
Co pin yang melihat tingkah laku dan kelakuan pedang gila sangat marah, dan memerintahkan semua pasukan berkuda bawahannya untuk mengejar, apalagi jalan yang mereka tempuh ada dan terdapat dalam peta yang ia pegang, menuju arah pintu barat kota Jinan dan berpikir bahwa rombongan Mo kwi, kabur kembali ke kota Jinan.
"Seraaaang...Habisi mereka semua..!!" teriak Co pin.
Mo kwi dan rombongannya terus menggebrak kuda kuda mereka., hampir 100 anggota mereka tewas, dan jika Mo kwi tak menerobos kepungan mungkin bisa lebih banyak lagi anggota mereka yang tewas, dan Mo kwi terus mengibaskan tangannnya, untuk memperhambat laju para pasukan kaisar Zhiangwen, begitu pula dengan Pedang gila, yang berkali kali dengan sangat bernafsu, mengeluarkan hawa pedang berwarna biru yang melesat, menghantam pasukan yang mengejar di barisan depan.
Kasim Co pin yang melihat, mereka yang memburu tapi pasukan mereka malah banyak yang tewas, langsung menggebrak kudanya kedepan dan menghalau pukulan pukulan Mo kwi dan Pedang gila.
Mo kwi dari kejauhan sudah melihat kedua bukit besar, tempat pasuaknnya menunggu, dan terus menggebrak kuda nya untuk terus berlari.
Setelah melewati lembah itu, kita tentukan pasukanmu atau pasukanku yang akan habis, Mo kwi berkata dalam hati sambil menggebrak kudanya.
Kasim Co pin yang sangat bernafsu terus menggebrak kudanya, memang ia kasim yang berilmu tinggi, tapi dalam siasat perang fan jebakan ia kurang mengerti, karna hampir sebagian hidup nya selalu berada di istana, dan baru kali ini ia ikut bertempur di perang terbuka, dan Nafsu amarah yang meledak membuat pikiran kasim Co pin hanya tau mengejar dan membunuh Mo kwi dan pasukannya yang berjumlah sedikit, berani menyerang pasukannya yang beberapa kali lipat lebih banyak, dan itu adalah sebuah penghinaan menurut Kasim Co pin.
Mo kwi, sudah melewati, lembah, dan sebentar lagi akan keluar dari jalan lembah yang di apit oleh dua buah bukit.
Dan ketika telah melewati jalan lembah, dengan tenaga dalam nya Mo kwi berteriak sangat kencang.
Seraaaaaaang..!!
Begitu mendengar teriakan kencang Mo kwi, puluhan kayu gelondongan besar di mengelinding dsri atas kiri kanan bukit, batu batu besar juga di lempar lemparkan, Kasim Co pin sangat terkejut, ketika melihat batang pohon besar jatuh dari atas, ia langsung melompat dari atas kuda menghindari batang kayu itu,
Braaak...jreeet..!! batang pohon besar langsung menimpa kuda dari kasim Co pin, yang lansung tewas, wajah kasim Co pin pucat pasi dan ia terus menghindari batu batu besar dan terus loncat dari pinggir pinggir tebing, dan keringat dingin mulai keluar dari wajah kasim itu setelah melihat banyak korban berjatuhan dari pasukannya yang tertimpa kayiu glondongan dan batu batu besar.
Mundur,..munduuuurrr, Co pin berteriak dengan nada panik. tapi pasukannya baru berbalik, hendak mundur dari lembah itu, ratusan panah melesat dsri atas bukit, mengincar pasukan berkuda dari Co pin
Shiiiing,..Shiiiiing,..jreeb,..jreeeb ,..jreeeeb
Jerit teriakan kesakitan dan meregang nyawa sangat memilukan hati, kuda kuda meringkik keras terkena panah, dan mengamuk, menubruk apa saja, karna rasa sakit akibat panah panah yang menancap, yang di lepaskan dari atas bukit
__ADS_1
Co pin dengan ilmu meringankan tubuh berlari lari, di pinggir bukit sambil mengibaskan kan tangannya menghalau, panah panah yang mengarah anak buahnya, semakin lama anak panah yang di lepaskan semakin berkurang, dan tumpukan mayat mayat dan kudan makin mempersempit gerakan pasukan berkuda dari Co pin,
"Lekas turun dari kuda,..lekas turun dari kuda"
"Mundur,..munduuur, Munduuuur."
Co pin berteriak teriak, memberi perintah kepada anak buahnya.
Mo kwi yang melihat hujan anak panah mulai berkurang, lalu bersuit sangat kencang, yang menggema ke seantero bukit, dan tak lama kemudian dari arah jalan masuk lembah, 3000 pasukan berkuda langsung bergerak begitu mendengar suitan Mo kwi, menutup jalan keluar pasukan dari Co pin.
Tali tali panjang diturunkan dari kiri kanan bukit, dan pasukan yang tadi melemparkan batang batang pohon dan batu batu besar, turun menggunakan tali yang di turunkan, sementara pasukan panah yang masih memeliki anak panah bertahan di atas bukit, dan terus mengincar satu persatu pasukan dari Co pin.
Seraaaaaaang..!!
Mo kwi berteriak, sambil bergerak langsung dengan pedang bintangnya mengamuk, dan membabat pasukan pasukan kasim Co pin, yang sudah putus asa dan merasa ngeri melihat teman teman mereka tewas mengenaskan.
Pedang gila juga tak mau ketinggalan, sekali melesat melewati pasukan musuh, pedang kelabang biru nya langsung menebas, beberapa pasukan yang masih duduk diatas kuda.
Pedang nya langsung mengarah ke tubuh Mo kwi.
Mo kwi berputar sambil menghindari sabetan pedang Co pin, lalu balik menebas ke arah kaki kasim itu, Co pin loncat sambil berlari di dinding bukit dan pedangnya bergerak kearah leher Mo kwi.
Mo kwi menunduk, sambil kaki nya menyepak kearah pinggang Co pin,
Co pin langsung menebas kaki Mo kwi, sambil menghantamkan tangan kirinya kearah dada pemuda itu.
Mo kwi menarik kakinya dan tangan kirinya langsung bergerak menangkis pukulan Co pin.
Dhuuuuaaar...!!
__ADS_1
Mo kwi dan Co pin sama sama mundur, keduanya lalu saling tatap dan berdiri diatas tumpukan mayat mayat pasukan yang telah tewas.
"Hebat juga kau anak muda..!!" Co pin berkata, matanya terus menatap kearah Mo kwi seperti hendak menenlan pemuda itu bulat bulat.
"Kau berhasil menjebakku masuk kedalam lembah ini,tapi jika bertarung satu lawan satu, belum tentu aku kalah," Co pin berkata.
"Aku memberimu kesempatan untuk meninggalkan tempat ini, kasim tua..!!" dan tawaranku hanya Berlaku satu kali," Mo kwi berkata sambil tersenyum sinis kepada Co pin.
"Kau mempunyai rasa percaya diri yang sangat tinggi anak muda, apa kau bisa mengalahkan ku..?" Co pin berkata.
Kasim tua, kenapa kita tidak coba saja, Mo kwi berkata, lalu mengibaskan tangannya, angin hitam langsung melesat, Co pin terkejut, lalu mengibaskan tangannya menghalau serangan angin hitam Mo kwi.
Blaaar..!!
Dua pukulan bertemu, Co pin badannya bergetar kali ini, menangkis pukulan hitam Mo kwi.
Keduanya lalu melesat dengan Pedang di tangan, sekali bergerak langsung saling tebas, Pedang bintang Mo Kwi dengan jurus pedang malaikar, bergerak cepat menyambar leher dari Co pin,
Traang...traaang...!!
Co pin beberapa kali menangkis dan pedang mereka bertemu, dan mata Co pin melotot ketika melihat pedangnya yang tinggal setengah, ketika terakhir beradu beradu dengan Mo kwi.
Sementara itu Pedang gila yang mengamuk sudah terlihat seperti manusia darah, semua tubuhnya berwarna merah, kuda maupun manusia, yang mendekat langsung ia tebas, darah membanjiri dari rambut sampai ujung kaki.
Karna pasukan kaisar Zhiangwen sudah putus semangat dan mental mereka akibat dari jebakan Mo kwi, mental bertarung mereka pun sudah jatuh, dan pasukan Mo kwi, makin buas membabat satu persatu pasukan musuh.
Co pin yang melihat pasukannya kocar kacir dan satu persatu di babat oleh pasukan Mo kwi, Mulai goyah, jurus jurus nya mulai terlihat kacau, Mo kwi yang melihat hal itu langsung menyerang makin gencar, dan ketika Co pin menunduk ketika pedang bintang menebas leher, kemudian kakinya bergerak menendang bahu, Co pin bergerak mundur tapi Mo kwi langsung melesat dan sebuah pukulan hitamnya langsung menghantam dada Co pin, tanpa bisa di hindari, Co pin meneluarkan jerit tertahan, dan pedang bintang Mo kwi langsung membabat leher Co pin tanpa bisa Co pin hindari.
Craaaash..!! kepala Co pin terpental, dan sebelum kepala itu jatuh ke tanah, Mo kwi melesat dan menyambarnya.
__ADS_1
Kemudian Mo kwi berdiri, sambil mengangkat kepala Co pin yang sudah terpenggal dengan tangan kiri lalu berdiri di tempat tinggi kemudian mengangkat kepala itu keatas, sambil berteriak sangat kencang.
Berhenti dan lihaaaaaat