Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 29 Melawan Prajurit Siluman ular


__ADS_3

Mo kwi yang menyebut ular gurun api, yang jantan Coa mo dan yang betina adalah Coa kwi. teman bermain ular itu ketika waktu kecil, ia sudah tak ingat, tapi kakeknya Ban li eng menceritakan kembali beberapa hari sebelum ia meninggalkan gurun.


Penciuman ular gurun api sangat tajam dan mempunyai ingatan yang kuat, tenaga dalam baja api dan pukulan inti api, sangat disukai oleh ular gurun api, karna menimbulkan hawa panas, yang membuat mereka nyaman.


"Kaau,..Kaaau, merebut ular kesayangan ku,"..!! siluman ular berkata, sambil mengeluarkan suling berwarna hijau yang berada dipinggangnya.


"Ulaaaar mu",...? Mo kwi berkata, sambil tersenyum mengejek kearah Siluman ular.


"Jika omongan mu benar,"..!!


Coba kau panggil kembali, Mo kwi berkata.


Siluman ular lalu meniup suling hijau nya, suara seruling mendayu dayu dan terkadang melengking, Coa Kwi mengangkat kepala tapi, kemudian tetap di pundak kiri Mo kwi, seperti tak peduli lagi dengan suara seruling siluman ular.


"Anak setan,.!! Kembalikan ular naga terbang milikku."


Siluman ular, lalu dengan geram menyerang kearah Mo kwi.


Suara suling mendenging akibat angin yang masuk, melalui lubang suling hiaju milik siluman ular.


Shin mo mengibaskan tangan nya, pukulan jari pedang melesat kearah tangan siluman ular yang sedang memegang suling.


Lalu siluman ular berkelit menhindar, tubuh nya bergerak kesamping dan telapak tangan kirinya dengan cepat menyodok kearah pinggang Mo Kwi.


Mo kwi bergerak mundur, sambil mengibaskan tangannya dengan ilmu inti api, kearah dada siluman ular.


Siluman ular terkejut dan menahan dengan kedua tangannya.


"Dhuaaaar"


Siluman ular mundur selangkah ketika beradu tenaga dalam dengan Mo kwi, dan kedua tangannya yang menahan pukulan Mo kwi, masih terasa panas.


Gila,..!! tenaga dalamnya ternyata sangat tinggi, aku sampai mundur selangkah, Siluman ular berkata dalam hati.


Siluman ular jadi waspada, ia bergerak sangat hati hati, sambil mengawasi sekitar.


Lalu siluman ular menyelapkan kembali sulingnya kepinggang, ia lalu memngambil sesuatu dari balik bajunya,

__ADS_1


.


seekor ular yang tidak terlalu besar dan selama ini selalu melingkar di pinggang, siluman ular.


Siluman ular memegang buntut ular hitam yang kepalanya meliak liuk, "terimalah ular iblisku," siluman ular berkata.


Siluman ular bergerak lebih cepat dari sebelumnya, semua kemampuan, ia keluarkan.


Tapi Mo kwi dengan Langkah Dewa angin, bergerak lebih cepat dari Siluman ular.


Ular yang dipegang oleh Silumar ular, terkadang lemas dan terkadang menjadi kaku dan itu merepotkan Mo kwi.


Sepasang ular gurun api juga terkadang menyerang ular iblis jika dekat.


pertarungan seru kembali terjadi dan agaknya kali ini Mo kwi direpotkan oleh senjata istimewa, seekor ular hidup yang digunakan sebagai senjata.


Pertempuran sudah melewati seratus jurus, dan agaknya lama kelamaaan ular gurun api yang berada di tangan Mo kwi sudah mulai mengerti siapa tuan yang sebenarnya. dan Coa mo terkadang mulai terbang menyerang Siluman ular dan kembali ke pundak kanan Mo kwi begitu pula Coa kwi Pasangannya di pundak kiri


Lama kelamaan keadaaan jadi berbalik, dengan dibantu sepasang ular gurun api, Siluman ular yang balik menjadi repot dan akhirnya ketika menghindari serangan Coa mo, Siluman ular menjadi lengah, dan ular iblisnys terkena tebasan jari pedang Mo kwi, senjata milik siluman ular menjadi dua.


Siluman ular loncat kebelakang sambil melemparkan bangkai ular iblisnya kearah Mo kwi, tapi lemparan bangkai ular itu disambut oleh kedua ular gurun api. kedua ular kecil itu lalu menghisap racun ular dan darah yang keluar dari potongan tubuh ular iblis.


Siluman ular melihat hal itu menjadi sangat marah, ia lalu mencabut Seruling hijau dari pinggang dan meniup suling itu, Suara suling yang tidak enak didengar mengalun di tengah hutan yang suasana nya sunyi.


Tiba tiba tercium bau amis dan suara desisan dari sekitar tempat mereka, Mo kwi terkejut ketika mengetahui di sekelilingnya sudah terdapat ratusan ular dan terus bertambah menghampiri mereka.


Putri Qiao yang sangat takut terhadap ular, menjerit jerit melihat ular berbagai macam dan bentuk, berada banyak sekali di sekitar mereka.


Mo kwi lalu menyambar tubuh putri Qiao dan menarik tangan Han sikong, keluar dari kepungan ular yang di panggil melalui suara suling milik Siluman ular.


Ular ular itu semakin banyak dan terus memburu kearah Mo kwi.


Huaa,..Ha,.Ha..,..!!


Kau tak bisa lari dari ular ularku. siluman ular tertawa sambil berkata.


Kemudian siluman ular kembali meniup suling, kali ini nada suling menjadi semakin cepat.

__ADS_1


Dan ular ular itu semakin banyak dan ganas menyerang kearah Mo kwi, putri Qiao yang sudah ketakutan setengah mati di lindungi oleh Han sikong.


Sepasang ular gurun mendesis desis keras melihat banyak ular, dan mencium bau amis disekitarnya.


Mo kwi yang melihat begitu banyak ular dan mendengar jeritan dari putri Qiao pemuda itu menjadi amat murka.


Paman, tolong jaga putri Qiao dari ular.


Aku akan menghabisi siluman ular keparat itu..!!


Wajah pemuda itu terlihat merah kehitaman, ketika berkata kepada Han sikong, tanda kemarahannya sudah sampai batas.


Mo kwi mengeluarkan ilmu Raja hitam dan tenaga dalam baja api miliknya kemudian ia gabungkan, tubuh nya lalu menghitam, dengan pengerahan tenaga dalam baja api, dari warna hitam tubuh Mo kwi perlahan berubah menjadi merah dan memancarkan hawa panas dan mengeluarkan asap tipis yang berwarna hitam, ular gurun api yang mendapati tubuh Mo kwi makin panas seperti gembira, mereka terlihat sedang bermain main dan menari nari disekitar pundak dan leher Mo kwi.


Mo kwi mengamuk mencengkram, menendang dan mengibaskan lengan nya.


Prajurit siluman ular berpentalan, ada yang hitam, merah gosong, terkena pukulan dan tendangan Mo kwi yang mengamuk, sesaat ular ular itu berhenti menyerang melihat keganasan Mo kwi.


kesempatan itu digunakan Han sikong membawa putri Qiao keluar dari kepungan ular.


Siluman ular makin meningkatkan tenaga dalam meniup suling hijau miliknya.


Ular ular makin beringas mendengar suara suling yang semakin tajam melengking kemudian bergerak menyerang kearah Mo kwi.


Pertempuran terjadi, manusia berbadan merah dan mengeluarkan asap tipis berwarna hitam mengamuk di tengah serbuan ular ular peliharaan siluman ular.


Sepasang ular gurun ikut membantu majikannya, mereka memilih menyerang ular ular yang sangat beracun, menyerap racun mereka. lalu menggigit mati ular itu.


Sementara itu di sebuah pohon besar yang agak rindang dan tertutup oleh lebatnya daun , duduk 2 orang yang sedang melihat kearah pertempuran, antara Mo kwi dan pasukan siluman ular.


Satu orang kakek tinggi kurus dengan wajahnya yang terlihat bengis dan menyeramkan karna kulit muka nya berwarna kuning keemasan berkata kepada seorang wanita bercadar hitam.


Nio nio, agaknya ilmu langkah bayangan iblis milikmu sudah ada tandingan nya.


Kakek berkulit wajah kuning keemasan setelah berkata lalu menatap kearah pertempuran.


"Siapa pemuda itu",..!! batin si kakek.

__ADS_1


Ilmu nya sangat aneh dan dasyat.


__ADS_2