
Tabib Song mengerutkan dahi mendengar perkataan dari Dewa sesat tentang rencana kedua dari tuan Minamoto.
"Kau merasa aneh bukan, dengan perkataanku !"
Dewa sesat berkata.
He he he.
"Yang berada di pantai timur itu adalah Minamoto palsu serta pasukan berani mati yang di pimpin oleh Musashi, dan prajurit prajurit bayaran sedangkan samurai samurai hebat yang berada di sana adalah anggota Klan sakura, jika kita bisa mengadu domba mereka maka kita mendapat 2 keuntungan."
"Daratan Tionggoan, setelah perguruan Dewa iblis musnah, maka kita akan bisa dengan mudah menguasai dunia persilatan di daratan Tionggoan, sedangkan Klan sakura yang terbesar dan terhebat di negara asal Minamoto akan hancur dan di gantikan oleh keluarga Minamoto, dan kita berdua sama sama menarik keuntungan dari hal itu." Dewa sesat berkata.
Cao ao mengangguk mendengar perkataan dari Dewa sesat, sedangkan Tabib song hanya diam dan menghawatirkan sahabatnya tuan Oijin.
Oijin pernah cerita kepada tabib Song bahwa dia datang ke kota Gaya ini, karna di undang oleh Minamoto untuk, bertukar ilmu dan menjalin persahabatan, Oijin akhirnya menyetujui setelah Minamoto dan Oijin sepakat, semua biaya perjalanan dan segala hal tentang biaya di tanggung oleh Minamoto, dan Oijin harus membawa anak buahnya yang terbaik jangan sampai membuat malu negara mereka.
"Jadi tuan Oijin telah di tipu oleh Minamoto, sebagian besar orang orang yang hadir di sana adalah pasukan bayaran dan pasukan berani mati yang di pimpin oleh tuan Musashi sedangkan Tuan Oijin memang benar benar membawa hampir semua jago samurai yang berada si klan sakura." tabib Song berkata dalam hati.
***
Sementara itu di pantai, Shin mo dengan menggunakan ilmu seruling pencabut nyawa dan digabung dengan ilmu raungan dewa iblis mengamuk, tubuhnya berkelabat ke kanan dan ke kiri, Minamoto yang di kawal oleh 3 penjaga neraka yang tersisa sudah merasa gentar, seruling iblis milik Shin mo membuat gendang telinganya seperti mau pecah, raungan raungan suara suling yang keluar dari lubang lubang suling seperti suara suara jeritan yang menyayat hati, semakin lama kedua telinga Minamoto semakin sakit, tanpa terasa dari kedua telinga minamoto keluar darah.
Ketiga penjaga neraka yang mengawal Minamoto tak terpengaruh oleh suara suara yang keluar dari suling Shin mo, tapi orang orang yang berada di sekitar tempat Shin mo bertempur, menjauh sehingga membuat Shin mo bebas bergerak dengan jurus iblis gila, bergerak menyerang kearah Penjaga neraka dan Minamoto.
3 Pedang penjaga neraka, secara berbarengan menebas ke arah 3 bagian tubuh Shin mo, dengan ilmu meringankan tubuh yang tinggi, tangan kiri Shin mo, beberapa kali mengeluarkan ilmu jari iblis menghantam tubuh penjaga neraka, bahkan ada yang terkena leher dan bolong, tapi mayat hidup itu terus menyerang ke arah Shin mo, tapi setiap Shin mo mengincar kening penjaga neraka, mahluk tak bernyawa itu selalu melindungi keningnya dengan kedua tangan mereka.
Semakin lama Shin mo bertempur semakin tenaga dalamnya bertambah, karna tenaga dalam aliran terbalik dari kitab penakluk iblis yang ia miliki memang menyerap semua hawa alam.
Serangan serangan Shin mo dengan menggabungkan beberapa jurus dan ilmu pukulan membuat Minamoto gentar dan sangat ketakutan, Minamoto berteriak teriak meminta bantuan tapi tak satupun samurai yang mau dan bisa mendekati tempat Shin mo bertempur.
Suling iblis, menyambar salah seorang penjaga neraka yang berusaha menjaga Minamoto.
Bhuuk..!
Hantaman keras suling hitam ke dada, membuat penjaga neraka mundur dua langkah ke belakang, sebuah sentilan jari iblis melesat dengan cepat menembus dada penjaga neraka.
Hanya mengeliat, sebentar walau dada bolong, penjaga neraka, dengan ganas menusukan pedangnya ke arah dada.
Trang..!
Shin mo menangkis serangan pedang musuh dengan sulingnya, kemudian telapak tangan kiri yang telah si aliri pukulan penghancur tulang. menghantam perut penjaga neraka.
Buuuk..!
__ADS_1
Penjaga neraka terlempar, melihat musuhnya melayang, Shin mo langsung menyentilkan jari iblis ke arah kening penjaga neraka yang tengah melayang.
Creeebs..!
Pukulan berhawa panas dan berwarna hitam langsung menghantam kening penjaga neraka hingga tembus.
Asap hitam yang berbau busuk keluar, ketika kening penjaga neraka bolong, penjaga neraka melayang dan tak bangun lagi ketika tubuhnya jatuh ke tanah.
Dua kali Minamoto palsu itu melihat kematian yang mengenaskan dari penjaga neraka, yang menurut Dewa sesat tak bisa mati, tapi di depan matanya sendiri 2 penjaga neraka yang bertugas melindungi dirinya tewas dengan sangat mengerikan, dengan luka yang sama yaitu di kening di antara 2 mata.
Dan itu yang membuat Minamoto palsu, walaupun di sebut pasukan berani mati, tapi melihat hal hal mengerikan yang terjadi dan mendengar ilmu raungan Dewa iblis. membuat nyali pasukan berani mati menjadi orang yang takut mati.
Sementara itu pertarungan antara Mo kwi, dan kedua penjaga neraka yang di bantu oleh Oijin, semakin lama semakin dasyat, Oijin sebenarnya merasa malu harus menghadapi musuh yang menurutnya masih muda dan sebaya dengan anaknya, tapi setelah Mo kwi berhasil membunuh satu penjaga neraka, Oijin membuang rasa malu itu, dan memburu Mo kwi.
Pedang panjang milik Oijin menebas dan menusuk ke arah tubuh, Mo kwi selalu dengan kekuatan penuh, Mo kwi selalu menghindari tebasan tebasan Oijin, karna posisi pisau yang bentuknya kecil jika dipakai menangkis akan sangat berbahaya, Pedang bisa bergeser dan menyerang ke arah yang di inginkan oleh sang pemilik.
Ketika pertempuran tengah berlangsung dasyat.
Terdengar suara berdesing yang sangat kencang, dan suara itu susul menyusul.
Sing...sing..siiing,..crep, crep, creps
Puluhan panah panah besar dan tombak melesat, dari arah kapal kapal yang berada tak jauh dari pantai dan terlihat dari tempat pertempuran.
Syuuuuuut ...Boooom...Booom
Zhou you teriak ketika mendengar suara dentuman dentuman yang berasal dari kapal kapal yang berada di laut dekat pantai,
Awaaas...menghindaar...!!
Mendengar teriakan Zhou yun, Shin mo melesat menjauh, begitu juga yang lain, tetapi pedang hitam tak sempat menghindar ketika sebuah peluru meriam menghantam, ketempat pedang hitam yang sedang bertempur.
Blaar...!!
Pedang hitam, terlempar ke arah Mo kwi.
Mo kwi yang melihat anak buah ayahnya terlempar, melesat ke arah pedang hitam dan menyambar tubuh pedang hitam.
Tangan kiri putus, sebagian tubuh banyak terdapat pecahan kerikil yang menancap di tubuh pedang hitam.
Tabib Huo...tabib Huo
Mo kwi teriak teriak memanggil Tabib Huo,
__ADS_1
Tak lama kemudian Tabib Huo datang, Mo kwi mengeluarkan pedang bintang, lalu lompat dan mengibaskan pedang bintang miliknya ke arah panah panah yang mengarah Tabib Huo yang sedang memeriksa pedang hitam.
Sementara itu Mo kwi. berusaha mencari anak buahnya dan anggota perguruan Dewa iblis, ketika melihat Oijin, yang kaki kirinya hancur, Mo kwi tak tega, kemudian membawa Oijin kepada Tabib Huo, untuk di obati.
Sementara penjaga neraka yang tersisa dan Musashi tampak naik sebuah perahu kecil dan bergerak ke arah kapal kapal milik perkumpulan Bajak merah.
Dentuman meriam dan panah panah besar masih meluncur, mengarah siapa saja yang berada di pantai.
Tapi dentuman meriam, tiba tiba berubah tidak lagi mengarah ke pantai tapi ke laut.
Mo kwi, shin mo dan yang tengah berkumpul menatap ke arah laut, dan mereka baru sadar.
ketika melihat ke arah laut, banyak kapal yang berbeda dengan kapal yang tadi bersandar.
Mo kwi mengerutkan dahinya, melihat kapal kapal bergerak dari barat, dan sama sama melepaskan meriam.
Saling kejar terjadi ketika kapal kapal perkumpulan Bajak merah mulai bergerak, dan dari arah utara juga terlihat kapal kapal datang dan mengejar kapal.kapal yang berusaha melarikan diri.
Shin mo mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah kapal yang sepertinya ia kenal yang datang dari arah utara.
Melihat rombongan kapal yang datang dan berusaha mengepung, kapal kapal perkumpulan bajak merah lalu berputar haluan menuju selatan ke arah pulau Tamna markas perkumpulan Bajak merah.
Kapal Kapal yang membantu mengusir kapal perkumpulan Bajak merah kemudian merapat ke tempat tadi kapal Bajak merah melepaskan jangkar.
Beberapa sampan ( perahu kecil ) mendekat.
Ketika beberapa orang turun dari kapal.
Mo kwi dan Shin mo, tersenyum melihat siapa yang turun dari sampan dan mendatangi mereka.
"Tuan Mo cian maaf kami datang terlambat," Mu ryeong berkata sambil memberi hormat, dan di ikuti oleh sepasang pedang langit.
Sementara itu, Shin mo langsung memeluk lelaki yang seumuran dengannya, kok see in, pewaris tahta istana es yang juga kakak iparnya.
Terima kasih kalian sudah datang membantu kami
Sebuah harapan terlihat di wajah Shin mo ketika ke arah laut, puluhan kapal besar melepaskan jangkar.
Dan Shin mo berkata Dalam hati
Kita lihat saja nanti
Pulau Tamna akan ku tengelamkan
__ADS_1