
Perdana mentri Qi thay sangat terkejut, mengetahui bahwa mereka sudah kecolongan dan kalah adu siasat, apalagi di situ ada Zhou yun, si Dewa tombak, bekas Jendral besar di jaman kaisar Hong wu.
Seorang jendral yang sangat mahir dalam strategi perang, dan mempunyai keahlian bertempur, dan bisa memaksimalkan prajuritnya yang sedikit, melawan prajurit musuh yang lebih banyak dengan keahliannya dalam merancang strategi perang, dan agaknya kali ini, Zhou youn ikut bermain di dalamnya.
"Pendeta Sharika lindungi aku..!!" pendeta Sharika, kemudian berbisik, dan berkata kepada adiknya "Sharmani..!!" kau tahan mereka, aku akan melindungi perdana mentri Qi," Sharika berkata kepada adiknya, Sharmani mengangguk mendengar perkataan kakaknya, Sharmani lalu mengeluarkan senjatanya, yg seperti sebuah tulang lengan manusia, lalu melintangkannya di depan dada.
Perdana mentri Qi thay, lalu berteriak kepada peserta sayembara.
Siapa saja yang bisa membunuh mereka dan membawa kepalanya padaku, aku akan menjadikan dia seorang mentri. perdana mentri Qi thay berkata, lalu melangkah pergi sambil di kawal oleh pendeta Sharika, dan puluhan prajurit pilihan.
Mendengar perkataan dari perdana mentri Qi thay, ratusan pendekar berwajah bengis,yang mengikuti sayembara langsung mencabut senjata mereka dan mengurung, Mo kwi, Sian bin, Zhou yun, Hek kwi dan Pedang gila.
Sementara, anak buah Sian bin yang menyamar mengikuti sayembara, langsung mencabut pedang mereka, dan langsung menyabetkan pedangnya kearah pendekar dan para prajurit yang mengepung.
Para pendekar yang mengikuti sayembara, langsung terkejut, ketika yang mereka anggap kawan, sesama pengikut sayembara, menyerang mereka, dua orang langsung roboh ketika dadanya tertembus pedang, dan seorang lagi lehernya hampir putus, terkena sabetan, pedang anak buah Sian bin, dan pertempuran tak seimbang jumlah itu, langsung pecah, suara jeritan kesakitan dan bentakan bentakan, terdengar kencang.
Mo kwi lalu mengeluarkan Pisau raja neraka, Zhou yun menyambar tombak salah seorang prajurit, lalu memutar mutarkan tombak rampasan itu di depan dadanya, kemudian langsung menusuk perut dari salah seorang pendekar, yang berada didekatnya,
Sementara Hek kwi dengan pedang bayangan hantu
Melesat, kedua pedang pendek itu berkelebat, kesana dan kemari, mencari mangsa.
Pedang gila yang memakai pedang walet, langsung bergerak melesat kearah Sharmani.
Tak peduli dengan beberapa senjata, yang mengarah tubuhnya, dengan kibasan tangan kiri dan pedang walet yang menangkis dan menebas, Pedang gila menghalau serangan yang mengarah ketubuhnya.
Dan pedang gila terus melesat kearah pendeta Sharwani yang sepertinya, siap menunggu kedatangannya.
Sedangkan Mo wki dengan pisau raja neraka tak memberi ampun, siapa saja musuh yang mendekat pasti tewas tertusuk atau tergores oleh pisau raja neraka yang berwarna hitam,
Sedangkan Hek kwi, sepasang pedang bayangan hantunya, sekali bergerak, mengenai tempat tempat yang mematikan di tubuh lawannya, para peserta sayembara dan para prajurit seperti baru menyadari, bahwa mereka layaknya seperti telur melawan batu.
Puluhan orang mulai berjatuhan diamuk oleh kelima orang itu, semakin lama kedaan semakin menjadi sangat kacau, para peserta sayembara, banyak yang malah pergi melarikan diri, ketika melihat kedasyatan dari Mo kwi dan kawan kawannya.
__ADS_1
Sementara para prajurit mulai mundur, apalagi setelah banyak peserta sayembara, yang ilmunya, lebih tinggi dari mereka, malah pergi melarikan diri
dan yang tewas juga semakin bertambah banyak dari mereka yg tak sempat melarikan diri atau menghindar, dan terus menjadi bulan bulanan, dari sepasang pedang bayangan hantu, pisau raja neraka, tombak Zhou yun dan telapak tangan Sian bin.
Dan suara gaduh semakin lama semakin terdengar,
Sorak sorai teriakan prajurit dan beradunya pedang semakin lama semakin mendekat,
Mo kwi tersenyum melihat ayahnya dan anggota perguruan Dewa iblis, kemudian rombongan hutan larangan, yang di pimpin oleh dewa bumi, bergerak mendekat,
"Nak..!!" akhirnya kau berhasil, aku bangga padamu, Shin mo berkata sambil menatap kearah wajah putranya, senyum kebanggaan tergambar dari bibirnya, mentri Cu ming, perwira Meng ho, Yo tian, Zhou fang dan To heng juga tersenyum melihat Mo kwi, kemudian membungkuk memberi hormat dan berkata, "terima kasih tuan muda, karna siasat tuan muda kami bertiga selamat, dan pintu gerbang utama kota Nanjing bisa di buka."
"Sudahlah paman..!!" ini juga berkat paman juga, dan kawan2 dari Nanjing, Mo kwi berkata sambil tersenyum.
"Apa paman paman semua sudah bertemu dengan,
putri Qiao ?" Mo kwi berkata, Mentri Cu ming, Meng ho dan Yo tian tersenyum, dan berkata.
Cu ming berkata, sambil tersenyum, Meng ho dan Yo tian juga ikut tersenyum, mendengar perkataan dari mentri Cu ming.
Tak lama kemudian, datang. sebuah bayangan mendekat, dan terlihat nenek kharmila datang sambil matanya terus berkeliling, mencari Pedang gila.
Setelah melihat Pedang gila, nenek kharmila lalu mendekat dan langsung mendengus ketika melihat pendeta Sharwani yang berada di depan Pedang gila.
Sementara rombongan, Shin mo dan putri Qiao langsung menuju istana, dengan Cu ming yang me jadi pemandu jalan pasukan yang di pimpin oleh putri Qiao, bergerak menuju pintu utama, dan ada beberapa lapis pintu gerbang yang harus di tembus untuk mencapai istanaù
Pendeta Sharwani terkejut melihat kedatangan nenek kkharmila, ketika sewaktu Pedang gila bertempur dengan Suling setan, mereka berdua melihat pedang walet, lalu mencari nenek itu, tapi tak melihatnya, dan kedua hati merasa lega.
"Adik minggir, biar ku bereskan si hitam kurus ini, dan kepalanya akan ku berikan buat adik,,!!"
Nenek.Kharmila, yanga mendengar perkataan dari Pedang gila, lalu berkata.
Chiiiss..!!"
__ADS_1
"Buat apa, kepala gundul itu..!!" aku tak mau menyentuh nya, bunuh saja saja setan tua itu, menyamar jadi pendeta, tapi moralnya seperti setan, dan banyak merugikan rakyat negri Thian tok."
Nenek.kharmila berkata tegas, sambil melihat kearah pedang gila.
Pedang gila mengerti yang tadi nenek Kharmila katakan.
Lalu ia mematap.tajam kearah pendeta Sharwani, yang memegang senjatanya sebuah tulang lengan.
Senjata mu aneh juga, aku baru liat senjata seperti itu.
Pendeta sharwani, kau bersiap lah.
Lalu Pedang gila.mencabut pedang kelabamg biru, sinar biru keluar dari pedang miliknya itu,
Pendeta Sharwani terkejut ketika melihat sinar biru yang keluar dari pedang kakek berwajah merah itu, yamg menandakan bahwa pedang itu sangat beracun.
Tangan pendeta Sharwani yang memegang senjata seperti tulang, lengan sudah mulai bergetar, dan hatinya sudah merasa ciut, dan pendeta Sharwani hanya bisa menunggu sambil menanti kedatangan dari Pedang gila yang akan menyerangnya.
Pedang gila yang melihat raut wajah dari Pendeta Shawarni, lalu tertawa terbahak bahak.
Hahaha
"Aku lihat wajahmu sudah pucat, dan seperti ketakutan," pedang gila berkata,
"Kau seharusnya bersyukur," pedang gila berkata,
Pendeta Sharwani, mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan bersyukur.
"Bersyukur apa..?" pendeta Sharwani berkata.
Pedang gila menyeringai seram kepada Sharwani, dan berkata.
Kau harus bersyukur, karna aku akan mengantarkan mu, menemui dewa.
__ADS_1