
Rencana sudah di tetapkan mereka berangkat menuju kota Shenyang lalu Dalian.
Rombongan Mo kwi dan Shin mo bergabung merwka berangkat bersama.
Dan di putuskan untuk tidak memakai kereta kuda.
semuanya memakai kuda, termasuk nenek Kharmila yang akhirnya duduk di depan Pedang gila karna tak mahir mengendarai kuda, tapi kuda Pedang gila adalah kuda pilihan, di bandingkan anggota biasa sehingga biarpun mereka berdua tak ketinggalan dengan rombongan, Sedangkan Ling ji yang sudah biasa mengendarai kuda tak menjadi masalah.
Di kota Chengde mereka istirahat, di kota yang tak begitu besar itu mereka istirahat untuk memberi kuda kuda makan dan minum supaya besok segar kembali.
Kota Chengde gempar ketika rombongan Mo kwi dan ayahnya datang, penguasa kota yang ketakutan, di temani beberapa orang prajurit datang menemui Mo kwi dan berharap rombongan mereka bukan perampok.
Penguasa kota itu baru merasa lega setelah Mo kwi menjelaskan bahwa mereka adalah dari kota raja yang hendak memberantas musuh.
Setelah mengetahui hal itu, penguasa kota dan para penduduk menyambut hangat rombongan Mo kwi dan ayahnya.
Mereka lalu bercakap cakap, dan setelah mengetahui bahwa kota chengde aman, Mo kwi memberitahu kepada penguasa kota, tentang perguruan naga merah dan mereka harus segera melapor ke pusat atau jika sanggup, usir saja mereka dari sini, jika ada orang orang perguruan naga merah datang.
Sementara itu di barat kota Tianjin.
Di dalam sebuah hutan di barat kota Tianjn.
Hek kwi sedang mengawasi sebuah goa kecil, yang letaknya agak tersembunyi di sebuah hutan, dan di depan goa itu tertutup semak semak, sehingga goa itu tidak terlihat dari luar.
Hek Kwi mengikuti rombongan Dewa sesat yang masuk ke goa itu.
Rupanya mereka bersembunyi di sini, kupikir mereka akan pergi ke kota Shenyang atau dalian,
ternyata tidak, Hek kwi berkata dalam hati.
Hek kwi mengamati rombongan Dewa sesat, dan Hek kwi tak berani terlalu dekat, karna Hek kwi tau siapa Dewa sesat, seorang tokoh tua yang seangkatan dengan Thian mo pendiri perguruan Dewa iblis, pada jaman ini mungkin hanya thian sin, yang menjadi saingan Dewa sesat.
Dan Hek kwi belum mempunyai keyakinan untuk menang jika menghadapi Dewa sesat, karna Dewa sesat dalam hal tenaga dalam dan kemampuan diatas dari Hek kwi, dan Hek kwi menyadari itu dan tak berani mengintai dari jarak dekat, karna jika ia ceroboh sedikit saja, maka akan sia sia rencana yang sudah di susun bersama dengan ketuanya, Shin mo.
Sudah 2 hari Hek kwi mengintai goa tempat persembunyian dari Dewa sesat, untung ia membawa perbekalan, sambil melahap daging kering dan meminum air yang ia bawa, Hek kwi matanya tak lepas dari semak yang menutupi goa,
Hek kwi bersandar di dahan yang agak besar.
Hek kwi langsung bangkit dari sandarannya, ketika matanya melihat sebuah kepala tersembul dari semak semak, melihat ke kiri dan ke kanan, kemudian kepala itu masuk lagi dan semak kembali menutupi goa.
Hmm...!!
"Apa mereka akan pergi dari sini ? "ahh liat saja nanti," Hek kwi berkata dalam hati.
Benar dugaan Hek kwi, tak lama kemudian keluar 5 orang dari dalam goa.
Mereka berjalan cepat, dan yang tadi melihat situasi di luar adalah Cao cao, yang kini berada di sisi Dewa sesat bersama sama dengan tabib Songkwan.
Hek kwi terus mengamati kepergian kelima orang itu,
Ia masih belum berani mendekat, tapi Hek kwi sebagai ketua prajurit malam adalah pencari jejak yang ulung, jarak sedikit jauh, ia masih bisa melacaknya, apalagi jika yang di amati adalah buruannya.
Ketika merasa mereka sudah jauh, Hek kwki hendak bergerak, tetapi langkahnya terhenti, ketika telinga Hek kwi mendengar suara langkah kaki mendekat.
"Siapa lagi yang datang ?" Hek kwi berkata dalam hati.
Lalu Hek kwi melihat seorang kakek bongkok yang berpakaian hitam.
Si bongkok yang melarikan diri itu ternyata belum mati.
Setan bongkok berjalan dan masuk ke dalam goa tempat dewa sesat bersembunyi.
__ADS_1
Tak lama kemudian setan bongkok keluar kembali seperti melihat ke tempat Dewa sesat tadi berangkat bersama rombongan.
Apa si bongkok tau kemana perginya Dewa sesat ? Hek kwi berkata dalam hati.
Ketika setan bongkok hendak bergerak menyusul ke arah Dewa sesat.
"Mau kemana buru buru..?" Hek kwi turun dari pohon besar tempatnya bersembunyi.
Setan bongkok sangat terkejut lalu ia melesat mundur.
"Siapa kau ?" Setan bongkok berkata, matanya menatap tajam ke arah Hek kwi yang memakai penutup wajah berwarna hitam dengan pakaian yang ketat dan juga berwarna hitam.
Hek kwi berdiri di depan Setan bongkok, dengan kedua tangan berada di belakang pinggang, terlihat seringai mulutnya tergambar di penutup wajah, ke arah Setan bongkok.
"Mau kemana buru buru ?" kau belum jawab pertanyaanku," Hek kwi berkata.
Hmm...!!
"Kau salah sasaran jika mengancam ku ?" Setan bongkok berkata.
Hek kwi mendengus mendengar perkataan dari Setan bongkok, "kau sangat percaya diri sekali kakek tua..!!" Hek kwi berkata.
Di rumah gubernur Cu kau bisa kabur, tetapi sekarang, aku menjamin, kau tak akan bisa kabur lagi dari hadapanku.
He he he.
Hek kwi terkekeh, dan berkata kembali.
"Tapi jika kau memberi tahu kemana tujuan perginya Dewa sesat, maka aku tak kan membunuh mu,"
Setan bongkok terkejut, ketika orang berpakaian hitam itu tahu bahwa ia langsung kabur ketika mengetahui penjaga neraka yang bersamanya tewas.
"Rupanya kau dari perguruan Dewa iblis, pergilah..!!"
Ha ha ha.
"Hebat sekali mulut mu..!!" aku jadi ingin tau, apa mulut dan ilmu milikmu sama hebatnya ?" Hek kwi berkata.
Setan bongkok sangat marah, tadinya ia malas melayani, takut ketinggalan jauh dengan ketuanya Dewa sesat, tapi orang di depannya ini, seperti ingin menghambat kepergiannyaa.
Setan bongkok lalu melesat ke arah Hek kwi, cakar nya menyabet ke arah kepala, sedangkan tangan kiri ke arah pinggang.
Sebuah bayangan hitam melesat dengan cepar.
Sreeet...!!
Setan bongkok terkejut, kemudian menarik cakar yang menyerang ke arah kepala, sementara itu ketika musuh menarik serangannya, pedang bayangan hantu milik Hek kwi langsung menyambar, ke arah tangan kiri Setan bongkok.
Whuuut..creeek..!!
3 buah kuku dari cakar Setang bongkok putus, karna tak sempat menghindari serangan pedang bayangan hantu milik Hek kwi.
"Rupanya kau punya kepandaian juga !!" Setan bongkok berkata.
Sudah tua, tapi masih tak tau diri, agaknya kau memang sudah bosan hidup, Hek kwi berkata sambil melesat kearah Setan bongkok, kali ini dua bayangan hitam melesat menyilang ke arah Setan bongkok, kakek tua itu terkejut ketika melihat, cepatnya serangan dari Hek kwi, setan Bongkok lalu mengeluarkan sebuah Pit ( alat tulis china ) yg terbuat dari baja putih, kemudian Pit itu langsung menangkis 2 serangan Hek kwi yang mengarah leher dan dada dari Setan bongkok.
Trang..traang.
Suara beradunya senjatai sangat jelas terdengar.
Serangan Hek kwi semakin lama semakin susah di tebak kemana arah nya.
__ADS_1
Jurus pedang bayangan hantu yang mengandalkan kecepatan, sangat membuat repot Setan bongkok.
Kakek itu mengira Hek kwi adalah mata mata biasa, dan berusaha sesegera mungkin membunuh Hek kwi dan menyusul ketuanya pergi ke dermaga barat.
Setan bongkok baru menyadari bahwa Hek kwi bukanlaj orang sembarangan.
Setan bongkok dengan jurus macan kumbang nya menerkam ke arah Hek kwi, Hek kwi mengerutkan dah,i melihat serangan dari Setan bongkok.
Hek kwi kemudian tangan kanannya bergerak dari bawah ke atas,
Sreeet...!!
Setan Bongkok terkejut, dada hingga hidungnya hampir saja putus akbat sabetan Hek kwi, dan ketika tangan kiri Hek kwi menebas pinggang, pit baja setan bongkok langsug menghantam tangan kiri Hek kwi.
Hek kwi langsung menarik, serangannya lalu dengan gerak cepat menghindar dan berbalik da ia telah berada di belakang Setan bongkok,
Sreet..craaaass.....!!
suara raungan keras, terdengar ketika pergelangan tangan yang memenggang pit langsung putus dan jatuh ke tanah, kaki Hek kwi langsung menghantam kaki setan bongkok kemudian, Setan bongkok terhuyung, dan tangan kiri Hek kwi langsung bergerak ke arah tangan kiri Setan bongkok, raungan keras terdengar ketika, pedang bayangan hantu membabat tangan kiri Setan bongkok yang langsung putus sampai sambungan pundaknya.
Raungan keras kembali terdengar.
Aaaaarggghh....!!
"Jangan bunuh aku, jangan bunuh aku..!!" Setan bongkok berkata.
Hek kwi yang kesal langsung menginjak pergelangan kaki setan Bongkok.
Kraaaak...!!
Raungan keras terdengar lagi,
kau sudah bau tanah tapi kaya anak kecil teriak teriak, Hek kwi berkata.
Dewa sesat pergi ke kota Gaya tuan, mereka akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin bajak merah di kota gaya.
"Aku sudah ceritakan, ingat janjimu, jangan bunub aku," Setan bongkok berkata.
"Baik, selamat tinggal...!!"
Hek kwi melesat, karna mendengar suara auman raja hutan, dan ketika Hek kwi melewati raja hutan dewasa yang tampak kurus itu, Hek.kwi lalu menangkap dan melemparkannya dekat Setan Bongkok,.
Aku tak membunuhmu karna sudah berjanji, tapi aja hutan itu tak mempunyai janji, Hek kwi berkata dalam hati, dan ketika terdengar suara raungan, Setan bongkok dan raja hutan, Hek kwi sudah melesat jauh ke arah Dewa sesat melarikan diri bersama rombongannya.
"Sial...!!' gara gara si bongkok aku jadi kehilangan intaian ku.
Hek kwi kemudian langsung menuju ke arah pohon tertinggi dan menaikinya,
Matanya yang tajam melihat kearah sekekliling tapi tak ada tanda tanda rombongan Dewa sesar.
Tiba tiba mata Hek kwi melihat asap dari sebuah sungai.
Asap, sungai jangan jangan, Hek kwi langsung turun, dan melesat kearah sungai yang tadi ia lihat.
Hek kwi langsung tertegun ketika melihat sebuah kapal yang tak telalu besar berada di tengah sungai.
dan dari cerobong kapal itu asap yang di lihat oleh Hek kwi.
Dan di geladak kapal itu terlihat seorang kakek berambut putih berjenggot dan berkumis putih sedang melambaikan tangannya ke arah Hek kwi.
Hek kwi hanya menatap Dewa sesat yang mulai menjauh, lalu berkata dalam hati.
__ADS_1
"Aku sudah tahu tujuanmu"