
Zhou fang menatap ke arah Pedang gila, dan begitu juga Pedang gila yang pandangannya, memang dari tadi tak lepas dari Zhou fang, yang sedang berbicara dengan Mo kwi, dan keduanya saling tatap.
Zhou fang tidak tahu siapa Pedang gila, tapi Zhou fang sudah melihat aksi Pedang gila, dari pertama pasukan mereka bertemu, dan prajurit kaisar Zhiangwen banyak yang tewas oleh kakek bermuka merah ini, yang di sebut Pedang gila.
"Zhou fang siap menerima perintah," pria yang dianggap wakil dari pasukan kaisar Zhiangwen yang tertawan, kemudian memberi hormat kepada Pedang gila dan Mo kwi, dan di ikuti oleh para tawanan yang baru saja ikut bergabung.
Mo kwi kemudian bercakap cakap kepada Zhou fang.
"Paman Zhou..!!" aku dan kakak ku bukan pasukan kerajaan, dan kami tidak bisa menjanjikan apa apa, yang bisa di berikan kepada paman Zhou fang."
"Kami berdua dari Bu lim ( dunia persilatan ) tapi perjuangan paman Zhou dan kawan kawan yang ikut bergabung, akan aku sampaikan kepada putri Qiao."
Zhou fang menarik nafas dalam dalam, mendengar perkataan dari Mo kwi.
"Tuan muda.!!" perang memang kejam, kami sebagai prajurit tak mempunyai pilihan, walau pun harus bertempur dengan saudara sendiri."
"Paman benar..!!" Mo kwi berkata, kami dari Bu lim juga tak mempunyai pilihan, dan sebagai rakyat, kami juga berhak untuk mendapat hidup yang layak, ketentraman dalam menjalani hidup, dan tak ingin terjadinya perang, tapi terkadang kenyataan tidak sesuai dengan keinginan."
"Jika tuan muda dari Bu lim, kalau boleh Zhou fang tau, tuan muda dari perguruan mana ?"
"Aku dari perguruan tengkorak putih paman..!!" Mo kwi berkata.
"Per..perguruan tengkorak putih..!!"
Bukan kah, bukan kah mereka adalah...
Zhou fang lalu berhenti dan tak meneruskan perkataannya."Bukankah dari golongan hitam..!!" Mo kwi berkata, sambil tersenyum, meneruskan perkataan dari Zhou fang.
"Aku tak peduli orang akan menyebut apa terhadap perguruan Tengkorak putih paman Zhou, tapi perguruan kami, melakukan apa yang ingin kami lakukan." Mo kwi berkata.
"Hamba juga tadinya berasal dari Bu lim, membuka perusahaan pengawalan, tapi karna perang, perusahaan tutup, akhirnya menjadi prajurit, dan hamba sering mendengar tentang perguruan Tengkorak putih, sebuah perguruan golongan hitam terbesar di dunia persilatan saat ini."
Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari Zhou fang.
"Paman Zhou..!!" jika berkenan, susupkan beberapa orang untuk membujuk pasukan kaisar Zhiangwen, yang tak suka dengan dengan kebijakan dari pemerintah," untuk bergabung, tapi jangan sampai hal ini membayakan paman dan kawan kawan, jika merasa berbahaya, tidak usah di lanjutkan dan abaikan perkataan ku," Mo kwi berkata.
Zhou fang termenung mendengar perkataan dari Mo kwi, dan tak lama kemudian berkata.
"Tuan benar..!!" ada beberapa perwira yang tak suka dengan pemerintahan kaisar Zhiangwen." tapi mereka takut dengan komandan mereka, seorang Siwi yang berjuluk 2 pedang, karna memang jika bertempur memakai 2 buah pedang, 1 pedang panjang panjang dan 1 buah pedang pendek.
"Komandan mereka, 2 pedang sangat kejam, dan tak segan membunuh prajurit ataupun perwiranya yang membangkang perintah."
"Dan hanya bisa kasak kusuk di belakang, karna takut didengar oleh komandannya."
"Banyak perwira berpikir, yang menurut mereka, kaisar Zhiangwen hanya boneka dari kasim Co, dan kasim Co sebenarnya yang memerintah negri ini, bukan kaisar Zhiangwen.
"Ada kawan Hamba yang membawahi 5000 pasukan yang mengawal perbekalan besar, dan dia sering bercerita tentang ketidak sukaannya akan pemerintahan yang sekarang, tapi ia hanya bercerita kepada hamba."
"Jika tuan muda mau, sekarang kita berangkat, malam2 menyusup dan bertemu akan lebih aman, daripada siang hari."
Baik jika paman berkenan, aku akan dengan senang hati ikut," Mo kwi berkata
Zhou fang tersenyum mendengar perkataan Mo kwi, yang sangat antusias.
"Apa tuan tidak takut hamba jebak nanti..!!" Zhou fang berkata.
Mo kwi tersenyum, mendengar perkataan dari Zhou fang dan tak berkata.
Sedangkan Pedang gila mendengus.
Hmm..!!
5000 kroco bisa apa,
Merah wajah Zhou fang, mendengar perkataan dari Pedang gila yang sekarang menjadi komandannya itu, ketika teringat, 10 ribu pasukan berkuda yang dipimipin oleh kasim Co pin, yang mempunyai kesaktian lebih tinggi dari 2 pedang, juga tak bisa menangkap pemuda ini, apalagi hanya 5000 pasukan yang di pimpin oleh seorang komandan pasukan biasa.
"Kita kesana tak bisa membawa banyak orang, karna pasti akan di ketahui oleh 2 pedang."
"Hamba akan membawa 5 orang yang terpecaya, dan kami sangat dekat dengan perwira dan wakil komandan pasukan."
Tuan menunggu saja di luar, jika mereka setuju akan kami ajak menemui tuan muda, tapi jika sampai pada waktu yang di janjikan, kami belum tiba..!!" mungkin kami sudah di tangkap atau di bunuh oleh mereka.
__ADS_1
***
Malam itu juga, mereka lalu bergerak ke arah tempat pasukan yang di pimpin oleh 2 pedang.
Dan Mo kwi baru mengetahui dari Zhou fang, bahwa sebenarnya pasukan kasim Co pin, bukan hanya pasukan yang akan menyerang pintu barat kota Jinan, tetapi juga mereka berangkat, sambil mengawal pasukan perbekalan, yang jumlahnya sangat besar.
Zhou fang dan ke 5 kawannya yang masih memakai seragam pasukan kaisar Zhiangwen, berlari dalam hutan, Sedangkan Mo kwi dan pedang gila membayangi.
Zhou Fang tak mau memakai, kuda karna suara langkah kaki kuda, akan sangat jelas terdengar, di malam hari.
Setelah mendekati tenda tenda pasukan, tak lama kemudian Zhou fang dan kelima kawannya menghilang.
Sedangkan Mo kwi dan Pedang gila menunggu di tempat yang telah di sepakati.
Lama Mo kwi dan pedang gila menunggu,
dan matahari pagi, mulai keluar menampakan diri.
"Semoga Zhou fang dan kawan kawan, tak terjadi apa apa di sana," perasaan Mo kwi mula cemas, karna sudah lama Zhou fang pergi dan hari telah berganti pagi, tapi mereka belum juga kembali.
Mo kwi melihat 9 orang, dengan sangat berhati hati berlari kearah nya.
Tapi sebelum Mo kwi keluar dari tempat persembunyiannya,
la melihat, di belakang kelima orang itu, berlari 5 orang, seperti yang tengah mengejar ke 9 orang tersebut.
Gerakan ke 5 orang itu lumayan cepat dan akhirnya bisa menghadang ke 9 orang, yang ternyata Zhou fang bersama 5 kawannya dan 3 orang baru, yang memakai seragam perwira
"Mau kemana kalian pagi pagi sudah berlari keluar ?"
Seorang yang memakai seragam siwi, dengan membawa 2 buah pedang panjang dan pendek di pinggangnya berkata, setelah berhasil menghadang.
Rombongan Zhou fang.
"To heng, kau adalah wakil ku..!!" aku selama ini selalu menyuruh orang untuk memperhatikan gerak gerikmu, dan dugaanku ternyata benar.
Apa kau ingin berkhianat ?"
Mo kwi yang mendengar dan melihat tak jauh dari tempat mereka, lalu berkata kepada Pedang gila.
"Bantu dan selamat kan anak buahmu"
Pedang gila setelah mendengar perkataan dari Mo kwi, kemudian keluar dari tempat persembunyian, melesat dan sampai di tempat Zhou fang.
Zhou fang melihat pedang gila datang lalu memberi hormat, dan menyebut ketua kepada Pedang gila.
"Rupanya kau sudah menyiapkan orang, untuk mengawal," 2 pedang berkata, ketika melihat Pedang gila datang.
Pedang gila hanya diam dan melihat kearah 5 orang yang berada di depannya.
"Siapa kau kakek tua..?" 2 pedang bertanya.
dan tak ada jawaban yang keluar dari pedang gila.
Hmmm..!!
2 pedang mendengus, ketika pertanyaannya diacukan oleh Pedang gila, dan bertanya kembali.
"Apa kau anak buah Raja muda Yan, kakek tua..?"
Dan tetap tak ada jawaban dari Pedang gila.
Kemarahan 2 pedang tak tertahan lagi, 2 kali ia menanyakan dan 2 kali ia di acuhkan.
Dua pedang memberi isyarat kepada ke empat orang perwirannya untuk bersiap, dan ke 4 perwira itu mendapat isyarat dari komandan nya, langsung memegang gagang pedang.
Pedang gila yang melihat ke 4 perwira itu memegang pedang.
Langsung melesat, cahaya biru berkelebat menyerang perwira yang paling depan, yang dekat dengannya.
Whuuuut...Sreeeeet..!!
__ADS_1
Pinggang perwira itu langsung putus, terkena jurus pedang kilat dari Pedang gila, setelah berhasil menebas, Pedang gila dengan pedang kelabang biru langsung bergerak kesamping, dan menusuk punggung perwira yang berada di samping, hingga tembus ke dada depan, Pedang gila langsung mencabut pedangnya, kemudian loncat, sambil menyabetkan pedang kelabang biru kearah leher, dan perwira yang sedang melotot tak percaya, ketika 2 temannya dengan waktu yang sangat cepat, sudah tewas, kepalanya mencelat, terkena tebasan pedang gila.
Seorang perwira yang kaget dengan kejadian yang begitu cepat, lalu mencabut pedang, tapi tangannya sudah di tendang oleh pedang gila, yang setelah berhasil menebas leher, menuju ketempat seorang perwira yang tersisa sambil menendang, perwira itu terhuyung, dan sebuah tangan terlepas ketika Pedang kelabang biru menebas kearah siku perwira yang sedang terhuyung itu, terdengar suara jeritan mengerikan ketika racun kelabang biru bereaksi, dan tak lama kemudian, perwira itu tewas, dengan tubuh menjadi biru, terkena racun pedang kelabang biru.
dan ke 4 perwira itu tewas dalam sekejap denga tubuh menjadi biru.
Pedang gila, setelah berhasil menyerang ke empat
perwira itu lalu lompat mundur.
Dan menatap kearah 2 pedang.
2 pedang terbelalak melihat kejadian yang begitu cepat, dengan sekali bergerak menyerang, ke 4 perwiranya langsung tewas mengenaskan, tanpa sempat mengeluarkan pedang.
Zhou fang dan kawan kawan mereka hanya bisa leletkan lidah, melihat aksi, orang yang baru menjadi pemimpinnya itu.
2 pedang langsung mencabut pedang dan menyerang ke arah Pedang gila.
Pedang panjang menusuk dada, sedangkan pedang pendek, menebas kearah tangan pedang gila.
Pedanh kelabang biru menangkis pedang yang menusuk kearah dadanya, sementara tangan kirinya langsung menangkis, serangan pedang pendek dari 2 pedang.
Pedang panjang, mencelat keatas, terkena hantaman pedang kelabang biru, sedangkan Pedang pendek melenceng kesamping,
Setelah berhasil menghindari serangan, Pedang gila bergerak sambil berputar, pedang kelabang biru menyabet dada dari 2 pedang.
Sreeeet...!!
2 pedang melesat mundur, dan wajahnya pucat ketka melihat, baja pelindung tubuhnya, di bagian dada tergores oleh Pedang kelabang biru milik pedang gila, wajah nya pucat pasi.
2 pedang lalu mengeluarkan, sebuah pluit kecil dan ketika hendak meniup, Pedang gila terlihat melesat, dan sebuah cahaya biru, menyerang ke arah leher 2 pedang,
Siwi itu terkejut, dan tak jadi meniup pluit untuk memanggil pasukan, Pedang pendeknya menangkis pedang kelabang biru yang mengarah leher.
Traaang...!!
2 pedang setrlah berhasil menangkis dan pedang pendek nya patah, langsung melemparkan Pedang pendeknya kearah kepala Pedang gila.
Sreeeett...!!
Pedang gila sedikit memiringkan kepala, dan potongan pedang pendek itu lewat di sebelah kepalanya.
Setelah menghindar, pedang gila kemudian sudah menghilang dari hadapan 2 pedang.
2 pedang terkejut, ketika Pedang gila lenyap dari hadapannya, dan ketika ia, merasakan hawa dingin diatas kepala, wajahnya langsung pucat, melihat pedang berwarna kebiruan dari atas siap membelah kepalanya, 2 pedang langung menyilangkan pedang diatas kepala, berusaha menahan.
Traaaang...creeeeb..!!
Pedang panjang dari siwi itu, tak kuat menghadapi benturang dengan pedang kelabang biru yang sudah di aliri tenaga dalam tinggi, pedang panjang itu patah, dan pedang kelabang biru terus mebabat kepala siwi yang bergelar 2 pedang, darah dan otak Siwi itu berhamburan, terkena tebasan kelabang biru dari atas.
Semua yang melihat bergidig ngeri melihat aksi dari Pedang gila, tak lama kemudian Mo kwi keluar dari tempat persembunyiannya, dan tersenyum kearah Pedang gila.
Sementara itu, sepasang mata, yang melihat dari ririmbunan semak belukar yang tersembunyi dan tak jauh dari tempat itu, bergidik melihat aksi dari kakek berwajah merah itu.
Aku harus melaporkan kejadian ini kepada kasim Co, orang itu berkata dalam hati, ketika ia berbalik, tak sengaja kakinya menginjak ranting kering.
Kreeeek...!!
Pedamg gila yang sedang bersama Mo kwi, ketika mendengar suara ranting terinjak, dari balik semak belukar langsung melesat, pedang kelabang birunya langsung menebas kearah semak belukar itu,
Semak belukar terbabat, dan orang yang berada di baliknya langsung tewas karna pungung nya sampai pinggang hampir putus, terkena sabetan Pedang gila,
Ketika melihat darah dan seorang tewas.
Pedang gila mengerutkan kening, dan berkata sambil meninggalkan mata mata yang tewas itu.
Lalu berjalan kearah Mo kwi, sambil menggerutu.
Ku kira rusa.
Maaf buat para reader, hari minggu ada keperluan mendadak saya harus keluar kota
__ADS_1
jadi tidak bisa update , sekali lagi saya mohon maaf🙏🙏