orang bercaping yang berada disamping Hek.kwi.
"Apakah ini,"..? Mo kwi berkata sambil melihat kearah Hek kwi, Hek kwi lalu mengangguk dan berkata.
Ketua, pemuda inilah yang aku ceritakan, Iblis gurun, penerus saudara kita yang menjaga gurun Gobi Suadara Ban li eng.
Mendengar perkataan Hek kwi, Mo kwi lalu memberi hormat.
Salam sejahtera untuk ketua perguruan Dewa iblis, Mo kwi berkata, sambil menundukan kepala.
Shin mo lalu membuka caping nya, semua yang belum mengenal sosok Shin mo merasa terkejut, melihat penampilan Pria yang belum begitu tua, tapi berambut putih dan sangat tampan, dengan mata yang berwana merah menambah wibawa Shin mo, dan membuat orang gentar, bila memandang kearah mata ketua Dewa iblis.
"Siapa namamu anak muda,"..? Shin mo berkata sambil menatap Mo kwi yang tengah menunduk.
Mo kwi lalu mengangkat kepala, dan melihat sosok yang menjadi ketua perguruan Dewa iblis.
Wajah nya sedikit terkejut melihat penampilan ketua perguruan Dewa iblis yang sangat berbeda.
Sementara beberapa mata tua, memandang kedua orang yang tengah berhadapan dan berbeda generasi itu, ada kemiripan wajah dari kedua orang yang tengah berhadapan itu, pikir mereka, melihat garis garis ketampanan dari kedua orang itu yang mirip.
"Siapa namamu anak muda,"..? Shin mo berkata.
"Nama hamba Mo kwi, ketua,"...!! Mo kwi berkata.
Shin mo hatinya merasa tergetar, mendengar nama pemuda yang berada di hadapannya.
Wajah nya berkerut, sambil menatap kearah Mo kwi dan kemudian Shin mo berkata pelan.
Mo kwi.
__ADS_1