
Mo kwi yang memang terjebak oleh Hantu pohon dan anak buahnya, tak bisa berkutik ketika dirinya di seret masuk kedalam air, dan itu memang sudah direncanakan oleh Hantu pohon dan anak buahnya.
Ketika Mo kwi bertempur melawan rombongan Kelelawar hantu, mata mata Hantu pohon melihat, dan sewaktu rombongan Kelelawar hantu tersisa lima orang, mata mata Hantu pohon kembali ke markas dan menceritakan kepada ketua mereka, tentang Iblis gurun yang mengamuk.
Hantu pohon yakin setelah mendapat laporan,
bahwa rombongan kelelawar hantu pasti akan tertumpas habis.
Tapi bila ia membantu, ia juga belum tentu merasa menang, apalagi mereka juga tahu Iblis gurun mempunyai rombongan yang sangat kuat.
Hantu pohon dan anak buahnya lalu menyusun siasat, dan mencoba menjebak Mo kwi, di tengah telaga, ia mengambil sebuah keputusan, sebuah coba coba,
Bila Iblis gurun juga ahli bertempur dalam air..!!" maka ia dan anak buahnya bisa mengalami nasib yang sama dengan rombongan Kelelawar Hantu.
Hantu pohon sangat senang sekali, ketika melihat dan mengetahui dari bawah air Mo kwi yang sangat cemas, ketika melihat perahu kecil yang ia tumpangi, bawahnya di lubangi oleh anak buah Hantu pohon sebuah tanda bahwa ia takut bertempur dalam air.
Seorang jago darat.
Ketika Mo kwi melesat, hendak menghindar kearah pinggir telaga, anak buah Hantu pohon yang berjuluk Ikan terbang, langsung menyambar kaki Mo kwi dan menarik pemuda itu masuk kedalam telaga dan menyeret nya hingga jauh ke dasar telaga yang membuat Mo kwi tak bisa berkutik, dan tinggal menunggu ajal karna banyak minum air telaga, dan memecahkan paru paru nya.
Dan dalam bayang bayang pikiran Mo kwi, terakhir ia melihat bayangan ayah nya Shin mo, yang tengah menjulurkan tangannya, dan ia pun sama dengan tangan meraih kearah ayahnya, setelah berhasil berpegangan, Mo kwi lalu merasa pikirannya gelap dan sudah tak kuat menahan nafas karna banyaknya air yang masuk kedalam mulut.
terakhir yang ia rasakan bahwa sebelum tak sadarkan diri, tubuhnya seperti di tarik keatas dengan kekuatan tenaga dalam tinggi, dan saking kuatnya tarikan itu, sampai Ikan terbang yang menarik kaki Mo kwi juga ikut terseret naik ke atas.
Dan memang benar, Mo kwi melihat ayahnya bukan sebuah ilusi, karna Shin mo datang dengan rombongannya, yang telah bergabung dengan rombongan Hek kwi menuju telaga yang sudah di curigai oleh mata mata Sian bin.
Dan ketika Shin mo memeriksa sekeliling telaga, dan melihat sepasang ular gurun api milik Mo kwi, yang tengah cemas memandang kearah tengah telaga.
__ADS_1
Tanpa berkata lagi Shin mo langsung terjun kedalam telaga, dan sangat marah ketika melihat tubuh putranya tengah di seret oleh seseorang, dan terus di tarik kearah bawah, dan di sekitar melihat orang orang membawa kampak, tengah menyaksikan anaknya yang perlahan melemah, setelah bergerak cepat, dan berhasil menggemgam tangan Mo kwi, dengan sekuat tenaga Shin mo langsung menarik
Mo kwi ke atas.
Di sekitar telaga Rombongan Shin mo yang melihat Mo kwi meluncur seperti tak sadarkan diri, dan melihat kakinya tengah di pegang oleh seseorang.
Hek kwi dengan sangat cepat langsung bergerak keatas memburu.
Craaaash..!!
Sepasang pedang bayangan hantu, langsung membabat pinggang Ikan terbang hingga putus, Hek kwi langsung menyambar tubuh Mo kwi, dan membawanya turun.
Setelah melihat hal itu ratusan orang yang baru datang dari rombongan Shin mo dan Hek kwi yang pandai dalam air langsung menceburkan diri kedalam telaga, dan tak lama kemudian, terlihat air telaga berubah menjadi merah.
Guan yu, langsung menotok di beberapa bagian tubuh Mo kwi kemudian beberapa kali menekan dada Mo kwi, dan berusaha mengeluarkan air dari dalam tubuh pemuda itu.
Tak lama kemudian Mo kwi terbatuk, dan dari mulutnya keluar banyak air, Mo kwi membuka mata dan melihat di sekelilingnya.
Guan yu tersenyum lalu berkata.
Ayah mu yang telah menolongmu dari dalam telaga.
"Ayah,..!!" berarti tadi sewaktu aku di telaga, bukan sebuah ilusi, tapi benar ayah yang datang," sebuah bayangan melesat, dan Shin mo sudah berada di dekat mereka, Mo kwi langsung bersujud, melihat ayahnya tiba, "kau tidak apa apa nak..?" sambil mengangkat bahu Mo kwi yang tengah bersujud.
"Terima kasih ayah, jika tidak ada ayah, mungkin aku sudah mati di dalam telaga," Shin mo tersenyum.
"Kami memang sudah mencurigai tempat ini, dan mata mata paman Sian bin sangat yakin, inilah tempat dari Hantu pohon,
__ADS_1
dan mereka pasti berkumpul di dalam dan siap menyambut kita, kita harus hati hati bila menyerang goa itu. Shin mo berkata.
Sebagian orang menyingkir, ketika melihat dua ekor ular berwarna merah datang dan langsung merayap naik lalu menjilati leher Mo kwi.
Shin mo tersenyum melihat kedua ular itu.
Sahabat mu ini yang telah memberitahu ayah, bahwa kau berada dalam bahaya, dan berada di dalam telaga..!!" Shin mo berkata.
Setelah bercakap cakap dan berkumpul semua, kemudian Shin mo, mengumpulkan para tetua, dan membuat rencana yang akan mereka ambil, terhadap markas Hantu pohon yang memang agak susah untuk mereka masuki, dan Hantu pohon pasti sudah menyiapkan jebakan jebakan jika mereka masuk, dan yang membuat sulit adalah hanya ada 1 pintu masuk, dan pintu masuk itu berasal dari telaga ini.
Shin mo berkata kepada Hek kwi, "paman apa sudah di periksa, di belakang tebing itu tak ada jalan lain ?"
"Tidak ada jalan tembus di belakang goa itu ketua.!!"
Hek kwi berkata.
Hmm..!!
"Benar benar sebuah benteng alami yang sangat kuat, dan anggota mereka banyak yang ahli dalam pertempuran dalam air, belum lagi telaga yang sangat dalam, membuat kita repot bila menyerang secara langsung, dan korban dari pihak kita akan sangat besar, jika ngotot menyerang mereka tanpa sebuah rencana." Shin mo berkata.
"Ayah !!" bagaimana jika kita tiru cara petani membasmi tikus tikus, yang sering menjadi hama yang membuat sarang di dalam tanah."
"Mereka selalu mengasapi sarang tikus tikus, yang pengecut itu untuk keluar, dan setelah tikus keluar, para petani hanya tinggal memburu para tikus dan membunuh mereka."
Shin mo dan yang lain tersenyum, dan mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.
"Sebuah ide yang sangat bagus," Shin mo berkata sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ayah..!!" mereka sudah licik, kita juga tidak usah memakai aturan lagi, paman Dewa racun harus menyiapkan racun yang bisa membunuh dan membuat mereka keluar dari sarangnya"
"Setelah keluar, kita habisi mereka."