
Putri Qiao dan yang lain terkejut suasana ramah dan akrab yang barusan terjadi sekarang berubah total.
Shin mo berdiri kerika merasakan aura yang keluar dari tubuh Mo kwi,
Hek kwi dan Guan yu, telah siap dan berdiri dibelakang Shin mo, sedangkan Pedang gila seperti mengerti apa yang terjadi juga sudah bersiap di belakang Mo kwi.
"Apa maksud dari perkataanmu anak muda, dan siapa yang telah menceritakan peristiwa itu kepadamu,"..?
Shin mo berkata sambil menatap tajam kearah Mo kwi.
"Ketua, hamba hanya ingin mendengar penjelasan dari ketua tentang peristiwa itu, dan tak ada maksud lain, karna peristiwa itu berhubungan langsung dengan diri hamba sendiri dan keberadaan hamba didunia ini."
"Aku tak peduli kau mau berkata apa, dan tentang masa laluku, aku berhak untuk cerita atau tidak, itu terserah keinginanku, dan aku paling tak suka seseorang memaksakan kehendaknya kepadaku."
"Sekali lagi aku mohon ketua berbesar hati, jika tidak.".!!
Wajah Shin mo berubah sangat mengerikan ketika mendengar perkataan Mo kwi.
"Jika tidak, lantas kau mau apa terhadapku,"..?
Shin mo sangat marah mendengar perkataan Mo kwi yang masih merupakan anak buahnya sendiri, dan menurutnya Mo kwi tak pantas berkata seperti itu kepadanya.
"Kwi koko, kenapa tidak bicarakan baik baik, jika ada suatu ganjelan di hati, kenapa harus dengan kemarahan, kan bisa kita pecahkan bersama dan bicara baik baik," putri Qiao berkata, ketika melihat suasana seperti sudah sangat panas antara Shin mo dan Mo kwi.
"Maaf tuan putri, ini masalahku dengan ketua, dan masalah ini takan selesai, jika ketua tak mau bercerita tentang peristiwa itu," Mo kwi berkata.
Mo kwi kemudian menatap Shin mo.
"Aku secara pribadi tanpa mengikutsertakan kakekku Ban li eng, berhenti menjadi anggota perguruan Dewa iblis, aku tak mau mempunyai seorang ketua yang berjiwa pengecut dan lari dari tanggung jawab."
Amarah Mo kwi sudah memuncak dan memanggil ayah nya dan bekas ketuanya sendiri dengan menyebut nama, sesuatu yang dianggap tak sopan pada waktu itu.
"Shin mo, tempat ini tidak cukup besar untuk kita bertarung, kita selelsaikan urusan ini diluar," Mo kwi berkata.
Selesai Mo kwi berkata, sebuah bayangan Hitam sangat cepat menebas kearah lehernya, Hek kwi yang sudah sangat marah mendengar perkataan perkataan Mo kwi langsung melancarkan serangan dengan sepasang pedang bayangan hantu miliknya kearah leher Mo kwi.
Traaaaaang,..!!
__ADS_1
Sebuah bayangan berwarna biru juga dengan sangat cepat telah menangkis sepasang pedang pendek milik Hek kwi, Pedang gila telah mengeluarkan pedang kelabang biru miliknya, untuk menangkis serangan Hek kwi.
"Pedang gila, walau aku mati, kau jangan ikut campur urusan ini, apa kau mengerti,"..? Pedang gila tak menjawab, ia lalu memasukan pedang kelabang biru miliknya, lalu diam.
"Aku tunggu kalian diluar, kalian boleh maju bertiga melawanku," Mo kwi berkata, sambil melesat keluar ruangan.
Putri Qiao dan Han lian, mengucurkan air mata melihat perseteruan itu dan tak mengerti ada masalah apa yang terjadi diantara mereka berdua.
Shin mo yang juga sudah sangat gusar, kemudian berkata kepada Hek kwi dan Guan yu.
"Apapun yang terjadi kalian tunggu disini," Shin mo berkata, Hek kwi dan Guan yu mengangguk mendengar perkataan ketuanya.
Shin mo kemudian melesat keluar, menyusul Mo kwi.
Mo kwi terus melesat mencari tempat kosong, dan tak ingin ada orang yang melihat ia bertempur dengan ayahnya sendiri, setelah sampai disebuah padang rumput yang luas diluar kota Fu'yi, Mo kwi berhenti, dan melihat 2 buah bayangan melesat kearahnya.
Shin mo telah berdiri dihadapannya, sementara bayangan yang satu lagi adalah pedang gila, yang telah berdiri di belakang Mo kwi.
Melihat kedatangan pedang gila Mo kwi tersenyum haru, "kau ingat, jangan ikut campur, jika aku mati kau ikut dengan orang yang berada dihadapan ku, kau mengerti,"..? Kali ini pedang gila mengangguk mendengar perkataan Mo kwi.
Tanpa berkata, kemudian Mo kwi menyerang kearah Shin mo, Jurus jari pedang dan tenaga inti api langsung dikeluarkan oleh Mo kwi untuk menghadapi ayahnya sendiri, pikiran pemuda itu sudah tertutup oleh penderitaan penderitaan yang di alami oleh ibunya Mei hwa, yang diceritakan oleh kakeknya Yie dong, serangannya sangat ganas dan mengarah ketempat tempat mematikan.
Pertempuran sengit terjadi antara bapa dan anak,
keduanya saling mengeluarkan jurus jurus andalan mereka, Jurus inti api dari Mo kwi dapat diredam oleh Shin mo denga telapak es nya, benturan benturan yang terjadi menimbulkan suara seperti besi panas yang masuk kedalam air.
Mo kwi ingin mengeluarkan pedang bintangnya untuk menggunakan ilmu pedang terbang miliknya, tapi entah kenapa hati dan perasaannya seperti tak ingin mengeluarkan ilmu itu, begitu pula Shin mo, walaupun merasa sangat marah, tapi ia sebenarnya sangat sayang kepada Mo kwi, Seorang anak muda yang menurut nya mempunyai masa depan cerah, karna masih muda sudah mempunyai ilmu ilmu yang sangat hebat.
Dengan banyak nya pengalaman dan tenaga dalam yang lebih tinggi, sebenarnya beberapa kali Shin mo bisa memasukan pukulan tangannya dengan jurus iblis gila kearah tubuh Mo kwi, tapi kemudian ia menariknya, karna merasa tak tega untuk melukai Mo kwi.
Akibat banyaknya benturan yang terjadi, dan kalah tenaga dalam, darah perlahan mulai keluar dari mulut Mo kwi, pemuda itu lalu mundur.
Kemudian tubuhnya perlahan berubah menjadi merah kehitaman.
Ilmu gabungan raja hitam dan tenaga dalam baja api telah dikeluarkan oleh Mo kwi.
Shin mo yang penah melihat ilmu itu, ketika Mo kwi mengalahkan Tongkat iblis menjadi waspada.
__ADS_1
Pertarungan sengit kembali terjadi, rumput rumput disekitar mereka banyak yang terbakar dan menghitam akibat tenaga dalam tingkat tinggi yang dikeluarkan oleh keduanya.
Mo kwi yang sudah mengunakan ilmu raja hitam, mendesak hebat kearah Shin mo, dan kali ini Shin mo merasa tangannya perlahan menjadi panas akibat benturan dengan tangan Mo kwi, Shin mo kemudian melipat gandakan tenaga dalammya, serangan jarak pendeknya makin gencar, sesekali tangannya berusaha mencengkram tangan Mo kwi. denga dialiri pukulan telapak es, sehingga tak membuat panas tangan Shin mo, ketika beradu dengan tangan Mo kwi.
Mo kwi pun terkejut ketika ilmunya yang sangat beracun dan sangat panas seperti tak berarti buat Shin mo, dan terkadang ketika tangannya akan menghantam tubuh Shin mo, seakan ada daya tolak dari tubuh Shin mo, hingga pukulannya melenceng.
Mo kwi tidak tahu bahwa ayahnya mempunyai ilmu tenaga dalam penakluk iblis, yang memang dapat memantulkan pukulan yang masuk ketubuh Shin mo.
memang hebat ketua Dewa iblis, Mo kwi berkata dalam hati, dalam satu kesempatan pemuda itu mundur, kemudian tubuhnya berputar sangat kencang seperti gangsing dan menimbukan hawa panas disekitar tempat itu.
Shin mo terkejut melihat jurus Mo kwi, ia lalu mengerahkan tenaga dalamnya kearah mata naga api miliknya.
Mata merah Shin mo bercahaya sangat terang tapi perlahan putaran tubuh Mo kwi yang sangat kencang bergerak kearahnya dapat dilihat oleh mata naga api miliknya, Shin mo melompat dan mendahului, kemudian menghantam kearah tubuh Mo kwi.
Mo kwi terkejut ketika melihat pukulan ayahnya yang sangat tepat menghantam dadanya ketika ia tengah berputar dengan jurus putaran malaikat pedang.
Tubuh Mo kwi terpental 2 tombak terkena pukulan telapak es Shin mo, tubuh pemuda itu menggigil dan kemudian beberapa kali memuntahkan darah segar.
Shin mo terkejut ketika menyadari, ia telah turun tangan berat kepada Mo kwi, entah kenapa hatinya merasa sedih, melihat Mo kwi terluka dalam sangat berat, ketika terkena pukulan telapak es miliknya.
Mo kwi berusaha bangkit berdiri, darah masih keluar dari mulutnya, dan tubuhnya terasa sangat dingin.
Setelah berdiri, Mo kwi memandang kearah langit biru.
"Luka dalamku sangat parah dan tubuhku sangat dingin sekali, agaknya ajalku sebentar lagi tiba, tapi aku tak menyesal mati di tangan ayahku sendiri," Mo kwi berkata dalam hati, wajah pemuda itu terlihat sangat sedih.
Shin mo yang melihat keadaan Mo kwi entah kenapa hatinya merasa sakit melihatnya, kemudian berkata,
"kau pergilah,"..!!
Mendengar perkataan ayahnya.
Mo kwi tersenyum dengan wajah yang terlihat sangat sedih dan berkata,
"Ketua sungguh hebat.".!!
kemudian berbalik dan berjalan terseok seok dibantu oleh pedang gila, meninggalkan tempat itu diiringi oleh tatapan Shin mo.
__ADS_1
Tanpa terasa, mata Shin mo berkaca kaca melihat kepergian Mo kwi.