
Sekitar dua puluh kuda semakin melambat, ketika mendekati keramaian, dengan 2 orang berpakaian biasa seperti pemandu jalan, perlahan para Siwi kerajaan, matanya melihat kiri kanan, dan memperhatikan orang orang yang minggir, melihat pasukan kerajaan lewat.
Pasukan Siwi kerjaaan di beritahu oleh pemandu jalan, bahwa hari ini adalah hari pasar kota Yunan,
Wakil komandan pasukan siwi yang berjuluk Kepala besi tertarik, dan mengajak 20 orang anak buahnya untuk melihat keramaian, rombongan besar lalu kearah barat tempat mereka membuat janji dengan kapak setan yang mengirimkan 5 orang pemandu, dan 2 orang pemandu, diajak oleh kepala besi melihat keramaian dikota Yunan.
Ada sebuah kebanggaan dari kepala besi jika mata orang orang yang takut melihatnya, ketika memakai seragam pasukan Siwi Rajawali perak, pelindung kaisar yang sangat terlatih, dan jumlah mereka hanya 200 orang, dan selalu menjadi andalan kaisar Zhiangwen.
Kepala besi mengangkat tangannya, kepala besi tertarik melihat Shin bwe.
Kuda kuda berhenti, ketika kepala besi mengangkat tangannya.
"Nona, kau sangat cantik, boleh aku tahu namamu ?" Kepala besi yang berumur sekitar 40th, merasa tertarik melihat kecantikan dan keanggunan Shin bwe, ia menghentikan kuda didepan Shin bwe, Sinie suthay dan Shin hoa, lalu bertanya.
Sinie suthay menunjukan raut wajah tak suka melihat kepala besi.
Kepala besi tahu melihat wajah Suthay yang berubah, kemudian berkata.
"Nenek jika ia cucumu, kau harus gembira, karna masa depannya akan cerah, jika cucumu mau ikut denganku ke istana, anak buah kepela besi tertawa mendengar perkataan pimpinannya, mereka jika bertugas keluar kota raja sangat suka, karna bisa memilih gadis gadis dusun yang masih polos untuk menemani mereka, dengan sukarela ataupun secara paksa.
Apalagi mereka adalah para perwira kepercayaan kaisar. sehingga semakin membuat mereka besar kepala.
"Kau perwira kerjaaan tapi kelakuanmu, seperti para centeng pasar," Sinie suthay berkata sambil menatap Kepala besi.
Merah muka kepala besi, mendengar perkataan Sinie suthay.
"Nenek tua, jika kau tau kami perwira kerajaan..!! lebih baik jaga mulutmu itu, jangan sampai 7 turunanmu disebut penghianat negara."
"Hai botak, kau duluan yang cari gara gara, kenapa neneku yang disalahkan..!!" Shin hoa berkata, sambil menicibir kearah kepala besi, yang memang tidak berambut sangat marah, karna disebut botak oleh Shin hoa.
Kedai arak tempat Mo kwi minum, hanya ada mereka yang masih tersisa, sedangkan yang lain langsung bubar, melihat para siwi datang.
Mo kwi yang berada tak terlalu jauh, tersenyum mendengar perkataan Shin hoa, "agaknya dia bungsu, sungguh gadis yang ceria," Mo kwi berkata dalam hati.
"Ketua, apa yang akan kita lakukan..?" Cao pi berkata.
"Kita lihat saja..!!" aku ingin tahu seperti apa siwi Rajawali perak yang sangat terkenal milik kaisar Zhiangwen."
Mari kita kesana, Mo kwi berkata, Cao pi tak bisa membantah, para siwi dibekali pelindung tubuh, baja tipis yang sangat ringan, membuat mereka bebas bergerak, dan senjata atau pukulan yang mengenai tubuh mereka jika tak mempunyai tenaga dalam tinggi, jangan harap bisa melukai, karna mempunyai baja pelindung tubuh yang sangat kuat
Dan mereka mempunyai ilmu pedang gabungan yang sangat hebat, sangat rapi dan disiplin dalam bertahan maupun menyerang.
Mo kwi kemudian berjalan kearah Sinie suthay, dengan diikuti oleh, si orang tua, Cao pi dan pedang gila.
Kepala besi, melihat Mo kwi datang, lalu berkata.
__ADS_1
"Hai bocah dusun..!!" jangan ikut campur, lebih baik kau pulang, sambil tutup mata dan telinga."
"Kurang ajar..!!" Cao pi langsung diam ketika mendapat isyarat dari Mo kwi, setelah berkata.
"Nenek, lebih baik berlalu, tak usah melayani mereka."
Shin bwe melirik kearah, Mo kwi begitu juga Shin hoa, sedangkan Sinie suthay, melirik kearah Pedang gila.
Wajah sinie suthay berubah ketika melihat pedang yang tersoreng dipunggung Pedang gila.
Sinie suthay selalu berada diperkampungan dan tak begitu mengetahui, begitu juga kepada pedang gila, jika ada giok lim, pasti sudah mengenali Mo kwi dan pedang gila.
"Pedang kelabang biru, setahuku milik iblis sesat, apa ia Iblis sesat..?" Sinie berkata dalam hati.
"Terima kasih anak muda, tapi jika orang seperti ini dibiarkan, mereka takkan pernah berubah, lebih baik kau mundur, karna mereka orang orang berbahaya."
Sinie suthay berkata sambil tersenyum kepada Mo kwi.
"Salam hormat Kepada Suthay, hamba Tongcu kota Yunan dari perguruan tengkorak putih."
Sinie suthay lalu tersenyum, "ketua Tan dan Yie dong berada di tempat kami," suthay berkata.
"Kau pergi saja, jangan sampai perguruanmu terbawa bawa dengan urusan ini."
"Kalian sudah berundingnya..?" aku sudah meminta baik baik, jika bersikeras, maju saja semua, biar kami dapat cepat istirahat."
"Apa kau bilang..?" Kepala besi berkata, mendengar perkataan Mo kwi.
"Hai botak, jangan kau bawa bawa kakak ini, jika kau mampu, tangkap saja kami yang punya urusan denganmu, jangan bawa bawa orang lain," Shin hoa berkata.
Ha..Ha..Ha
"Asal kau ikut denganku akan kuturuti omonganmu," kepala besi berkata sambil tertawa, diikuti oleh anak buahnya yang merasa senang, melihat Shin hoa seperti melihat mainan, yang bisa membuat mereka senang.
Whuuuut..!!
Tangan kepala besi yang ada pelindung tau tau sudah tercengkram oleh tangan Shin hoa, dan kemudian gadis itu melemparkan Kepala besi yang kaget, dan tak bisa menghindari cengkraman Shin hoa, dengan ilmu cengkraman Dewa ajaran Thian sin, tubuh nya melayang seperti layangan putus kearah para anak buahnya.
Kepala besi turun setelah anak buahnya menangkap, tubuh wakil komandan mereka yang terlempar.
Wajah kepala besi sangat merah, malu, marah, ya kesal, perasaannya campur aduk ketika hanya sekali gerak, ia sudah terlempar oleh gadis muda dihadapannya.
Para siwi turun dari kuda dan berkumpul di belakang kepala besi.
Baru punya sedikit kemampuan dengan menyerang orang lengah, jangan kau merasa bangga dulu, kepala besi berkata.
__ADS_1
"Shin hoa, jangan gegabah..!!" Sinie suthay berkata
"Kakak lebih baik pergi saja, biar kami yang menghadapi mereka, Shin bwe berkata sambil melirik kearah Mo wki, Shin bwe dan Shin hoa tak tahu bahwa pemuda yang berada didepan mereka adalah kakak satu ayah, lain ibu. begitu pula Sinie suthay yang belum mengetahui, karna Shin mo belum bercerita, selain dengan orang yang paling dekat dengannya, Hong giok dan Soat gi.
"Aku ingin melihat keramaian," Mo kwi berkata, setelah mendengar perkataan Shin bwe sambil tersenyum kearah Shin bwe.
"Kakak berdiri agak jauh, nanti takut terkena serangan nyasar dari para siwi burung gereja ini," Shin hoa berkata sambil tertawa.
Mo kwi tersenyum, lalu mundur.
"Cilaka, ketua malah nonton, apa ia takut..!!" Cao pi berkata dalam hati, "jika orang orang perkampungan lembah awan sampe kalah, maka habislah sudah."
Shin Bwe lalu mengeluarkan pedang dan maju kedepan, lima orang siwi maju, kemudian mengelilingi Shin bwe.
Shin bwe bergerak mendahului, tubuhnya melesat sangat ringan, dengan langkah bayangan iblis yang dipelajari dari ayahnya, Shin bwe mengeluarkan, ilmu tarian Dewi iblis, tubuhnya dengan lemah gemulai, seperti menari dengan pedang yang sesekali menyambar kearah tubuh siwi yang mengeroyoknya.
Semakin lama tarian Shin bwe, semakin cepat, sering terdengar, suara pedang beradu dengan pelindung tubuh, dan menimbulkan percikan api, tapi pertahanan para siwi sangat tangguh, dengan formasi bertahan Rajawali gunung, sangat membantu dari serangan serangan cepat Shin bwe.
Para siwi serentak menusuk Shin bwe yang berada di tengah, Shin bwe sambil berputar dan bergerak keatas memutar pedangnya, menangkis serangan para siwi, kemudian menyabetkan pedangnya kearah kepala siwi, yang berada didepan, dua orang kawannya menangkis dari samping, dan yang dua bergerak menyerang pinggang Shin bwe,
"Cilaka," suara Cao pi terdengar ketika melihat, Shin bwe yang balik diserang.
Shin bwe menangkis dengan pedangnya sambil bergerak mundur, sementara serangan pedang satu lagi yang datang, bagian badan pedang yang pipih, ia tepak dengan tangan kiri, sehingga terpental.
Mo kwi mengangguk melihat Shin bwe berhasil mengindari serangan para siwi.
"Ciiis..!! tak tahu malu, sudah tua, beraninya kroyokan,"
Shin hoa berkata, sambil menghampiri Shin bwe yang berhasil mundur.
Ilmu Shin bwe memang hebat, tetapi pengalaman dan tenaga dalam yang kurang, membuat Shin bwe seperti terlihat imbang dengan kelima siwi itu.
Ha..Ha..Ha
Kepala besi tertawa, melihat Shin bwe mundur, kemudian berkata, menanggapi perkataan Shin hoa. "Jika kau punya yang tua, suruh maju saja."
"Tidak usah..!! Yang muda sudah cukup untuk melayani kalian semua," Mo kwi berkata sambil mendekati Shin bwe.
"Adik, aku bantu kau melayani mereka semua, bagaimana..?" Mo kwi berkata sambil tersenyum.
"Sombong sekali bocah kampung yang masih ingusan ini," salah seorang yang mengeroyok Shin bwe, dan berada dekat dengan Mo kwi berkata.
Whuuuuut...plaaaak..!!
Orang yang tadi berkata terpental, terkena hantaman Mo kwi, di baja pelindung tubuh siwi itu terdapat telapak Mo kwi yang melesak, hingga meremukan dada Siwi itu, yang terpental dan langsung tewas.
__ADS_1
Dengan Langkah Dewa angin, Mo kwi setelah menghantam lalu kembali kedekat Shin bwe, dan berkata, sambil menatap tajam kearah kepala besi
Ini bukan waktu bagi orangmu bicara.