Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 127 Tamu Istimewa Mo Kwi


__ADS_3

Mendengar perkataan Pedang gila, Srigala sesat, lalu kaki nya yang mengait bambu di lepaskan, dan Srigala sesat langsung meluncur turun dan menatap kearah Pedang gila, dan berkata.


"Apa kau bilang, Panda..!!" apa matamu buta ?"


Rupanya kau salah seorang prajurit malam


kasim Co..!!" Mo kwi berkata.


Mo Kwi melihat, pedang kelabang biru yang berpindah tempat, dari punggung dan sekarang berada di pinggang.


Dan Pedang gila sudah meraba gagang pedang,


dengan posisi siap menyerang


Hutan bambu ini sangat rapat, Mo kwi berkata dalam hati,


"Jika memakai pedang bintang malah akan merepotkan, hutan bambu yang agak rapat, dan


Mo kwi melihat, semua anak buah srigala sesat, memakai sarung tangan berbentuk cakar, dan bambu yang rapat, tak kan menghalangi serangan mereka."


"Tapi aku harus bertindak cepat, daerah ini dekat dengan pasukan Kasim Co." Mo kwi berkata dalam hati.


Tanpa berpikir panjang, Mo kwi mencabut sebuah pisau kecil berwarna hitam, pisau raja neraka, memang sangat cocok, di hutan bambu seperti ini.


pikirnya.


"Paman Zhou, jangan terlalu jauh dengan ku," Mo kwi berkata, dan Zhou fang mengangguk mendengar perkataan Mo kwi.


Whuuuut, breeeet,..!!


Pedang gila ketika mencabut pedang, langsung menebas, tapi tebasannya terlebih dahulu memotong bambu, dan kecepatannya berkurang, hingga Srigala sesat, melesat, dan merobek, lengan baju dari Pedang gila, yang langsung menarik lengannya, ketika melihat Srigala sesat menyerang.


Hmm..!!


Pedang gila mendengus, pedang kelabang biru berkelebat, dan menebas kearah Srigala sesat, yang loncat diantara batang batang bambu, banyak bambu yang putus terkena tebasan pedang kelabang biru.


Bambu yang terpotong, jatuh dan menimbulkan suara gemerisik daun bambu.


Mo kwi melesat, dengan langkah kilin, tubuh nya meliak liuk di antara batang bambu yang jatuh, tertebas Pedang gila.


Pisau raja neraka bergerak cepat.


Sret,..sreet.


Dua orang terdekat, yang terkena sabetan dan tergores oleh pisau raja neraka, langsung rubuh dan tubuh keduanya langsung hitam, akibat racun pisau raja neraka.


Srigala sesat terkejut dan bergidig, melihat kedua anak buahnya yang tergores pisau raja neraka, mati dengan tubuh menghitam.


Munduuur..!!


Srigala sesat teriak memberi tahu, anak buahnya, sambil menghindari serangan Pedang gila,


Mo kwi terus memburu, tapi mereka bergerak cepat, menyelinap diatara pohon bambu yang rapat, dan menghilang di kegelapan malam.


Begitu pula Srigala sesat, sambil menghindari tebasan Pedang gila, ia menyelinap, diantara rapatnya pohon bambu, lalu menghilang.


Batang batang bambu yang berjatuhan, membuat pandangan mata Mo kwi tertutup oleh daun daun bambu.


Mo kwi menghela nafas sambil melihat, kearah menghilangnya Srigala sesat dan anak buahnya.

__ADS_1


Mari kita kembali, Mo kwi berkata kepada Pedang gila dan Zhou fang.


Lalu mereka kembali, ketempat pasukan berkumpul.


To heng melihat kedatangan Mo kwi, lalu bertanya kepada Zhou fang, apa yang terjadi.


Zhou fang kemudian menceritakan, pengalaman nya selama mengikuti Mo kwi, sampai mereka di sergap dan akhirnya, malah penyergap yang bernama Han cung alias Srigala sesar, lari kocar kacir, takut oleh kecepatan tuan muda, komandan dan kengerian Han cung yang melihat anak buahnya tewas.


Kita sudah di ketahui oleh orang yang bernama Han cung atau Srigala sesat, dia pasti langsung memberi laporan, kepada Kasim Co, jadi tindakan apa yang harus kita lakukan tuan muda, Zhou fang berkata.


Mo kwi menghela nafas,


"Aku tidak tahu apakah mereka berpikir, kita hanya mata mata biasa ?"


Dan tidak mempunyai banyak pasukan..!!" jika benar.


Kita akan memberi kejutan kepada mereka, Mo kwi berkata kepada Zhou fang dan To heng.


Mereka kemudian, bercakap cakap sambil minum arak, dan Zhou fang semakin kagum kepada Mo kwi.


Dan berkata, "Tuan muda, jika boleh, hamba ingin bertanya.?" katakan saja paman Zhou, Mo kwi berkata.


"Di perguruan Tengkorak putih, Tuan muda menjabat sebagai apa ?" To heng yang mendengar perkataan dari Zhou fang menganggukan kepala, ia juga penasaran, dengan hal itu.


"Aku anggota baru disana paman.!!" Mo kwi berkata sambil tersenyum.


Tak lama kemudian, datang seorang komandan pasukan Mo kwi, setelah memberi hormat,


lalu berkata, "Tuan Mo kwi, ada 5 orang yang mencari tuan, di luar..!!" mereka ingin bertemu."


Mo kwi mengerutkan kening, mendengar perkataan dari komandan pasukannya, "Siapa mereka ?" Mo kwi bertanya tanya dalam hati,


"Bawa kesini..!!" Mo kwi berkata.


Mereka melihat, dari kejauhan para penjaga, mengelilingi 5 orang yang tengah berdiri, dan sebagian berbaris, bersiap.


Mo kwi bergegas, dan setelah dekat, dan melihat kelima orang itu, wajah nya tersenyum.


Kim mo, Nio nio, Hek mo, Kwan bin, dan yang terakhir adalah, budak nya Ling ji.


"Kakek," Mo kwi berkata, dan ketika akan bersujud, Kim mo menahan bahu Mo kwi dengan tenaga dalam, sehingga Mo kwi, tak bisa bersujud.


Hmm..!!


"Adik, banyak juga anak buah mu," Hek mo berkata, sambil tertawa tawa.


Dan ketika melihat, di situ ada pedang gila, Hek mo berkata, "hai gila, kau sudah sembuh ?"


Pedang gila mendengus dan tak menjawab perkataan Hek mo, Nio nio tertawa cekikikan, melihat Hek mo dan mendengar perkataanya.


"Tuan, cuaca malam sangat dingin, aku bawa jubah mu," Ling ji berkata, lalu bergerak dengan sangat cepat menuju Mo kwi, dan mengibarkan jubah, Ling ji tiba di belakang Mo kwi dan langsung memasangkan jubah, dan berbisik, "aku mendesak mereka untuk mencari tuan," Ling ji selesai berkata, wajah nya langsung merah, setelah selesai memasangkan jubah, Ling ji lalu berdiri di belakang Mo kwi.


"Akhirnya kami menemukan mu nak..!!" Kim mo berkata.


"Kakek, mari kita bicara di dalam," Mo kwi berkata, lalu, mempersilahkan.


Di dalam tenda mereka berkumpul, Zhou fang dan To heng juga ikut.


Kwan bin, mengangkat cawan araknya, dan berkata.

__ADS_1


"Aku Kwan bin, sebagai pelindung perguruan Tengkorak putih, memberi hormat kepada ketua perguruaan Tengkorak putih." setelah berkata lalu meminum cawan arak nya.


"Paman tak usah banyak adat," Mo kwi berkata.


Zhou fang tertegun, begitu juga To heng, mendengar Kwan bin, seorang pelindung perguruan tengkorak putih, menyebut ketua kepada, Mo kwi.


"Jadi tuan muda Mo kwi adalah ketua perguruan tengkorak putih," Zhou fang berkata dalam hati, dan saling pandang dengan To heng, yang mempunyai pemikiran sama dengan Zhou fang.


Zhou fang setelah tahu, bahwa ketiga tokoh aneh yang berada di depannya, adalah tokoh yang sudah seperti tokoh dongeng, waktu ia belajar silat, dan mendengar cerita tentang ketiga tokoh ini dari gurunya.


Iblis emas, Iblis hitam, dan Nio nio, yang di sebut Bidadari iblis, Tiga iblis langit.


Zhou fang hanya bisa diam dan tak berani berkata, apalagi setelah tahu, bahwa Mo kwi adalah ketua perguruan Tengkorak putih.


"Aku sudah membebaskan totokan budak mu," Hek mo berkata sambil minum arak di cangkirnya.


Kakek bermuka hitam itu, lalu berkata kembali.


"Eh adik hitam, apa rencanamu.:


"Adik.!!" harusnya kakak memanggil cucu kepada Mo kwi," Nio nio berkata kepada Hek mo, sambil tertawa pelan.


"Aku tak mau, dia adalah adik hitam, aku yang pertama kali bertemu dengannya, dan sudah mengangkat saudara."


"Aku lebih tua, dan dia lebih hitam," Hek mo berkata sambil tertawa.


"Hai gila, benar tidak perkataan ku ?" Hek mo berkata kepada Pedang gila.


Pedang gila tak melihat kearah Hek mo, mengambil cangkir yang berisi arak, lalu meminum nya, kau yang hitam, Pedang gila berkata pelan.


Tak kusangka kau bisa sembuh, Huo in memang hebat, Hek mo berkata.


Pedang gila hanya diam, wajah nya semakin merah, akibat arak yang ia minum.


Ling ji menuangkan arak ke cangkir Mo kwi, setiap cangkir tuannya kosong.


Tak pernah berubah, dari dulu hanya kau yang bisa, menyuruh nya bicara, Hek mo berkata kepada Mo kwi.


Adik hitam, coba kau suruh murid mu itu bicara, aku ingin dengar, apa yang ia akan katakan.


Jika ia ak mau bicara, berarti dia tidak nurut lagi padamu.


Nio nio selalu menutupi mulutnya, tak kuat menahan tawa melihat Kakaknya, Hek mo, begitu pula Ling ji.


Mo kwi tersenyum, kakak Pedang gila memang seperti itu, dia akan bicara, jika ia mau.


Kau Hitam, menjadi adik, dia kakak ke 2 bermuka merah, sedang kan aku kakak pertama, dan kita bertiga adalah saudara, Hek mo berkata sambil tertawa.


Mereka lalu bercakap cakap, Mo kwi sangat senang, dengan kehadiran ke empat pelindung perguruan, dan Ling ji tenaga dalam nya sudah lancar kembali, dan kesaktiannya pulih seperti biasa.


Nio nio sangat sayang kepada Ling ji, selama dalam perjalanan, Nio nio, mematangkan jurus dan memberi petunjuk kepada Ling ji, hingga kemampuan gadis itu bertambah pesat.


Setelah merencanakan gerakan untuk esok, lalu Kim mo dan rombongan diantar ke tenda tenda yang telah tersedia oleh Zhou fang dan To heng.


Tinggal Mo kwi dan Ling ji, yang berada dalam tenda.


Ling ji lalu menghampiri Mo kwi, kemudian melepas jubah tuannya, lalu menggantung jubah itu, di tempat yang telah disediakan.


Mo kwi setelah melepas jubah, kemudian duduk di ranjangnya, Tanpa sengaja mata nya melirik ke arah Ling ji, dan begitu pula Ling ji, kedua pasang mata bertemu,

__ADS_1


Ling ji langsung menunduk, wajahnya merah.


Dalam hati gadis itu berharap, Mo kwi segera memangilnya.


__ADS_2