Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 111 Mo kwi Vs Kelelawar Hantu


__ADS_3

Di malam yang gelap, di sebuah pohon rindang Mo kwi tengah menatap sebuah lembah kecil, hampir seharian iya mengelilingi daerah sekitar hutan, yang ia curigai, bayangan itu melesat, sangat cepat, dan hilang disekitar tempat ini, dan lembah kecil yang aga curam inilah tempat bayangan itu menghilang, dan malam ini, Mo kwi sengaja duduk menunggu, di tempat yang agak tersembunyi, dan bila firasatnya benar, maka dari lembah kecil itu malam ini akan muncul salah satu hantu, atau bisa jadi, ketiganya berada di lembah tersebut.


Mo kwi tak sedikitpun berpaling, matanya menatap terus kearah bibir lembah, tempat keluar masuk, jika ingin ke lembah itu, dengan sabar Mo kwi terus menunggu dan melihat dari tempat tersembunyi.


Hmm,..!!


Aku ingin tau kau keluar tidak malam ini, aku yakin sekali, bayangan itu menghilang masuk ke lembah ini, Mo kwi menggeser tempat ia mengintai, dan biar lebih jelas melihat kearah lembah.


Dan akhirnya, apa yang ia nantikan membuahkan hasil ketika melihat sebuah bayangan tengah, melihat situasi diluar lembah dari tempat gelap, bayangan itu sempat melihat, kearah pohon besar tempat Mo kwi bersembunyi, tapi akhirnya bayangan itu kemudian masuk kembali kedalam lembah.


"Agaknya itu bukan para hantu, gerakannya ketika masuk, tak seperti kelelawar hantu yang waktu itu aku kejar, apa kah ini markas mereka yang tersembunyi dan berisi para anggota penting kasim Co..?" Mo kwi ingin melesat masuk, tapi ada keraguan di hatinya, karna ia tak mengetahui situasi didalam lembah, dan jebakan jebakan yang tanpa ia sadari bisa membahayakan nyawanya sendiri.


Tapi setelah memikirkan kepentingan pasukannya dan Kota Jinan, akhirnya Mo kwi memutuskan untuk memasuki lembah itu.


Ketika Mo kwi hendak bergerak, ia memabatalkan niatnya, setelah beberapa bayangan melesat keluar dari dalam lembah, dan di mulut lembah, bayangan bayangan itu berhenti dan berbisik bisik,


Karna heningnya suasana, dan tenaga dalam yang tinggi, membuat pendengaran Mo kwi lebih tajam, dan ia mendengar bisikan bisikan dari kedua bayangan itu.


"Apa kau sudah memeriksa sekitar sini..?"


"Sudah, aku sudah memeriksa dan tidak orang yang berada di daerah sekitar sini," bagus, kita akan bergerak malam ini, kawan kita sudah melihat dan mengetahui letak dan tempat markas sementara dari perguruan tengkorak putih, yang akan kita serang,"


Memang lebih baik kita menyerang perguruan tengkorak putih pimpinan Iblis gurun daripada perguruan Dewa iblis pimpinan Siauw mo, aku ngeri melihat benteng pasukan macan terbang yang dalam sekejap habis oleh Sian tok ( Dewa Racun ) dan istrinya.


Aku pun ngeri melihatnya, tapi apa boleh buat, setelah kita habisi perguruan tengkorak putih, ketua bilang, selanjutnya adalah perguruan Dewa iblis,


Sssstt..!!


Hati hati kau bicara, nyawamu bisa hilang jika ketua tau,


Ketua memang sedang kesal, beberapa hari ini terlambat datang, dan akibatnya beberapa benteng perbekalan di hancurkan oleh mereka.

__ADS_1


Apa kasim Co tau, benteng perbekalannya di hancurkan oleh musuh ? mendengar perkataan temannya, lalu temannya berkata, kau tak tahu seperti apa Kasim Co, jika ia tahu, maka ketua kita bisa di bunuh, dan itu yang membuat ketua seperti sedang bingung.


Mari kita kedalam, memberitahu kepada ketua, bahwa situasi aman dan saatnya kita bergerak.


Kedua bayangan itu lalu bergerak masuk kedalam Lembah, Mo kwi kemudian turun setelah mereka masuk jauh kedalam lembah.


Hmm,..!!


Kau ingin menyerang pasukannku, sebelum kau serang, kuhabisi dulu kalian, Mo kwi berkata dalam hati, Mo kwi kemudian bersembunyi di balik semak belukar di belakang tempat tadi kedua bayangan hitam itu bercakap cakap.


Dan tak lama kemudian, keluar puluhan bayangan hitam dari dalam lembah, yang dipimpin seorang berpakaian hitam dan juga memakai topeng Hitam.


"Kalian harus hati hati, perguruan tengkorak putih ada beberapa orang sakti."


"Bakar tenda mereka, setelah mereka kacau balau, kalian habisi mereka semua, Hantu pohon sedang menunggu kita, jika kita berhasil, selanjutnya perguruan Dewa iblis,"


Tapi bagaimana dengan pemimpin pemimpin mereka, ketua..?" itu urusanku, aku akan memancing mereka semua meinggalkan tenda tenda," Kelelawar hantu berkata.


"


"Apa kalian sudah melumuri senjata kalian dengan racun..!!" semua sudah di lumuri racun, ketua.


Sebelum mereka bergerak, sebuah bayangan dengan sangat cepat, dengan pedang yang berwarna kehijauan melesat kearah puluhan bayangan hitam tersebut,


Whuuut,..sreet...sreeeett.


Di tengah malam buta terdengar teriakan terkejut dan beberapa kepala menggelinding terkena sabetan Pedang bintang Mo kwi, yang sangat marah mendengar rencana keji dari Kelelawar hantu.


Kelelawar hantu terkejut melihat di situ terdapat orang yang sudah mendengar percakapan dan langsung menyerang mereka.


Dan ketika melihat Pedang berwarna hijau, kelelawar hantu teriak dengan gusar.

__ADS_1


Kepuung dan bunuh,


"Dia adalah Iblis gurun, ketua perguruan tengkorak putih." kelelawar hantu berkata.


Mendengar perkataan dari Ketuanya dan siapa yang datang, puluhan bayangan Hitam lalu mengeluarkan senjata, yang berwarna agak kebiru biruan, tanda senjata telah di olesi oleh racun yanga sangat jahat, lalu mereka langsung mengepung Mo kwi.


Mo kwi yang sudah marah, tak membiarkan meraka bergerak, tubuhnya terus berputar, memainkan ilmu pedang malaikat, dan membabat orang orang berpakaian hitam anak buah Kelelawar hantu,


Kelelawar hantu, menggunakan sebuah senjata berupa cakar hitam yang menyerupai seperti kaki kelelawar, setrlah ia pasangkan, kemudian menyerang kearah Mo kwi, kedua cakarnya sangat ganas menyerang kearah leher dan dada Mo kwi.


Dan kibasan baju kusus dari tangan sampai pinggang yang seperti sayap kelelawar, menimbulkan angin yang sangat kencang, dan Mo kwi sempat terhuyung huyung ketika terkena kibasan dari jubah kelelawar tersebut,


Melihat ketuanya ikut menyerang, anak buah kelelawar hantu makin bersemangat mengepung dan menyerang Mo kwi, senjata berwarna biru dan hijau saling serang di tengah malam buta, percikan percikan api kecil akibat beradunya pedang, terlihat sangat jelas di malam buta.


Mo kwi sudah tak memberi kesempatan kepada kelelawar hantu untuk melarikan diri, dan ia terus mendesak kearah kelelawar hantu, serangan serangan dari anak buah kelelawar hantu hanya di tepis dan terkadang di tendang, tubuh Mo kwi bergerak dengan sangat gesit, mendesak kearah kelelawar hantu,


Melihat anak buahnya banyak yang tewas oleh pedang Mo kwi, Kelelawar hantu sangat gusar, sambil menyerang dengan cakar hitamnya, kibasan lengan baju nya juga terkadang membuat repot Mo kwi,


Cakar hitam menyabet kearah kepala, sedangkan tangan kiri mengibas kearah Mo kwi, Mo kwi bergerak kesisi kiri, menghindari, cakar hitam milik kelelawar hantu, tapi angin kibasan jubah kelelawar membuat Mo kwi terhuyung, dan ketika terhuyung huyung, Cakar kelelawar hantu, menyambar tangan Mo kwi yang sedang menggunakan pedang,


Sreeeet,..!!


3 buah gurat cakar, terlihat menghiasi tangan Mo kwi, dan darah keluar dari ketiga guratan itu.


Mo kwi wajahnya berubah menjadi kelam melihat tangannya terluka.


Perlahan tubuhnya berubah menjadi hitam kelam,


dan terdengar suara daru mulut Mo kwi yang membuat anak buah kelelawar hantu bergidig, mendengarnya


Bunuh,..Bunuuu,..Bunuuuuh.

__ADS_1


__ADS_2