
Huo in, mengurut punggung di sekitar tempat Mo kwi terkena hantaman tangan naga, sementara itu Guan yu menotok dengan ilmu jari sakti, untuk melancar kan aliran darah, kemudian Guan yu mengeluarkan sebuah wadah kulit dari dalam saku bajunya.
Berbagai macam jarum berwarna emas, besar dan kecil, panjang dan pendek tidak ada yang sama, berada di dalam wadah kulit itu.
Sementara Coa mo dan Coa kwi seperti mengerti dan mereka hanya berdiam di sekitar kaki Mo kwi.
Keringat mulai terlihat di wajah Huo in, ia harus melemaskan urat urat di tubuh Mo kwi, yang kaku karna lama tidak di gerakan, dan terus mengurut.
Begitu pula dengan Guan yu, perlahan ia mengambil sebuah jarum, setelah memastikan titik syaraf dengan jarinya, Guan yu perlahan sambil memutar mutar jarum, mulai menusuk titik syaraf di sekitar perut Mo kwi.
Ketika Guan yu menusuk titik syaraf di sekitar perut ada hawa hangat keluar, satu persatu jarum emas masuk, Guan yu mengusap keringat yang keluar, setelah jarum emas terakhir masuk.
Guan yu turun dari tempat tidur dan minum teh yang tersedia di meja, begitu pula dengan Huo in
Huo in menarik nafas panjang kemudian berkata, "jika ini juga tidak berhasil, aku tak tahu harus dengan cara apalagi untuk mengobati tuan muda," Guan yu mengangguk mendengar perkataan dari Huo in.
Guan yu juga sudah mengeluarkan kemampuannya dan mengingat ingat tentang titik syaraf di sekitar perut yang pernah ia baca.
"Sehari atau dua hari lagi kita akan melakukan ini."
Huo in berkata.
Racun teratai hitam sudah mendarah daging di tubuh Mo kwi, dan racun yang berasal dari pisau darah naga adalah racun kuno yang langka, mereka bertemu, dan tempat yang di tusuk oleh tabib Song kwan adalah tempat dimana Mo kwi, mengunci racun di dalam perutnya agar tidak keluar jika tidak di inginkan.
Song kwan seorang tabib dan dia tahu tempat tempat mematikan di tubuh manusia, apalagi Song kwan sudah mengurut Mo kwi selama dua hari, dan tahu dimana luka dan merasa aneh ketika mengetahui ada racun berjumlah besar di dalam perut pemuda itu.
Dan entah kenapa ia jadi tak tega, 2 hari berbicara dengan pemuda yang menurutnya mempunyai kharisma, dan murah senyum membuat Song kwan kemudian menancapkan pisau darah naga sedikit diatas perut dan di pusat racun hitam berada, jika sedikit di bawah, maka Mo kwi akan langsung tewas seketika.
Ketika racun hitam bertemu, dan pisau darah naga yang lama berada di perut Mo kwi, membuat mereka saling serang dan racun hitam yang tempat nya tertusuk pisau juga langsung menyebar ke seluruh tubuh Mo kwi, dan di kejar oleh racun darah naga.
Sehingga membuah tubuh Mo kwi berwarna kemerahan
Sekeras apapun racun, tapi racun itu tak mau bersatu, mereka saling hantam dan ingin menjadi penguasa di tubuh Mo kwi.
Huo in mengurut punggung membuka urat urat dan syaraf yang kaku, Guan yu membuka syaraf di dada depan, juga berusaha membuka jalan dari pusat tenaga dalam baja api yang terkurung di perut Mo kwi.
Hanya tenaga dalam pemuda ini yang dapat menundukan racun pemenang antara teratai hitam dan racun kuno darah naga.
Setelah mencabut jarum emas nya, dan Huo in juga selesai mengurut tubuh belakang Mo kwi, pemuda itu di rebah kan di tempat tidur.
Lalu kedua tabib yang berbeda cara pengobatan itu kembali ke kamarnya masing masing untuk istirahat dan memulihkan tenaga dalam mereka.
Tanpa mereka berdua sadari, ketika mereka meninggalkan kamar, mata Mo kwi bergerak gerak dan sedikit terbuka, dan akhirnya terpejam kembali.
Ling ji datang kemudian menyelimuti tubuh suaminya, dan menatap wajah tampan suaminya yg terlihat lebih kurus, matanya terpejam tanpa terasa Ling ji meneteskan air mata, dan memeluk tubuh Mo kwi, dan jari pemuda itu bergetar, tp kemudian diam kembali.
Ling ji kemudian duduk di kursi di samping ranjang tempat Mo kwi berbaring, menunggu dan berharap suaminya dapat membuka mata dan sembuh dari luka dalam yang di derita.
Dewa langit, Pedang gila dan Li chun sedang minum di sebuah meja tak jauh dari kamar Mo kwi.
"Hai gila, apa adik akan sembuh ?" Li chun berkata.
Hmm...!!
Pedang gila menghela napas, lalu meminum arak di cawannya, tak menjawab perkataan Li chun.
Li chun menarik nafas dalam dalam dan berkata, "kau memang ta pernah mau menjawab perkataanku." Dewa langit juga,
"Teman yang susah di ajak bicara," tiba tiba Dewa langit berkata memotong perkataan Li chun.
Hmm...!!
"Teman teman yang aneh," Li chun berkata sambil meminum arak di cawannya.
Pengobatan dilanjutkan ke esokan harinya, oleh Guan yu dan Huo in.
Dan kali ini tubuh Mo kwi berwarna lebih merah dari biasanya dan lebih panas.
Sedang kan Shin mo di halaman depan menerima kedatangan, wu bai, Kauw kwi, Pedang hitam, Dewa racun dengan Biauw nio istrinya.
Mereka lalu di beri tempat untuk istirahat, dan gubernur Cu akhirnya pindah ke tempat lain untuk memberi kebebasan kepada Shin mo dan kawan kawan.
Hek kwi pun terus mencari informasi tentang naga merah dari pedagang yang datang dari kota Shenyang dan kota Dalian.
Sementara itu Guan yu dan Huo in terus berusaha mengobati Mo kwi, dan ini adalah saat semua titik syaraf Mo kwi terbuka, dan tenaga dalamnya perlahan mengalir keluar dari titik pusat yang berada di perut, tapi pergerakan tenaga dalam itu sangat lambat
Tapi mereka berdua tak bisa berbuat apa apa setelah itu, dan keduanya hanya menanti ke ajaiban bahwa tenaga dalam itu dapat segera keluar dan membendung racun yang menguasai tubuh Mo kwi.
Sementara, persiapan anak buah Dewa sesat yang akan menyerang kota Tianjin sudah siap.
4 penjaga neraka, 3 golok naga, Setan bongkok, beserta 50 orang pilihan dari perguruan naga merah.
Sedangkan, Dewa sesat, Cao cao dan tabib Song dari kejauhan, karna lonceng mini dan saluran ilmu nyawa iblis harus di lakukan untuk menggerakan para penjaga neraka.
Kalian hanya perlu berlindung di belakang 3 penjaga neraka biar merek yang menghadapi para jago dari Dewa iblis.
3 penjaga neraka dan 3 golok naga beserta 50 orang murid naga merah, menyerang dari depan.
Sedangkan 1 penjaga neraka bersama Setan bongkok dan 10 orang prajurit malam naga hitam, menyusup dan membunuh pemuda yang telah membunuh dua orang murid ku, dan rebut kembali pisau darah naga,
Aku Cao cao, dan Song kwan mengendalikan 4 penjaga neraka dari tempat aman.
Malam ini aku ingin kota Tianjin akan merasakan balas dendam ku, jika saja tahap kelima dari kitab nyawa ibils bisa ku kuasai maka 10 orang penjaga neraka sudah cukup untuk membasmi kota Tianjin tanpa harus membawa kalian.
Dewa sesat setelah berkata lalu membubarkan mereka dan menyuruh mereka bersiap sedia.
Mata putih nya menatap kearah 4 penjaga neraka yang sekarang memakai baju pelindung dari baja tipis yang membuat mereka semakin terlihat seram.
Malam ini sekalian aku ingin melihat apakah 4 penjaga neraka ini akan sempurna bila di gunakan bersama sama.
Sementara senja di kota Tianjin, angin dingin dan kabut tipis yang turun dari kaki gunung Thai san membuat orang malas untuk keluar dan mereka lebih baik berada di rumah menarik selimut dan tidur.
Huo in, tampak menggelengkan kepala, karna tak melihat perobahan berarti dari Mo kwi, begitu pula dengan Guan yu, mereka hanya bisa terpaku menatap tubuh Mo kwi yang semakin terlihat merah, dan rambut nya juga agak kemerahan, kabut tipis seperti keluar dari tubuhmya, dan masih terpejam.
"Nyonya kami permisi dulu, Huo in dan Guan yu menarik nafas ketika berkata kepada Ling ji sambil menunduk lesu, "paman, kakek bagaimana dengan suami ku ?" kami sudah berusaha nyonya, tapi agaknya racun dari pisau itu yang berhasil menguasai tuan muda, dan tubuh tuan muda sekarang sangat panas, akibat racun itu, tadinya kami berpikir racun teratai hitam yang menang karna lebih banyak dan sudah mendarah daging di tubuh tuan muda.
__ADS_1
Ling ji tak bisa berkata kata lagi, air mata tampak keluar dari matanya yang indah, hatinya sangat sedih sekali mendengar perkataan dari Huo in dan kemungkinan kecil suaminya bisa hidup kembali
Dan Ling ji semakin tak berani melihat ke arah Mo kwi karna hatinya tak tega, sedangkan di tempat tidur, jari jemari Mo kwi mulai bergerak gerak, matanya juga dua kali terbuka, tapi menutup kembali, nafas pemuda itu memburu, karna gejolak hawa tenaga dalam yang mengalir ke seluruh tubuhnya, yang berasal dari perut.
Suasana malam di gerbang kota Tianjin sangat sepi, cuaca dingin dan berkabut membuat siapapun enggan keluar rumah dan memilih diam di dalam rumah dan menarik selimut.
Prajurit jaga gerbang kota terkejut, ketika melihat ada seorang kakek bongkok di pos penjagaan mereka.
Prajurit jaga itu hendak bertanya, tapi ia terkejut ketika melihat, ternyata kakek bongkok itu sudah tak ada lagi di tempat tadi, ketika hendak bertanya, hampir saja prajurit jaga itu menjerit karna kakek bongkok berpakaian Hitam itu sudah berada di sampingnya sambil memyeringai.
Lalu tangannya menyabet ke arah leher.
Kreeeek...!!
Tulang leher penjaga gerbang itu langsung patah ketika lehernya terkenan hantaman tangan kakek bongkok itu.
6 orang penjaga pos pintu gerbang, tak makan waktu lama dan tak ada kegaduhan yang terdengar, mereka semua tewas di tangan kakek bongkok itu.
Kakek itu kemudian membuka sedikit pintu gerbang dan rombongan yang menunggu di luar kemudian masuk kedalam kota Tianjin, rombongan penyusup dari Dewa sesat.
6 orang lalu menggantikan mereka, setelah melucuti pakaian prajurit jaga dan di pakai, lalu murid Dewa sesat menggantikan para prajurit penjaga gerbang kota Tianjin.
Setelah semua anggota mereka masuk.
Gerbang kota di tutup kembali.
"Setan bongkok..!!" kau memutar dari belakang, sementara yang lain dari depan, kita lansung menuju tempat kediaman gubernur kota Tianjin, dan rombongan mereka terpecah dua.
Setan Bongkok, 1 penjaga neraka dan 10 orang prajurit malam, memisahkan diri dan berjalan memutar menuju belakang.tempat kediaman gubernur kota Tianjin.
Sementara Dewa sesat masuk kedalam sebuah rumah milik muridnya Liao pan, yang berada di sekitar kediaman gubernur kota Tianjin, dan ruangan bawah tanah di rumah itu, menjadi tempat Dewa sesat mengontrol gerakan dari 4 penjaga neraka miliknya dan Cao cao memegang lonceng kecil dan menunggu perintah dari Dewa sesat untuk menggoyangkan lonceng itu memberi perintah kepada 4 penjaga neraka miliknya.
Dewa sesat duduk bersila, lalu memusatkan perhatian kembali kepada 4 penjaga neraka, dan memberi isyarat kepada Cao cao untuk menggoyangkan lonceng kecil itu.
Klining, klining, klining.
Ke empat penjaga neraka yang sudah terhubung dengan ilmu nyawa iblis, mendengar di telinga mereka suara lonceng kecil, wajah setan mereka menyeringai buas.
Sementara itu di gerbang rumah milik gubernur Cu di cuaca dingin dan berkabut, beberapa orang jalan mendekati, 3 orang bersenjata golok kemudian meloncati tembok gerbang, kemudian terdengar suara keluhan sebentar, tak lama kemudian gerbang kota terbuka, mereka lalu masuk dan menutup kembali pintu gerbang rumah gubernur Cu.
Beberapa orang prajurit yang berjaga di depan rumah melihat di antara kabut tebal, ada 3 oramg yang terlihat berjalan kearah mereka, ketika akan menghampiri, penjaga itu terkejut, ketika melihat di belakang ketiga orang itu ternyata masih banyak lagi dan berbaris memanjang, dan kemudian langsung menyebar.
Prajurit itu langsung berteriak, "ada penyusup, ada penyusup," sambil membunyikan pluit tanda bahaya.
Shin mo dan rombongan Dewa iblis langsung melesat keluar, ketika melihat 3 orang terdepan dan 3 di belakang membawa golok dan 50 orang berseragam merah, datang mendekat.
Kauw kwi dan Pedang hitam langsung melesat, kauw Kwi melesat dengan jurus cakar kera hitam, dan Pedang hitam menebas dengan pedang hitamnya.
Tranng..traang..!!
Kauw kwi dan pedang hitam, serangan mereka mengenai baju baja pelindung, dan mereka sama sekali tak menghindari serangan dari kedua anggota perguruan Dewa iblis itu.
Dan mereka terus maju sambil loncat menyerang Kauw kwi dan Pedang hitam, sementara 3 orang bersenjata golok dan 50 orang anak buahnya berhenti. dan menyaksikan aksi dari 3 penjaga neraka.
Kauw kwi dan pedang hitam terkejut ketika melihat orang yang memakai baju pelindung, menyerang ke arah mereka dengan ganas, dan ketika balik di serang mereka seperti tak peduli walau cakar dan pedang hitam mengenai tubuh mereka, mereka hanya terus menyerang.
Melihat Kauw kwi dan Pedang hitam terdesak, Dewa racun bersama istrinya Biauw nio, langsung melesat, dan berteriak, "saudara berdua mundur dulu."
Kauw kwi dan Pedang hitam lalu mundur, karna mengerti, Dewa racun sering menggunakan bubuk bubuk racun, menghadapi musuh musuhnya, jika bertempur bersama harus makan obat penawar racun terlebih dahulu, supaya tidak terkena racun.
Biauw nio menggunakan ular beracun sebagai senjatanya, ular hitam yang melingkar di tangan dan ikut menyerang itu seperti enggan mematuk musuhnya.
Dewa racun langsung menyebar bubuk racun berwarna kuning, racun pelemas tulang, tetapi ketiganya terus menyerang tanpa peduli, malah salah seorang dari mereka menyerang dari tempat racun pelemas tulang tersebar.
Hmm..!!
Benar Cerita ketua, racun ku hanya bisa di gunakan dan dirasakan oleh orang hidup, jika orang mati yang mencium racun ku, tak akan ada pengaruhnya.
Dewa racun berkata dalam hati.
"Biauw nio, hati hati..!!" mereka penjaga neraka," aku tau," Biauw nio berkata, ketika Biauw nio menyerang kearah kepala.
Ular hitam yang berada di pergelangan Biauw nio, langsung menyambar ke arah leher dari penjaga neraka yang menjadi lawannya.
Creepp..!!
Bauw nio mendengus ketika melihat ular hitamnya menggigit kulit leher yang pucat, dan ketika di gigit oleh ular peliharaan nio nio, tak ada darah yang keluar dari bekas gigitan ular.
Dan ketika menjawab perkataan dari suaminya, Dewa racun, Biauw nio lengah dan ular hitamnya tersambar oleh penjaga neraka, dan badan ular di tarik, ular hitam langsung barbalik dan mematuk tangan yang sedang memegang erat tubuhnya, tapi patukan ular itu tak ada artinya.
Biauw nio terpaksa melapaskan ular kesayangannya, dari pada ambil resiko ikut tertarik dan di serang.
Dengan sebelah tangan penjaga neraka itu meremas badan ular menjadi dua, lalu membatingkan ular itu ke sebuah pohon, ular hitam itu langsung hancur.
Biauw nio langsung mundur dan berdiri di samping suaminya, "mereka tak bisa di racun dan di lukai," Biauw nio berkata, Dewa racun mengangguk mendengar perkataan istrinya.
Sebuah bayangan meluncur, dan sampai di hadapan Shin mo.
"Paman lakukan sesuai dengan rencana kita, pergilah..!!" Shin mo berkata,
"Baik ketua..!!" jawab bayangan hitam itu yang ternyata adalah Hek kwi, layaknya se ekor kelelawar hitam, Hek kwi melesat dan lenyap diantara pepohonan, dan gelapnya malam.
Paman dan bibi mundur dulu, biar aku dan paman Hek mo yang menghadapi penjaga neraka itu.
Dewa racun dan Biauw nio mundur mendengar perkataan dari ketuanya.
Shin mo dan Hek mo melesat dan berdiri di depan 3 penjaga neraka, lalu Shin mo berteriak dengan kencang, "aku Ketua dan pelindung perguruan Dewa iblis, ingin bicara dengan Dewa sesat," Shin mo berkata.
Suasana menjadi hening setelah Shin mo berkata.
"Apa lagi yang ingin di bicarakan ?" terdengar suara berat dari segala penjuru.
"Ilmu pemecah suara,"
"
__ADS_1
Sungguh pintar," Shin mo berkata dalam hati, mata naga nya melihat kearah kegelapan, tapi tak menangkap ada siapapun yang terlihat, "bersembunyi dimana mereka?" Shin mo berkata dalam hati.
"Kenapa terburu buru ketua naga merah, bukankah lebih baik bertemu di Dalian, dan sekalian bawa perkumpulan Bajak merah, karna kami perguruan Dewa iblis akan menumpas mereka juga."
Phuuuih..!!
"Sombong sekali kau, jika yang bicara adalah Thian mo, aku akan berpikir kembali, tapi jika kau yang bicara, hanya ku pandang dengan sebelah mata."
Ha ha ha.
Coba dulu kemampuan mu melawan 3 penjaga neraka milikku, jika kau bisa megalahkannya, maka kau adalah lawan yang pantas untuku.
Ha ha ha
Suara tertawa Dewa sesat, semakin lama semakin menghilang.
Klining, klining, klining
Lonceng kecil berbunyi tiga kali, lalu dua penjaga neraka itu menyerang kearah Shin mo dan Hek mo, sementara, tiga golok naga serta 50 orang anak buahnya menyerang, di pimpin oleh seorang penjaga neraka yang membuka jalan.
Malam hari di tengah cuaca dingin dan berkabut pecah pertempuran hebat, di depan rumah, gubernur Cu.
Tiga golok naga, menghadapi Giok lim dan Wu bai, sementara Kau kwi, Pedang hitam, Dewa racun menghadapi penjaga neraka dan murid murid mereka, menghadapi 50 orang dari perguruan naga merah.
Pertempuran hebat terjadi di halaman depan rumah gubernur Cu.
Sementara di bagian belakang seorang berjalan tegak lurus, sambil membawa sebuah pedang, di belakang orang itu ada seorang kakek bongkok, sementara sepuluh orang berpakaian hitam melesat dengan cepat, sebagian ke arah atap, dan yang lain menyebar sambil memeriksa jendela jendela kamar.
Penjaga neraka yang membawa pedang langsung menghantam sebuah jendela, jendela itu hancur, penjaga neraka itu lalu masuk, sementara Setan bongkok tertarik, dengan sebuah jendela yang masih terang, karna pelita masih menyala di dalam kamar itu.
Dewa langit dan pedang gila yang berjaga di depan kamar Mo kwi langsung berdiri, mendengar suara jendela pecah, dan melihat seorang memakai baju pelingdung berjalan kearah mereka.
Pedang gila meraba gagang pedang kelabang biru miliknya, kemudian melangkah kearah penjaga neraka, semakin lama langkah mereka berdua semakin cepat.
Penjaga neraka menebas menyilang ke arah pundak Pedang gila.
Pedang gila dengan jurus iblis gila.menghindar lalu pedang kelabang biru melesat, menebas kearah dada penjaga neraka.
Traaang,..sreeeet.
Pedang kelabang biru menghantam baja pelidung tubuh, kemudian Pedang gila, berusaha menyobek baju pelindung itu dengan pedang kelabang biru.
Tapi Pedang gila langsung menarik serangannya ketika melihat, tangan kiri penjaga neraka bergerak lurus ke arah lehernya.
Traang,..whuut
Pedang gila menebas tangan yang menuju kearah lehernya, tetapi serangan tetap berlanjut, Pedang gila langsung melesat mundur, dan berdiri di samping Dewa langit.
"Kau boleh ambil dia jadi lawan mu..!!" Pedang gila berkata kepada Dewa langit.
" Buat kau saja, aku lagi malas bertarung," Dewa langit berkata, Pedang gila langsung menoleh ke arah Dewa langit mendengar, kakek itu berkata, "lagi malas bertarung."
Li chun yang mendengar suara ramai dan melihat pertempuran hebat, kemudian berlari lembali ke kamar Mo kwi, dan melihat di tengah ruangan, ada beberapa orang memakai pakaian hitam dan dengan ikat kepala hitam dengan gambar se ekor naga.
"Siapa kalian ?" Li chun berkata, dan tanpa basa basi karna tak mengenal mereka, Li chun langsung menyerang ke arah kelima orang berpakaian hitam.
Sementara itu, nenek Kharmila yang mendengar ribut ribut, ingin melihat keluar tapi, ragu ketika akan meninggalkan Ling ji dan Mo Kwi yang sedang sakit.
Tapi rasa penasaran nenek Kharmila semakin kuat, apalagi nenek Kharmila tak mendengar suara dari suaminya, Pedang gila.
Nenek Kharmila membuka pintu kamar, dan melihat ada beberapa orang berpakaian hitam, dan suara beradunya pedang, langsung mengeluarkan Pedang walet, dan menyerang orang berpakaian hitam itu.
"Ling ji..!!" jangan ikuti aku, banyak penyusup, jaga tuan muda." nenek Kharmila berkata lalu menyerang orang berpakaian hitam itu, yang tak lain adalah prajurit malam naga hitam.
Brak...!!
Jendela kamar Mo kwi hancur, lalu melesat sebuah bayangan hitam, dua tangan dengan kuku yang panjang menyambar ke arah leher Ling ji.
Ling ji sambil bersalto tiga kali mundur, menghindari serangan cakar bayangan hitam itu.
Dengan posisi memunggungi Mo kwi, Ling ji menatap, kearah seaorang kakek berpakaian hitam bertubuh Bongkok.
Aura tenaga dalam langsung memancar dari keduanya, dan itu memicu aura tenaga dalam Mo Kwi semakin banyak keluar, dan mengalir ke seluruh tubuh.
Tubuh Mo kwi bergetar, dan rambut nya yang tertutup hawa merah, semakin terlihat merah, sebentar tubuhnya seperti gemetar kemudian diam kembali.
Setan bongkok, terkejut melihat perubahan Mo kwi karna posisinya yang menghadap ke arah Mo kwi.
Sedang kan Ling ji yang tak melihat Mo kwi bergerak gerak, berkata.
"Benar, Dialah pemuda yang kalian bokong dengan berpura pura mengobati."
"Kebetulan sekali," Setan bongkok langsung menyerang setelah berkata, dengan kedua cakar menyambar ke arah kepala dan dada.
Ling ji dengan ilmu unsur air miliknya, menarik air dalam poci, dan langsung tangan kanannya mengibas air itu, puluhan percikan air, melesat seperti senjata rahasia kearah cakar Setan bongkok yang menuju ke arahnya.
Setan bongkok dua kali meyabet ke arah percikan air yang berubah menjadi es dengan kedua tangan.
Lalu kakinya menendang ke arah pinggang Ling ji.
Ling ji terkejut, kemudian mundur menghindari tendangan Setan bongkok.
Kakek itu melihat tendangannya berhasil di hindari, tubuhnya melesat, dan cakar kuku nya meyabet ke arah dada Ling ji.
Ling ji yang kaget mundur kembali, tapi sebagian kecil baju depannya tersambar kuku Setan bongkok.
Breeet...!!
Tubuh Mo kwi semakin sering bergetar, ketika pertempuran mendekati ke arah ranjang tempat ia berbaring, karna pancaran tenaga dalam tinggi dari keduanya memicu tenaga dalam.Mo kwi yang semakin banyak keluar dan menyebar ke seluruh tubuh.
Ketika baju depannya tersambar, Ling ji terdesak dan semakin dekat ke tempat Mo kwi berbaring.
Dan ketika Ling ji dengan posisi yang tak bisa menghindar, di sebelah Mo kwi, Tangan kanan Setan Bongkok dengan kuku panjangnya menyambar leher Ling ji yang hanya bisa menatap ke arah tangan musuhnya itu, tangan Setan bongkok dengan tenaga dalam yang besar lewat di atas dada Mo kwi, dan ketika Setan bongkok menyeringai, wajah nya langsung berubah pucat pasi,
Ketika sebuah tangan kurus menyambar dan langsung memegang tangannya, layak nya sebuah besi panas.
__ADS_1
Keringat dingin langsung keluar dari wajah setan bongkok, dan nyalinya langsung pecah.
Ketika melihat sepasang mata berwarna merah sedang menatap tajam ke arahnya.