
Walau hatinya gentar, tapi kepala besi sudah tak bisa mundur, dirinya tahu, bahwa menyerang adalah satu satunya cara, dan untuk menjaga kewibawaan pasukan siwi Rajawali perak.
Kepala besi lalu memberi isyarat, ia dan sembilan anak buahnya melakukan formasi yang sama, yaitu Pedang gelombang.
Hati kesembilan anak buah kepala besi sebenarnya gentar, tapi melihat wakil komandannya sendiri yang memimpin, semangat mereka sedikit naik.
Kepala besi berada diposisi depan dengan setengah berjongkok, matanya tajam menatap kearah Mo kwi.
Kali ini Mo kwi mengeluarkan pedang bintangnya.
"Ko pedang ketua jelek sekali..!!" Seperti pedang belum jadi, yang suka dibawa ke kebun," Cao pi berkata dalam hati, sambil wajahnya mengerut, melihat pedang milik ketuanya yang berwana agak kehijauan.
Shin bwe dan Shin hoa juga berpikiran hampir sama dengan Cao pi, tapi tidak dengan Sinie suthay yang menatap tajam, kearah pedang bintang Mo kwi.
"Kakak..!! Pinjamkan pedangmu pada ketua perguruan tengkorak putih." Shin hoa berkata kepada kakaknya.
"Jangan lancang kalian..!!" Sinie suthay berkata.
"Pedang ketua perguruan tengkorak putih itu, tidak kalah hebatnya dengan suling Iblis milik ayahmu."
Shin bwe dan Shin hoa terkejut, mendengar perkataan dari Sinie suthay yang selalu mereka panggil nenek, itu berkata, "bahwa pedang Mo kwi sama hebatnya, dengan suling iblis milik ayah mereka."
Serangan dari bawah agaknya yang berat, karna Kepala besi ada disana, Mo kwi berkata dalam hati.
Setelah memberi aba aba, Kepala besi bergerak bersama anak buahnya.
kepala besi memakai pedang pendek, sebagai senjatanya.
Gerakan mereka lebih kompak, dan terlihat lebih ganas dari penyerang pertama.
Tapi Mo kwi sudah ada pengalaman pertama, dan tidak begitu kaget lagi.
Ketika kepala besi sudah mendekat.
Mo kwi kemudian memutarkan pedang bintang miliknya, dan melakukan putaran malaikat pedang, dengan sangat cepat, sehingga terlihat pedang bintang seperti banyak dan menangkis serangan yang mengarah bagian bawah dan atas pemuda itu.
Traaang..Traaang..Traaaang..!!
Beberapa kali pedang bintang menangkis serangan pedang para siwi, yang mengarah bagian mematikan dari tubuhnya, dan yang tenaga dalamnya lemah, tak akan bisa mendekati, karna tubuh Mo kwi tertutup hawa pedang bintang dari tenaga dalam yang keluar ketika tubuh Mo kwi berputar kencang, hawa pedang yang bisa mengiris tangan Siwi yang coba mendekat dan menyerang.
"Gila, ilmu siluman apalagi yang dikeluarkan bocah setan itu..?" Pedang gelombang dengan sangat mudah bisa ia pecahkan, hanya dengan berputar putar saja," Kepala besi berkata dalam hati.
Dan matanya mendelik ketika melihat 3 buah pedang milik anak buahnya kutung, dan beberapa baja pelindung tubuh sobek, terbabat pedang bintang milik Mo kwi.
__ADS_1
Kepala besi yang botak, mulai mengeluarkan keringat dingin.
Lalu kepala besi memberi isyarat anak buahnya mengepung Mo kwi.
"kita pakai jurus pedang rajawali mencuri tenaga,"
kepala besi berkata kepada anak buahnya.
Setelah kepala besi memberi tahu jurus yang dipakai, para siwi langsung mengelilingi Mo kwi.
Posisi Mo kwi berada ditengah, lalu para siwi menyerang secara bergantian, dua menyerang, dan yang dua menjaga, dan selalu bergantian sehingga lawan terkuras tenaganya, Shin bwe tadi merasakan ketika ia melawan lima orang siwi, tetapi sekarang yang melawan dan mengepung Mo kwi berjumlah sepuluh orang.
Kepala besi dengan pedang pendeknya, menyerang sangat hebat, kepalanya sangat berbahaya, terkadang menanduk, menyeruduk dada Mo kwi, batu yang keras bisa hancur terkena serudukan kepala besi, karna kepalanya sudah terlatih dan sangat keras, apalagi jika dada yang terkena serudukan kepala besi.
Mo kwi kali ini menggunakan langkah kilin untuk menghindari serangan serangan para siwi yang mengepungnya, begitu pula para siwi, setiap pedang mereka mau beradu dengan pedang Mo kwi, mereka pasti langsung menghindar, karna pedang mereka akan langsung terbabat putus oleh pedang bintang milik Mo kwi.
Dua buah pedang menyerang dari depan, Mo kwi bergerak mundur, tapi tubuhnya merasakan angin dingin, dari hawa pedang dari belakang, ia lalu berbalik, dan langsung menyerang siwi yang membokongnya.
Dengan langkah kilin, pedang bintang membabat bahu, lalu tangannya yang sudah hitam menghantam dada siwi yang mendekat, siwi yang diserang bahunya, bisa menghindari dengan bergerak mundur, tapi yang satu lagi mencelat, baja peindung didada terlihat telapak warna hitam yang melesak sampai kedada siwi itu, dan langsung tewas, tubuhnya kemudian berubah menjadi hitam.
Kepala besi melihat kesempatan baik, pedang pendeknya langsung membabat kearah tangan kanan Mo kwi yang memegang pedang bintang, dan serangan jarak dekat itu sangat cepat, hingga mustahil dihindari oleh Mo kwi.
Mereka yang melihat serangan licik dari kepala besi menahan napas.
Mendapat serangan licik itu, Mo kwi lalu melemparkan pedang bintang miliknya kearah dua orang siwi didepannya, lalu tangannya menangkis.
Senyum dari bibir kepala besi terlihat lebar, ketika melihat Mo kwi menangkis dengan tangan kosong.
Shin bwe dan Shin hoa menjerit sambil menutup mata, tak tega melihat pedang pendek yang berkilat sedang membabat tangan Mo kwi.
Mo kwi menggunakan ilmu sisik naga, menangkis pedang pendek kepala besi, tangan kepala besi yang memegang pedang pendek bergetar, bunga api memercik, ketika pedang pendek itu bertemu dengan tangan Mo kwi, yang sudah dialiri oleh ilmu sisik naga, Kepala besi sangat kaget ketika pedangnya seperti menebas baja keras, karna terkejut kepala besi lengah, kemudian Mo kwi menendang perut kepala besi, yang langsung terlempar, dan bergulingan sambil memegangi perutnya yang seperti hancur.
Pedang bintang yang dilempar Mo kwi meluncur dengan sangat cepat dan menembus dada salah seorang siwi, kemudian balik kembali terbang ketangan Mo kwi, setelah menewaskan salah seorang Siwi.
Mo kwi, melesat dan sudah berada di depan seorang siwi, pedang bintangnya, lalu membabat pinggang Siwi, baja pelindung tubuh tak berarti, dan ikut terbabat,
lalu dengan ilmu pedang malaikat, para siwi yang tanpa komando dari kepala besi, langsung dibabat satu persatu, para siwi terlihat pasrah, baja pelindung tubuh tak berguna ketika bertemu pedang bintang, banyak anggota tubuh yang terpapas dengan baja pelidung masih melekat, dua buah pedang melesat satu kearah leher dan satu lagi kearah pinggang.
Yang kearah leher, ditangkis oleh pedang bintang, sedangkan ke arah pinggang, tak dihiraukan oleh Mo kwi, karna sudah tahu kemampuan tenaga dalam mereka. pedang seperti menghantam karet yang sangat keras, pedang bergetar sangat keras, siwi itu melepaskan pedangnya, kemudian Mo kwi mengibaskan tangan nya, ilmu jari pedang langsung membabat ke arah dada siwi itu yang langsung terbelah.
Melihat para siwi terbabat habis dan hanya tersisa kepala besi yang sedang memegangi perutnya, dua orang pemandu jalan sangat ketakutan, satu orang dengan langsung memecut kudanya, dan berusaha menubruk Pedang gila.
Pedang gila, langsung membabat kearah kaki kuda, kemudian pedang kelabang biru langsung naik, membabat kuda dan penunggangnya dari bawah keatas, keduanya langsung tewas terbelah dan membiru.
__ADS_1
Mo kwi tersenyum melihat aksi pedang gila, kemudian berkata.
"Bawa kepala besi padaku..!!"
Lalu pedang gila, memegang baja pelindung didekat leher kepala besi, dan menyeretnya kearah Mo kwi.
Seorang pemandu yang masih hidup hanya diam, dan tak berani mendekati kuda, atau mencoba melarikan diri.
Sinie suthay dan rombongan mendekati Mo kwi, Cao pi yang sudah melihat kemapuan ketuanya merasa sangat bangga dan selalu berdiri didekat Mo kwi.
katakan rencana kalian, dan dimana tempat kalian berkumpul..?
"Kalau mau bunuh, bunuh saja, tak usah banyak bicara..!!" Kepala besi berkata, sambil melotot kearah Mo kwi.
"Plaaak..!!"
Mo kwi menampar kepala besi, dan ia tetap melotot kearah Mo kwi, seperti tak merasakan tamparan di kepalanya.
"Rupanya keras juga kepalamu..!!" Mo kwi berkata,
"bagaimana jika kita bertaruh..?"
"Apa maksudmu..?" Kepala besi berkata.
Jika kawanku ada yang bisa menggigit kepalamu, hingga berdarah, maka kau harus memberitahu rencana kapak setan terhadap perkampungan lembah awan, dan jika kawanku gagal maka kau akan kubebaskan.
Apa dia, yang akan menggigit, Kepala besi berkata sambil matanya melirik kearah Shin bwe.
Chiiiiiiis..!!
"Hati hati, mulutmu bicara..!!" Shin bwe berkata sangat marah, sedangkan Shin hoa tertawa cekikikan mendengar perkataan dari Kepala besi.
Kepala besi lalu melihat, Cao pi, si orang tua, dan pedang gila. yang tadi datang bersama pemuda itu.
"Paling kakek bermuka merah itu, yang disuruh menggigit kepalaku..!!" Kepala besi berkata dalam hati.
"Baik, aku setuju..!!" akhirnya kepala besi berkata.
"Cepat suruh teman mu itu, untuk menggigit kepalaku..!!"
Mo kwi tersenyum mendengar perkataan Kepala besi, kemudian Mo kwi berteriak
"Coa mo, cepat kesini, ada tantangan untuk mu..!!"
__ADS_1