Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 116 Menyelamatkan Putri Qiao


__ADS_3

Langkah angin dan Mo kwi terus berlari, langkah angin tahu kegelisahan pemuda itu, hampir semua anak buah Shin mo dan Mo kwi tahu bahwa putri Qiau dan Mo kwi mempunyai hubungan yang khusus.


Jarak kekota Jinan dengan mereka lumayan jauh, karna mereka memang terus bergerak, mencari benteng dan pasukan yang membawa perbekalan apalagi setelah memburu pasukan Hantu, mereka makin menjauhi kota Jinan.


Dengan ilmu meringankan tubuh yang tinggi, akhirnya Langkah angin dan Mo kwi malam itu sampai di kota Jinan, ketika akan memasuki kota jinan, Mo kwi terlebih dahulu memberi tahu langkah angin.


"Paman, kita berpencar..!!" paman tolong hubungi kawan kawan disini, yang paman kenal, cari tahu orang orang yang mencurigakan yang baru baru ini masuk kekota Jinan.


"Aku akan mengawasi dari jauh, dan mengamati situasi yang ada, melihat situasi sekarang, agaknya belum terjadi hal buruk terhadap putri Qiao," Mo kwi berkata.


Langkah angin mengangguk dan mengerti maksud dari Mo kwi, setelah masuk meloncati benteng, Langkah angin lalu berpisah dengan Mo kwi.


Agaknya Hantu gunung lebih berbahaya dari kelelawar hantu dan Hantu pohon, aku harus menemukan orang itu, jika tidak, maka ia akan sangat berbahaya.


Mo kwi malam itu tidur diatas pohon yang rindang, untuk memulihkan tenaga.


Ke esokan harinya, pagi pagi Mo kwi sudah berjalan di tempat keramaian, kemudian ia membeli sebuah caping, untuk menutupi wajahnya, dan berjalan sambil mengamati orang orang yang lewat.


Mo kwi memasuki sebuah kedai di pinggir jalan, yang tak terlalu besar, setelah memesan makanan untuk mengganjal perut, ia lalu memesan arak, dan minum di kedai itu sambil melihat orang orang yang lewat.


Tak ada hal hal yang mencurigakan yang ia lihat.


Setelah selesai makan dan minum, Mo kwi kemudian, bergerak kearah gerbang utama kota Jinan, karna dalam situasi perang, seorang pemimpin lebih sering berada di gerbang utama, melihat pergerakan musuh, menerima laporan dari mata mata, dan mempersiapkan jebakan jebakan, untuk menghambat pasukan musuh yang akan datang.


Mo kwi berharap putri Qiao berada di gerbang utama dan berada di tengah pasukannya, karna hanya berada di tengah pasukannya putri Qiao akan cukup aman dari incaran seorang pembunuh.


Mo kwi berkerumun diantara para penduduk, yang sedang membantu membuat anak panah, sambil mengamati situasi yang ada, mata pemuda itu dari balik capingnya terus memperhatikan orang orang yang hilir mudik di gerbang utama.


Mo kwi tersenyum ketika melihat putri Qiao dan Han lian berjalan, dengan dikawal oleh beberapa orang komandan pasukan.


Putri Qiao dan Han lian kemudian naik keatas benteng, dan mengamati tempat di luar benteng, kota Jinan.


Hmm..!!


Tarikan nafas terdengar dari mulut putri Qiao, ketika melihat kearah padang rumput yang luas dan bukit bukit kecil, ia berharap sebuah kuda bergerak cepat mendatangi kota Jinan dan kuda itu di tunggangi oleh seorang pemuda yang telah membuatnya tergila gila, seorang pemuda tampan yang selalu besifat acuh dan seperti tak peduli dengan orang yang menaruh perhatian terhadapnya.


Bagaimana dengan laporan dari mata mata, putri Qiao berkata kepada kepala pasukan yg ikut bersamanya.


Pasukan kaisar Zhiangwen sudah mendekati tuan putri, menurut kabar yang masuk, besok malam atau pagi hari, dua hari lagi akan sampai.


Lalu jebakan jebakan yang kita buat, apa sudah beres semuanya.

__ADS_1


Semua jebakan telah siap, dan anak panah sedang di buat oleh para penduduk, juga minyak bakar, kita sudah menanamkannya di beberapa titik yang terjangkau oleh pasukan pasukan panah milik kita.


Putri Qiao tersenyum dan mengangguk puas mendengar perkataan dari komandan pasukan pengawal anak buahnya.


Lalu turun dari benteng, Mo kwi melihat pandai besi yang bertubuh besar, dan matanya tajam selalu mengawasi, kearah putri Qiao.


Pandai besi itu lalu perlahan melihat kearah sekeliling, dan Mo kwi yang memperhatikan, beberapa orang menganggukan kepala setelah, melihat kearah pandai besi, Mo kwi merasa bahwa orang yang ia cari sudah di temukan, tapi tak tahu siapa diantara mereka yang disebut Hantu gunung. kepala dari para Hantu, anak buah kasim Co.


Jarak putri Qiao dan pandai besi semakin dekat, Mata Mo kwi menyipit, ketika melihat, sebuah pisau kecil yang merah menyala berada di tungku perapian, diambil oleh pandai besi, seperti mengambil sebuah benda biasa yang dingin, lalu di lemparkan kearah putri Qiao dengan sangat cepat.


Pisau kecil yang merah menyala, melesat dengan cepat menuju kearah putri Qiao, Han lian yang berada di samping sang putri mencabut pedang lalu menangkis pisau kecil yang merah dan panas membara itu.


Traaaaang...!!


Pisau kecil itu terlempar, tapi pedang Han lian patah ketika menahan laju pisau terbang yang mengandung tenaga dalam tinggi, dan Han lian terdorong mundur selangkah, akibat kerasnya benturan yang terjadi.


Pandai besi itu lalu mengambil pedang yang sedang di bakar di tungku pembakaran, dengan pedang yang masih panas membara, pandai besi itu melompat kearah putri Qiao dengan sangat cepat, sambil membabatkan pedangnya kearah kepala putri Qiao.


Dan orang orang yang tadi mengangguk kepada pandai besi, juga mencabut pedang dan bergerak kearah putri Qiao dan langsung mengepung.


Mo kwi yang sudah yakin bahwa Hantu gunung itu adalah sang pandai besi, dengan langkah dewa angin kemudian melesat, dengan pedang bintang, lalu menghantam pedang merah Hantu gunung, sambil menyambar tubuh putri Qiao.


Traaaang...!!


Pandai besi itu terkejut, ketika serangannya berhasil di tangkis oleh seseorang, dan orang itu berhasil menyelamatkan putri Qiao.


Mo kwi kemudian melepaskan putri Qiao, dari pelukannya, dan berkata, "kau tidak apa apa ?"


Putri Qiao setelah tahu yang menyambar dan menyelamatkannya adalah pemuda yang tadi ia lamunkan, tersenyum manis, dan langsung mencium pipi Mo kwi dan berkata, "kau datang mengapa tak langsung ketempatku," Mo kwi mukanya langsung merah, tidak menjawab, lalu menurunkan sang putri, kemudian berkata, "kau tunggulah disini..!!"


Han lian datang dan langsung tersenyum manis ketika melihat Mo kwi.


"kau jaga Qiao moi..!!" Mo kwi berkata kepada Han lian, yang mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.


Para prajurit langsung mengepung kearah Hantu gunung dan sekitar 20 an orang anak buahnya.


Mo kwi menatap kearah Hantu gunung, dan menyuruh para pasukan untuk mundur.


Hmm..!!


"Rupanya Iblis gurun yang datang," Hantu gunung berkata.

__ADS_1


"Hebat juga rencanamu..!!" Mo kwi berkata, saking hebatnya, sekarang kau di tunggu oleh kelelawar hantu dan Hantu pohon untuk merayakannya di neraka, Mo kwi berkata sambil menyeringai.


Mendengar perkataan Mo kwi, Hantu gunung menjadi murka, setelah mengetahui kawan kawannya telah tewas.


Dan langsung menyerang kearah Mo kwi.


Mo kwi yang marah dengan kelicikan hantu gunung yang menyergap kekasihnya langsung menyerang dengan menggunakan jurus malaikat pedang.


Sedangkan ke 20 anak buah Hantu gunung, harus berjibaku melawan ratusan prajurit dan hujan anak panah, tak butuh waktu lama, mereka semua tewas oleh pasukan anak buah putri Qiao.


Hantu gunung yang sudah tak.mempunyai pilihan lain kemudian mengerahkan semua kekuatan miliknya menyerang kearah Mo kwi, sambil mencari cari kesempatan untuk melarikan diri.


Pedang nya yang tinggal sepotong berusaha menahan serangan pedang malaikat Mo kwi, pertempuran sengit terjadi.


Pedang bintang menyambar nyambar, kearah tubuh Hantu gunung, yang betkelit menghindar kesamping lalu pedang pendenknya membabat kearah kaki


Mo kwi, Mo kwi loncat keatas, kemudian tangan kirinya mengibas, jari pedang melesat kearah hantu gunung dari atas dan menyambar kepalanya, Hantu gunung bergulingan di tanah, menghindari serangan jari pedang Mo kwi.


Dhuaaaar..!!


Tanah berlobang, dan berhamburan keatas ketika terkena hantaman jari pedang Mo kwi.


Mo kwi terus mengayunkan pedang bintangnya kearah pinggang, Hantu gunung mundur selangkah menghindari tebasan pedang bintang Mo kwi, lalu mengibaskan tangan kirinya kearah Mo kwi.


Serangkum angin dari tenaga dalam tinggi keluar, dari tangan Hantu gunung kearah Mo kwi.


Mo kwi mengibaskan tangan kirinya, pukulan jari pedang melesat menghantam pukulan Hantu gunung.


Dhuaaar...!!


Kedua pukulan yang mengandung tenaga dalam tinggi beradu, Hantu gunung yang terpental menjauh lalu melemparkan pedangnya yang tinggal sepotong kearah putri Qiao, dan ia langsung melesat melarikan diri, Mo kwi terkejut dan langsung menyambar dan membabat pedang Hantu gunung dan berhasil menyelamatkan putri Qiao, sementara Hantu gunung lari menjauh.


Akhirnya aku selamat Hantu gunung berkata sambil berlari kencang, menuju kearah dua orang kakek yang tengah berjalan, seorang kakek kurus tinggi berwajah merah, dan satu lagi kakek yang membawa kotak peralatan yang biasa dibawa oleh seorang tabib.


Ketika melewati kakek bermuka merah itu, sebuah pedang berwarna biru melesat dengan cepat, dan langsung menebas.


Craaash..!!


Hantu gunung yang tak menyangka sama sekali dirinya akan diserang, tak bisa menghindar, dan lehernya langsung putus.


Tabib disamping kakek bermuka merah itu terkejut, dan berkata, "kenapa kau bunuh dia..?"

__ADS_1


kakek bermuka merah itu, tanpa berpaling kearah sang tabib, berkata sambil melangkah.


Siang siang lari kencang, biasanya maling,


__ADS_2